Tfz9BSAlTfr7TSGlTUM5TfAlGA==

HAPIJIRA : Pentingnya Pemantauan Dan Pengelolaan Terhadap Paparan Debu, Getaran Dan Kebisingan

 

HAPIJIRA

Latar Belakang

Dalam dunia kerja modern, pemahaman dan pengelolaan faktor lingkungan seperti debu, kebisingan, dan getaran menjadi krusial. Lingkungan kerja yang tidak terkontrol dalam aspek-aspek ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan pekerja, merugikan produktivitas, dan bahkan menimbulkan risiko hukum bagi perusahaan. Mengadopsi pendekatan proaktif dalam memantau dan mengendalikan faktor-faktor ini tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. 

1. Mengurai Makna dan Risiko Debu

Debu di tempat kerja lebih dari sekadar partikel yang mengotori area; ini merupakan campuran mikroskopis dari berbagai bahan yang bisa sangat berbahaya bila terhirup. Aktivitas industri seperti penggilingan atau pemukulan bahan dapat memproduksi debu dalam jumlah besar, yang jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan penyakit serius seperti silikosis atau asbestosis.

Strategi Pengendalian Debu:

  • Penyiraman: Strategi sederhana namun efektif untuk menekan debu di sumbernya.
  • Perlindungan Diri: Penggunaan masker respirator yang sesuai standar, membantu meminimalisir inhalasi debu oleh pekerja. 

2. Kebisingan: Lebih dari Hanya Gangguan

Suara yang tidak dikehendaki atau kebisingan di tempat kerja bisa berupa latar belakang yang konstan atau suara mendadak yang keras. Terpapar pada kebisingan berlebihan dapat merusak pendengaran secara permanen dan mempengaruhi kesehatan mental. 

Pengendalian Kebisingan:

  • Isolasi dan Peredaman: Mengisolasi sumber kebisingan dan menggunakan material peredam untuk mengurangi penyebarannya.
  • Manajemen Waktu: Mengorganisir ulang jam kerja untuk mengurangi eksposur terhadap kebisingan.

3. Getaran: Ancaman Tersembunyi

Getaran, baik yang dirasakan melalui alat kerja maupun yang berasal dari mesin industri, bisa memiliki efek jangka panjang yang merusak pada sistem muskuloskeletal, saraf, dan pembuluh darah.

Strategi Pengendalian Getaran:

  • Peredam Getaran: Penggunaan bantalan peredam untuk mengurangi transmisi getaran ke pekerja.
  • Pengaturan Durasi Kerja: Mengatur jadwal kerja untuk membatasi waktu paparan getaran. 


Penerapan dan Pengukuran

Regulasi seperti Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 Tahun 2018 menetapkan standar yang harus diikuti untuk melindungi pekerja dari risiko debu, kebisingan, dan getaran. Melakukan pengukuran secara rutin membantu perusahaan memahami level paparan di tempat kerja dan mengidentifikasi kebutuhan intervensi.

  • Pengukuran Getaran: Memantau paparan getaran pada pekerja menggunakan alat bor, untuk menghindari sindrom vibrasi tangan dan lengan (HAVS).
  • Pengukuran Kebisingan: Menggunakan dosimeter kebisingan personal untuk menilai paparan kebisingan dan efektivitas alat pelindung diri.
  • Pengukuran Debu: Menentukan konsentrasi debu respirable, vital untuk mencegah penyakit pernapasan.

                    HAPIJIRA

Kesimpulan

Mengelola risiko debu, kebisingan, dan getaran di tempat kerja bukan hanya tentang mematuhi peraturan; ini tentang melindungi kesehatan dan kesejahteraan pekerja, yang merupakan aset paling berharga dari setiap organisasi. Melalui pemantauan yang cermat dan penerapan strategi pengendalian yang efektif, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi semua.









Type above and press Enter to search.