Teknologi Digital Memudahkan Tercapainya Safety Resilient



MINESAFETY -- Teknologi digital pada masa ini dan ke depan memudahkan terwujudnya safety resilient sehingga mesti melaksanakan empat hal potensi seperti learn (belajar), respond (respon), monitor dan anticipate (antisipasi).

Hal itu disampaikan Zulkifli Djunaidi, pengajar dari Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

"Safety resilient terdiri dari empat hal potensial, yaitu learn, respond, monitor, dan anticipate. Keempat hal ini tidak dapat dipisahkan, melainkan harus selalu diimplementasikan bersama-sama,"kata Zulkifli dari siaran pers FKM UI dikutip Minesafety, Senin (24 Oktober 2022).

Hal itu disampaikan Zulkifli yang juga berprofesi sebagai dokter itu saat seminar K3, pada 15 Oktober 2022 lalu dengan tema The Role of Digitalization in Occupational Health and Safety in Supporting Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Seminar ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan OHS Expo yang diselengarakan oleh Occupational Health and Safety Community (OHSC) FKM UI dan diikuti oleh peserta yang berasal dari akademisi, praktisi dan mayoritas adalah mahasiswa.  

Head of Health and Safety di Keppel Land Indonesia, Hariyadi Nugroho mengatakan teknologi dalam bidang K3 berguna untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam hidup manusia.

"Teknologi bisa dibilang sangat membantu. Contoh penerapannya adalah adanya virtual reality di tempat konstruksi untuk memperkirakan bahaya dan risiko serta smartphone safety app untuk memberikan notifikasi bahaya kepada pekerja,” kata Hariyadi.

Abdul Hakim, National Project Officer International Labour Organization (ILO) mengutarakan jika tidak ada K3, perusahaan bisa menanggung kerugian hingga 4% dari gross domestic product di tingkat global akibat penyakit dan kematian di tempat kerja.

"Hadirnya K3 bisa menjadi elemen kunci untuk menekan kerugian tersebut dan mewujudkan SDGs nomor 3 (good health and wellbeing) serta nomor 8 (decent work and economic growth)," ujar Abdul.

Post a Comment

Post a Comment