Penting Lisensi Bekerja di Ketinggian, Kurangi Risiko Kecelakaan Fatality


MINESAFETY -- Bekerja di ketinggian tidak cukup hanya berbekal pengalaman bertahun-tahun tetapi mesti memiliki lisensi kompetensi bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan.

Salah satu praktik manajemen yang baik suatu perusahaan dengan mengurangi atau nihil kecelakaan kerja terjatuh dari ketinggian. Pekerja mesti mendapatkan lisensi pernah mengikuti pelatihan Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) atau Tenaga Kerja Bangunan Ketinggian (TKBK).  

Praktisi K3 bidang bekerja di ketinggian juga Direktur Allsys Learning Center, Muhammad Hadi mengutarakan bekerja di ketinggian mempunyai risiko ancaman bahaya setiap saat sehingga pekerja perlu mendapatkan wawasan yang mumpuni dari para ahli kompeten di bidang tersebut.

"Manajemen kalau ingin yakin si pekerja berpengalaman bekerja di ketinggian, dia harus punya lisensi. Dia punya jam terbang tinggi, paham metode pemasangan angkur, si pekerja kondisi fisiknya sehat karena itu dasar. Jangan manis di mulut saat atasan bilang sanggup naik, tetapi sudah sampai di atas tidak tahu apa yang mau dilakukan," kata Hadi.


Hal itu disampaikannya dalam webinar Safety Sharing Session (S3) Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI), pada Rabu (26 Oktober 2022). Webinar yang dimoderatori Bendahara Umum APKPI, Rahmad Subagyo itu mengangkat tema 'Keselamatan Bekerja di Ketinggian' dihadiri Direktur APKPI Alwahono dan lebih dari 100-an peserta.

Ada dua jenis sertifikasi bekerja pada ketinggian, pertama Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) yang meliputi kategori TKPK (tingkat) 1, TKPK 2 dan TKPK 3. Dikutip dari Pusat Training K3 Indonesia, sertifikasi ini untuk berbagai kondisi menggunakan akses tali (rope acess), alas dasar atau tidak ada alas dasar. Pekerjaan mencakup panjat tower, perawatan gedung tinggi menggunakan akses tali, pengendalian burung di ketinggian, panjat pohon dan lainnya.

Kedua, Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT) yang pekerjaannya menggunakan gondola, scafollding tetapi tidak sampai memanjat seperti panjat tower, tiang atau tidak sampai bergelayutan di tali secara perorangan maka TKBT sudah cukup.

Adapun pekerjaan seperti pembersihan dinding gedung menggunakan gondola, pengerjaan konstruksi bangunan menggunakan perancah, pemasangan atau perbaikan AC, atau peralatan lainnya yang berada di bagian atas dinding/bangunan yang tidak terjangkau bila dilakukan secara langsung, dengan tangga, perancah atau lainnya, turun menanikan barang secara manual ke atas truk.  

Hadi mengatakan sangat penting bagi perusahaan yang di dalam struktur organisasi tidak memiliki satu pun pekerja dengan mengirim mereka dalam pendidikan kompetensi bekerja di ketinggian dan pada akhir pendidikan memperoleh surat izin.  

Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 9/2016 tentang K3 Pekerjaan di Ketinggian, syarat pesertanya adalah TKPK 1 dan TKBT 2 minimal SD/sederajat, usia minimal 18 tahun berbadan sehat. Persyaratan TKPK 2 pendidikan minimal SLTP/Sederajat, berbadan sehat, memiliki sertifikat TKPK 1, pengalaman dalam buku minimal 500 jam, TKPK 3 minimal pendidikan SLTA usia minimal 22 tahun dan memiliki sertifikat TKPK 1. Terakhir TKPK 2 pengalaman dalam buku kerja minimal 1.000 jam dan memiliki P3K di tempat kerja.

Pada peraturan itu di pasal 31, tertuang bahwa pengusaha dan atau pengurus wajib menyediakan tenaga kerja berkompeten yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dan berwenang di bidang K3 dalam pekerjaan di ketinggian yang dibuktikan dengan Lisensi K3.   

"Apabila perusahaan sulit mencari orang yang memiliki kompetensi, maka internal perusahaan mengirim pekerjanya mengikuti pelatihan. Saya punya pengalaman, ada pekerja belum punya lisensi TKPK 1 ingin memasang angkur, itu tidak boleh sebenarnya. Ada pula saya menemukan, pekerja yang mengaku berpengalaman tetapi ternyata tidak punya lisensi," ujar Hadi.

Dia khawatir tanpa berlisensi karena minim wawasan dan pengetahuan maka pekerja mengalami kecelakaan kerja. Dampak tidak mengikuti pelatihan bekerja di ketinggian, Hadi berharap pekerja tidak bingung setelah berada di ketinggian seperti teknik atau cara perlindungan jatuh, teknik mengelola peralatan dan kesiapsiagaan dan tanggap darurat. 

Post a Comment

Post a Comment