APKPI Kalsel Bekali Sejak Dini K3 BEM Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Sebanyak 70 peserta mahasiswa pelatihan K3 diselenggarakan DPW APKPI bersama BEM Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat mengunjungi perusahaan pertambangan di Kalsel. Foto: BEM Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

MINESAFETY -- Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) membekali Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada mahasiswa Fakultas Teknik dan berbagai program studi lainnya sejak dini yang diselenggarakan di BEM Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

Selain pelatihan K3, para mahasiswa lebih kurang 70 peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melihat penerapan K3 saat study tour atau mengunjungi perusahaan pertambangan yang beroperasional di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk melihat secara langsung manajemen menerapkan mengelola K3.

Kegiatan bertajuk APKPI DPW Kalsel Goes to Campus yang berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat itu berlangsung, pada 8 Oktober 2022 lalu. Pelatihan K3 tersebut juga menghadirkan narasumber yaitu, Rischa Lavinia selaku Ketua DPW APKPI Kalsel, Hari Sutikno merupakan Founder PT Borneo Andika Energi dan PT Omah Tani Makmur dan Praktisi K3, Retno Fauwziah.

Usai menyelenggarakan pelatihan K3, pada hari berikutnya 9 Oktober 2022, para peserta mahasiswa mengunjungi dua perusahaan pertambangan yaitu PT Cinta Puri Pratama dan PT Talenta Bumi. Di lokasi tersebut, mahasiswa melihat langsung instruksi safety dan lokasi kerja.

Foto bersama narsum Rischa Lavinia selaku Ketua DPW APKPI Kalsel, Praktisi K3 Retno Fauwziah dan Perwakilan BEM Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

Salah satu pembicara pelatihan K3, Rischa Lavinia mengatakan penerapan K3 dalam kegiatan sehari-hari masih seringkali abai atau dilupakan oleh sebagian pekerja. Padahal, menurutnya, dampak menyepelekan K3 bisa menimbulkan akibat buruk bagi karyawan.

"Misalnya, lihat dan evaluasi ruangan kita ada tidak stiker informasi tentang K3. Contoh lain, penerapan ergonomik, duduk berjam-jam selama offline tidak melakukan stretching. Maka mahasiswa itu adalah calon agen-agen penting supaya ingat tentang keselamatan kerja sejak masih kuliah dan nanti sewaktu sudah siap menerapkan K3 tidak gagap lagi," tutur Rischa yang kini menjabat Mine Closure & Wetland Biodiversity Spv PT Adaro Indonesia kepada Minesafety, Rabu (13 Oktober 2022). 

Rischa yang pernah menduduki jabatan sebagai Industrial Hygiene Supervisor di PT Adaro Indonesia ini mengutarakan bahwa K3 itu berlaku bagi mahasiswa dengan latar belakang program studi apapun karena mereka K3 harus dipahami sedini mungkin sebelum berada di dunia kerja sesungguhnya.

Ketua DPW APKPI Kalsel Rischa Lavinia memberikan cenderamata kepada salah satu narsum, Hari Sutikno selaku Founder PT Borneo Andika Energi dan PT Omah Tani Makmur dan Praktisi K3

Maka dari itu, Rischa berharap mahasiswa-mahasiswa nanti setelah selesai kuliah dan terjun saat kerja menjadi influencer alias sosok yang mampu memberi pengaruh untuk rekan-rekan kerjanya terkait K3 yang belum disiplin K3 di tempat kerja.

"Pelatihan K3 kepada mahasiswa ini program DPW APKPI Kalsel karena kami ingin supaya mereka siap menerapkan K3 di tempat kerjaya. Sebagai informasi, di APKPI kami sering mengadakan diskusi tentang K3, banyak isu kampanye K3 di APKPI ada chanel youtube APKPI," kata Rischa seraya memperkenalkan APKPI.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Bimbim Saputra mengatakan pengenalan K3 sejak dini bagi para mahasiswa yang sedang studi di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat supaya saat bekerja di mana pun tidak menganggap sepele potensi kecelakaan kerja.

"Teman-teman kami nanti lebih disiplin menerapkan K3, lebih peduli, dan bukan menganggap sepele K3. Angka kecelakaan kerja saat ini masih tinggi, maka dari kami membekali teman mahasiswa sejak dini dengan pelatihan K3 dan study tour langsung ke perusahaan pertambangan," kata Bimbim.

Post a Comment

Post a Comment