Mantap, Bukit Asam Setor Rp9 Triliun ke Negara

Bukit Asam, Pajak Negara, PNBP, Batu Bara, Ekspor,
Kapal tongkang pengangkut batu bara milik PT Bukit Asam Tbk, bersiap didistribusikan untuk konsumen. Foto: PT Bukit Asam Tbk

MINESAFETY -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetor pada penerimaan negara pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp9 triliun terdiri dari pajak senilai Rp2,7 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp6,3 triliun.

Corporate Secretary Bukit Asam mengatakan besarnya nilai penerimaan negara dari Bukit Asam tidak lepas dari kinerja perusahaan yang kian positif pada semester I/2022 korporasi mencetak laba bersih Rp6,2 triliun atau naik 246% dibandingkan dengan periode sebelumnya senilai Rp1,8 triliun.

"PTBA berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang optimal kepada negara. Kami berupaya untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan sebagai tanggung jawab kepada pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah melalui MIND ID sebagai pemilik saham mayoritas," kata Apollonius Andwie dari siaran pers dikutip Minesafety, Jumat (23 September 2022).

Selain itu, kenaikan kinerja karena faktor pemulihan ekonomi global atau nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.

Adapun total produksi batu bara PTBA selama Semester I/2022 mencapai 15,9 juta ton, meningkat 20% dibandingkan semester I/2021 yang sebesar 13,3 juta ton. Sedangkan penjualan batu bara PTBA per semester I/2022 sebanyak 14,6 juta ton, tumbuh 13% secara tahunan.

Pencapaian gemilang ini juga didukung kinerja operasional perseroan yang solid di sepanjang semester I/2022 yang mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, perseroan menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimal.

Ekspor porsi penjualan ekspor batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meningkat dari 33% pada kuartal I/2022 menjadi 38% di kuartal II/2022. Peningkatan pada kuartal kedua itu menyebabkan porsi ekspor pada semester I/2022 tercatat sebesar 35 persen dari seluruh penjualan.

"Average Selling Price (ASP) atau harga jual rata-rata pada kuartal II/2022 tercatat sebesar Rp1,3 juta per ton, naik 14% dibanding kuartal I/2022 karena peningkatan porsi penjualan ekspor," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Farida Thamrin.

Peningkatan ekspor tersebut karena suplai batu bara ke India meningkat 2 juta ton secara tahunan year on year (yoy), diikuti oleh peningkatan penjualan ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur seperti Thailand, Korea Selatan, dan Kamboja.

India menjadi tujuan ekspor terbesar PTBA dengan porsi mencapai 18 persen dari total penjualan dan diikuti Korea Selatan sebesar 4%, Thailand sebesar 3%, China sebesar 2%, dan Kamboja 2%.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org