Teknologi 5G, Cahaya Timur Dari Tambang Bawah Tanah Freeport Indonesia

Executive Vice President Site Construction PT Freeport Indonesia Zulkifli Lambali saat menerangkan teknologi tanpa awak di tambang bawah tanah perusahaan yang berada di Papua tersebut.

MINESAFETY -- Kesuksesan PT Freeport Indonesia menerapkan teknologi berbasis 5G menjadi cahaya timur bagi industri tambang mineral dan batubara lainnya di tanah air yang ingin migrasi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah karena terbukti memiliki tingkat keselamatan dan kesehatan kerja yang aman.

Executive Vice President Site Construction PT Freeport Indonesia Zulkifli Lambali mengatakan sejak korporasi memulai tambang bawah dan seiring perjalanan waktu menjalankan teknologi tanpa awak hingga 5G ternyata juga mampu meningkatkan keselamatan pertambangan dan keselamatan operasional.

"Dengan berubahnya pandangan tentang safety pertambangan, kami mengembangkan teknologi mulai dari automation & wireless system, ke robotic monitoring artificial intelligence, sehingga multi fatality bisa dihindarkan dengan teknologi. Freeport Indonesia sudah cukup lama menerapkan teknologi untuk tambang bawah tanah guna menghindari fatality [kecelakaan korban jiwa meninggal]," kata Zulkifli pada webinar Sharing Safety Session (S3), Rabu 28 September 2022 malam.

Zulkifli yang juga DPP APKPI Bidang Teknologi Pertambangan dan Keselamatan Pertambangan itu menyampaikan materi dengan tema Implementasi Teknologi 5G di Sektor Pertambangan di hadapan lebih kurang 100-an peserta webinar yang dimoderatori oleh Health & Safety System PT Vale Indonesia, Guntur Suryaning Hadi.

Freeport Indonesia, kata dia, menggunakan remote operating system dengan memindahkan operator dari tambang ke luar sehingga tidak terpapar bahaya yang ada. Menurutnya, ada dua potensi risiko kecelakaan di tambang bawah tanah sehingga karyawan tidak boleh berada di lokasi tersebut.

Pertama, wet muck yakni suatu kondisi curah hujan tinggi (5000 mm/tahun) dan juga air tanah yang komplek yang bercampur dengan bijih berukuran halus yang berpotensi menghasilkan lumpur basah. Kehadiran lumpur basah jika bercampur dengan air dalam jumlah banyak bisa mencelakai pekerja.

Kedua, airblast yakni suatu crown pilar yang ditinggalkan karena tidak dapat menahan beban menyebabkan infrastruktur tambang rusak dan jika ada manusia menyebabkan kematian pada pekerja.

Oleh karena itu, lanjut Zulkifli, Freeport Indonesia menerapkan teknologi 5G berupa sistem automation peralatan yang bekerja semi robotic dan tanpa awak pada alat itu berupa minegem dan GBC rail system.

"Kami membuat kereta tanpa awak dengan rail sytem, teknologi yang lama atau kami biasa menggunakan truck dari satu titik ke titik lain. Minegeme ini sistem remote control autopilot terintegrasi. Konektivitas dengan menggunakan wifi atau fiber optic," ujarnya.

Zulkifli mengutarakan kehadiran 5G tidak lepas dari dukungan Telkomsel yang menyediakan teknologi 5G di area operasional Freeport dan merupakan teknologi pertama di Asia Tenggara di area tambang bawah tanah.

"Kerjasama antara Freeport Indonesia dan Telkomsel dengan semangat kolaborasi diharapkan untuk menjadikan penambangan bawah tanah yang aman dan produktif pada masa depan dan efisien. Ini bisa menjadi prospek besar bagi tambang baru dan tambang yang ingin menerapkan wifi atau sistem modern 5G saat ini," ucapnya. 

Post a Comment

Post a Comment