MIND ID Ajak Insan Pertambangan Kawal Potensi Mineral Kritis

Mineral Kritis, Logam Tanah Jarang, MIND ID, Baterai, Listrik, Potensi Pertambangan

Karyawan sedang memeriksa mineral hasil tambang. Foto: MIND ID. 

MINESAFETY -- MIND ID mengajak insan pertambangan, pemerintah daerah, dan praktisi pertambangan untuk mengawal potensi mineral kritis dalam mewujudkan transisi energi bersih di Indonesia sesuai dengan isi dari Peta Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral, Batubara dan Panas Bumi.

Budi Haryanto, Division Head of HSE & Sustainability MIND ID mengatakan mineral kritis atau tanah jarang sangat penting pada masa mendatang untuk Indonesia karena bermanfaat sebagai kebutuhan energi industri baterai.

"Kami mengharapkan road map (peta) dikawal melibatkan dinas instansi dan pelaku pertambangan di Indonesia dan kita memastikan menambang mineral kritis dengan good governance practice sesuai koridor hukum, tata laksana dan tata kelola eksplorasi pertambangan mineral," kata Budi usai FGD bersama Badan Geologi beberapa hari lalu dikutip Minesafety, Kamis (18 Agustus 2022).

Selain itu, lanjut Budi, setelah FGD dengan tema 'Peluang Eksplorasi Mienral Kritis Dalam Menunjang Transisi Energi' itu nanti BUMN juga dilibatkan untuk meriset potensi mineral tanah jarang supaya merealisasikan road map energi bersih untuk Indonesia.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan usai penanandatangan buku dan peta tersebut akan ditindaklanjuti melalui kajian khusus dan eksplorasi mengungkapkan potensi mineral kritis lebih rinci di beberapa lokasi di Tanah Air.

"Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya mineral terutama mineral kritis yang terkait energi bersih dalam mendukung transisi energi," kata Arifin.

Berdasarkan catatan Potensi Logam Tanah Jarang atau Rare Earth Elementents diterbitkan Badan Geologi, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Kementerian ESDM pada 2019 baru sekitar 8 lokasi atau 30% dari total 29 lokasi mineralisasi logam tanah jarang yang dieksplorasi awal dan sisanya menjadi peluang dan target utama Badan Geologi.

Eksplorasi logam tanah jarang berbagai tipe cebakan seperti di daerah Parmonangan (Sumatra Utara), Belitung, Ketapang (Kalimantan Barat), Banggai (Sulawesi Tengah). Sementara, Papua Barat tipe laterik dan Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah untuk endapan tipe plaser.

Kebutuhan logam tanah jarang untuk telepon selular, komputer, batere isi ulang, magnet, lampu fluoresen dan peralatan elektronik.  

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org