Kowa Tech Perkenalkan Robot Pengemudi Anti Awak Kepada APKPI

Robot, Kowa Tech, Jepang, Ekskavator, Tanpa Awak, Keselamatan, Remote Control, Pengemudi,


 

Direktur APKPI Alwahono dan Yoshio Asama Executive Vice President Kowa Tech Co. Ltd, usai pertemuan diskusi perkenalan active robot SAM. Foto: APKPI

Penulis: Yanuarius Viodeogo Seno

MINESAFETY -- Kowa Tech Co. Ltd, perusahaan perakitan transportasi asal Jepang temu diskusi bersama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) untuk memperkenalkan robot pengendali eskavator tanpa awak manusia yang dapat diaplikasikan di site pertambangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur APKPI Alwahono didampingi Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto, Sekjen APKPI Ade Kurdiman dan Bendahara Umum APKPI Rahmad Subagyo, berlangsung di Jakarta, pada Rabu (10 Agustus 2022).

Jajaran petinggi Kowa Tech yang memperkenalkan teknologi bernama Active Robot SAM itu seperti, Yoshio Asama selaku Executive Vice President, Hajime Watanuki sebagai Deputy General Manager Design Departement, dan Kubo Masahiro sebagai Global Navigator International Business Section. 

Dari kiri kanan, Eko Gunarto, Alwahono, Yoshio Asama, Hajime Watanuki, Kubo Masahiro, Rahmad Subagyo, dan Ade Kurdiman

Ade Kurdiman mengatakan asosiasi sangat mengapresiasi Kowa Tech yang memperkenalkan sekaligus berdiskusi tentang robot pengendali ekskavator kepada APKPI supaya dapat diterapkan di wilayah-wilayah tambang di Indonesia. 

"Kami mengapresiasi Kowa Tech yang memperkenalkan teknologi tersebut karena sangat terkait dengan keselamatan pertambangan. Kowa Tech minta masukan supaya Active Robot SAM dapat diaplikasikan di Indonesia. Kami menyambut baik dan positif karena teknologi itu sangat bermanfaat sekali, seperti misalnya beroperasional di wilayah tambang terbuka," kata Ade kepada Minesafety, Kamis (11 Agustus 2022).

Dari informasi laman website kowatecht.co.jp, robot SAM cukup diletakkan di ekskavator untuk mengoperasikan mesin operator di kursi pengemudia. Sementara pengemudi orang mengoperasikan robot SAM dari jarak jauh dengan remote menggunakan layar monitor.

Fitur dari robot SAM, terbuat dari karet tahan terhadap goncangan, getaran, debu, dengan berat mencapai 50 Kilogram (Kg). Pengoperasian robot SAM dangat mudah dan menggunakan daya baterai sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. Menurut Ade, dengan fitur-fitur unggul tersebut memang robot SAM mampu memperkecil potensi kecelakaan tambang para pekerja.
Active Robot SAM. Foto: Kowa Tech.

"Robot SAM ini di Jepang sendiri, sudah digunakan saat penanganan gempa dan tsunami di sana. Mereka juga menggunakannya untuk pertahanan militer, konstruksi pabrik baja dan penggalian bahan yang terkontaminasi limbah," kata Ade.

Sementara itu, lanjutnya, nanti di Indonesia khusus di wilayah pertambangan yang cocok untuk lahan terbuka untuk penggalian dekat instalasi listri, penggalian yang dekat dengan radioaktif, kawasan rawan longsor. "Sehingga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak ada orang yang diekskavator karena sudah terganti robot SAM," ujarnya.

Namun demikian, menurut Ade, memang perlu bertahap untuk mengaplikasikan robot SAM di Indonesia karena perlu dilakukan tahap pengujian secara empiris dengan mengambil sample di perusahaan pertambangan di Indonesia. Pihak Kowa Tech, jelasnya, harus membawa robot SAM dan mempraktikkan langsung di Indonesia.

"Dari segi bisnis harus dipertimbakan juga, makanya harus ada uji empiris. Mulai dari aspek penggunaan baterai, pembelian robot, dan lainnya sehingga robot SAM itu layak menggantikan peran manusia sebagai pengemudi ekskavator di area tambang," ucap Ade.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org