Informasi Keselamatan Pertambangan Belum Terpublikasi Optimal

Pekerja tambang sedang praktik penggunaan alat keselamatan kerja. Foto: MIND ID

MINESAFETY -- Beragam informasi seputar industri pertambangan mineral dan batubara khususnya mengenai keselamatan pertambangan belum tergali secara optimal sehingga diharapkan dapat mendorong para insan pertambangan mau berkarya menulis tentang salah satu aspek terpenting produktivitas bisnis pertambangan tersebut.  

Hal itu disampaikan Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Alwahono ketika mengajak para praktisi pertambangan, akademisi, hingga kalangan birokrat pemerintah berbagi tentang pengalaman atau opini berbentuk artikel di minesafety.id, media online khusus keselamatan pertambangan.

"Setelah lama berkecimpung di dunia pertambangan, sektor ini memiliki potensi luar biasa hebat tetapi sayangnya informasi di luar sana tentang keselamatan pertambangan belum terpublikasi dengan baik. Padahal, tidak sedikit perusahaan pertambangan yang berhasil dan sedang mengembangkan budaya keselamatan pertambangannya tetapi informasinya sulit didapat oleh orang lain," kata Alwahono di hadapan lebih kurang 132 peserta Safety Sharing Session APKPI, Rabu malam lalu baru-baru ini. 

Tema webinar SSS APKPI berjudul 'Peran Media Dalam Mempromosikan Keselamatan Pertambangan' itu dimoderatori oleh Agung Budiarto, anggota APKPI bidang Media dan Publikasi.

Media massa mulai dari media cetak dan online, jelas Alwahono, memiliki keunggulan dalam bentuk promosi keberhasilan perusahaan pertambangan melaksanakan budaya keselamatan pertambangannya. Namun, lanjut dia, cerita-cerita sukses tentang keselamatan pertambangan masih belum menjadi kebutuhan utama sebagai bagian komunikasi internal dan eksternal perusahaan pertambangan.   

"Saya mengajak insan pertambangan untuk berkontribusi menulis tentang pertambangan dan keselamatan pertambangannya. Wilayah pertambangan Indonesia sangat luas, pekerja tambang di Indonesia salah satunya terbanyak di dunia, namun sayang kurang terdengar di media massa karena promosinya jarang menggunakan media," ucap Alwahono.  

Alexander Mering selaku Direktur Allsysmedia menerangkan pengguna internet khusus Indonesia saat ini mencapai 204,7 juta per Januari 2022. Jumlah pengguna internet yang besar itu berdasarkan riset dari Katadata.id, menurut Mering, belum dimanfaatkan dengan optimal oleh insan pertambangan.

Dia memberikan kasus saat mengetik kata kunci keselamatan pertambangan yang hanya sempat populer dicari pada tanggal tertentu saja tidak awet selamanya.

"Kata dari Keselamatan Pertambangan sempat mencuri perhatian di kata pencarian pada 19-25 Desember 2021. Setelah itu menurun, dan rendah sampai sekarang. Tidak banyak kata kunci keselamatan pertambangan dan tidak populer di internet," kata Mering.

Ketua APKPI Bidang Media dan Publikasi Sudirgo Dihardjo mengutarakan menjadi pekerjaan rumah agar semangat komunikasi tentang budaya safety menjadi kebiasaan yang ditulis oleh insan pertambangan.

"Ini PR kita bersama, belum fokus menuliskan tentang budaya safety. Teman-teman insan pertambangan sesungguhnya mempunyai pengalaman dan tinggal dituangkan saja dalam bentuk tulisan dan sekaligus maka memperkaya ragam kisah pertambangan di media minesafety.id," ujar Sudirgo.

Dewan Penasehat APKPI Candra Satrya mengatakan keberadaan minesafety.id semestinya menjadi kesempatan besar sebagai sarana komunikasi yang harus diambil peluangnya mengabarkan tentang substansi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Saya melihat ini opportunity sarana komunikasi, bicara substansi K3 tentang hazard, risk, hingga manajemen sistem. Dengan melalui tulisan di media, kita menulis tentang pengalaman-pengalaman yang kita alami di lapangan. Belum lagi berbicara K3 dari aspek teknologi yang banyak sekali topiknya dari teknologi kontrol risiko, teknologi big data dan lainnya," ungkap Candra.

Pemimpin Redaksi Minesafety.id, Yanuarius Viodeogo mengatakan kisah sukses insan pertambangan di Indonesia dalam mengelola keselamatan pertambangannya tidak hanya puas ingin untuk dikonsumsi oleh publik dalam negeri saja tetapi juga orang dari belahan dunia lainnya.

"Dunia perlu tahu, bahwa Indonesia mampu mengelola keselamatan pertambangan dengan baik. Dengan adanya media sosial, seperti facebook, instagram, dan lainnya maka mereka tahu bagaimana insan pertambangan berkomitmen menerapkan cara keselamatan pertambangan yang sukses dan mereka bercermin dan menerapkannya di keselamatan pertambangan mereka," kata Yanuarius.

Post a Comment

Post a Comment