PT ANTAM Tbk Segera Spin-Off Anak Usaha, Bikin Hilir Nikel Maju Nih!

Antam, spin-off, nikel, Syarif Faisal Alkadrie,
Alat berat milik PT ANTAM Tbk sedang menggali tanah di site tambang perusahaan. Foto: ANTAM

MINESAFETY -- PT Aneka Tambang Tbk segera memisahkan segmen usaha pertambangan nikel atau spin-off yang berlokasi di Halmahera Timur yaitu PT Sumber Daya Arindo (SDA) dan PT Nusa Karya Arindo (NKA) untuk mengoptimalkan performa segmen nikel perusahaan.

Selain itu, spin-off segmen sebagai upaya akselerasi pengembangan usaha perusahaan dengan manajemen yang fokus, kompetitif dan agile dalam melakukan evaluasi peluang bisnis, dan kerja sama strategis dalam mendukung pengembangan bisnis nikel ANTAM di masa mendatang.

Termasuk pula di dalamnya adalah inisiasi pengembangan ekosistem industri EV Battery untuk meningkatkan nilai tambah produk nikel dalam negeri. Kedua perusahaan yakni Sumber Daya Arindo dan Nusa Karya Arindo merupakan anak perusahaan terkendali yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung 100% oleh ANTAM dengan segmen usaha pertambangan.

Dalam keterbukaan informasi, Corporate Secretary Division Head PT ANTAM Tbk Syarif Faisal Alkadrie pengumuman spin-off sudah disampaikan pada 1 Juli 2022 perihal ringkasan rencana pemisahan sebagian segmen usaha pertambangan melalui harian nasional.

"Dengan pemisahan itu memberikan manfaat, optimalisasi pengelolaan aset Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang lebih intensif dan efektif ke depannya. Sehingga dapat menghasilkan produk nikel berkualitas tinggi dan mendukung inisiatif hilirisasi nikel," kata Syarif Alkadrie dikutip Minesafety, Sabtu (2 Juli 2022).

ANTAM juga melihat dengan pemisahan tersebut ada peluang kerja sama strategis yang bisa menciptakan nilai tambah bagi produk anak perusahaan dan memperkuat rantai pasok produksi komoditas nikel.

Nilai tambah nikel menjadi penting pada masa mendatang bagi pemegang saham, seperti diutarakan Syarif Alkadrie, sebab ada kepastian bisnis ANTAM dengan terciptanya optimalisasi pengelolaan aset, akselerasi dan pengembangan usaha.

"Penciptaan nilai tambah diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sebagai tujuan akhir dari pemisahan," paparnya.

Dia menjelaskan dengan spin-off, ANTAM tetap berkomitmen melaksanakan best mining practice dan menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kegiatan usahanya.

"ANTAM berkomitmen terus tumbuh dan memberikan nilai yang positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan, negara dan masyarakat," ujar Syarif Alkadrie.

Sebagaimana diketahui, hilirisasi nikel menjadi tulang punggung ANTAM pada masa mendatang seiring dengan perkembangan kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik.

Pengembangan baterai kendaraan listrik dengan menjalin kesepakatan bersama PT Industri Baterai Indonesia, dan PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd dan LG Energy Solution.

Sementara itu dalam pengembangan hilirisasi nikel, ANTAM sedang mengerjakan proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur beserta dengan infrastruktur pendukung lainnya.

Selain itu, ANTAM dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyepakati perjanjian jual beli tenaga listrik untuk pengadaan pasokan listrik smelter feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara kurun waktu 30 tahun ke depan.



© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI