PLN dan Hyundai Kefico Siap Produksi 1.000 Unit Motor Listrik Tahap Awal

Perwakilan dari Hyundai Kefico and Consortiums di pameran PLN E-Mobility Day: Driving The Future yang digelar pada 18 – 24 Juli 2022 di Denpasar, Bali. Foto: PLN

MINESAFETY -- PT PLN semakin serius memperkuat pondasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai khususnya roda dua kali ini dengan Hyundai Kefico and Consortiums dengan kesepakatan memproduksi 100 unit sepeda motor listrik dan 1.000 motor listrik hasil konversi dari motor BBM.

Selain itu, kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan tersebut seperti pembangunan infrastruktur dan operasi stasiun penukaran baterai motor listrik di Indonesia. Tahap awal, keduanya sedang merancang model bisnis untuk mengakselerasi ketersediaan infrastruktur dan komponen kendaraan listrik roda dua. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak pada acara Kick Off Ceremony and Showcase Exhibition di Auditorium Kantor Pusat PLN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kerjasama melputi penyediaan aspek-aspek penting kendaraan listrik seperti mesin penggerak, komponen, baterai dan manajemen servisnya. Dia memastikan keduanya segera melaksanakan kerjasama tersebut dan akses motor listrik lebih mudah.

"Presiden sudah mengamanatkan kepada kami untuk beralih dari tadinya impor kendaraan berbasis listrik. Produksi 100 unit sepeda motor listrik dan 1.000 motor konversi rencananya pengerjaan proyek itu berlangsung selama 14 bulan ke depan," Darmawan dikutip Minesafety, Rabu (20 Juli 2022).

Vice President and CTO Hyundai Kefico, Park Seong Min mengatakan pihaknya akan menyediakan suku cadang terbaik dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia sehingga dapat menyediakan kendaraan listrik berkualitas tinggi.

"Kami telah mengembangkan mesin penggerak kendaraan listrik yang berkualitas tinggi untuk mendukung program konversi motor berbahan bakar fosil ke listrik," ujar Park Seong Min.

Sementara itu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Tae Sung mengatakan dengan kerjasama itu maka Indonesia bisa menjadi pusat produksi motor listrik di ASEAN bahkan pengekspor motor listrik dunia.

"Indonesia memiliki nikel yang menjadi bahan utama dalam sektro e-mobility dan memiliki pasar yang besar. Sedangkan Korea memiliki teknologi dan pengalaman terkait industrialisasi e-mobility.

Post a Comment

Post a Comment