Perbankan Nasional Diminta Dukung Hilirisasi Timah di Babel

Foto: PT Timah Tbk

MINESAFETY -- Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin minta kepada Bank Indonesia mendorong institusi perbankan berpartisipasi mendukung hilirisasi industri timah di provinsi tersebut.

Sementara dari Pemprov Babel, menurut Ridwan, sudah mulai melaksanakan kemudahan bagi pelaku usaha yang bergerak di tambang timah untuk mengajukan proses izin usaha, izin lingkungan dan ketersediaan lahan dan lain-lain.

Ridwan mengutarakan hilirisasi sektor tambang bagi Babel merupakan kesempatan peringatan potensi bagus untuk menggerakan ekonomi Babel karena memberikan kontribusi besar terhadap nilai tambah komoditas dan penyediaan lapangan kerja.

"Dengan kehadiran BI sangat penting mengingat investasi dalam program hilirisasi ini tidak kecil. Beberapa bank nasional sudah berpartisipasi dalam pembangunan smelter, khususnya nikel nasional pada 2-3 bulan lalu. Ini sebuah kemajuan," ujar Ridwan dalam forum Babel Economic Forum dikutip Minesafety, Kamis (28 Juli 2022).

Saat Ridwan mengatakan hal tersebut di forum yang berlangsung pada Selasa (26 Juli 2022) lalu itu, hilirisasi timah sangat perlu untuk menghasilkan produk-produk yang lebih dekat ke industri hilir sehingga menyerap tenaga kerja lebih banyak.  

"Indonesia adalah penghasil timah kedua di dunia, sebanyak 91% timah berasal dari Kepulauan Babel. Sejauh ini pemurnian mencapai 99,9% dan saya maknai kebijakan hilirisasi dari Presiden Joko Widodo mampu menyerap tenaga kerja. Penyediaan lapangan kerja sangat penting karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan pengurangan tenaga honorer secara perlahan di pemerintah pusat maupun daerah," kata dia.

Kepala Kantor BI Perwakilan Babel Budi Widihartanto mengatakan pihaknya akan ikut berpartisipasi mendorong program hilirisasi di Babel akar memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Cadangan timah Indonesia dari beberapa sumber akan habis 10-24 tahun lagi, dan saat ini 98% timah di Babel diekspor keluar negeri hanya 2% yang diolah atau dihilirisasi di Indonesia," ujar Budi seraya mengutarakan hilirisasi di Babel masih terbatas pada produk tin plat, tin sorder, dan tin chemical.

Laporan Bank Indonesia menyebutkan harga timah yang tengah naik membuat tenaga kerja menambang timah semakin bertambah. Terutama dari kehadiran para petani karet yang beralih sementara profesi sebagai penambang timah. 

Post a Comment

Post a Comment