IBPE Mulai Eksplorasi Batu Bara 15.000 Ha di Babat Supat, Wih Luas Banget

Indonesia Batu Prima Energi, IBPE, Batu Bara, Babat Supat, Musi Banyuasin, MNC Energy Investments, IATA, Leader DS Daeli, Natassha Yunita,

Sejumlah unit dump truck sedang mengangkut batu bara di site tambang. Foto: PT MNC Energy Investments Tbk
MINESAFETY -- PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) mulai memproduksi batu bara di konsesi seluas 15.000 Hektare (Ha) berlokasi di Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan setelah bersepakat menjalin kontrak selama 5 dengan PT MNC Energy Investments Tbk (IATA).

Penandatangan kontrak antara IATA dan IBPE yang berlansung pada 9 Juni 2022 lalu untuk menyepakati kontrak kerja selama 5 tahun. Target produksi pada tahun pertama periode Juli-Desember 2022 sebesar 500.000 MT.

Selanjutnya, pada tahun kedua IAT menargetkan total output produksi sebanyak 7,5-8 juta MT atau 1,5 juta MT. Sementara itu, sisa kontrak pada tahun ketiga dan kelima memproduksi 2 juta MT.

Direktur IBPE, Leader DS Daeli mengatakan pihaknya akan meningkatkan produksi produsen secara signifikan, serta meyakinkan investor bahwa perseroan masih memiliki potensi berkembang dengan rencana output produksi yang lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang.

"IBPE dengan luas 15.000 Ha merupakan salah satu konsesi terbesar perseroan, konsesi ini belum mencapai potensi penuh karena kami masih dalam proses eksplorasi di sebagian besar area pertambangan," kata Leader Daeli dari keterbukaan informasi dikutip Minesafety, Rabu (13 Juli 2022).

Adapun lokasi penambangan mencakup di pit corundum dan beryl merupakan 2 site yang ditambang pada 2 tahun pertama. Sementara pit amethyst akan dimulai pada tahun ketiga bersamaan dengan pit-pit baru yang sedang dan akan disiapkan mengingat luas area penambangan 15.000 Ha belum sepenuhnya dieksplorasi. Selain itu, masih banyaknya area yang masih memerlukan proses verifikasi komite cadangan mineral Indonesia.

Head of Investor Relations IATA, Natassha Yunita mengatakan, pit beryl dengan luas saat ini 16,49 Ha dengan potensi 300.000 MT batu bara, pit corundum seluas 22,2 Ha memiliki 700.000 MT, pit amethyst memiliki 7.000.000 MT.

"Saat ini, IBPE memiliki infrastruktur pertambangan yang dibangun dan disiapkan secara memadai, dengan pit dan disposal area di tambang, hauling road yang membentang 2 hingga 5 Kilometer (Km) dari pit ke port, jembangan timbang dan kantor untuk kebutuhan administrasi," kata Natassha.

Lokasi penambangan IBPE ini berjarak 5 Km dari pelabuhan dan 108 Km ke area transhipment di pelabuhan Tanjung Buyut.

Hasil produksi batu bara IBPE telah diekspor sekitar 75% ke India, China, Vietnam dan Thailand dan sisanya sebanyak 25% dijual di dalam negeri untuk memenuhi Domestic Market Obligation (DMO).

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI