Agincourt Bidik PROPER Hijau, Fokus Rawat dan Jaga Keanekaragaman Hayati

Karyawan Agincourt Resources bersama tim ahli geologi dari Universitas Sumatra Utara sedang melaksanakan pelatihan bersama identifikasi spesies flora dan fauna di wilayah pertambangan perusahaan. Foto: Agincourt Resources

MINESAFETY -- PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe Batangtoru (Sumatra Utara) berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati agar bisa memperoleh PROPER hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dari sebelumnya peringkat biru.

Seperti misalnya pelatihan inspeksi fauna guna mengidentifikasi dan memastikan keberadaan flora dan fauna yang dilindungi di lahan yang dibuka untuk kepentingan operasional tambang. Tidak tanggung-tanggung Agincourt mengucurkan dana hingga US$9,18 juta untuk perlindungan dan pemantauan lingkungan sejak 2021 lalu tersebut agar kelestarian dan keanekaragaman hayati terjaga. 

Deputy General Manager Operations Agincourt, Wira Dharma Putra mengatakan upaya menuju proper hijau dengan pengendalian pencemaran udara dan air, pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3), potensi kerusakan lahan tambang, pengelolaan sampah, pengelolaan bahan B3, pengelolaan limbah non-B3, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

"Kami berharap dapat mencapainya [PROPER hijau] dengan meningkatkan fokus pada konservasi keanekaragaman hayati dan proyek-proyek energi, pengurangan emisi gas rumah kaca. Agincourt mengikuti dan menjalankan semua aspek dalam kaidah pertambangan yang baik mengelola lingkungan dan keanekaragaman hayati," kata Wira Dharma dari rilis dikutip Minesafety, Selasa (5 Juli 2022).

Upaya yang sudah dilakukan selama ini oleh Agincourt untuk membidik PROPER peringkat hijau seperti bekerjasama bidang pendidikan, sains, penelitian, dan konservasi keanekaragaman hayati bersama sejumlah perguruan tinggi. Perusahaan juga peduli dengan komitmen menjaga hutan

Adapun kerjasama tersebut seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional Jakarta, Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan Universitas Aufa Royhan di Padang Sidempuan.

Kegiatan yang telah dilakukan bersama tenaga ahli kehutanan dari Fakultas Kehutanan USU seperti kegiatan survei komposisi dan keanekaragaman hayati flora dan fauna di Batangtoru serta pelatihan Pre-Land Clearing Fauna Inspection.

Agincourt juga rutin setiap bulan memantau kualitas air sisa proses tambang emas martabe sesuai baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Lingkungan Hidup No. 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan Tembaga, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.68/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Wira Dharma mengatakan bahkan di area pertambangan, Agincourt sangat serius dengan memiliki fasilitas pembibitan tanaman (nursery) spesies pohon asli Batangtoru untuk membantu program reklamasi menuju PROPER hijau.

Menurutnya, Agincourt sangat serius merawat agar bibit tersebut tumbuh menjadi pohon yang kelak melindungi keanekaragaman hayati dengan setiap tahun melakukan penanaman pohon.

"Agincourt sudah menanam 41 bibit pohon, dengan jumlah bibit tanaman lokal yang sudah disiapkan di fasilitas nursery mencapai lebih dari 5.000 bibit," ujar Wira Dharma.   

Post a Comment

Post a Comment