Produktivitas Kerja Optimal, Ini Rahasianya

Webinar APKPI Safety Sharing Session Batch XIX dihadiri Direktur APKPI Alwahono, moderator Sekjen APKPI Ade Kurdiman, M. Azhari Wakil KTT PT Kideco Jaya Agung, Rabu (22 Juni 2022)

MINESAFETY -- Dengan sehat, manusia bisa melakukan banyak pekerjaan dan sebaliknya kesehatan yang buruk mengganggu produktivitas kerja. Pilihan itu kembali kepada manusia, mau mulai dari sekarang atau tidak sama sekali. Apalagi kesehatan kerja di dunia kerja tambang maka pekerja tidak boleh mengabaikan potensi penyakit kerja sama sekali.

Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Kerja (APKPI) Alwahono mengatakan, penyebab masalah penyakit kerja sering timbul karena mayoritas manajemen perusahaan belum sepenuhnya menaruh perhatian khusus kepada kesehatan kerja karyawan.

"Data dari ILO (International Labour Organization atau organisasi perburuhan internasional) menyebutkan ternyata pengelolaan kesehatan yang buruk berpengaruh terhadap produktivitas yang berakibat timbulnya sebagian besar kecelakaan kerja," kata Alwahono dalam APKPI Safety Sharing Session Batch XIX, Rabu (22 Juni 2022) malam.

Alwahono mengharapkan ada pemahaman yang terintegrasi dalam suatu perusahaan atau organisasi agar manajemen peduli dengan kesehatan pekerja sehingga produktivitas mereka dan perusahaan lancar.

Dengan narasumber yang handal dan ahli di bidang kesehatan kerja pada Safety Sharing Session itu, Alwahono ingin para peserta APKPI menyerap penjelasan dari narasumber pada sesi diskusi bertajuk 'Program Wellness dalam Peningkatan Produktivitas SDM di Tempat Kerja'  sehingga tercipta pekerja tambang yang sehat, selamat dan operasional pertambangan yang efektif dan efisien.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Business and Marketing Prodia/Expertise Wellness, Indriyanti mengatakan para pekerja tambang dan manajemen jangan menunggu untuk sehat tetapi tidak peduli terhadap potensi penyakit yang setiap saat mengancam pekerja.  

Direktur Business and Marketing Prodia/Expertise Wellness, Dr. Indriyanti RS, M.Si

"Sangat disayangkan ketika penyakit timbul saat usia produktif. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan kualitas produktivitas dengan baik salah satu upayanya mulai memprediksi risiko penyakit," kata Indriyanti.  

Untuk mengetahui penyakit pekerja, lanjutnya, Prodia mempunyai program wellness dalam mendeteksi pemeriksaan awal potensi persoalan kesehatan manusia dan langkah selanjutnya dengan mengatasi penyakit tersebut supaya usia produktivitas pekerja tidak terganggu karena penyakit kerja.

Indriyanti mengatakan perlu dukungan yang penuh dari manajemen level atas sebuah perusahaan secara maksimal supaya program wellness tidak sia-sia. "Kita mengeluarkan uang di depan [jumlah banyak] tetapi hemat di kemudian hari," terang Indriyanti.

SHE Departmen Head PT Putra Perkasa Abadi (PPA), dr. Dini Sabila, MKK

SHE Departmen Head PT Putra Perkasa Abadi (PPA) dr. Dini Sabila mengatakan penyakit tidak menular menyumbang kematian terbesar yakni mencapai 41 juta orang atau 71% pada 2020 menurut World Health Organization (WHO).

Dalam penyakit tidak menular, lanjut dokter lulusan Universitas Gajah Mada ini,  sering dialami para pekerja bahkan pekerja tambang seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan saluran pernapasan kronis.

"Penyakit tidak menular ini terapinya agak panjang, beban finansial yang besar. Tetapi, anda bisa mencegah dan mengatasinya contoh penyakitnya seperti obesitas atau kegemukan, gaya hidup tidak sehat, peningkatan kadar gula dalam darah, peningkatan tekanan darah, peningkatan kolesterol dan penyakit timbul karena merokok," ujar Dini.

Apabila penyakit tidak menular tersebut dapat diatasi, kata dia, maka karyawan lebih produktif, biaya pengobatan karyawan menurun, angka absensi sakit turun, zero Akibat Penyakit Tenaga Kerja (APTK).

HC Director Prodia, Ida Zuraida, MM

Harapan besar terhadap kepedulian kesehatan kerja juga disampaikan HC Director Prodia, Ida Zuraida. Dia menekankan kepada manajemen perusahaan agar para karyawan punya resolusi rencana tentang kesehatan tubuhnya. Perusahaan mesti memberikan edukasi kepada karyawan tentang program wellness.

"Sehingga yang menjadi prioritas pertama safety karyawan, serta operasional keberlanjutan bisnis dan kelebihan biaya [beban pengeluaran perusahaan] dapat mendeteksi karyawannya," tegas dia.


Post a Comment

Post a Comment