PAMA Pantau Kualitas Tidur Pekerja dengan Smartwatch

Pama Persada, smartwatch, Hendra Hutahaean,


Ilustrasi: Jam tangan pintar memiliki fitur-fitur canggih memantau kebugaran penggunanya. Sumber: Pixabay.

MINESAFETY -- Dunia pertambangan membutuhkan dukungan teknologi digital untuk memperkuat sistem keselamatan pertambangan. Digitalisasi dalam pertambangan dapat diaplikasikan dalam setiap lini, mulai dari tahap eksplorasi, produksi, hingga bisnisnya.

Sebagai perusahaan yang memprioritaskan aspek keselamatan pekerjanya, PT Pamapersada Nusantara memandang penting digitalisasi. Kecanggihan digitalisasi mampu menyentuh bagian-bagian penting dari yang besar sampai yang terkecil dalam rangka mendukung keselamatan pertambangan. Termasuk memantau kualitas tidur para pekerjanya.

Direktur Engineering and Information System Pamapersada, Hendra Hutahaean mengatakan, pendeteksian kualitas tidur operator diperoleh dengan menggunakan jam tangan pintar atau smartwatch. Dalam hal ini, operator wajib mengenakannya setiap saat.

Hasil deteksi smartwatch akan mendeteksi kelayakan operator bekerja di lapangan. Apabila memenuhi standar yang ditentukan, maka operator dinyatakan siap bekerja atau fit to work. Namun sebaliknya, apabila tidak memenuhi penilaian, maka operator dilarang bekerja di area tambang.

“Kita menggunakan smartwatch untuk mendeteksi kecukupan tidur operator atau driver. Ini sudah dijalankan PAMA dan terus dalam pengembangan,” ungkap Hendra dalam Webinar APKPI Mine Safety Campaign, dalam rangka Bulan K3 Nasional 2022 yang digelar secara virtual, belum lama ini.

Inisiatif dalam penggunaan smartwatch tersebut dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan kerja yang disebabkan kelalaian atau human error. Kondisi operator yang tidak sehat, tentu akan memunculkan risiko terjadinya kecelakaan kerja.

Tiap operator akan melalui tahap screening sebelum masuk ke dalam kabin alat berat dan kendaraan tambang, atau sebelum bekerja di tambang. Pada tahap ini, hasil deteksi pada smartwatch dikawinkan dengan aplikasi sleep monitoring system yang sudah disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi tentang standar keselamatan kerja.

“Kita jadi tahu berapa jam dia tidur setiap harinya. Apakah tidurnya cukup untuk dia siap bekerja di tambang. Ini kita lakukan semata-mata agar pertambangan menjadi lebih aman,” paparnya.

Selain smartwatch, perusahaan juga memasang perangkat kamera di dalam kabin kendaraan dan di area pertambangan. Tujuannya untuk memantau secara langsung aktivitas operator.

“Ini bisa mendeteksi apakah dia mengantuk, atau melakukan aktivitas lain sambil mengemudi. Kamera di luar untuk memantau soal kepatuhan rambu lalu lintas,” kata Hendra.


© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI