Teknologi 4.0 Menghadapi Tantangan Keselamatan Pertambangan

Acara Pengukuhan DPP APKPI 2020-2024


MINE SAFETY - Istilah menambang mineral atau batubara sekarang mulai bergeser semenjak era revolusi industri 4.0 muncul. Kaum muda terutama sangat familiar dengan istilah menambang data yaitu cara artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang berasal dari gabungan teknologi robot dengan komputer atau perangkat lunak dalam menggali berbagai macam data. 


Menambang data atau data mining itu memanfaatkan statistik, matematika dan perangkat lunak untuk mengeruk informasi dari berbagai macam sumber. Dahulu orang pertambangan mungkin tidak peduli matematika dengan pertambangan. Belum lagi cuek saja dengan statistik sekitar izin usaha pertambangan karena tidak mempunyai dasar teori tambang di bangku kuliah. 


Namun, pada era kini jangan pernah meremehkan sama sekali mereka yang mendalami ilmu AI tersebut. Orang-orang tersebut bisa membuat robot hanya dengan digerakan melalui tombol-tombol minimalis atau di laptop anda muncul apa pun yang ingin anda inginkan dalam jangka waktu yang cepat. Perusahaan-perusahaan jaman sekarang berlomba-lomba memiliki AI terbaik agar dapat menguasai data. 


Saat pengukuhan Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan indonesia (APKPI) periode 2020-2024 tema revolusi industri 4.0 menjadi topik utama pembuka acara. Direktur Teknik dan Mineral Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengutarakan sudah waktunya optimal menggunakan teknologi berbasis industri 4.0 di sektor perusahaan pertambangan.


Lana menjelaskan banyak manfaat penggunaan teknologi 4.0 seperti memecahkan permasalahan bisnis yang kompleks, meningkatkan produktivitas kinerja perusahaan termasuk keselamatan (safety) dan meningkatkan margin nilai mata rantai usaha supaya mempunyai pondasi keberlanjutan usaha yang kokoh. 

"Era industri 4.0 dimotori inovasi, otomatisasi, supercomputer, robot, artificial intelligent (AI), machine learning, internet of things (IoT), cloud computing, dan digitalisasi yang membuat pergeseran landscape sosial dan bisnis tak terkecuali industri pertambangan," kata Lana saat memberikan sambutan pengukuhan 

APKPI, 9 Januari 2021. 


Khusus keselamatan pertambangan, Lana Satria mengharapkan sektor pertambangan saling berdiskusi dan bertukar informasi mempersiapkan diri serta mempelajari peluang-peluang penerapan industri 4.0 seluruh sektor pertambangan khususnya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO).


"Apalagi masa pandemi Covid-19 dengan industri 4.0 bagaimana dalam kondisi ketidakpastian dapat menangkap peluang keberhasilan dengan memanfaatkan teknologi yang membantu operasional pertambangan bergerak efisien dan efektif. Dengan adopsi teknologi tepat guna juga solusi mengelola keselamatan pertambangan," terangnya. 


Direktur APKPI Alwahono mengatakan kehadiran teknologi berbasis 4.0 sesungguhnya tantangan baru sektor pertambangan yang harus dijawab dengan semangat kompetisi tinggi. 


"Kita berharap APKPI dapat berperan serta mengelola pertambangan yang baik terutama keselamatan pertambangan. Era industri 4.0 merupakan tantangan baru sehingga pengukuhan APKPI periode 2020-2024 dan seminarnya mengangkat tema industri 4.0," harap Alwahono dalam sambutannya sebagai Direktur APKPI Periode 2020-2024. 


Dia ingin APKPI menjadi wadah komunikasi tiga pilar pemerintah, swasta dan masyarakat yang berkesinambungan dalam pengelolaan pertambangan terbaik terutama terkait dengan keselamatan pertambangan.


Post a Comment

Post a Comment