Angkat Potensi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi Tinggi : Komitmen Mifa Bersaudara Bidang CSR

Sumber: mifacoal.co.id

Korporasi batubara tidak melulu berorientasi bisnis saja menghitung laba dan produksi komoditas berkesinambungan. Produsen berskala internasional PT Mifa Bersaudara menjalankan misi CSR untuk pemberdayaan masyarakat sekitar tambang terutama di area operasional Meurabo, di Kabupaten Aceh Barat.

PT Mifa Bersaudara yang memiliki luasan wilayah konsensi seluas 3.134 hektare (Ha) ini di Aceh Barat telah terkenal mengembangkan pupuk organik dan pupuk batubara yang dikembangkan masyarakat sekitar operasi tambang guna berkontribusi bagi lahan pertanian dalam negeri bahkan luar negeri.

Program pemberdayaan masyarakat Mifa Bersaudara dilaksanan secara terpadu dengan rancangan untuk kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang melalui kegiatan community relation (hubungan masyarakat), community services (pelayanan kepada masyarakat) dan community empowerment (pemberdayaan masyarakat).

Mifa Bersaudara punya dua program unggulan dalam pengembangan pupuk organik yaitu pupuk kompos hasil dari kotoran ternak sapi dan pupuk batubara dari kalori rendah komoditas emas hitam tersebut. Keduanya sudah terkenal dan membuat Mifa Bersaudara meraih penghargaan di bidang CSR bergengsi dalam negeri karena memiliki komitmen tinggi memberdayakan masyarakat sekitar tambang.

Pupuk kompos dikembangkan melalui pendekatan community development (CD) dengan nama pembinaan usaha dan kelembagaan kelompok usaha organik di Desa Gampong Sumber Batu dan Gampong Tumpok Ladang melibatkan sebanyak 67 warga.

Program ini dilirik sejumlah media massa online karena sejak diproduksi pada 2017 hingga 2020 lalu mengalami peningkatan jumlah produksi. Pada 2017 saat pertama kali produksi mencapai 30 ton pupuk, dan pada 2018-2019 naik lagi sebanyak 100 ton dan 130 ton.

Ada cerita menarik dibalik pembinaan usaha kelompok pupuk kompos ini karena melibatkan warga dulunya anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berkat pendekatan yang baik terhadap eks anggota GAM, mereka berhasil membudidaya ternak-ternak sapi dan mengelola kotoran sapi hingga menjadi pupuk kompos.

Tentu, Mifa Bersaudara mempunyai misi jangka panjang. Setelah produksi pupuk jadi maka harus ada rantai bisnis yang berkesinambungan. Oleh karena itu, pupuk kompos dari kelompok tani Desa Gampong Sumber Batu dan Gamong Tumpok Ladang untuk perkebunan kelapa sawit dan reklamasi lahan lahan bekas tambang yang dipesan oleh sejumlah perusahaan di Indonesia.

Sementara itu, pupuk batubara sudah dikembangkan Mifa Bersaudara bekerjasama dengan Saputra Global Harvest. Korporasi membudidayakan bahan baku dasar batubara berkalori rendah untuk dijadikan pupuk batubara di lahan pertanian.

Jenis pupuk ini dinilai sangat ramah lingkungan dan setelah diterapkan di sejumlah tanah mampu memperbaiki kondisi tanah lebih baik dan mempercepat perkembangan tanaman pertanian. Pupuk batubara ini bahkan dari sisi ekonomi lebih efisien ketimbang penggunaan pupuk kimia.

Di Aceh, potensi batubara berkalori rendah sangat besar sehingga peluang menggarap pupuk berbahan baku batubara tepat. Penguasaan teknologi menjadi bidikan korporasi untuk mengelola pupuk batubara tersebut supaya produksi pupuk batubara dapat optimal dan upaya mendorong ketahanan pangan dari sektor pertanian Indonesia terwujud. 

Kisah tentang CSR Mifa Bersaudara tidak bisa dilepaskan dari sosok Slamet Haryadi, Komisaris PT Mifa Bersaudara. Usai pasca tsunami dan konflik berkepanjangan di Aceh, Slamet bergerilya bertemu dengan para tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga ke para keuchik di kampung-kampung untuk pelepasan lahan masyarakat sekaligus pendekatan kepada mereka. 

Dalam buku 100 Anak Tambang Indonesia (ATI), para pemegang saham Mifa Bersaudara secara serius ingin berinvestasi di Aceh pada 2012. Slamet bercerita ketika perusahaan hendak menjalankan visi dan misi perusahaan yakni mewujudkan pertumbuhan wilayah yang berkesinambungan. 

Dia mengatakan membuat lokakarya seluruh stakeholder daerah di Meulaboh dan mendiskusikan 7 pilar CSR Mifa, membangun Islamic Centre melalui dana CSR multiyears. Berkat dedikasi Slamet Riyadi di bidang CSR, Mifa Bersaudara mendapatkan beragam penghargaan dari Bappenas RI dan forum majalah CSR Indonesia.  

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Post a Comment

Post a Comment