15 Tahun Terakhir! 13 Juta Perpindahan Orang Per Tahun Nihil Kecelakaan

Sumber: ptfi.co.id


PT Freeport Indonesia yang akrab disapa PTFI memiliki 28 ribu karyawan. Jika ada kecelakaan atau accident, maka akan sangat mengganggu produktivitas kerja selain kerugian harta benda maupun jiwa. 

Oleh karena jalur kerja yang relatif curam dan potensial mengancam keselamatan, maka seluruh jalur harus dijamin aman. Jangan sampai terganggu kecelakaan sekecil apapun. 

"Jangan sampai terjadi kecelakaan orang, barang dan perangkat equipment. Safety harus berjalan sehingga produktivitas terjamin," ungkap Executive Vice President Site Operation sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PTFI Ir H Zulkifli Lambali.  

Segenap aturan pun diterapkan, bukannya sebagai kewajiban dari sudut pandang aturan, melainkan kebutuhan setiap insan miners itu sendiri. Oleh karena itu Zulkifli Lambali selaku senior di PTFI menegaskan bahwa pekerjaan tambang itu syarat dengan dukungan logistik. Freeport sendiri sejak awal operasi tambangnya selalu mengamankan jalur supply tersebut. 

"Kami dengan sekuat tenaga sangat ketat mengontrol fatigue atau aspek kelelahan dari setiap karyawan. Ini memang tidak mudah, karena ada hubungannya dengan pendapatan," akunya. 

Kiat PTFI adalah menanam alat sensor paling canggih di dalam kabin setiap pekerja yang membawa kendaraan operasi. Sensor itu menyorot mata para sopir yang lelah sehingga bisa langsung disikapi pihak pengawas untuk memberhentikannya. Begitupula alat sensor juga dapat merekam suara kuap kantuk dan getar-getar tertentu dari anggota tubuh sehingga segenap ancaman atas kecelakaan dapat segera dipungkasi sejak dini. "Peringatan pun dilancarkan pula melalui sistem radio." 

PTFI menyiasati safety di sudut-sudut kritis tambang dengan realtime. Sepenuh waktu. Perangkat juga dipasang pada bus angkut karyawan maupun truck yang mengatur pergerakan 28 ribu karyawan setiap hari. Atau 13 juta kali pergerakan angkutan kendaraan operasional dalam setahun!

Alat canggih itu dapat mengetahui kecepatan kendaraan operasi. Apakah dia dioperasikan terlalu cepat atau sebaliknya, terlalu lambat, sehingga berisiko fatal. 

Zulkifli Lambali juga menimpali, bahwa PTFI menerapkan sistem keselamatan laksana pesawat terbang yang memiliki kotak hitam alias black box. "Ya. Kami menggunakan black box. Sistem pencatatan semua aktivitas sopir seperti pilot pesawat terbang. Semua penggunaan rem, gigi transmisi, dan komunikasi sopir terekam dengan sempurna." 

Jika rezeki tak dapat diraih, maut tak dapat dihadang, black box tersebut sangat berguna menjawab aktivitas investigasi buat bahan pengambilan keputusan perusahaan. Sebegitu tinggi tingkat safety di PTFI. 

Akhirnya, Zulkifli Lambali membuka kartu sebagai resep utama keselamatan kerja di perusahaannya. Yakni program khusus bernama Electronic Fatal Risk Management. Adalah bagaimana tidak hanya item-item kecil seperti penggunaan sabuk pengaman atau alat pelindung diri yang dimonitoring ekstra ketat, tapi hal-hal paling fatal terlebih dahulu. 

"Orang malas membaca manual book safety yang tebal-tebal, baik karyawan lulusan SD hingga S3, sehingga dengan visual gambar lebih mudah dilihat, sebab 1 gambar lebih efektif daripada ribuan kata. Kita di PTFI banyak menggunakan ikon-ikon," jelasnya seraya menyebutkan risiko kecelakaan fatal dapat dieliminir PTFI selama 15 tahun terakhir ini. 

***


Post a Comment

Post a Comment