Showing posts with label Video. Show all posts
Showing posts with label Video. Show all posts

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM Buka Halalbihalal APKPI

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM juga Pembina APKPI Sunindyo Suryo Herdadi saat membuka acara halalbihalal APKP, Senin (30 Mei 2022).

MINESAFETY – Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sunindyo Suryo Herdadi S.T., M.T., membuka acara halalbihalal yang dilaksanakan oleh Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI), Senin (30 Mei 2022) malam.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur APKPI, Ir. Alwahono MBA., MOHS, Dewan Pembina APKPI Eko Gunarto, Dipl.Mech E., MT., sejumlah dewan Penasehat APKPI dan anggota APKPI yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. 

Secara khusus panitia kegiatan juga mengundang Habib millennial, Husein Ja'far Al Hadar, S.Fil.I., M.Ag untuk memberikan tausiah dalam acara halalbihalal yang dilaksanakan secara daring tersebut.

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sunindyo Suryo Herdadi yang juga adalah penasihat APKPI saat membuka acara halalbihalal tersebut mengatakan bahwa modal dasar profesi penyelamat seperti APKPI adalah harus sehat terlebih dahulu baik jasmani maupun rohani. 

Direktur APKPI Alwahono saat memberi sambutan & moderator kegiatan Nurul Hidayat (kacamata).   

“Karena profesi penyelamat adalah mulia, maka kami berharap segenap pengurus dan anggota APKPI tetap konsisten sebagai agen perubahan untuk meningkatkan kesadaran budaya keselamatan dan kesehatan kerja,” ujar Sunindyo.

Meskipun secara regulasi sudah cukup lengkap, namun hingga saat ini hampir setiap hari dirinya masih saja mendapat laporan insiden-insiden yang terjadi di pertambangan. Untuk itu peran APKPI sangat penting dalam meningkatkan kemampuan dan kapabilitas anggota APKPI. 

“APKPI sebagai agen perubahan bisa membantu kami di Dirjen Minerba dalam meningkatkan kesadaran dan membangun budaya keselamatan pertambangan, termasuk tetap konsisten dalam mendukung 6 prinsip Good Corporate Governance (GCG),” tambah Sunindyo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara (Kementerian ESDM).

Pengurus dan anggota APKPI bersama Habib Husein Ja'far Al Hadar, pada halalbihalal APKPI.

Direktur APKPI Alwahono saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa sejalan dengan tema halalbihalal APKPI kali ini, yaitu Menjaga Konsistensi Nilai-nilai Ibadah dalam Aktivitas Sosial, tentu setiap anggota organisasi tentu yang harus menjaga hubungan Habluminallah tapi juga Habluminannas.

“Dalam kiprah kehidupan tentu kita harus saling mendukung dan saling bersinergi untuk bisa menjadi khalifah fil ardh,” kata Alwahono. 

Dalam kesempatan yang sama Alwahono juga mengucapkan terimakasih kepada dewan pendiri, pengurus pusat dan daerah serta anggota APKPI seluruh Indonesia yang hadir dalam halal bihalal tersebut. 

Habib Husein Ja’far

Husein Ja’far yang juga dikenal sebagai habib millennial dalam tausiahnya menyampaikan bahwa dalam manusia memang butuh bekerja, tetapi sebagai hamba manusia juga butuh beribadah. Kedua hal tersebut hendaknya berjalan beriringan sehingga menjadi sebuah harmoni dalam kehidupan para anggota APKPI.  

 


Suka Duka Sebagai Inspektur Tambang

 


Anda bisa membaca kisah dalam sajian artikel di judul 

Udara pantai dari Teluk Bone hilir mudik menemani Alwahono dan Eko Gunarto yang sedang bersantai menikmati segelas kopi dan sepiring gorengan di salah satu warung kopi (warkop). 

Dua sahabat pendiri Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) ini larut berbagi cerita tentang industri tambang. Mereka duduk di kursi plastik milik warkop beratap seng dan bertiang kayu yang menghadap perairan menjorok ke daratan pantai berjarak 20 kilometer dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Alwahono dan Eko Gunarto sejatinya, tulisan selanjutnya. 

Pilih Orang Tepat di Struktur Keselamatan Pertambangan

Alwahono ketika mengunjungi tambangan bawah tanah di salah satu site PT Antam Oktober 2021.

MINE SAFETY
--Setiap perusahaan pertambangan di Indonesia diharapkan menempatkan orang yang tepat dan berkompeten untuk memimpin struktur organisasi keselamatan pertambangan (KP) dalam perusahaannya. Tujuannya adalah agar masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO) ditangani orang yang berkompeten.  

Demikian disampaikan oleh Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Alwahono dalam diskusi rutin Safety Sharing Session (S3) Batch VIII APKPI secara daring pada Rabu (3/11/2021). 

"Saya mengajak seluruh perusahaan tambang di Indonesia satu persepsi mengenai kewajiban struktur organisasi KP ini," kata Alwahono. Apalagi kata dia terkait KP ini sudah ada regulasi yang mengaturnya. Mulai dari perundang-undangan hingga peraturan menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) yang mengaturnya.    

Para narasumber dan peserta S3 APKPI Batch VIII Rabu 3 November 2021.

Hadir sebagai pembicara DPP APKPI Bidang Pusat dan Informasi, Widya Hapsara yang juga adalah Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Kutai Energi. Pembicara lainnya adalah Agus Wiramsya Oscar dari Ketua DPW APKPI Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang juga Direktur Operasi dan KTT PT Insani Baraperkasa serta Indra D. Kanoena, Ketua APKPI Bidang Pusat Data dan Informasi yang juga adalah Managing Director PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMMA). 

Ketiga Pembicara dimoderatori oleh Agung Budiarto sebagai anggota DPP APKPI Bidang Media dan Publikasi sekaligus Direktur Allsys Training Center PT Allsys Solutions. 

Menurut Alwahono ada 7 isu utama terkait posisi struktur keselamatan pertambangan yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia yang disebabkan masih adanya perbedaan persepsi bagi perusahaan tambang. Salah satunya adalah masih adanya perusahaan yang belum mengintegrasikan K3 dan KO ke dalam organisasi perusahaannya. 

"Bagian keselamatan pertambangan itu dalam struktur organisasi membantu KTT/PJO (Penanggung Jawab Operasional) posisinya di bagian leher. Melakukan implementasi di lapangan memang tidak semudah dibayangkan. Oleh karena itu penting untuk kita diskusi agar menyamakan persepsi," kata Alwahono . 

Adapun isu-isu tersebut meliputi isu organisasi keselamatan pertambangan yang belum mencakup K3, KO dan struktur organisasi keselamatan pertambangan yang dibuat terpisah dari struktur organisasi perusahaan. Alwahono menduga hal ini juga dikarenakan isu KO masih baru untuk masing-masing operasional perusahaan. 

Isu lain adalah tanggung jawab KO belum menjadi bagian dari tugas keselamatan pertambangan (KP) dan masih banyak perusahaan yang bingung dengan posisi KO sehingga bagian keselamatan operasional menjadi terabaikan. 

KO kerap masih tumpang tindih karena tugas dan tanggung jawab terkait dengan KO menjadi bagian dari masing-masing departemen yang ada saat ini. Isu terakhir adalah masih banyak perusahaan yang belum memahami keselamatan pertambangan. 

KTT Kutai Energi Widya Habsara mengatakan di perusahaanya keselamatan pertambangan merupakan aspek penting sehingga mereka menempatkan orang yang berkompeten di struktur organisasi tersebut. 

"Perusahaan itu the right man in the right place (menempatkan orang sesuai keahliannya) sehingga tidak overlaping," katanya. 

Widya mengatakan bahwa K3 pertambangan mempunyai tugas dan tanggung jawab mengumpulkan dan menganalisa data, mencatat kecelakaan tambang, kejadian berbahaya dan kejadian sebelum terjadinya kecelakaan. 

"Mengumpulkan data area memerlukan pegawasan khusus untuk memberikan saran ke KTT/PJO dengan cara pengawasan," tambahnya. 

Tugas lainnya menurut dia adalah memberikan penerangan kepada semua pekerja terkait program keselamatan pertambangan, membentuk dan melatih tim, menyusun statistik kecelakaan dan melakukan evaluasi K3.. 

Sementara KTT PT Insani Baraperkasa, Agus Wiramsya Oscar  menyampaikan bahwa organisasi harus ada bagian K3 dan KO dan diawasi oleh pengawas operasional atau teknis yang bertanggung jawab dengan KTT. 

"Dipastikan organisasi memiliki ketersediaan dan kecukupan sumber daya, dilengkapi dengan penetapan tugas, wewenang tanggung jawab dan akuntabilitas serta tugas dan tanggung aspek keselamatan pertambangan," kata Oscar. 

Dia menegaskan bahwa setiap perusahaan mesti zero accidents. Karena hal tersebut merupakan tugas berat, maka penting siapapun di organisasi di pertambangan memegang filosofi dan amanah bawah keselamatan adalah investasi masa depan. 

"Penerapan filosofinya adalah keselamatan tidak untuk dikompromikan," tegas Oscar. 

Managing Director PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMMA) Indra D. Kanoena menyampaikan bahwa safety (keselamatan-red) merupakan nilai tambah sebuah organisasi pertambangan. 

Oleh karena itu pihaknya menerapkan sejumlah strategi di struktur organisasi terkait keselamatan pertambangan. Salah satu contohnya adalah  fatigue management di perusahaannya yang ditangani oleh bagian Safety Health and Environment (SHE). 

"Setiap perusahaan memiliki perspektif berbeda-beda. Kami ada tim SHE yang berperan dalam frame work yang efektif dan efisien," ujarnya. 

Namun demikian, menurut Indra bukan tidak ada upaya karena perusahaan memiliki kemampuan observasi melalui data, inspeksi secara regular para karyawan bisa menggunakan teknologi.  


Kisah Nasi Goreng dan Bisikan Kucing


Oleh: KH Abdullah Gymnastiar

Seorang istri dengan susah payah menyiapkan menu nasi goreng kepada suaminya yang bekerja di lahan tambang. Setelah menu siap, ternyata sang suami tak sempat menyicipinya karena ada panggilan tugas yang mendadak. 

Lumrahnya hati sang istri gondok dan sebel karena jerih payahnya untuk disampaikan kepada sang suami tak bersambut. Namun jika dibarengi sikap ikhlas, semata-mata karena Allah, sikap gondok dan sebel itu tak akan menjadi penyakit di dalam hati. Sebaliknya, lapang dada. Di sini kita dapat menempatkan diri bahwa sikap ikhlas lillahi ta'ala itu teramat sangat penting.

Kisah lain sebagai anekdot. Si Raja Hutan melangsungkan pernikahan. Seperti biasanya, singa selaku Raja telah memerintahkan kepada seluruh penghuni hutan agar tidak ada yang mengganggunya, kecuali seekor kucing. 

Singgasana pernikahan singa diganggu keonaran si kucing yang berbisik-bisik memanggil si Raja Hutan. "Singa, singa, sini..." panggilnya. 

Si Raja Hutan tentu saja mendelik dan berkata, "Kan sudah saya perintahkan agar tidak ada yang mengganggu saya!"

Si kucing berkata lirih.  "Jangan marah dulu, dengar informasi sangat penting yang hendak saya katakan..."

Si Raja Hutan pun balas berbisik, "Informasi penting apa Cing?"

"Dulu sebelum menikah saya juga adalah singa si Raja Hutan. Namun setelah menikah, saya menjadi kucing!"

***


Segala puji bagi Allah yang telah mengatur segala sesuatu bisa terjadi. Kita hidup ini tidak hanya ingin selamat, tetapi juga ingin bahagia dan mulia. Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) tentunya tidak hanya ingin selamat, tetapi juga ingin bahagia dan mulia. 

Masalah yang membuat kita menderita bukannya datang dari luar, tetapi dari dalam, yakni dari hati. Banyaknya penderitaan sekarang bukan hanya karena Covid-19, tetapi sebelum Covid datang pun sudah sakit, karena tidak bisa menata hati. 

Orang yang paling bahagia adalah mereka yang paling jago menguasai hatinya. Paling pandai menata qalbunya. Paling pintar memanajemen hatinya. 

Setiap insan yang beriman, ketika dia diberikan nikmat maka dia bersyukur. Ketika diberikan ujian dan cobaan maka dia bersabar. 

Ada empat kuncinya jika kita semua ingin hidup bahagia. Pertama, kalau kita berbuat baik, tidak identik dengan selamat dan mulia, kecuali kuncinya ikhlas.  Ikhlas ini lillahi ta'ala. Segala aktivitas adalah untuk mencari ridha Allah Swt, bukan untuk pujian dan sanjungan sesama makhluk. 

Kedua, karena kita bukan malaikat, kita bukan tidak pernah salah dan tidak berdosa. Kuncinya, segera taubat. Tidak sekedar taubat, tapi bersegera. Ayatnya, "Wasari'u!" Bersegeralah...Kalau kita menderita bukan karena apa-apa, tapi karena banyak salah, dan tidak segera bertaubat. 

Ketiga, kita setiap saat dianugerahi banyak sekali nikmat dari Allah. Mata bisa kedip. Jantung bisa berdegup. Hidung bisa bernafas. Semua anggota tubuh tidak berarti jika kurang syukur. Jadi, kalau banyak mengeluh pasti tidak fokus bersyukur. Dalam situasi sesulit apapun. 

Keempat, kita pasti akan ditimpa sedikit musibah. Ujian sedikit ini bisa membawa celaka jika tidak sabar, namun justru bisa membawa selamat jika kita bawa kunci sabar. 

Hidup ini penuh ujian karena bagian dari karunia. Bagian dari kasih sayang  Allah agar kita naik derajatnya. Ujian Allah itu sudah terukur. Maka jalani saja hidup ini. Mengalir terus. Maju terus. Jangan banyak mengomel. Ajeg. Semua ada waktunya. 

Musibah itu untuk menggugurkan dosa kita. Untuk menaikkan derajat kita. Covid-19 akan berakhir. Malam akan berganti menjadi siang.  Sabar ini mengendalikan diri dari apa-apa yang Allah tidak suka. Segala sesuatu datang dan pulang dari Allah. 

Bahagia tidak dinanti-nanti. Sekarang ini juga. Bahagia ini milik Allah. Allah mencintai hamba-hamba yang bertaubat, bersabar, bersyukur. Memang mungkin masalah belum selesai, tapi hati yang banyak bertaubat, bersyukur, bersabar, tidak tertekan. Ada orang yang dipenjara tapi tidak menderita. Ada yang bebas, namun tertekan. 

Bertekadlah membersihkan jiwa. Mujahadah. Latih mengamalkan ilmu. Latih untuk memaafkan. Latih untuk menahan pandangan. Minta istiqomah. Cari kawan-kawan yang lingkungannya mengajak dekat kepada Allah.

Kenapa kita kurang bahagia padahal punya tambang besar? Tambang itu fisik. Tidak ada jaminan mulia dan bahagia, karena domain kebahagiaan bukannya di fisik tetapi di hati. Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta bendamu, tapi iman dan amalmu. 

Mau berbuat baik sederhanakan, lakukan-lupakan. Allah Maha Mencatat dan Maha Mengetahui. Tidak usah diingat-ingat. Tak usah disebut-sebut. Yang memberikan rizki Allah. Mengapa kita sentil? Jangan sibuk ingin dipuji. Pujian itu hanya sekedar getaran udara saja. Hidup bahagia itu lakukan yang terbaik lillahi ta'ala. 

Simulasi: ada sebuah meja, di bawah meja ada makanan enak dan ular. Mana informasi yang penting? Bukannya makanan yang enak yang penting, tetapi ular. Ternyata informasi adanya bahaya adalah paling penting untuk diketahui. Begitulah kita perlu fokus melihat dosa dan kesalahan daripada kebaikan dan pujian.

Orang yang tidak banyak bertobat sama dengan membawa mobil kacanya kotor dan terus bertambah kotor. Barangsiapa yang banyak bertaubat, istighfar, akan dibersihkan hatinya, akan ada selalu jalan keluar dari masalah-masalahnya. Seperti mobil kacanya selalu dibersihkan. Bakal banyak rizki yang datang tak diduga-duga. Berkah dari bertaubat.  (disarikan dari tausiah halal bi halal APKPI 2021)


TALK SHOW Editor dan Penulis Buku 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI)

 


Talkshow Buku 100 Anak Tambang Indonesia (ATI) yang diselenggarakan pada 17 Agusutus 2021 ini menghadirkan 4 Editor Buku, yaitu Alwahono, Alexander Mering, Eko Gunarto dan Nur Iskandar. Hanya Nur Iskandar yang mengikuti talkshow tersebut secara online karena sedang berada di Pontianak, kalimantan Barat. 

Sementara sembilan puluh sembilan (99) penulis buku yang berada di berbagai perusahaan tambang di Indonesia hadir secara online. 

Talk show ini mengungkapkan idea dan latar belakang diterbitkannya buku keren ini. Dari talk show tersebut juga terkuang kalau ide ini mendapat dukungan penuh para tokoh tambang, perusahaan tambang, birokrat, politikus, akademisi, dan wartawan ini pada akhirnya berahsil diterbitkan.

Talk show ini diikuti sekitar 684 peserta dan undangan secara online via zoom meeting.  

LAUNCHING BUKU 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI)


Baru kali inilah terjadi 100 para pemimpin perusahaan tambang di Indonesia, bahkan Dunia bersedia bergotong-royong menulis satu buku yang inspiratif, menceritakan perjalanan hidup mereka masing-masing, dan rahasia mencapai sukses di dunia pertambangan. 100 penulis buku ini juga adalah orang-orang yang sudah terbukti tahan uji mampu melewati berbagai krisis, termasuk ketika menghadapi ‘badai’ Covid-19.

Buku ini juga merupakan kado dan persembahan istimewa 100 Anak Tambang Indonesia untuk bangsa, yang launching pada tanggal 17 Agustus 2021. menjadikan buku ini sebagai persembahan pada HUT Kemerdekaan RI ke 76.

Salah satu kekuatan buku 100 ATI  adalah  selain pada konten, idea dan selling point-nya juga pada teknik penyajiannya. Dimana 100 judul dalam buku disajikan dengan teknik bertutur dan narrative. Seakan-akan 100 orang tambang naik ke panggung bergantian dan menceritakan kisah hidup mereka masing-masing dengan plot yang membuat penasaran, lengkap dengan dialog, emosi dan karakter yang kuat serta konflik yang menegangkan.

Membaca buku ini seperti mendengarkan teman lama datang bercerita. Karenanya buku 100 ATI ini mudah diterima semua kalangan, bahkan anak SMP pun memahaminya.

Selain disumbangkan untuk korban Covid-19, sebagian hasil penjualan buku 100 ATI ini juga disumbangkan kepada Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI)

Kata Mereka Buku 100 ATI (Part 1)


 

Buku 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI) ini hadir ke tangan Anda dan seluruh pembaca yang budiman, berisi kisah-kisah kemanusiaan di dunia pertambangan, langsung dari dan oleh para pelaku sejarah pertambangan di Indonesia.

Taremang dari Kecambah Jengkol


 

Kecambah yang berasal dari biji jengkol yang sudah jatuh ke tanah, dan dipungut untuk diolah menjadi makanan. Bagi warga Desa Sungai Bening, Kalimantan Barat dan sekitarnya Taremang merupakan salah satu sumber makanan yang lezat, terutama ketika berada di ladang atau pondok kebun.
© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI