Showing posts with label Seminar Nasional. Show all posts
Showing posts with label Seminar Nasional. Show all posts

Fakultas Ilmu Kesehatan Teknologi Universitas Binawan Memupuk Keselamatan Pertambangan Sejak Dini

Para narasumber Managing Director PT Alsys Solutions Alwahono, Presiden Direktur SHE Care Indonesia Eddy Suprianto dan Direktur PT Jaya Pasific Solution, Johannes P H Simanjuntak Webinar Sharing Knowledg. Foto:  Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Teknologi, Universitas Binawan.

Penulis: Yanuarius Viodeogo Seno

MINESAFETY -- Mahasiswa lulusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) punya kesempatan besar bekerja di industri pertambangan yang padat modal, padat karya, padat teknologi, risiko tinggi dan dinamis jika mau mendalami wawasan Keselamatan Pertambangan maka harus memahami K3 dan Keselamatan Operasional sejak dini.

Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Alwahono mengatakan hal itu sebab sektor industri pertambangan mempunyai karakteristik yang berbeda daripada industri lain sehingga tidak hanya membutuhkan wawasan ilmu K3 saja tetapi tetapi pengetahuan tetang keselamatan operasi pertambangan yang berbasis pula pada produktifitas kerja.

"Saat terjun di dunia kerja terutama pertambangan mesti mempunyai kapabilitas dan pengetahuan yang baik, seperti memahami pertambangan sebagai bisnis yang memiliki risiko tinggi,  padat modal, padat karya dan padat teknologi. Keselamatan pertambangan (KP) tidak hanya berorientasi pada K3 tetapi juga KO (Keselamatan Operasional).  Tujuan KP tidak hanya agar pekerja sehat dan selamat tetapi juga terciptanya operasional pertambangan yang aman, efisien dan produktif. Pekerja sehat bisnis lancar," kata Alwahono juga sebagai Managing Director PT Alsys Solutions.

Hal itu disampaikannya dalam webinar Sharing Knowledge bertemakan 'Peran Keselamatan Pertambangan Dalam Mewujudkan Zero Incident di Tempat Kerja Pertambangan Batubara' yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Teknologi, Universitas Binawan bekerjasama dengan APKPI, pada Sabtu (23 Juli 2022) siang.

Selain Alwahono, narasumber lain adalah Presiden Direktur SHE Care Indonesia juga Ketua APKPI DPW Jawa Eddy Suprianto dan Ketua Bidang Humas APKPI sekaligus Direktur PT Jaya Pasific Solution, Johannes P H Simanjuntak. Hadir hampir 90-an mahasiswa/i dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi UNIBA, dan dari universitas lain serta perusahaan.

Dalam keselamatan pertambangan, lanjut Alwahono, mesti memiliki bekal wawasan yang kompleks mulai dari memahami aspek keselamatan di ekplorasi, operasi produksi, konstruksi, sampai keselamatan pengolahan. Selain itu, dia menambahkan mesti memiliki diri untuk kemampuan menggali informasi atau data yang dibutuhkan oleh perusahaan, mampu berkampanye keselamatan pertambangan hingga penyuluhan pertambangan.

"Berbicara pertambangan tidak hanya K3 saja, di pertambangan ada Keselamatan Pertambangan mencakup keselamatan kerja, kesehatan kerja dan lingkungan kerjanya. Satu lagi komponen besar yakni Keselamatan Operasional menjaga, merawat dan memelihara sarana prasarana. Contoh kecil, bayangkan saja di pertambangan itu, ada satu alat yang harganya Rp10 hingga Rp20 miliar yang harus dijaga alat itu. Bagaimana kalau rusak dan berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja?" ujarnya.

Alwahono menegaskan bahwa keselamatan harus 100 % dan 99% sama dengan nol maka mengelola keselamatan tidak boleh lalai, sebagai contoh 10 tahun bekerja aman, namun sekali insiden nyawa bisa melayang.

Sementara itu, Alwahono memuji Universitas Binawan yang menggabung Ilmu Kesehatan dan Teknologi sebagai fakultas sehingga tidak semata-mata menempatkan K3 saja tetapi berpikir jauh ke depan tentang teknologi sebagai unsur utama dalam K3.

Para peserta webinar 'Peran Keselamatan Pertambangan Dalam Mewujudkan Zero Incident di Tempat Kerja Pertambangan Batubara'
EKSPOR ANDALAN INDONESIA
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Teknologi, Mia Srimiati menyatakan senang dengan diskusi webinar yang mengangkat topik keselamatan pertambangan. "Komoditas ini (batubara) sebagai andalan ekspor Indonesia dan merupakan industri padat karya sehingga orang-orang yang terlibat di dalam industri ini harus memperhatikan keselamatan. Semua harus selamat. Maka dari itu K3 sangat penting, pegawainya sehat, kesehatannya diperhatikan," tutur pengajar alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Mia menegaskan keselamatan bukan tanggung jawab satu pihak saja tetapi berbagai pihak, misalnya manajemen suatu perusahaan yang menerbitkan kebijakan K3 tetapi manajemen juga memastikan dan mengawasinya supaya aturan itu berjalan dengan baik.

Presdir SHE Care Indonesia Eddy Suprianto mengatakan mahasiswa K3 mesti mulai memupuk jiwa kepemimpinan sejak dini sehingga saat berkecimpung di dunia K3 khususnya ingin keselamatan pertambangan, tidak lalai bekerja dan peka melihat potensi-potensi kecelakaan.

"Apabila ada low risk pun harus tetap ada SOPnya supaya tidak ada kecelakaan sekecil apapun. Sebab K3 itu diajarkan sejak dini, di sejumlah negara sudah diajarkan sejak taman kanak-kanak untuk menanamkan karakter kesehatan. Khusus di Indonesia, teman-teman K3 [mahasiswa] sebagai future leadership (pemimpin masa depan) anda yang memimpin. Mari, terus mengikuti perkembangan teori keselamatan dan kesehatan kerja terbaru, jangan ketinggalan jaman," kata pria yang sering dipanggil coach Eddy ini.

Pandangan serupa datang dari Johannes PH Simanjuntak yang meminta bagi siapapun saat terjun dalam dunia pertambangan harus fokus terhadap safety karena jika tidak maka akan sering terjadi kecelakaan.

"Masalah safety di pertambangan itu harus peduli, risiko manajemen dalam pertambangan sangat penting. Saya punya pengalaman masuk ke dalam satu perusahaan, pada tahun sebelumnya terjadi kecelakaan fatal kemudian selama setahun saya bekerja tidak terjadi kecelakaan lagi," kata Johannes.

Agar tidak terjadi kecelakaan, dia mengatakan manajemen perusahaan mau melihat potensi seseorang yang punya jiwa menjadi pemimpin yang peduli keselamatan. Jangan malah perusahaan, kata Johannes, tidak komitmen terhadap keselamatan maka safety tidak berguna akhirnya banyak terjadi kecelakaan.

"Paling penting komitmen, jangan sekadar mencari reward dalam keselamatan pertambangan. Kalau kalian ditunjuk sebagai ketua organisasi di kampus maka yang dituntut adalah komitmennya supaya target program dalam hal ini keselamatan tercapai," ujarnya.

Johannes mengatakan HSE itu bukan sampai pada pimpinan tertinggi saja tetapi manajer hingga level jabatan dan staf paling rendah mau berkomitmen dan akhirnya konsisten menjalankan aspek keselamatan.

Presdir Pamapersada: Insan Pertambangan Mengoptimalkan Teknologi Cegah Kecelakaan Kerja

Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara, Frans Kesuma.

MINESAFETY -- Seminar dan workshop Mine Safety Campaign kali ini begitu spesial karena langsung dihadiri Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara, Frans Kesuma. Sosok salah satu penulis dari 100 tokoh buku Anak Tambang Indonesia (ATI) berjudul 'The Last Man Standing'.  

Dalam seminar itu, Frans terlihat penuh antusias memberikan kata sambutan dengan topik terkait tema Mine Safety Campaign yaitu pemanfaatan teknologi dan digital dalam mencegah kecelakaan kerja. 

Frans meyakini pemanfaatan teknologi mampu mencegah kecelakaan kerja khususnya di industri pertambangan sehingga harus dioptimalkan supaya kecelakaan kerja pada titik angka nol. 

"Teknologi sekarang berkembang pesat, di mana industri sudah masuk dari 4.0 dan menuju 5.0. Kita [insan pertambangan] harus terus melakukan pengembangan baik research dan development terkait teknologi dan digital sehingga bisa diimplementasikan untuk pengembangan produktivitas dan kinerja keselamatan pertambangan," kata Frans, pada seminar yang dihadiri sebanyak 1.133 peserta yang berlangsung pada 16 Februari 2022. 

Frans mengutarakan teknologi adalah alat untuk mencapai zero accident yang efektif apabila semua pihak sepenuh hati menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Dengan catatan, kata dia, tentu perilaku dari pekerja menerapkan SOP itu dengan baik.    

Senada disampaikan oleh Hendra Hutahean sebagai Enggineering & Information System Director Pamapersada Nusantara bahwa teknologi dan digitalisasi memiliki peluang besar di industri pertambangan. 

Dia menyebutkan rangkaian proses penambangan batubara sangat membutuhkan data untuk perekaman, dan pencatatan sebagai dasar seperti misalnya pengajuan proposal atau pengambilan keputusan. 

"Jika selama ini dengan catatan manual sehingga hasilnya tidak efektif. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi sebagai kebutuhan cakupan luas areal pertambangan dan pengembangan [aspek kerja di bidang-bidang pertambangan] lebih baik," kata Hendra. 

Berita Terkait: Pamapersada Ajak Insan Pertambangan Terbiasa Dengan Digitalisasi

Pamapersada Nusantara sudah menerapkan sejumlah teknologi-teknologi maju, seperti diutarakan oleh Hendra Hutahean. Mulai dari Slope Stability Monitoring, kata Hendra, misalnya berfungsi membaca pergerakan lereng sekitar tambang atau jika terjadi longsor baik pekerja dan peralatan operasional bisa segera dievakuasi sesecepat mungkin. 

Selanjutnya, penggunaan drone inspection dan patrol. Dengan menggunakan pesawat tanpa awak itu, menurutnya, manajemen di Jakarta juga bisa melihat langsung aktivitas di wilayah konsesi di Kalimantan, Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Teknologi lain digunakan Pamapersada Nusantara, papar Hendra, yaitu High Risk Supervision misalnya melihat ada atau tidak pengawas lokasi pertambangan. Fungsinya juga ada, kamera itu untuk membaca ada atau tidak operator yang mematuhi prosedur kerja sehingga alat itu sekaligus alarm atau panduan perbaikan kerja. 

Terakhir adalah greencard dan high risiko inspection yakni teknologi melalui aplikasi yang tersedia di android atau iOS untuk menginput data dan mencatat data dari hasil inspeksi area pengawasan. 

"Namun digital behavior (perilaku digital) sangat dituntut di sini, jangan sampai ini sebuah gagahan saja maka kita harus memahami peralatan teknologinya," kata Hendra.  

Sementara itu, Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto mengatakan APKPI begitu serius mengkampanyekan keselamatan pertambangan bahkan mendatangani titik nol kilometer barat Indonesia di Sabang pada 12 Januari 2022 dan titik nol kilometer Timur di Merauke, pada 12 Februari 2022.

Dewan Pengawas APKPI, Eko Gunarto

Tujuannya, kata Eko, supaya gaung tema keselamatan pertambangan yang tangguh dalam menghadapi era digitalisasi menyentuh insan pertambangan Indonesia. 

"Kami ingin menyamakan persepsi tentang KP yang didalamnya ada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO). Fakta di lapangan masih saja menjadi sorotan hanya K3 saja tetapi KO kurang mendapatkan perhatian. Padahal kalau terjadi kecelakaan operasional maka nilai kerugiannya sangat besar," kata dia.   

Eko ingin segenap insan pertambangan bersinergi bergandengan tangan membangun keselamatan pertambangan dan juga keselamatan pertambangan Indonesia mampu berkiprah di tingkat internasional. 

"Kita mampu dengan cita-cita itu karena kita bangsa yang hebat dan pasti bisa," tegas Eko. 

Direktur APKPI Alwahono sebagai pembicara mengutarakan manusia adalah pencipta teknologi dan jika manusia tidak dapat beradaptasi dengan teknologi maka sebagai gagahan saja. 

"Era kompetensi digitalisasi sudah bertransformasi dari 4.0 ke 5.0 jadi yang mampu menghadapi digitalisasi adalah orang yang tangguh (resilient)," tuturnya. 

Pembicara seminar Hendra Hutahea dan Alwahono dimoderatori oleh Khrisna Protecta

Alwahono juga menjelaskan bahwa untuk menciptakan keselamatan yang tangguh maka perlu manusia yang tangguh (human resilient), pemimpin yang tangguh (resilient leadership), proses dan teknologi yang tangguh (proses resilient) dan organisasi dan sistem yang tangguh (resilient management).

Dari aspek perilaku walaupun perkembangan era digitalisasi tetap mememiliki peran kunci dalam suksesnya keselamatan. Perilaku, menurut Alwahono, adalah terbentuk karena faktor-faktor internal-eksternal, atau nature-nurture atau person-environment.

Selanjut alwahono menjelaskan untuk penerapan keselamatan berbasis perilaku dapat di terapkan 7 langkah penerapannya yang dikenal dengan 7 steps BBS (behavior base safety) implementation (implementasi).

Adapun 7 langkah membangun BBS yaitu identifikasi perilaku kritis (critical risk behavior), membangun model perilaku (sistem, standar dan indikator), penerapan BBS (BBS Implementation), behavior (perilaku) intervensi dan observasi teknik, analisa dan audit asessement, reward dan punishment (penghargaan dan hukuman), dan review dan tindakan berkelanjutan. 

Resep Merayakan Bulan K3 Nasional Ala Agincourt Resources Martabe

Seminar dan Workshop Bulan K3 Nasional 2022 Bersama Agincourt Resources

MINE SAFETY – Raut wajah Rahmat Lubis, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Agincourt Resources (PT AR) sumringah. Dia begitu bersemangat memberikan pandangannya tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan pertambangan mineral batangan emas dan perak dari Sumatra Utara itu. 

Hal tersebut disampaikan Rahmat dalam Seminar dan Workshop sebagai rangkaian kegiatan APKPI Kampanye Keselamatan Pertambangan Mine Safety Campaign dalam rangka Bulan K3 Nasional 2022 bersama PT Agincourt Resources bertemakan ‘Membangun Keselamatan Pertambangan yang Tangguh Dalam Menghadapi Era Digitalisasi’ pada Sabtu, 29 Januari 2022. 

Rahmat yang juga sebagai General Operational Agincourt Resources itu mengutarakan K3 adalah aspek penting dan tidak bisa diremehkan dalam industri pertambangan karena ada risiko kehilangan nyawa dan cacat fisik yang jika manajemen lengah yang merupakan korban adalah pekerjanya sendiri. 

Pemesanan buku RSL (Resilient Safety Leadership)

Agincourt Resources yang memiliki area operasional seluas 479 hektare tambang emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Mandailing Natal itu, kata Rahmat, tidak akan berhenti dalam menyebarkan nilai K3 kepada segenap manajemen perusahaan.

“Ini bulan sangat penting bagi kita, tetapi K3 harus sepanjang tahun kita rasakan. Kami di Martabe, merayakan bulan K3 dengan kegiatan strategis, promosi melalui lomba K3, hingga inspeksi di lapangan. Kita ada di industri ini karena ada bahan tambang yang melekat dengan target produksi setiap waktunya,” kata Rahmat. 

Dia mengingatkan agar perusahaan tambang mesti menyadari sedini mungkin tentang K3 supaya tidak terjebak pada aspek produksi saja. Perusahaan pertambangan, papar Rahmat, dituntut oleh target produksi harian, mingguan, bulanan, kuartalan, dan tahunan. 

Namun, menurutnya, ada hal-hal yang selalu bisa terjadi sewaktu-waktu saat ada rekan kerja yang mengalami kecelakaan kerja jika perusahaan lengah. “Kalau kita lengah 5-10 menit saja, ada teman-teman kita yang celaka di sana. Oleh karena itu, bulan K3 ini sangat penting, dan harus sepanjang tahun bergema hingga 2023 mendatang,” harap Rahmat.

Sebagai informasi, Agincourt Resources mempekerjakan 3.000 karyawan dan kontraktor yang lebih dari 70% pekerjanya adalah masyarakat setempat. Perusahaan ini berproduksi dimulai pada 24 Juli 2012 hingga 30 Juni 2020 tercatat mencapai sebanyak 7,6 juta ounce emas dan 66 juta ounce perak. Kapasitas operasi tambang emas melebihi 6 juta ton bijih per tahun untuk menghasilkan lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.  

Direktur APKPI Alwahono mengutarakan hal serupa tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Dia menyoroti aspek keselamatan dari sisi adaptasi individu atau perusahaan. 

“Kondisi perubahan jaman, sosial dan perubahan teknologi yang cepat dinamikanya jika tidak dapat beradaptasi, tidak dapat menyesuaikan diri maka akan menjadi orang yang tertinggal,” terangnya.  

Khusus dalam mengelola keselamatan pertambangan (KP), jelas Alwahono, manajemen mesti memahami filosofi dasarnya. Masih saja ditemuinya, menurut Alwahono, safety (keselamatan) masih dianggap sebagai prioritas bukan nilai. 

“Maka masih dijumpai di lapangan, timbul pertanyaan safety dulu apa produksi dulu. Ini pola pikir yang belum menjadi nilai. Padahal, kita menerapkan safety agar produksi lancar, orang selamat. Misalnya, ada pekerja meninggal, tambang harus tutup maka tidak jadi produksi bukan?” kata Alwahono. 

Begitu pula disampaikan Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto dalam diskusi itu. Apabila terjadi kecelakaan kerja bukan hanya menimpa pekerjanya tetapi jikia prasarana dan sarana kerja rusak bisa menimbulkan kerugian besar pula. 

“Kerugian material, semangat dari karyawan luntur. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin sekadar pekerjanya selamat dan sehat tetapi sarana dan prasarana aman, efektif dan efisien sehingga senantiasa produktif. Maka ada Keselamatan Operasional (KO). Yang terjadi banyak kawan-kawan mengalami kecelakatan karena peralatan kerja tidak terpelihara atau terawat dengan baik,” papar Eko. 

Eko yang berpengalaman sejak 1982 melihat langsung dan tidak langsung atas kejadian kecelakaan kerja di wilayah tambang mendapati bahwa sarana prasarana sebagai bagian peralatan kerja tidak terawat dengan baik. 

“Banyak kasus-kasus alat itu tidak layak dioperasikan, nah orangnya memang tidak cidera tetapi alatnya rusak. Seperti misalnya, instalasi gagal beroperasi karena tidak ada pengamanan instalasi,” tuturnya.

APKPI Buka Bulan Kampanye K3 di Titik Nol Kilometer Barat Indonesia

Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) di titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh) Aceh dihadiri APKPI, PT Mifa Bersaudara dan Bara Energi Lestari, perwakilan Inspektur Tambang Aceh dan SMA Negeri 1 Sabang, pada Rabu (12/1/2022). 

ACEH - Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) melakukan gebrakan besar dengan menggelar pembukaan peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Nasional (BK3N) di titik nol kilometer barat Indonesia berada di Pulau Weh, Provinsi Aceh tepat pada 12 Januari 2022. 

Peringatan BK3N bertajuk kampanye keselamatan pertambangan (mine safety campaign) itu yang berlangsung ujung negeri barat Indonesia itu dihadiri langsung Direktur APKPI Alwahono dan Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto. Keduanya didampingi Rahmad Zahri Kepala Teknik Tambang (KTT)  dari PT Bara Energi Lestari (ABM Group) sekaligus Ketua APKPI DPW Aceh dan perwakilan Inspektur Tambang Pemerintah Provinsi Aceh, instansi pendidikan dan masyarakat. 

APKPI tampak begitu antusias menyelenggarakan perayaan BK3N tepat di bawah tugu nol kilometer Sabang dengan menggelar upacara bendera merah putih, bendera K3 dan bendera APKPI. Kehadiran siswa-siswi SMA Negeri 1 Sabang dan mahasiswa-mahasiswi menyemarakan upacara tersebut. Mereka didapuk sebagai petugas dan peserta upacara pengibaran bendera merah putih, K3 dan APKPI. 

Upacara pembukaan BK3N berlangsung meriah dengan pembina upacara dari Inspektur Tambang (IT) mewakili Kepala Inspektur Tambang (KAIT), Ali Sastro Mijoyo dan pemimpin upacara oleh Rahmad Zahri. Dalam pengarahan sebagai pembina upacara, pembina upacara menyatakan dukungannya dan mengapresiasi kegiatan kampanye keselamatan pertambangan ini dan berharap dengan kampanye ini keselamatan pertambangan semakin mempunyai nilai menjadi yang tidak terpisahkan dalam proses produksi. 

Usai memperingati upacara peringatan BK3N di titik nol kilometer barat di Sabang, APKPI kembali menyeberang menuju Banda Aceh dan langsung ke Meulaboh. Keesokan hari APKPI mining tour di lokasi tambang milik PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari (BEL) di Meulaboh, yang berjarak lebih kurang 5 jam dari Kota Banda Aceh.

Seminar dan Workshop peringatan B3KN di Mifa Bersaudara, sebagai narasumber adalah Direktur APKPI Alwahono dan Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto, pada Kamis (13/1/2022). Seminar dihadiri para pekerja dan mitra kerja dari Mifa Bersaudara dan Bara Energi Lestari.

Setelah melihat proses pertambangan di dua perusahaan satu grup ini, mine safety campaign berlanjut dalam kegiatan seminar dan workshop yang berlangsung di lokasi kantor pelabuhan Mifa Bersaudara. Adapun tema seminar itu yakni Membangun Keselamatan Pertambangan yang Tangguh Dalam Menghadapi Era Digitalisasi.   

Direktur APKPI Alwahono mengutarakan terpilihnya peringatan pembukaan BK3N tepat di titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh Aceh) sebagai bentuk penegasan APKPI kepada insan pertambangan dan masyarakat tanah air bahwa APKPI ingin memulai perjalanan kampanye K3 (safety campaign) dari ujung barat Indonesia (Sabang) menyeluruh wilayah sampai ke titik nol kilometer ujung timur Indonesia (Merauke).     

Setelah dari titik nol kilometer Sabang berlanjut kampanye keselamatan ke sejumlah provinsi di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Maluku. Sementara itu, kata Alwahono pada penutupan BK3N pada 12 Februari 2022 jika sesuai dengan rencana akan berakhir di titik nol kilometer timur Indonesia di Sota, Merauke, Provinsi Papua. 

"Kami akan kampanye keselamatan selama satu bulan penuh berbicara tentang keselamatan dan khusus pengelolaan keselamatan pertambangan (KP) kepada insan pertambangan dimulai dari titik nol kilometer paling barat Indonesia ini. Kenapa di sini [Sabang] supaya para insan pertambangan terdiri dari APKPI, pengusaha, pekerja dan pemerintah terkait pertambangan tercatat dalam sejarah yang begitu konsentrasi dan menaruh perhatian sangat serius tentang keselamatan pertambangan," kata Alwahono di sela-sela upacara peringatan BK3N, Rabu (12/1/2022).  

Menurutnya, penerapan keselamatan pertambangan sangat penting agar pekerja, pengusaha dan pemerintah memahami manfaat dari keselamatan pertambangan yaitu supaya produksi pertambangan berjalan dengan baik, aman, efisien dan produktif. Jadi pekerja yang tangguh, pimpinan yang tangguh, proses dan teknologi yang tangguh, dan organisasi dan sistem yang tangguh. Ini sebagai bentuk penerapan keselamatan yang tangguh (safety resilient).

"Agar mampu menghadapi tantangan dan perubahan begitu cepat dalam era digitalisasi saat ini. Keselamatan yang tangguh berarti mampu beradaptasi dengan belajar dari masa lalu, menghadapi risiko terjadi saat ini dan mampu mengantisipasi risiko yang mungkin akan terjadi," jelas Alwahono. 

Dia menambahkan keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga terhadap orang lain dan produksi. Alwahono mengartakan saat kesejahteraan hidup membaik maka orang semakin menyadari betapa penting keselamatan. 

Seminar dan Workshop peringatan B3KN di Mifa Bersaudara, sebagai narasumber adalah Direktur APKPI Alwahono dan Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto, pada Kamis (13/1/2022). Seminar dihadiri para pekerja dan mitra kerja dari Mifa Bersaudara dan Bara Energi Lestari.

Sementara itu, Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto mengutarakan kehadiran BK3N sesuai dengan lahirnya UU No. 1/1970 tentang Keselamatan Kerja pada 12 Januari 1970. Pelaksanaan bulan K3 Nasional ini, kata Eko, sebagai wujud memperingati terbitnya UU Keselamatan Kerja tersebut dan membangun semangat untuk mengimplementasikanya secara sungguh-sungguh. 

"Pemerintah ingin menjamin keselamatan pekerja dan fasilitas produksi melalui UU tersebut, maka masyarakat diingatkan kembali bahwa peringatan BK3N mendapatkan perhatian besar dari pemerintahan. UU itu mengatur dalam pasalnya supaya pengusaha harus memberikan jaminan pekerja agar tetap selamat dan sehat. Pemerintah ingin menjamin keselamatan pekerja melalui UU tersebut," kata Eko. 

Khusus tentang keselamatan kerja di pertambangan, kata Eko, telah diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 19/1973 tentang Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan. Selanjutnya untuk Keselamatan Pertambangan (KP) diatur lebih lanjut dalam UU.No.3 /2020, PP No.55 /2010, Permen ESDM No.26/2018 Kepmen ESDM No.1827.K/2018 dan turunannya.

"APKPI dalam upaya mewujudkan visi dan misinya selalu berperan serta dalam keselamatan pertambangan Indonesia yang terdiri dari Keselamatan kesehatan Kerja (K3) dan keselamatan operasi (KO). Keselamatan Pertambangan harus betul-betul dikelola dengan baik sehingga proses bisnis di pertambangan memberikan asas manfaat secara menyeluruh. Para pekerja lebih terjamin kesehatan dan keselamatannya dan bisnis proses pertambangan berjalan dengan baik dalam arti aman, efisien, dan produktif," kata Eko. 

Masih di tempat sama, Rahmad Zahri sebagai ketua DPW Aceh memberikan komitmen penuh dan mendampingi tim Safety Campaign dari awal penyambutan tim hingga selesai rangkaian acara kampanye Keselamatan Pertambangan (KP) di Aceh.

Rakernas 2022, APKPI Tatap Go Internasional

Rakernas APKPI 2021. 

MINESAFETY -- Rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) pada awal Januari 2022 berlangsung sukses kendati diselenggarakan secara daring tetapi mendapatkan sambutan antusias dari peserta.

Mereka ingin organisasi ini membangun keselamatan pertambangan Indonesia  bertaraf internasional yang tangguh (resilient), menjadi mitra bagi pemerintah, akademisi dan insan pertambangan Indonesia. 

Kehadiran Bambang Susigit sebagai mantan Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Kementerian Energi Sumber Daya Mineral).

Hadir pula Dewan Pengawas Eko Gunarto dan Dewan Penasehat APKPI Dwi Pudjiarso dan Candra Satrya membuat suasana Rakernas kian semarak karena mereka mendorong dan memotivasi langkah APKPI agar kian mantap menatap tahun 2022 ini.  

Direktur APKPI Alwahono dalam pengantarnya mengucapkan terimakasih kepada segenap dewan pengawas, penasehat, pengurus pusat dan wilayah yang tidak bosan-bosan memberikan masukan dan saling bersinergi mendukung program APKPI satu sama lain.  

"Semoga pada 2022 lebih kompak, kita mengadakan kopi darat karena keadaan semakin membaik (pandemi Covid-19). Saya mengapresiasi berjalannya organisasi selama satu tahun sebelumnya dari berbagai pihak dan kinerja APKPI selama ini walaupun di masa pandemi Covid-19," kata Alwahono, Sabtu (8/1/2022). 

Alwahono mengutarakan ada gebrakan besar kegiatan APKPI dalam membuka tahun 2022 ini. Dia mengatakan acara mine safety campaign diawali dengan upacara pembukaan bulan K3 di titik nol kilometer, Sabang Aceh pada 12 Januari 2022 dan penutupan bulan K3 di titik nol Merauke. 

Adapun tema bulan K3 Nasional yakni, Membangun Keselamatan Pertambangan yang Tangguh dalam Menghadapi Era Digitalisasi. Dalam kampanye tersebut, APKPI akan melaksanakan serangkaian kegiatan seminar, workshop (offline, online maupun hybrid), talk show, serta peliputan dan publikasi dari tik nol Sabang hingga titik nol Merauke. 

"Selama satu bulan akan melakukan kegiatan di seluruh nusantara hingga penutupannya dilaksanakan dengan upacara penutupan bulan K3 nasional di titik nol Merauke. Semoga acara berjalan dengan lancar, dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan," harap Alwahono. 

Sementara itu, dengan kehadiran majalah Mine Safety dan telah terlebih dahulu muncul media onlinenya (wwww.minesafety.id) maka semakin membantu informasi dan sosialisasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja khususnya keselamatan pertambangan kepada masyarakat nusantara dan global. 

Dalam kesempatan sama, Sekjen APKPI Ade Kurdiman mencatat rangkaian program APKPI 2022 dalam rakernas seperti penyusunan roadmap APKPI sesuai visi dan misi membantu mewujudkan budaya keselamatan pertambangan Indonesia bertaraf internasional yang tangguh (resilient). 

"Peningkatan kemanfaatan APKPI terhadap pihak terkait melalui penguatan implementasi program APKPI secara internal dan eksternal. Selain itu, fundrising dan adanya pendapatan tetap untuk menunjang operasional APKPI," ujar Ade. 

Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dan alumni dari Master of Safety Science (Industrial Safety), University of New South Wales (Australia), Chandra Satrya memberikan masukan agar kekompakan para pengurus dan anggota APKPI tidak luntur dan terus mensempurnakan aspek-aspek lain agar APKPI kian dikenal dan diakui publik Tanah Air dan Internasional. 

"APKPI selama ini organisasi yang kompak, mantap dan keren. Oleh karena itu, APKPI akan terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota menuju tingkat yang expert" ucapnya. 

Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto mengatakan APKPI selama ini telah dirasakan oleh banyak insan pertambangan antara lain penyusunan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), sosialisasi SMKP, seminar, workshop, diskusi dan acara rutin S3 yang rutin dilaksanakan setiap Rabu malam. 

Cegah Kecelakaan Tambang Akibat Sarana Bergerak


MINE SAFETY - Setiap potensi bahaya dan kecelakaan yang tinggi merupakan bagian dari aktivitas industri pertambangan. Lebih dari 45 % kecelakaan disebabkan oleh peralatan sarana bergerak.


Hal itulah menjadi latar belakang Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan (APKPI) mengadakan seminar nasional mengangkat tema ‘Best Practice Pencegahan Kecelakaan Tambang Akibat Sarana Bergerak’, pada Sabtu 14 Agustus 2021.

Ketua panitia seminar Rusdi Husin mengatakan seminar nasional itu merupakan ikhtiar kecil sebagai upaya menekan angka kecelakaan tambang akibat sarana bergerak yang menyebabkan dampak serius cedera berat hingga bagi para pekerja.

“Praktek-praktek baik dari para narasumber nantinya dapat menjadi referensi, nilai tambah portofolio pengetahuan sehingga dapat diimplementasikan di tempat kerja masing-masing,” kata Rusdi juga sekaligus Ketua Bidang Humas dan Public Safety DPP APKPI.

Direktur APKPI Alwahono dalam kesempatan memberikan kata sambutan mengatakan batubara dan komoditas tambang mesti dipahami sebagai sumber daya alam yang diberikan pencipta kepada manusia sehingga harus dikelola dengan baik dan bijak.

“Kita (Indonesia) telah dikaruniai kekayaan alam yang melimpah untuk itu harus dikelola dengan cara yang bijak baik pengelolaan sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Pertambangan adalah industri bisnis yang padat modal, padat teknologi, dan memiliki resiko besar,” kata Alwahono. 

General Manajer (GM) Layanan Operasional PTBA PT Bukit Asam, Venpri Sagara mengatakan pencegahan kecelakaan tambang akibat sarana bergerak memiliki payung hukum sebagai panduan perusahaan tambang menjalankan aktivitasnya di lokasi izin usaha pertambangan.

Dia mengutarakan regulasi umum yang telah mengatur tentang pencegahan kecelakaan kerja tercantum dalam UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja adalah Undang-Undang yang mengatur tentang keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Pada Pasal 3 berbunyi tentang Mengamankan dan Memperlancar Pengangkutan Orang, Binatang, Tanaman/Barang. Selain itu, pencegahan kecelakaan kerja menurut Peraturan Menteri No. 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Indominco Mandiri Era Tjahya Saputra  mengatakan sosialisasi K3 untuk semua aspek bahaya supaya memudahkan identifikasi maka harus membuat mitigasi agar kecelakaan kerja tidak terjadi.

“Keterlibatan semua pihak dan kolaborasi program K3 sesuai fungsinya sangat efektif dalam upaya pencegahan kecelakaan. Oleh karena itu, dalam pengelolaan keselamatan ada tiga pilar yang menjadi tumpuan utama yaitu; management system, personal competencies, serta feasibility of mobile equipment,” kata Era.

Pejabat Sementara KTT PT Vale Indonesia, Budiawansyah mengatakan dari aspek manajemen resiko yang di dalamnya ada sebuah sistem sebagai dasar pengendalian resiko.


“Oleh karena itu, persyaratan atau requirement dasar menjadi sebuah keharusan untuk membentuk dasar budaya kerja yang disiplin dengan kondisi alamiah. Sementara itu, operasional alat bergerak yang memiliki bahaya dinamis sangat tergantung pada pekerjanya,” ucap Budiawansyah.

Momon S. Maderoni pendiri Indonesia Vehicle Management Consulting (IVMC) mengatakan ada empat faktor penyebab kecelakaan kerja di sejumlah perusahaan termasuk perusahaan tambang.

Pertama, faktor psikologis seperti fisik dan mental. Kedua, faktor perilaku seperti karakter, tingkah laku, cara pekerja menyikapi gangguan luar dan kepedulian terhadap potensi bahaya.

“Ketiga, faktor skill yaitu keterampilan teknik berkendara dan keempat faktor pengetahuan yakni pengetahuan operator atau pekerja terhadap kendaraannya,” kata Momon.

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI