Showing posts with label Redaksi. Show all posts
Showing posts with label Redaksi. Show all posts

Informasi Keselamatan Pertambangan Belum Terpublikasi Optimal

Pekerja tambang sedang praktik penggunaan alat keselamatan kerja. Foto: MIND ID

MINESAFETY -- Beragam informasi seputar industri pertambangan mineral dan batubara khususnya mengenai keselamatan pertambangan belum tergali secara optimal sehingga diharapkan dapat mendorong para insan pertambangan mau berkarya menulis tentang salah satu aspek terpenting produktivitas bisnis pertambangan tersebut.  

Hal itu disampaikan Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Alwahono ketika mengajak para praktisi pertambangan, akademisi, hingga kalangan birokrat pemerintah berbagi tentang pengalaman atau opini berbentuk artikel di minesafety.id, media online khusus keselamatan pertambangan.

"Setelah lama berkecimpung di dunia pertambangan, sektor ini memiliki potensi luar biasa hebat tetapi sayangnya informasi di luar sana tentang keselamatan pertambangan belum terpublikasi dengan baik. Padahal, tidak sedikit perusahaan pertambangan yang berhasil dan sedang mengembangkan budaya keselamatan pertambangannya tetapi informasinya sulit didapat oleh orang lain," kata Alwahono di hadapan lebih kurang 132 peserta Safety Sharing Session APKPI, Rabu malam lalu baru-baru ini. 

Tema webinar SSS APKPI berjudul 'Peran Media Dalam Mempromosikan Keselamatan Pertambangan' itu dimoderatori oleh Agung Budiarto, anggota APKPI bidang Media dan Publikasi.

Media massa mulai dari media cetak dan online, jelas Alwahono, memiliki keunggulan dalam bentuk promosi keberhasilan perusahaan pertambangan melaksanakan budaya keselamatan pertambangannya. Namun, lanjut dia, cerita-cerita sukses tentang keselamatan pertambangan masih belum menjadi kebutuhan utama sebagai bagian komunikasi internal dan eksternal perusahaan pertambangan.   

"Saya mengajak insan pertambangan untuk berkontribusi menulis tentang pertambangan dan keselamatan pertambangannya. Wilayah pertambangan Indonesia sangat luas, pekerja tambang di Indonesia salah satunya terbanyak di dunia, namun sayang kurang terdengar di media massa karena promosinya jarang menggunakan media," ucap Alwahono.  

Alexander Mering selaku Direktur Allsysmedia menerangkan pengguna internet khusus Indonesia saat ini mencapai 204,7 juta per Januari 2022. Jumlah pengguna internet yang besar itu berdasarkan riset dari Katadata.id, menurut Mering, belum dimanfaatkan dengan optimal oleh insan pertambangan.

Dia memberikan kasus saat mengetik kata kunci keselamatan pertambangan yang hanya sempat populer dicari pada tanggal tertentu saja tidak awet selamanya.

"Kata dari Keselamatan Pertambangan sempat mencuri perhatian di kata pencarian pada 19-25 Desember 2021. Setelah itu menurun, dan rendah sampai sekarang. Tidak banyak kata kunci keselamatan pertambangan dan tidak populer di internet," kata Mering.

Ketua APKPI Bidang Media dan Publikasi Sudirgo Dihardjo mengutarakan menjadi pekerjaan rumah agar semangat komunikasi tentang budaya safety menjadi kebiasaan yang ditulis oleh insan pertambangan.

"Ini PR kita bersama, belum fokus menuliskan tentang budaya safety. Teman-teman insan pertambangan sesungguhnya mempunyai pengalaman dan tinggal dituangkan saja dalam bentuk tulisan dan sekaligus maka memperkaya ragam kisah pertambangan di media minesafety.id," ujar Sudirgo.

Dewan Penasehat APKPI Candra Satrya mengatakan keberadaan minesafety.id semestinya menjadi kesempatan besar sebagai sarana komunikasi yang harus diambil peluangnya mengabarkan tentang substansi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Saya melihat ini opportunity sarana komunikasi, bicara substansi K3 tentang hazard, risk, hingga manajemen sistem. Dengan melalui tulisan di media, kita menulis tentang pengalaman-pengalaman yang kita alami di lapangan. Belum lagi berbicara K3 dari aspek teknologi yang banyak sekali topiknya dari teknologi kontrol risiko, teknologi big data dan lainnya," ungkap Candra.

Pemimpin Redaksi Minesafety.id, Yanuarius Viodeogo mengatakan kisah sukses insan pertambangan di Indonesia dalam mengelola keselamatan pertambangannya tidak hanya puas ingin untuk dikonsumsi oleh publik dalam negeri saja tetapi juga orang dari belahan dunia lainnya.

"Dunia perlu tahu, bahwa Indonesia mampu mengelola keselamatan pertambangan dengan baik. Dengan adanya media sosial, seperti facebook, instagram, dan lainnya maka mereka tahu bagaimana insan pertambangan berkomitmen menerapkan cara keselamatan pertambangan yang sukses dan mereka bercermin dan menerapkannya di keselamatan pertambangan mereka," kata Yanuarius.

Majalah Mine Safety Edisi Perdana Terbit di Titik Nol Kilometer Barat Indonesia

Direktur APKPI Alwahono memperlihatkan majalah Mine Safety edisi perdana yang terbit di titik nol kilometer barat Indonesia. Foto: Mine Safety

MINESAFETY -- Majalah agregasi informasi keselamatan pertambangan, Mine Safety terbit di Provinsi Aceh tepatnya titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh), pada Rabu 12 Januari 2022. Ini menjadi kabar gembira untuk para pembaca khususnya tentang keselamatan pertambangan.

Sekarang segala informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan keselamatan operasional (KO) dapat anda baca dalam bentuk majalah baik digital dan fisik. 

Majalah Mine Safety edisi perdana volume 01 dan Nomor 01 periode Oktober-Desember 2021 ini mengangkat laporan utama mengenai sejarah lahirnya APKPI dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). 

Dalam edisi laporan khusus, kami mengangkat artikel dengan judul Safe Walau bekerja Dari Sudut Paling Kritis. Selain itu, kami memiliki artikel untuk rubrik corporate social responsibility (CSR) dari Grup Adaro dan PT Mifa Bersaudara. 

Ketua Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto dan Direktur APKPI Alwahono menggenggam majalah Mine Safety edisi perdana dan buku Resilient Safety Leadership (RSL). 

Kami juga menyajikan hiburan berupa humor tambang sebagai menu ringan untuk dibaca dari Mine Safety yang tidak dimiliki oleh media sekelasnya. 

Dengan pengelolaan dua kanal yang dilahirkan ini sebagai realisasi visi dan misi serta program kerja organisasi. 

Segenap awak redaksi mengucapkan selamat menikmati seluruh sajian majalah Mine Safety (e-magazine). 



Harapan 2022 Dari Mine Safety Bagi Pembaca.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Foto: Pixabay

Catatan Redaksi

MINESAFETY - Masuk awal tahun 2022 ini semua orang ingin menjalani segala sesuatu lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah hampir 2 tahun lalu, pandemi Covid-19 menghambat aktivitas maka berharap pada 2022 ini kegiatan dapat berlangsung lancar lagi. Begitu pula dengan dunia keselamatan kerja di bidang pertambangan. 

Tantangan demi tantangan masih terasa terjadi dalam industri ini tetapi para pebisnis dan pekerja tambang mulai mampu mengatasi kekurangan dan hambatan dengan solusi-solusi terbaiknya. Hal itu, terlihat salah satunya misal dari adaptasi kegiatan yang dialihkan melalui daring atau online supaya sosialisasi, program kerja dan gagasan menekan angka kecelakaan kerja tersampaikan lebih efektif dan efisien. Berbagai metode lain dilaksanakan untuk memperbanyak ruang komunikasi sebagai upaya menekan angka kecelakaan kerja sekecil mungkin. 

Begitu pula dengan kami, dari redaksi Mine Safety merasakan hal sama seperti dialami para pembaca. Kami menyadari bahwa pandemi Covid-19 cukup mengganggu aktivitas kerja. Ruang komunikasi dan gerak terasa sekali terhambat. Namun demikian, roda kehidupan harus terus berjalan dan berputar.

Mesin kehidupan tidak boleh berhenti lama. Selama masih bernapas, maka ada jalan untuk membuat perubahan lebih baik. Kami tidak ingin berhenti memberikan informasi terbaik untuk para pembaca.  

Media ini akan terus menyajikan informasi terkini, komprehensif dan rujukan bagi para pembaca tentang keselamatan kerja khususnya keselamatan kerja di dunia pertambangan. Kami sangat bersemangat sekali memulai tahun 2022 ini dengan optimistis kerja begitu tinggi. 

Oleh karena itu, kami Mine Safety meyakini dengan saling bahu membahu, bergandengan tangan dan mendukung satu sama lain maka semoga 2022 dapat berjalan sesuai dengan target. Kami dari redaksi sekali lagi mengucapkan selamat Tahun Baru 2022. 

Hari Kesehatan Nasional Ke-57 Momentum Mengatasi Penyakit Pekerja Tambang

Logo Hari Kesehatan Nasional Ke-57 2021

MINESAFETY -- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis data Kecelakaan Penyakit Tenaga Kerja (KAPTK) sejak 2017 sampai dengan 2020 terjadi peningkatan kecelakaan penyakit dari tahun ke tahun. Dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh setiap 12 November bisa menjadi pengingat bagi manajemen perusahaan tambang agar lebih serius memperhatikan persoalan penyakit para pekerja tambangnya. 

Dalam satu diskusi webinar Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKI), Kementerian ESDM memaparkan pada 2017 KAPTK sebanyak 3 kasus, pada 2018 ada 7 kasus, meningkat pada tahun berikutnya 2019 sebanyak 13 kasus dan terjadi penurunan pada 2020 ada 11 kasus. 

Menurut Inspektur Tambang Ahli Muda Theodora Octavina, pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap permasalahan kesehatan tenaga kerja pertambangan yang masuk dalam kategori KAPTK. "Ada pekerja tambang meninggal secara tiba-tiba karena memiliki penyakit. Itu hasil investigasi kami di lapangan," kata Theodora dalam satu diskusi webinar APKPI. 

Berkaca dari laporan Kementerian ESDM itu, redaksi menilai sudah semestinya peringatan HKN sebagai alarm pengingat bagi manajemen perusahaan agar tidak sekadar tahu saja tetapi peka melihat persoalan kesehatan atau penyakit yang diderita para pekerjanya. 

Manajemen harus melihat kejadian dialami pekerjanya sebagai persoalan serius untuk diatasi bersama. Pasalnya, jangan pernah main-main dengan penyakit yang diderita mereka karena berakibat fatal terhadap keselamatan kerja. 

Peringatan HKN ke-57 tahun 2021 ini, seharusnya menjadi momentum bagi manajemen dalam menekan angka persoalan kesehatan kerja di tambang. Tema HKN tahun ini Sehat Negeriku Tumbuh Indonesia selaras dengan logo yang berwarna biru melambangkan unsur sehat, kepercayaan dan integritas. Warna hijau mencerminkan efek ramah, hangat, dan semangat melayani. Terakhir warna orange melambangkan adaptasi, semangat pantang menyerah. 

Memang peringatan HKN tahun ini terkait pandemi Covid-19 tetapi jika dikaitkan dengan pekerjaan lain sangat sejalan dengan logo HKN yang menggambarkan semangat kerjasama, kolaborasi dan gotong royong elemen kesehatan dan masyarakat. Artinya perusahaan tidak boleh lepas tangan saja kepada penyakit pekerja tambang bahwa bukan tanggung jawab mereka. Padahal penyakit yang dialami pekerja tambang adalah tanggung jawab bersama demi kelangsungan roda perusahaan. 

Penyakit timbul tidak bisa dilepas ketika merekrut para pekerja. Harus diingat bahwa perusahaan dituntut melakukan pemeriksaan awal kesehatan pekerja. Saat proses rekrut itu, perusahaan tentu tidak sembarang menerima pekerja yang punya penyakit yang mengganggu kerjanya nanti di industri yang penuh risiko tinggi kecelakaan ini. Dalam menjaga kesehatan bekerja, perusahaan juga tidak boleh menutup mata dengan tidak menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni demi performa karyawan yang optimal. 

Rasanya tidak lengkap jika bicara HKN melirik sejarah munculnya peringatan HKN. Kehadiran HKN berawal saat malaria mendera Indonesia pada era 1950-an silam. Ratusan ribu jiwa masyarakat Indonesia terenggut karena malaria. Pemerintah ketika itu kerja keras mengatasi penyakit mematikan tersebut. 

Bahkan, pemerintah membentuk Dinas Pembasmian Malaria di setiap daerah. Presiden Soekarno secara simbolis memberantas malaysia dengan melakukan penyemprotan di Desa Kalasan, Yogyakarta pada 12 November 1959 yang kini tanggal itu diperingati sebagai HKN. 

Upaya-upaya lain terus dilakukan pemerintah melibatkan pihak swasta, tenaga kesehatan dan partisipasi menyeluruh masyarakat. Hingga terkenal ada Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM) yang dibentuk pemerintah pada 1963 sebagai bentuk keseriusan menangani malaria. Penyakit tersebut akhirnya bisa teratasi dan penduduk Indonesia saat itu berjumlah 63 juta jiwa terlindungi dari malaria. 

Sebagai keberhasilan menangani wabah massal malaria itu maka diperingati setiap bulan November tanggal 12 sebagai HKN untuk mengenang bahwa komponen bangsa ini bahu membahu bersama-sama mengatasi masalah kesehatan. 

Jika melihat peristiwa masa lalu tersebut sudah sepantasnya elemen masyarakat Indonesia menaruh kepedulian kesehatan masyarakat di atas segala-segalanya. Begitu juga dengan para manajemen perusahaan tambang, mereka mempunyai moral memperhatikan karyawannya di kantor dan area tambang dari penyakit yang mengancam jiwa yang mengganggu pekerjaannya. 

HKN semestinya menjadi cambuk agar perusahaan tambang untuk lebih baik dan lebih baik lagi peduli kesehatan pekerjanya. Perusahaan menyediakan fasilitas deteksi dini mencegah penyakit pekerjanya lebih parah lagi. 

Selamat Hari Kesehatan Nasional

Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan


Untuk menjadi resilient maka kita tentunya perlu memiliki kemampuan untuk mengelola risiko. Ini merupakan kompetensi mutlak untuk dapat menghadapi semua situasi yang mungkin akan terjadi. Dalam pendekatan modern, pengelolaan kemampuan organisasi dalam mengelola keselamatan perlu dikelola dalam sistem manajemen yang terintegrasi dengan sistem lainnya. 

Sistem manajemen keselamatan untuk pertambangan di Indonesia dikenal dengan Sistem Manajemen keselamatan pertambangan (SMKP) Minerba. Pengelolaan keselamatan terbaik adalah dikelola dalam sistem manajemen.

Di Indonesia keselamatan pertambangan diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 38 Tahun 2014 tentang Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan (SMKP). Permen yang disahkan pada 30 Desember 2014 tersebut mewajibkan setiap perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral dan batubara baik IUP/IUPK (Izin Usaha Pertambangan/Khusus) maupun IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan) menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan. 

Lahirnya Permen ESDM No. 38 Tahun 2014 ini dilatarbelakangi karena adanya regulasi-regulasi pemerintah sebelumnya yang mewajibkan pengawasan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO).  Selain itu, UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) pada pasal 96 menyatakan Pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan ketentuan K3 Pertambangan dan KO Pertambangan.

Pernyataan di atas diperkuat dengan adanya PP No. 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral Batubara (pasal 16, 26, dan 27), bahwa Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha pertambangan yang memegang ijin, pengawasan tersebut meliputi K3 Pertambangan dan KO Pertambangan. 

Di samping itu, PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3 pada pasal 4 ayat 2 menyatakan bahwa Instansi Pembina sektor usaha dapat mengembangkan Pedoman Penerapan SMK3 sesuai dengan kebutuhan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan beberapa regulasi tersebut maka beberapa orang yang berasal dari praktisi keselamatan pertambangan seperti KTT dan HSE Manager, akademisi, konsultan, dan Inspektur Tambang mengembangkan suatu sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Setelah beberapa kali pertemuan yang dimulai sejak 13 Desember 2012 sampai Oktober 2014, akhirnya lahirlah Permen ESDM No. 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Pada tahun 2018 sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia perihal deregulasi maka peraturan-peraturan di Kementrian ESDM mengalami perubahan-perubahan. Dasar hukum SMKP yang kala itu adalah Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 Pasal 18 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara, Keputusan Menteri ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 Lampiran IV tentang Pedoman Pelaksaan Kaidah Teknik Pertambangan yang baik, serta Keputusan Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM No.185.K/37.04/DJB/2019 Lampiran II tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, maka semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan wajib untuk membuat dan memiliki sebuah sistem sebagai pedoman dan panduan yang mengatur serta menjamin keselamatan pada karyawan maupun mengawal jalannya proses pertambangan itu sendiri mulai dari hulu sampai ke hilir tanpa terkecuali.

Pekerja Tambang Tewas Tertimpa Batu

 


Seorang pekerja tambang pasir milik PT. Lumajang Jaya Sejahtera (LJS) tewas tertimpa batu saat proses mengayak pasir. Pekerja itu bernama Sukor, warga setempat. Polisi menduga ada unsur kelalaian dalam proses penambangan oleh pihak PT. LJS sehingga memakan korban jiwa. Anggota Polsek Candipuro, Lumajang, langsung memasang garis polisi, di lokasi tambang pasir aliran Gunung Semeru milik tersebut.

AKP Ernowo, Kapolsek Candipuro, mengatakan, kejadian itu berawal saat korban sedang melakukan proses meratakan pasir di atas truk. "Pada saat excavator mengisi pasir di atas truk yang sudah dipasang screen atau alat saring pasir, tiba-tiba ada batu berukuran besar yang terpental dan mengenai tubuh korban yang kebetulan sedang istirahat di belakang truk, akibatnya korban mengalami patah tulang serius," jelas AKP Ernowo. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasirian, untuk mendapatkan perawatan. Baca selengkapnya

Kecelakaan Kerja di Tambang PT LJS, 1 Pekerja Tewas

 


Polres Lumajang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja di area pertambangan galian C (pasir dan batu) milik PT. Lumajang Jaya Sejahtera (LJS).

Satu orang pekerja tewas akibat kecelakaan kerja di lokasi tambang yang ada di Dusun Kampung Baru, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/7/2019).

Korban tewas diketahui bernama Sukor (51) yang juga merupakan warga Dusun Kampung Baru. Rumahnya berada di dekat kawasan penambangan.

Kronologis kejadian kecelakaan kerja ini, menurut Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, korban yang bekerja meratakan pasir di areal pertambangan tertimpa sebuah batu berukuran besar. Baca selengkapnya

Tambang Batu Bara Meledak, 8 Pekerja China Hilang

 


Tambang batu bara di Provinsi Shaanxi, China, Rabu (4/11/2020) siang waktu setempat, meledak sehingga menyebabkan delapan pekerja tidak diketahui nasibnya.

Pada saat peristiwa tersebut terjadi di areal pertambangan batu bara di Distrik Yintai, Kota Tongchuan, pada pukul 13.00 waktu setempat (Rabu pukul 12.00 WIB) terdapat 42 pekerja yang sedang melakukan aktivitas di bawah tanah.

Tim SAR setempat berhasil mengevakuasi 34 pekerja lainnya dalam keadaan selamat.

Sampai saat ini pencarian korban dan pemindahan puing-puing akibat ledakan masih terus dilakukan, demikian media China.

Menurut catatan, kecelakaan tambang di provinsi barat laut China itu yang kedua kalinya dalam 13 bulan terakhir.

Pada 27 Oktober 2019 sebanyak lima orang tewas dan tiga lainnya hilang setelah satu unit kendaraan penguji meledak di lokasi tambang minyak di Provinsi Shaanxi, tepatnya di Distrik Qilicun, Kota Yan'an, yang kaya kandungan minyak dan gas. Baca selengkapnya

Kuliah Umum Bersama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI)

 


Pada hari Selasa, 31 Mei 2016 telah terlaksana kegiatan kuliah umum K3 dengan tema “Membentuk generasi berbudaya K3” bersama APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia). Seminar ini diadakan di Gedung Serbaguna ULM Banjarbaru dengan total kurang lebih 300 peserta dari berbagai program studi.

Kegiatan kuliah umum tersebut dibuka oleh Wakil Dekan III Bapak Nurhakim, MT. Narasumber seminar ini yaitu Bapak Sapari (Direktur PJK3) dan Bapak Masyhur (Manager HSE PT. THIESS Indonesia). Bapak Sapari selaku direktur PJK3 Memberikan materi System Management Keselamatan Petambangan dan Bapak Mashur Selaku Manager HSE PT. THIESS Indonesia memberikan materi tentang Safety Leadership. Kegiatan Seminar ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan APKPI Jakarta, APKPI Kalimantan Timur, APKPI Kalimantan Selatan, dan PT. Adaro Indonesia.

Materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Sapari tentang “System Management Keselamatan Pertambangan.” Peraturan tentang system manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara telah disusun berdasarkan PERMEN ESDM No. 38 Tahun 2014. Adana peraturan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan tentang system manajemen keselamatan pertambangan dan memberikan kiat/ motivasi penerapan system manajemen keselamatan pertambangan minerba dalam berkarya dan keseharian untuk menjadi bagian masyarakat berbudaya K3. Diakhir materi yang disampaikan belaiu berpesan “dalam engelola system manajemen Keselamatan Petambangan kita harus membulatkan tekad hati, pikiran jiwa, dan raga semoga tetap sehat, selamat, sejahtera, dan sukses selalu”.

Setelah menerima materi tentang system manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara. Kemudian, dilanjutkan dengan materi kedua dari Bapak Mashur tentang “Safety Leadership.” Beliau berpengalaman selama 24 tahun di industri pertambangan dan konstruksi, meliputi Mining engineering, Mining operasi, Safety management, audit dan training. Menurut Bapak Mashur Safety leadership adalah kwalitas personal yang harus ditunjukkan oleh seorang leader dan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang leader. Bacaselengkapnya

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI