Showing posts with label Pengantar. Show all posts
Showing posts with label Pengantar. Show all posts

Majalah Mine Safety Edisi Perdana Terbit di Titik Nol Kilometer Barat Indonesia

Direktur APKPI Alwahono memperlihatkan majalah Mine Safety edisi perdana yang terbit di titik nol kilometer barat Indonesia. Foto: Mine Safety

MINESAFETY -- Majalah agregasi informasi keselamatan pertambangan, Mine Safety terbit di Provinsi Aceh tepatnya titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh), pada Rabu 12 Januari 2022. Ini menjadi kabar gembira untuk para pembaca khususnya tentang keselamatan pertambangan.

Sekarang segala informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan keselamatan operasional (KO) dapat anda baca dalam bentuk majalah baik digital dan fisik. 

Majalah Mine Safety edisi perdana volume 01 dan Nomor 01 periode Oktober-Desember 2021 ini mengangkat laporan utama mengenai sejarah lahirnya APKPI dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). 

Dalam edisi laporan khusus, kami mengangkat artikel dengan judul Safe Walau bekerja Dari Sudut Paling Kritis. Selain itu, kami memiliki artikel untuk rubrik corporate social responsibility (CSR) dari Grup Adaro dan PT Mifa Bersaudara. 

Ketua Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto dan Direktur APKPI Alwahono menggenggam majalah Mine Safety edisi perdana dan buku Resilient Safety Leadership (RSL). 

Kami juga menyajikan hiburan berupa humor tambang sebagai menu ringan untuk dibaca dari Mine Safety yang tidak dimiliki oleh media sekelasnya. 

Dengan pengelolaan dua kanal yang dilahirkan ini sebagai realisasi visi dan misi serta program kerja organisasi. 

Segenap awak redaksi mengucapkan selamat menikmati seluruh sajian majalah Mine Safety (e-magazine). 



Terus Menguat, Harga Batu Bara Acuan Juni Tertinggi Selama 2021



Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Indonesia pada Juni 2021 sebesar US$ 100,33 per ton. Angka tersebut naik US$ 10,59 per ton dibandingkan Mei, yakni US$ 89,74 per ton. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2018, yaitu US$ 97,90 per ton. 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan beberapa faktor di balik tren kenaikan harga batu bara dalam dua bulan terakhir. Faktor pendorong utamanya adalah peningkatan permintaan dari Tiongkok akibat periode musim hujan di negara tersebut, serta semakin tingginya harga batu bara domestik Tiongkok.

"Kenaikan permintaan (Tiongkok) untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik," kata Agung seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (2/6). Agung menambahkan musim hujan ekstrem, juga turut memperketat kapasitas pasokan batubara Tiongkok. Faktor ini yang memicu harga batu bara global ikut terimbas naik.

Perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya. 

Sebagai catatan, nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka pada level US$ 5,84 per ton di Januari, HBA naik pada Februari menjadi US$ 87,79 per ton. Pada Maret, harganya sempat turun menjadi US$ 84,47 per ton.   Sementara dalam dua bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan. Pada April sebesar US$ 86,68 per ton dan menjadi US$ 89,74 pada Mei.

Perubahan HBA diakibatkan oleh faktor turunan supply (pasokan) dan faktor turunan demand (permintaan). Faktor turunan supply dipengaruhi season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara pemasok, hingga teknis di rantai pasok distribusi seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro. Nilai HBA bulan Juni ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan. 

 

APKPI Kalimantan Timur Terbentuk

 


Perusahaan-perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur,  kini sudah memiliki Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI). Pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah APKPI Kalimantan Timur, dilakukan oleh Direktur APKPI, Edy Saptono pada 14 November 2015, di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pengukuhan Ketua DPW APKPI Kalimantan Timur, ditandai dengan penyematan pin dan penyerahan bendera APKPI kepada Boorlian Satryana, selaku Ketua APKPI DPW Kalimantan Timur. Pengukuhan tersebut dilakukan bersamaan dengan penutupan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Strategi Implementasi Sistim Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP ) angkatan XII, yang diprakarsai oleh APKPI Pusat dan Kementrian ESDM di Hotel Horison sejak tanggal 10 sampai 14 Nopember 2015.

Dalam pemaparannya, Edy Saptono menyampaikan sejarah pembentukan APKPI, visi misi, struktur kepengurusan APKPI Pusat dan program kerja utamanya. “APKPI wilayah Kaltim merupakan media bagi setiap perusahaan tambang di wilayah Kaltim, untuk memperoleh setiap informasi mengenai keselamatan. Karena salah satu tugas (APKPI) adalah mensosialisikan permen no 38 tahun 2014, kepada setiap perusahaan tambang”, kata Edy Saptono.

Hadir pada kesempatan itu, Kasubdit Teknis Pertambangan Ditjen Minerba Kementerian ESDM Eko Gunarto yang juga menjabat sebagai Pembina APKPI. Dalam sambutannya, Eko mengharapkan dengan pengukuhan DPW APKPI Kalimantan Timur, akan menjadi wadah bagi semua perusahaan pertambangan di wilayah Kalimantan Timur untuk berbagi informasi dalam hal keselamatan di sektor pertambangan, dalam rangka mendukung operasi pertambangan yang produktif, efektif dan efisien.

APKPI, imbuhnya diharapkan  akan menjadi jembatan untuk menghasilkan kesamaan dalam penerapan kaidah-kaidah keselamatan pertambangan melalui disahkannya permen ESDM no 38 tahun 2014 tentang Penerapan Sistim Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara.

APKPI merupakan asosiasi profesi keselamatan pertambangan, beranggotakan praktisi-praktisi pertambangan mineral dan batubara. APKPI diharapkan akan menjadi wadah informasi di sektor pertambangan, khususnya dalam hal keselamatan. APKPI dibentuk pada pertemuan teknis Kepala Inspektur Tambang (KAIT ) dan Kepala Teknik Tambang (KTT) tanggal 29 Nopember 2013, di Jakarta, dengan pengukuhan Akta Notaris Nomor 07 tanggal 17 April 2014.

Program kerja pertama dari pembentukan APKPI ini adalah mensosialisasikan peraturan menteri ESDM no 38 tahun 2014 melalui seminar, dan DIKLAT. DIKLAT yang diselenggarakan di Samarinda pada November tahun ini, merupakanpendidikan dan pelatihan angkatan ke XII yang dihadiri oleh 60 peserta dari perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan. Bacaselengkapnya

Kuliah Umum Bersama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI)

 


Pada hari Selasa, 31 Mei 2016 telah terlaksana kegiatan kuliah umum K3 dengan tema “Membentuk generasi berbudaya K3” bersama APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia). Seminar ini diadakan di Gedung Serbaguna ULM Banjarbaru dengan total kurang lebih 300 peserta dari berbagai program studi.

Kegiatan kuliah umum tersebut dibuka oleh Wakil Dekan III Bapak Nurhakim, MT. Narasumber seminar ini yaitu Bapak Sapari (Direktur PJK3) dan Bapak Masyhur (Manager HSE PT. THIESS Indonesia). Bapak Sapari selaku direktur PJK3 Memberikan materi System Management Keselamatan Petambangan dan Bapak Mashur Selaku Manager HSE PT. THIESS Indonesia memberikan materi tentang Safety Leadership. Kegiatan Seminar ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan APKPI Jakarta, APKPI Kalimantan Timur, APKPI Kalimantan Selatan, dan PT. Adaro Indonesia.

Materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Sapari tentang “System Management Keselamatan Pertambangan.” Peraturan tentang system manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara telah disusun berdasarkan PERMEN ESDM No. 38 Tahun 2014. Adana peraturan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan tentang system manajemen keselamatan pertambangan dan memberikan kiat/ motivasi penerapan system manajemen keselamatan pertambangan minerba dalam berkarya dan keseharian untuk menjadi bagian masyarakat berbudaya K3. Diakhir materi yang disampaikan belaiu berpesan “dalam engelola system manajemen Keselamatan Petambangan kita harus membulatkan tekad hati, pikiran jiwa, dan raga semoga tetap sehat, selamat, sejahtera, dan sukses selalu”.

Setelah menerima materi tentang system manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara. Kemudian, dilanjutkan dengan materi kedua dari Bapak Mashur tentang “Safety Leadership.” Beliau berpengalaman selama 24 tahun di industri pertambangan dan konstruksi, meliputi Mining engineering, Mining operasi, Safety management, audit dan training. Menurut Bapak Mashur Safety leadership adalah kwalitas personal yang harus ditunjukkan oleh seorang leader dan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang leader. Bacaselengkapnya

APKPI Siap Sukseskan Penerapan SMKP Minerba


 

Bagi kalangan pertambangan, nama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) mungkin belum akrab di telinga. Tetapi bagi pegiat keselamatan di sektor pertambangan nama asosiasi ini sudah sangat melekat.

Asosiasi ini dibentuk untuk membantu anggota, perusahaan, dan pemerintah dalam peningkatan pengetahuan dan kompetensi sumber daya manusia, serta aspek penting lain yang terkait erat dengan keselamatan pertambangan.

Muara dari setiap upaya ini tidak lain mewujudkan operasi pertambangan mineral dan batu bara Indonesia yang aman, sehat, ramah lingkungan, produktif dan efisien, berdaya saing di dunia internasional.

Direktur APKPI Edy Saptono menjelaskan, bahwa bersamaan dengan penyusunan SMKP dimulai upaya membentuk wadah atau organisasi keselamatan Pertambangan. Wadah ini dibangun dengan semangat mengawal penerapan SMKP dan sebagai forum komunikasi keselamatan pertambangan.

Akhirnya pada 29 November 2013 di hadapan para kepala teknik tambang se-Indonesia terbentuklah wadah atau organisasi keselamatan ini. Wadah ini kemudian sepakat diberi nama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan (APKPI) dengan para pengurus adalah para praktisi keselamatan yang ikut serta dalam merumuskan SMKP.

Dalam visinya, asosiasi berniat menjadikan APKPI sebagai suatu organisasi yang mampu membentuk budaya keselamatan pertambangan Indonesia bertaraf internasional.

Visi ini kemudian dijabarkan dalam misi yakni mengembangkan kompetensi profesional keselamatan pertambangan, memberikan pelayanan kemitraan kepada para pihak pemangku kepentingan, menjadi wadah komunikasi dan informasi bagi para profesional keselamatan pertambangan.

Menurut Direktur APKPI Edy Saptono, ke depan yang menjadi prioritas asosiasi adalah menyusun materi sosialisasi SMKP yang nantinya akan disampaikan kepada seluruh perusahaan dan para pihak yang membutuhkan. Materi sosialisasi itu diperuntukkan bagi para eksekutif atau manajemen puncak dan pemilik perusahaan, manajemen lokasi tambang, untuk para pekerja keselamatan, dan praktisi keselamatan pertambangan. Baca selengkapnya

APKPI Periode 2020-2024 Siap Hadapi Revolusi Industrri 4.0


Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) secara resmi mengukuhkan kepengurusan DPP APKPI Periode 2020-2024 secara virtual dengan dihadiri lebih kurang 1.000 orang, Sabtu (9/1/2021). Baca juga: Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km, Tinggi Kolong 500 Meter

Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan kegiatan seminar bertema “Strategi Menghadapi Tantangan Perkembangan Teknologi 4.0 di Pertambangan Mineral dan Batubara” menghadirkan nara sumber Dr Lana Saria, S.Si, M.Si, Frans Kesuma dan Ridwan Z. Syaaf, Drs (Psi), MPH.

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001.K/APKPI/XII/2020, Struktur Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) APKPI terdiri dari Pelindung: Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Pembina: Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Pengawas: Eko Gunarto, Dewan Penasehat: MS Marpaung, Bambang Susigit, Candra Satrya, Dwi Pudjiarso, Dewan Pendiri: seluruh pendiri APKPI, Direktur APKPI: Alwahono, Sekretaris Jenderal: Ade Kurdiman, Bendahara Umum: Rahmad Subagyo.

Acara ini juga terselenggara atas dukungan Kementerian ESDM Dirjen Minerba dan Direktorat Teknik Lingkungan dan Minerba, PT Lana Harita Indonesia, PT Pama Persada Nusantara, PT Prodia Husada, PT Kalimantan Prima Persada, PT Putra Perkasa Abadi, PT Kideko Jaya Agung, PT Agen Co Resources, PT Gagas Evirotex Indonesia, PT Mitra Usaha Katiga, PT Sapta Indra Sejati, CV Optik Juara, PT IndoShe, PT Allsys Solutions, PT Petrosea Tbk, dan Lembaga Sertifikasi Profesi GBPP.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur APKPI, Alwahono mengatakan, melimpahnya kekayaan mineral maupun batubara yang diciptakan oleh Allah SWT mampu menghidupi bangsa Indonesia yang besar ini jika dikelola dengan bijaksana. Kekayaan mineral dan batubara bukan sesuatu yang patut dibanggakan karena itu adalah pemberian Sang Pencipta, namun harus kita syukuri. Kita akan bangga apabila dapat mengelolanya dengan baik. Untuk itu, melalui APKPI kita berharap dapat berperan serta dalam pengelolaan pertambangan terbaik, terutama yang berkaitan dengan keselamatan pertambangan. Baca selengkapnya




© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI