Showing posts with label Lapsus. Show all posts
Showing posts with label Lapsus. Show all posts

APKPI Bikin FGD Mengukur Safety Maturity Level Keselamatan Pertambangan

Direktur APKPI Alwahono saat memberikan penjelasan FGD Safety Maturity Level. Foto: APKPI

Penulis: Yanuarius Viodeogo Seno

MINESAFETY -- Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) sedang menyusun instrumen panduan tingkatan budaya keselamatan di perusahaan yang hasil akhirnya dalam bentuk artikel ilmiah untuk dipublikasikan ke jurnal internasional.

Pelaksanaan menyusun instrumen tersebut terus digodok berkesinambungan melalui Forum Group Discussion (FGD) oleh DPP APKPI bidang Riset dan Pengembangan sebagai yang mengepalai proyek ini. FGD juga digelar di sejumlah perusahaan-perusahaan pertambangan mineral dan batu bara, perguruan tinggi, dan bersama pemerintah selama 2 minggu dengan tema FGD 'Instrumen Pengukuran Safety Maturity Level'.

Latar belakang APKPI berinisiatif membuat panduan tingkatan kinerja keselamatan pertambangan tersebut, berawal dari pengamatan Keputusan Dirjen ESDM No. 185.K/37.04/DJB/2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan Mineral dan Batubara. Di dalam Kepdirjen itu belum ada pasal khusus instrumen mengukur kinerja keselamatan pertambangan.

Direktur APKPI Alwahono mengatakan dalam mengevaluasi kinerja karyawan khususnya perusahaan pertambangan mesti ada panduan tingkatan-tingkatan kinerja keselamatan pertambangan (KP) karyawan yang dipakai oleh pihak perusahaan atau pihak luar. Panduan itulah saat ini yang sedang dibahas oleh APKPI melalui FGD.

"Acuan atau rujukan penerapan evaluasi kinerja karyawan di perusahaan pertambangan ini diawali dengan riset terlebih dahulu, sekarang FGD. Setelah FGD, kami akan uji coba ke sejumlah perusahaan-perusahaan, di situ kami mengukur Safety Maturity Level perusahaannya," kata Alwahono kepada Minesafety, Kamis (14 Juli 2022).

Menurutnya, perusahaan-perusahaan minerba berharap ada panduan metode untuk mengukur kinerja keselamatan pertambangan. Maka Dari itu, papar Alwahono, APKPI melalui bidang Riset dan Pengembangan  serius mendiskusikannya supaya ada bentuk nyata panduan pengukuran tersebut terpublikasi secara ilmiah dan terbit di jurnal internasional. 

Ketua DPP Bidang Riset dan Pengembangan APKPI Joko Triraharjo saat memaparkan tujuan riset. Foto: APKPI
Ketua bidang Riset dan Pengembangan APKPI Joko Triraharjo mengatakan metodologi menyusun instrumen tersebut melalui berbagai pendekatan seperti pendekatan akademisi dengan mengajak pihak perguruan tinggi memberikan pandangannya terhadap riset yang dijalankan. Sejauh ini, ada dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegero (UNDIP) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, Joko Triraharjo juga turut menyampaikan bahwa perlu adanya pendekatan dari industri seperti dari perusahaan pertambangan minerba dan kontraktor pertambangan, selanjutnya pendekatan hukum dan politik seperti mengajak Kementerian ESDM dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk berdiskusi kepada APKPI.

"Ternyata tingkat mengukur budaya keselamatan masing-masing perusahaan berbeda. Dari universitas ini berbeda dengan universitas lain maka harus ada acuan nih alat ukurnya. Hal tersebut sama seperti kita ingin mengukur berat badan tapi timbangannya berbeda, pasti hasilnya tidak akan relevan. Berangkat dari sana, kami membutuhkan instrumen pengukuran yang sama," ujar Joko.

Joko mengatakan jika tidak ada hambatan, FGD berlangsung selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan indikator selma 1 bulan dan uji tes instrumen kepada insan tambang sebagai sample untuk melihat hasil akhir dari pengukuran kinerja keselamatan pertambangan karyawan.

Tim APKPI terdiri dari Direktur Alwahono (enam dari kanan), Dewan Pengawas Eko Gunarto (empat dari kiri), Sekjen APKPI Ade Kurdiman (dua dari kiri), Ketua Riset dan Pengembangan APKPI Joko Triraharjo (kemeja putih ID card tengah) dan manajemen PT Putra Perkasa Abadi (PPA). Foto: APKPI

Sekjen APKPI Ade Kurdiman mengutarakan setelah FGD ini, menguji instrumen ini melalui sampling ke beberapa perusahaan mengikuti kaidah ilmiah, tahap selanjutnya APKPI memberikan masukan kepada pemerintah terutama Kementerian ESDM juga mendengarkan masukan pandangan mereka terhadap hasil riset APKPI. Baru setelah itu, tahap pentingnya mempublikasikan ke jurnal internasional.

"Di dalam Kepdirjen 185/2019 itu masih diperlukan pedoman turunan untuk menilai 5 tingkatan kinerja Keselamatan Pertambangan. Oleh karena itu, kami APKPI berinisiatif menyusun instrumen tersebut dan nanti dijadikan usulan kepada pemerintah, dan pihak terkait sebagai pedoman penilaian safety culture maturity level pertambangan di perusahaan masing-masing," kata Ade.  

Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto mengatakan tingkatan yang diukur dari terendah hingga ketingkatan paling tinggi yaitu, dasar-reaktif-terencana-proaktif dan resilient sebagai tingkatan tertinggi budaya keselamatan karyawan.

"Penilaian itu berupa kuesioner, peninjauan lapangan, inspeksi, untuk mencari tahu seperti apa keterlibatan karyawan, tanggung jawab pemimpin, kinerja keselamatan (statistik), dan upaya-upaya pengendalian lainnya sampai kita bisa mengetahui sejauh mana levelnya. Apakah pada tingkatan dasar atau sudah pada resilient. Peniliannya bisa dilakukan oleh asesor perusahaan itu sendiri, atau dari eksternal," terang Eko.

Kala Mahasiswa Antropologi Untan Bikin Peta Digital Dari Praktisi Tambang

Mahasiswa dan Donatius BSE Praptantya selaku pengajar Antropologi Sosial, Untan Pontianak sedang mengamati materi pelatihan Quantum GIS dari Kalbar Mineral Center (KMC). Foto: Prodi Antropologi Sosial Untan.
Penulis: Yanuarius Viodeogo Seno

MINESAFETY -- Mahasiswa Antropologi Sosial, Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak begitu serius mendalami pembelajaran Sistem Informasi Geospasial (SIG) sebagai rangkaian pembuatan peta digital. Pelatihan itu untuk menambah softskill mendesain peta digital yang nanti berguna saat menulis publikasi ilmiahnya agar menarik bagi pembaca.

Cristo Rodento Manalu, mahasiswa semester 6 Program Studi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Untan Pontianak tampak sedang mengulik software Quantum GIS (QGIS)-aplikasi peta digital, di ruangan pascasarjana kampus FISIP Untan. Dari layar laptop Cristo dan 30 teman-teman satu angkatannya itu muncul peta digital sederhana wilayah Kota Pontianak. 

"Kami mengolahnya nanti menjadi peta digital, ini seperti photoshop. Ada layer, kemudian sudah ada data yang nanti kami input seperti misalnya, mana batas wilayah utara-selatan, timur-barat. Hasil akhirnya adalah sebuah peta digital. Ini menarik karena sangat berguna untuk kami saat proses penelitian skripsi ke depan," kata Cristo kepada Minesafety.

Cristo beruntung karena kini turut terlibat mengikuti pelatihan pembuatan peta digital yang berlangsung selama 3 hari pada 14 Juni-16 Juni 2022 lalu itu. Instruktur mereka adalah para praktisi pertambangan dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Kalimantan Barat yang tergabung di komunitas Kalbar Mineral Center.

Selain membuat peta digital, mereka memperoleh pelatihan penggunaan WebGIS Khatulistiwa One Map (KOM), Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Pelatihan Alat Navigasi (GPS), proses georefencing, proses digitasi, proses simbologi, proses labelling dan proses layouting.

Apalagi Cristo yang notabene mahasiswa dari disiplin ilmu sosial, tidak seperti dari prodi teknik dan kehutanan yang sudah familiar menggunakan GPS dan SIG dalam setiap mata kuliahnya. Tentu ketika mendalami pembuatan peta digital menjadi sangat penting pada masa mendatang bagi akademisi sosial seperti Cristo dan lainya untuk memetakan batas wilayah, sebaran penduduk, lokasi peninggalan fisik masyarakat, identifikasi bahasa, suku dan lainnya. 

Contoh peta digital sederhana wilayah Kota Pontianak yang didesain oleh peserta pelatihan. Foto: Prodi Antropologi Sosial Untan
Begitu pula dengan Cornelius Kiki Hartanto, rekan Cristo satu angkatan Prodi Antropologi Sosial yang baru kali ini bersentuhan langsung mempelajari titik koordinat, dan informasi spasial hingga menjadi peta digital utuh. Remaja dari Kabupaten Sekadau ini mengaku pelatihan tersebut rumit tetapi bisa dipahami setelah mengenal dan mengolah sendiri data-datanya secara langsung.

Dia melihat output berupa peta digital dari Quantum GIS sangat akurat, tidak meleset dan paling penting adalah detil saat menampilkan informasi-informasi penting baik data sekunder atau primer. Kiki menilai tidak ragu nanti menggunakan Quantum GIS untuk menghasilkan peta digital ketimbang peta manual. "Manfaatnya banyak, nanti saat menulis tugas terkait etnografi jadi skripsi tidak hanya sebatas menulis deskripsi penelitian. Belajar SIG membuat kami, secara detil ternyata daerah ini ada berapa kepala keluarga, dan lain-lain. Data-data pendukung nanti tersaji tuh dalam bentuk gambar digital," kata Kiki.

PERAN BALITBANG KALBAR
Kesempatan para mahasiswa Antropologi FISIP Untan belajar keterampilan Quantum GIS bermula saat prodi itu menggelar lokakarya revisi kurikulum jauh hari sebelumnya. Prodi mengundang sejumlah stakeholder dari praktisi pendidikan, pemerintah provinsi, pemerintah kota, NGO dan komunitas-komunitas berbasis sosial.

Salah satu dari perwakilan Pemerintah Provinsi Kalbar mengundang Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalbar. Saat lokakarya yang digelar, hadir Kepala Bidang (Kabid) Inovasi dan Teknologi Balitbang Provinsi Kalbar, Sigit Nugroho. 

Dosen Prodi Antropologi FISIP Untan Donatius BSE Praptantya mengutarakan civitas akademis Antropologi Sosial punya keunggulan penelitian pada aspek kemasyarakatan dengan teknik etnografinya. Dia ingin sekali ada mahasiswanya yang kelak bisa menampilkan peta digital pada karya skripsinya dan hasil penelitian lainnya.

"Saat lokakarya itu, Pak Kabid Sigit melihat peta buatan tangan dari mahasiswa antropologi. Dia tanya itu gambar siapa? Lalu pak Sigit menawarkan untuk membuat peta dengan SIG, maka dari itu muncul pelatihan ini," kata dosen yang akrab dipanggil pak Don ini.

Pak Don menyambut baik inisiatif tersebut dan berlanjut menggelar pelatihan Quantum GIS difasilitasi oleh Balitbang Provinsi Kalbar di pascasarjana FISIP Untan. Antusias peserta pun tinggi dari awalnya yang hanya dibuka pendaftaran 15-20 orang mahasiswa Antropologi Sosial ternyata membludak hingga 30 mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam pelatihan itu.

Pengenalan Quantum GIS dan fitur-gitur lain sangat bagus untuk mahasiswa disiplin ilmu antropologi karena mereka dituntut menguasai teknik etnografi yang mahir. Sehingga, menurut Pak Don, dengan keterampilan membuat peta digital maka kolaborasi hasil publikasi ilmiah yang etnografi dan peta digital menjadi ideal dan padu sempurna.

"Tuntutan etnografi itu harus berteman dengan keterampilan kartografi atau membuat peta. Anda bisa menutup ketidakmampuan menyajikan deskripsi dari etnografi dengan peta. Misalnya, dari peta digital bisa menemukan lokasi sesungguhnya suku ini, atau menemukan pohon  yang dimaksud warga. Biasanya warga hanya menunjuk itu tuh pohonnya, tapi setelah kita cari tidak ada," tuturnya. 

Sementara itu, Sigit Nugroho sebagai pencetus ide pelatihan mengajak para akademisi sosial memanfaatkan sebesar-besarnya software Quantum GIS hingga alat navigasi GPS mempelajari keterampilan geospasial agar generasi mendatang punya bekal keterampilan tersebut saat menjadi peneliti atau bekerja di bidang kehutanan, pertambangan dan lainnya. 

Sejak berkantor di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalbar, Sigit sudah mengenalkan software itu untuk praktisi pertambangan, anak-anak muda yang berminat berkutat dengan peta digital dan komunitas-komunitas lain.

Kabid Inovasi dan Teknologi Balitbang Kalbar, Sigit Nugroho. Foto: Minesafety
Pria lulusan Teknik Geologi dari Universitas Veteran Nasional (UPN) Yogyakarta ini, sangat senang masyarakat mau belajar keterampilan membuat peta digital. Begitu pula ketika dipercaya menjabat sebagai Ketua Perhapi Kalbar, Sigit mengutarakan pembuatan peta digital akan familiar digunakan untuk masyarakat luas.  

Dia mengajak anggota atau praktisi pertambangan yang tergabung dalam Perhapi mau mengajarkan pembuatan peta digital kepada mahasiswa-mahasiswa tidak hanya dari teknik saja. Misalnya, mahasiswa jurusan ilmu sosial, jurusan ekonomi, mahasiswa kejuruan pariwisata hingga yang berkuliah di kesehatan.

"Harapan saya, pelatihan ini berguna untuk lulusan antropologi ada skill baru. Geospasial sesungguhnya tidak harus orang teknik, orang ekonomi juga bisa ya tentu harus dilatih," tutur Sigit.

KALBAR MINERAL CENTER
Selang 3 hari berteori di kampus, para peserta pelatihan terjun langsung ke lapangan mempraktikkan teorinya di Kalbar Mineral Centers (KMC) di Jalan Soeharto KM22, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.  

Mereka mulai mengimplementasikan pelatihan penggunaan peralatan GPS, dan mengingput informasi ke SIG di sekitar KMC. Mulai dari menggali informasi untuk membuat peta digital sederhana sampai mencari batas wilayah dan mendata jumlah penduduk. Proses teori yang mereka peroleh sebelumnya di kampus kemudian diterapkan saat berada di lapangan.    

Instruktur lapangan dari KMC yang melatih peserta, Rian Wibowo berharap mahasiswa Antropologi Sosial Untan bisa membuat peta digital dengan kemampuan dan pengetahuan yang mereka peroleh. Dari pengamatannya, para mahasiswa itu cepat menerima keterampilan baru memahami navigasi GPS hingga SIG. 

Mahasiswa peserta pelatihan mempraktikan langsung penggunaan navigasi GPS untuk membuat peta digital. Foto: Prodi Antropologi Sosial Untan.

"Mereka cepat menerima pembelajaran misalnya, membaca arah mata angin. Harapan kami dari KMC, mahasiswa ini bisa mengolah data sekunder dari berbagai sumber, menggali informasi di lapangan dan memindahkannya ke Quantum GIS," kata Rian.

Belum lagi para lulusan antropologi dan sosiologi, menurutnya, punya peluang besar bekerja di industri pertambangan. Rian menyebutkan salah satu perusahaan tambang di Kalimantan Timur malah membutuhkan lulusan sosiologi dan antropologi.

Maka dengan demikian, lanjutnya, ketika masih ada kesempatan sebagai mahasiswa maka jangan menghilangkan kesempatan mau mendalami Quantum GIS dan teknik terkaitnya terus menerus. Apalagi software Quantum GIS tersebut open source alias dibuka untuk publik sehingga siapapun bisa mengakses berlatih menginput data, membuat peta digital dan diketahui masyarakat luas.

Editor*

Prestasi dalam Negeri, Kualitas Produksi Global

Emas milik PT Aneka Tambang Tbk. Sumber foto: ANTAM

MINESAFETY -- Mayoritas investasi penduduk di muka bumi ini, masih menjadikan emas primadona sebagai produk investasi jangka panjang. Kendati harganya turun naik karena ancaman inflasi pengaruh mata uang asing, dan faktor lain, tapi instrumen investasi ini tetap dilirik masyarakat bahkan dari luar negeri untuk pegangan tabungan masa depan.

Anda barangkali masih ingat saat Jepang booming permintaan emas dengan model Hello Kitty dan peluang itu mampu dijawab oleh PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk dengan memproduksi emas batangan bergambar Hello Kitty.

Insting ANTAM melihat peluang tersebut patut diapresiasi yang membuat ANTAM menjadi produsen pertama emas batang motif Hello Kitty di dunia. Suatu prestasi hebat karena ANTAM mampu mengambil kesempatan tersebut sejalan dengan komitmen visi menjadi korporasi global terkemuka.

ANTAM ibarat burung yang mampu terbang menembus batas pulau dan laut luas. Dengan kualitas terbaik bagi pelanggan baik dalam dan luar negeri. Namun demikian, ANTAM tidak selamanya semata-mata berbicara kualitas produk saja.

Korporasi nilai dan budaya perusahaan diterapkan segenap manajemen sebagai investasi jangka panjang organisasi yang solid. ANTAM sudah membuktikan komitmen sejak perusahaan berdiri dengan Penghargaan Subroto kategori Good Mining Practices dan Penghargaan Dharma Karya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada hari jadi Pertambangan dan Energi ke-76, pada 29 September 2021.

Melalui anak-anak usahanya, meraih penghargaan perintakat Aditama kategori Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara melalui PT Cibaliung Sumberdaya, Kategori Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dari unit bisnis Nikel Maluku Utara dan PT Gag Nikel, Kategori Lingkungan Pertambangan Mineral dan Batubara melalui Unit Bisnis Pertambangan emas, dan penghargaan terakhir adalah kategori Pengelolaan Konservasi Mineral dan Batubara melalui unit bisnis pertambangan emas.

Emas bukan satu-satunya yang diproduksi oleh ANTAM dan masih ada komoditas lain, seperti nikel, batubara, bauksit dan jasa eksplorasi. Diolah dari website ANTAM, dari komoditas bijih nikel, ANTAM memiliki produksi tambang di Pomala, Sulawesi Tenggara, Halmahera Timur Maluku Utara dan tambang nikel di Pulau Gag Papua Barat dikelola oleh PT Gag Nikel.

Khusus cadangan nikel di PT Gag Nikel sebanyak 375,52 juta wet metric ton (wmt) terdiri dari 328,41 juta wmt bijih nikel saprolit dan 47,11 wmt bijih nikel limonite. ANTAM menerapkan tambnag terbuka tetapi selektif dengan peralatan penggalian backhoe (alat berat) dan truk transportasi.

Dari catatan laporan tahunan perusahaan, volume produksi feronikel mencapai 12.679 ton nikel sepanjang semester pertama pada 2021. Khusus biji nikel sebanyak 5,34 juta wmt sebgai bahan baku pabrik dan pelanggan domestik. Produksi emas ada di tambang Pongkor Jawa Barat dan Cibaliun Banteng. Kedua wilayah ini adalah tambang emas bawah tanah.

ANTAM menghasilkan kegiatan selain menambang juga melebur bijih emas menjadi dore bullion atau batangan mulia mengandung campuran beberapa mineral selain emas ada perak, tembaga dan lainnya. ANTAM memiliki total cadangan bijih emas hingga 3,70 juta dry metric ton (dmt) atau setara dengan 349 ribu troy oz (10,86) ton logam emas.

Tingkat produksi ANTAM mencapai 719 Kg dengan volume penjualan emas sebesar 13.341 kg pada 2021. Dari sisi produksi bauksit, ANTAM telah mengelola tam- bang komoditas itu sejak 1968 dan mengekspor bauksit ke sejumlah negara. Bauksit proyek terkenal berada di Tayan, Kalimantan Barat dioperasikan oleh unit bisnis pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat.

Total cadangan bauksit konsolidian ANTAM tercatat sebesar 105,95 juta mwt. Laporan tahunan ANTAM mencatatkan volume produksi bauksit sebanyak 1,09 juta wmt. Produksi bauksit itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik alumina dan penjualan kepada pelanggan pihak ketiga. Hasil penjualan ANTAM mencapai 587.000 mwt.

ERT Terstandar untuk Keselamatan Kerja

Wiyono Minarno, Direktur Indonesia Road Rescue Organization


Tim tanggap darurat atau emergency response Team (ERT) memiliki fungsi untuk menangani berbagai masalah dan kondisi darurat pada suatu kejadian tak diinginkan yang berkaitan dengan perusahaan.  

Dalam kondisi darurat, memerlukan suatu penanganan sesegera mungkin ketika kecelakaan akibat kerja terjadi di lingkungan kerja.

Wiyono Minarno, Direktur Indonesia Road Rescue Organization mengatakan, ada beberapa referensi yang menjadi rujukan dalam pengelolaan kedaruratan di lingkungan kerja, antara lain NFPA 2500-Standard Operasi & Training Untuk Fire Rescue, NFPA 1006 - Kualifikasi Personil, International Mine Rescue Body, dan Handbook of Training in Mine Rescue & Recovery Operations (2021).

“Tujuan utama dibentuknya suatu tim emergency response adalah agar dapat melakukan respons secara efisien, artinya cepat tertangani, tim yang dikirim sesuai, perawatan yang diberikan benar, dan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” jelas dalam kegiatan Safety Sharing Session Batch XVIII yang dilaksanakan secara virtual, Rabu 16 Maret 2022.

Untuk dapat melakukan respons keadaan darurat yang efisien, diperlukan prosedur dan tindakan standar untuk memastikan bahwa koordinasi personil dan peralatan yang digunakan tepat serta pada waktu yang sesuai.

Terdapat tiga Elemen Dasar dalam membentuk ERT, atau yang kerap disebut emergency response Group (ERG). Ketiga elemen tersebut antara lain, analisa risiko dan monitoring, minimum ERG (Minimum Preparedness Actions), dan Advance Preparedness Action.

Umumnya, pengelolaan kedaruratan ini hanya dibutuhkan pada tahap minimum ERG. Namun pada kasus tertentu dengan tingkat kedaruratan yang sulit, diperlukan ERG tingkat lanjut sehingga membutuhkan kapasitas ahli.

Dalam pembentukan ERG, kuncinya terdapat pada kebutuhan yang dimiliki, fleksibilitas tim, serta kemampuan menganalisa risiko dan kesiapan dalam merespons suatu kondisi darurat. Selain itu, tim ERG akan lebih siap menghadapi kondisi darurat apabila dilatih melalui kegiatan simulasi secara reguler minimal enam bulan sekali.

“Kemudian yang tidak kalah penting adalah strategi kepemimpinan dan komitmen kuat dari manajemen,” katanya.

Pembentukan ERG dalam sebuah perusahaan pertambangan diarahkan berdasarkan kebijakan pemerintah, panduan yang berbasis analisis risiko di daerah pertambangan, prosedur yang dibuat, kebijakan jumlah personil yang terlatih, dan kompetensi yang dibutuhkan.

“Kompetensi yang dibutuhkan dalam ERG itu orang-orang yang minimal punya sertifikat yang masih berlaku untuk first aid atau pertolongan pertama,” jelasnya.

Dalam pertambangan, aspek tambahan yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan tim ERG adalah Standard Mine Rescue Officer, Standard Mine Rescue Substation, dan Transportation.

Dalam pembentukan tim ERG, pemilihan anggota tim sebaiknya memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Anggota yang direkrut menjadi tim ERG disarankan yang  sudah mengenal pekerjaan di area tambang, berusia 21-45 tahun, memiliki fisik yang bugar, dan mampu mengontrol diri. Selain itu, diperlukan tenaga medis yang dilibatkan menjadi tim ERG.

Di sisi lain, kehadiran tim ERG wajib dilengkapi dengan peralatan-peralatan penanganan kondisi darurat yang terstandar. Ada tiga macam peralatan yang digunakan, antara lain peralatan minum, emergency equipment, dan special equipment.

“Untuk hal ini tentu memerlukan komitmen dari atasan dalam menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Presdir Pamapersada: Insan Pertambangan Mengoptimalkan Teknologi Cegah Kecelakaan Kerja

Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara, Frans Kesuma.

MINESAFETY -- Seminar dan workshop Mine Safety Campaign kali ini begitu spesial karena langsung dihadiri Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara, Frans Kesuma. Sosok salah satu penulis dari 100 tokoh buku Anak Tambang Indonesia (ATI) berjudul 'The Last Man Standing'.  

Dalam seminar itu, Frans terlihat penuh antusias memberikan kata sambutan dengan topik terkait tema Mine Safety Campaign yaitu pemanfaatan teknologi dan digital dalam mencegah kecelakaan kerja. 

Frans meyakini pemanfaatan teknologi mampu mencegah kecelakaan kerja khususnya di industri pertambangan sehingga harus dioptimalkan supaya kecelakaan kerja pada titik angka nol. 

"Teknologi sekarang berkembang pesat, di mana industri sudah masuk dari 4.0 dan menuju 5.0. Kita [insan pertambangan] harus terus melakukan pengembangan baik research dan development terkait teknologi dan digital sehingga bisa diimplementasikan untuk pengembangan produktivitas dan kinerja keselamatan pertambangan," kata Frans, pada seminar yang dihadiri sebanyak 1.133 peserta yang berlangsung pada 16 Februari 2022. 

Frans mengutarakan teknologi adalah alat untuk mencapai zero accident yang efektif apabila semua pihak sepenuh hati menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Dengan catatan, kata dia, tentu perilaku dari pekerja menerapkan SOP itu dengan baik.    

Senada disampaikan oleh Hendra Hutahean sebagai Enggineering & Information System Director Pamapersada Nusantara bahwa teknologi dan digitalisasi memiliki peluang besar di industri pertambangan. 

Dia menyebutkan rangkaian proses penambangan batubara sangat membutuhkan data untuk perekaman, dan pencatatan sebagai dasar seperti misalnya pengajuan proposal atau pengambilan keputusan. 

"Jika selama ini dengan catatan manual sehingga hasilnya tidak efektif. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi sebagai kebutuhan cakupan luas areal pertambangan dan pengembangan [aspek kerja di bidang-bidang pertambangan] lebih baik," kata Hendra. 

Berita Terkait: Pamapersada Ajak Insan Pertambangan Terbiasa Dengan Digitalisasi

Pamapersada Nusantara sudah menerapkan sejumlah teknologi-teknologi maju, seperti diutarakan oleh Hendra Hutahean. Mulai dari Slope Stability Monitoring, kata Hendra, misalnya berfungsi membaca pergerakan lereng sekitar tambang atau jika terjadi longsor baik pekerja dan peralatan operasional bisa segera dievakuasi sesecepat mungkin. 

Selanjutnya, penggunaan drone inspection dan patrol. Dengan menggunakan pesawat tanpa awak itu, menurutnya, manajemen di Jakarta juga bisa melihat langsung aktivitas di wilayah konsesi di Kalimantan, Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Teknologi lain digunakan Pamapersada Nusantara, papar Hendra, yaitu High Risk Supervision misalnya melihat ada atau tidak pengawas lokasi pertambangan. Fungsinya juga ada, kamera itu untuk membaca ada atau tidak operator yang mematuhi prosedur kerja sehingga alat itu sekaligus alarm atau panduan perbaikan kerja. 

Terakhir adalah greencard dan high risiko inspection yakni teknologi melalui aplikasi yang tersedia di android atau iOS untuk menginput data dan mencatat data dari hasil inspeksi area pengawasan. 

"Namun digital behavior (perilaku digital) sangat dituntut di sini, jangan sampai ini sebuah gagahan saja maka kita harus memahami peralatan teknologinya," kata Hendra.  

Sementara itu, Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto mengatakan APKPI begitu serius mengkampanyekan keselamatan pertambangan bahkan mendatangani titik nol kilometer barat Indonesia di Sabang pada 12 Januari 2022 dan titik nol kilometer Timur di Merauke, pada 12 Februari 2022.

Dewan Pengawas APKPI, Eko Gunarto

Tujuannya, kata Eko, supaya gaung tema keselamatan pertambangan yang tangguh dalam menghadapi era digitalisasi menyentuh insan pertambangan Indonesia. 

"Kami ingin menyamakan persepsi tentang KP yang didalamnya ada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO). Fakta di lapangan masih saja menjadi sorotan hanya K3 saja tetapi KO kurang mendapatkan perhatian. Padahal kalau terjadi kecelakaan operasional maka nilai kerugiannya sangat besar," kata dia.   

Eko ingin segenap insan pertambangan bersinergi bergandengan tangan membangun keselamatan pertambangan dan juga keselamatan pertambangan Indonesia mampu berkiprah di tingkat internasional. 

"Kita mampu dengan cita-cita itu karena kita bangsa yang hebat dan pasti bisa," tegas Eko. 

Direktur APKPI Alwahono sebagai pembicara mengutarakan manusia adalah pencipta teknologi dan jika manusia tidak dapat beradaptasi dengan teknologi maka sebagai gagahan saja. 

"Era kompetensi digitalisasi sudah bertransformasi dari 4.0 ke 5.0 jadi yang mampu menghadapi digitalisasi adalah orang yang tangguh (resilient)," tuturnya. 

Pembicara seminar Hendra Hutahea dan Alwahono dimoderatori oleh Khrisna Protecta

Alwahono juga menjelaskan bahwa untuk menciptakan keselamatan yang tangguh maka perlu manusia yang tangguh (human resilient), pemimpin yang tangguh (resilient leadership), proses dan teknologi yang tangguh (proses resilient) dan organisasi dan sistem yang tangguh (resilient management).

Dari aspek perilaku walaupun perkembangan era digitalisasi tetap mememiliki peran kunci dalam suksesnya keselamatan. Perilaku, menurut Alwahono, adalah terbentuk karena faktor-faktor internal-eksternal, atau nature-nurture atau person-environment.

Selanjut alwahono menjelaskan untuk penerapan keselamatan berbasis perilaku dapat di terapkan 7 langkah penerapannya yang dikenal dengan 7 steps BBS (behavior base safety) implementation (implementasi).

Adapun 7 langkah membangun BBS yaitu identifikasi perilaku kritis (critical risk behavior), membangun model perilaku (sistem, standar dan indikator), penerapan BBS (BBS Implementation), behavior (perilaku) intervensi dan observasi teknik, analisa dan audit asessement, reward dan punishment (penghargaan dan hukuman), dan review dan tindakan berkelanjutan. 

APKPI Sukses Gelar Penutupan Kampanye Keselamatan Pertambangan di Sota Merauke

Oleh: Yanuarius Viodeogo Seno

Pengibaran bendera merah putih bersama APKPI dan K3

MINE SAFETY -- Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) sukses menuntaskan misinya menyelenggarakan kampanye keselamatan pertambangan (mine safety campaign) di titik nol kilometer timur Indonesia, dalam rangka penutupan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional, pada 12 Februari 2022.  

Tim APKPI tampak bersemangat saat berada di titik nol kilometer di Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. 

Meskipun harus berjuang di bawah terik panas matahari yang sangat menyengat, tim APKPI mampu mengibarkan bendera APKPI dan K3 mendampingi bendera merah putih pada tulisan ‘0 KM, Merauke-Sabang’.  

Tim APKPI di titik nol kilometer Merauke.

Baca: Presdir Pamapersada: Insan Pertambangan Mengoptimalkan Teknologi Cegah Kecelakaan Kerja

Dewan Pengawas APKPI, Eko Gunarto nampak matanya berkaca-kaca, terharu saat ketiga bendera tersebut berhasil berkibar. 

Mengingat sebulan sebelumnya, Eko melakukan hal yang sama di KM 0, Sabang, Aceh pada pembukaan bulan K3 nasional (BK3N) 12 Januari 2022 lalu dalam rangka mine safety campaign APKPI. 

Pelaksanaan penutupan mine safety campaign APKPI menjadi spesial karena bersamaan dengan kehadiran Abdullah Yusuf (Kasi Pemasaran, Dinas Energi Sumber Daya Mineral) Provinsi Papua beserta rombongan keluarga dan menjadi lebih spesial lagi dengan kehadiran rombongan pekerja konstruksi jalan dari Merauke. 

APKPI bersama dengan Abdullah Yusuf (ESDM Papua) beserta rombongan keluarganya

Di sela-sela penutupan mine safety campaign, Eko menegaskan bahwa kampanye ini adalah untuk membangun semangat bersama para Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) beserta jajarannya, praktisi keselamatan pertambangan, akademisi dan pemerhati untuk  berupaya mewujudkan keselamatan pertambangan yang tangguh (resilient) dalam menghadapi era digitalisasi dan mampu beradaptasi sesuai zamannya. 

"Selama 1 bulan menyelenggarakan mine safety campaign dari Sabang hingga Merauke adalah untuk membangun spirit (semangat) bersama-sama atau bersinergi mewujudkan keselamatan pertambangan di sub sektor pertambangan mineral dan batubara," kata Eko. 

Di sisi lain, Eko menambahkan apabila keselamatan pertambangan terpenuhi, berarti K3 yang menjamin seluruh pekerja sehat dan selamat dan keselamatan operasional yang menjamin operasional tambang aman, efisien, dan produktif menjadi terwujud. 

Namun demikian, kata Eko, untuk mewujudkan KP lebih baik atau resilient, banyak tantangan yang harus dihadapi dari sisi aspek manusia (pekerja dan pemimpinnya), teknologi atau proses, dan organisasi atau sistem. Ketiga aspek tersebut menjadi fundamental dalam mengelola keselamatan pertambangan.

"KTT maupun PJO beserta struktur di bawahnya sampai pelaksana akan bisa lebih baik dalam mengelola keselamatan pertambangan dan tentunya akan menjadi lebih baik lagi dengan dukungan dari BOD (Board of Director) atau dewan direksi serta pemilik perusahaan pertambangan maupun jasa pertambangan," jelas Eko. 

APKPI bersama pekerja konstruksi jalan dari Merauke.

Dihubungi terpisah, Direktur APKPI Alwahono mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang telah mendukung rangkaian program APKPI mulai dari pembukaan hingga penutupan mine safety campaign APKPI dalam BK3N.

"Kami sangat berterimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung ataupun yang menjadi sponsor pelaksanaan program mine safety campaign APKPI selama satu bulan penuh. Ini sangat penting untuk membangun dan meningkatkan kesadaran khusus pemahaman tentang pentingnya keselamatan pertambangan supaya bisa dipahami dan menjadi persepsi yang sama di seluruh perusahaan pertambangan di Indonesia," kata Alwahono. 

Dia mengingatkan bahwa keselamatan pertambangan sebagaimana diamanahkan dalam regulasi tidak hanya K3 saja tetapi juga ada keselamatan operasi (KO). Oleh karena itu, Alwahono menegaskan bahwa seluruh perusahaan pertambangan harus menjadi lebih serius lagi bersama-sama bergandengan tangan dengan persepsi yang sama terhadap keselamatan pertambangan.

"APKPI sangat serius, kami memulai dari titik nol kilometer barat (Sabang) sampai titik nol kilometer timur (Merauke). Kami juga menyelenggarakan seminar dan workshop supaya bisa mensyiarkan keselamatan pertambangan dan keselamatan operasional di seluruh tanah air Indonesia," kata Alwahono.

Foto: Eko sedang memberikan pemahaman tentang K3 kepada pekerja konstruksi jalan. 

Dalam kampanye tersebut digelar pula seminar secara offline (tatap muka) dan online (secara daring). Seminar offline berlangsung di PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari – perusahaan tambang paling barat di Indonesia. Sementara itu, dalam seminar online pada PT Agincourt Resources dan PT Pamapersada Nusantara (Pama) masing-masing sebanyak 2 sesi seminar, PT Berau Coal, PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma).   

Alwahono juga menyampaikan bahwa APKPI lahir terbentuk atas kehendak para KTT melalui keputusan atau kesepakatan dalam pertemuan teknis tahunan di hotel Bidakara, Jakarta pada 27 November 2012. Perlu diingat, tegas Alwahono, dewan pendiri APKPI dapat diibaratkan hanya sebagai bidan, dokter bedah, maupun perawat yang membantu lahirnya bayi yang dikenal APKPI. 

Sudah tentu tumbuh kembangnya bayi yang lahir tersebut tidak hanya tergantung kepada bidan, dokter bedah, dan perawat itu tetapi juga kepada yang menghendaki lahirnya sang bayi yakni para KTT. 

APKPI sangat berharap kegiatan kampanye keselamatan pertambangan harus tetap berlanjut dalam kondisi apapun, mengingat keselamatan pertambangan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam operasional pertambangan.

Baca: Resep Merayakan Bulan K3 Nasional Ala Agincourt Resources Martabe

Majalah Mine Safety Edisi Perdana Terbit di Titik Nol Kilometer Barat Indonesia

Direktur APKPI Alwahono memperlihatkan majalah Mine Safety edisi perdana yang terbit di titik nol kilometer barat Indonesia. Foto: Mine Safety

MINESAFETY -- Majalah agregasi informasi keselamatan pertambangan, Mine Safety terbit di Provinsi Aceh tepatnya titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh), pada Rabu 12 Januari 2022. Ini menjadi kabar gembira untuk para pembaca khususnya tentang keselamatan pertambangan.

Sekarang segala informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan keselamatan operasional (KO) dapat anda baca dalam bentuk majalah baik digital dan fisik. 

Majalah Mine Safety edisi perdana volume 01 dan Nomor 01 periode Oktober-Desember 2021 ini mengangkat laporan utama mengenai sejarah lahirnya APKPI dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). 

Dalam edisi laporan khusus, kami mengangkat artikel dengan judul Safe Walau bekerja Dari Sudut Paling Kritis. Selain itu, kami memiliki artikel untuk rubrik corporate social responsibility (CSR) dari Grup Adaro dan PT Mifa Bersaudara. 

Ketua Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto dan Direktur APKPI Alwahono menggenggam majalah Mine Safety edisi perdana dan buku Resilient Safety Leadership (RSL). 

Kami juga menyajikan hiburan berupa humor tambang sebagai menu ringan untuk dibaca dari Mine Safety yang tidak dimiliki oleh media sekelasnya. 

Dengan pengelolaan dua kanal yang dilahirkan ini sebagai realisasi visi dan misi serta program kerja organisasi. 

Segenap awak redaksi mengucapkan selamat menikmati seluruh sajian majalah Mine Safety (e-magazine). 



Titik Balik Kegagalan Geoteknik Brazil, Petik Hikmah Pandemic

Sumber: http://www.vale.com/

Kegagalan geoteknik di Brazil berupa kebocoran bendungan menyebabkan 200 nyawa melayang. "Vale Brazil dari posisi terbaik menjadi mimpi buruk. Nightmare," ungkap KTT PT Vale Indonesia, Budiawansyah. Titik balik sebagai simpulan kuat, di mana Vale Indonesia memeluk prinsip, no product if not safe

Kisah jebolnya bendungan Vale di Brazil pada 25 Januari 2019  itu mengakibatkan banjir lumpur hebat dan hilangnya sekitar 200 orang. Kata para pejabat, seperti dilaporkan VoA, puluhan orang terperangkap di kawasan yang terlanda lumpur yang meluncur dari sebuah bendungan penampung limbah pertambangan dekat kota Brumadinho di negara bagian Minas Gervais.

Di antara yang hilang itu terdapat 100 pekerja pertambangan yang sedang makan siang di kantor pengelola bendungan yang dimiliki oleh perusahaan tambang raksasa Brazil, Vale. Banyak rumah, kendaraan dan kawasan pertanian terkena imbas banjir lumpur itu.

"Maka tambang yang safe dan reliable berhubungan langsung kepada keselamatan dan kinerja. Semakin bagus budaya keselamatan kerja maka akan semakin produktif kita. We start from safety," aku Budiawansyah sambil menekankan bahwa people at centre.

Vale Indonesia diuraikan Budiawansyah menampilkan performa terbaik tanpa kecelakaan melalui Production System di mana terbagi pada tiga sektor, yakni Technical-Method-Leadership. "Kami belajar banyak dari kegagalan geoteknik di Vale, Brazil," ungkapnya.

"Mine Management System atau SMKP diterapkan sehingga dapat dilakukan Hazard Identification and Risk Analysis (HIRA)," ulasnya.

Di masa Pandemi Covid-19 melanda dunia, sejak tahun 2020, Vale Indonesia juga memetik banyak hikmah. Antara lain adalah, "Vale Indonesia nggak akan kembali lagi setelah pandemi. Banyak cara kerja di-reinventing kembali dengan hikmah work from home telah sebenar-benarnya menjauhkan kita dari banyak ancaman kecelakaan kerja."

Pandemi Covid-19 ditelaah Budiawansyah menjadi opportunities. Pandemi yang merenggut nyawa jutaan rakyat dunia lewat virus Corona itu telah pula membagi banyak peluang keselamatan. "Post pandemic Vale Indonesia tak akan kembali lagi. Cara-cara kerja baru yang sehat dan kontributif terus dipertahankan."

Dari sana Vale Indonesia merasakan hikmah ampuh resilience. Ketangguhan atas keselamatan dan kesehatan kerja.

Diakui Budiawansyah bahwa perusahaannya kini telah dimiliki MIND ID. Dampak segar hilirisasi nikel bagi kemajuan bangsa dan negara. "Kita akan menjadi pusat energi batere terbesar di dunia. Demikian karena cadangan nikel terbaik dunia ada di kita," pujinya.

Vale Indonesia, tukas Budiawansyah energi besar dipasok listrik dari PLTA senilai total 365 MW. Masyarakat lokal juga dapat menikmati cahaya listrik dan industri rumah tangga. Selain itu PT Vale Indonesia juga membangun kebun bibit tanaman endemik sebagai aksi nyata revolusi hijau agar lingkungan sejuk, asri, memberikan oksigen yang segar bagi kehidupan yang sehat ke masa depan.

 

Antisipasi Kecanggihan Teknologi, Pasrahkan Diri Kepada Tuhan

Sumber: ptfi.co.id

Sejauh upaya menihilkan kecelakaan kerja di setiap sudut kritis lokasi tambang, baik yang terbuka (open pit) maupun di bawah tanah (underground) pada batubara maupun mineral tetap dibutuhkan antisipasi dini dari kelemahan-kelemahan teknologi secanggih apapun itu.

Direktur PT Freeport Indonesia, Zulkifli Lambali mengakui bahwa siapapun harus selalu belajar dari apa yang didapat. Begitu pula para Kepala Teknik Tambang (KTT) mengakui bahwa setelah usaha dengan penanaman alat-alat canggih maupun sistem manajemen professional yang bisa mengontrol area tambang agar selalu aman, juga dibutuhkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bahwa selain plan (rencana) A harus selalu ada plan B. Dan Tuhan Yang Maha Kuasa merupakan penentu di mana jika hasil ikhtiar keras manusia memberikan keberhasilan diterima dengan kesyukuran yang tiada tara, tetapi jika tetap terjadi kecelakaan fatal di tambang, di sanalah titik lemah manusia yang terus harus meng-update kecanggihan teknologi sebagai cara menjawab masalah keamanan kerja tambang.

"Takdir memang harus diterima dengan sabar dan tabah sekaligus melakukan evakuasi seprofesional mungkin di lapangan bila terjadi fatal," ujarnya.

Persis seperti peristiwa jebolnya dam atau bendungan di Brazil yang dirasakan perusahaan multinasional Vale Brazil. Recovery (pemulihan) dan investigasi dilakukan, lalu dipetik hikmahnya untuk memperkuat sistem safety sehingga perusahaan maupun insan tambang senantiasa tampil sebagai pemenang. Selalu resilient.*





Sari Safety dari Kearifan Lokal Torang Kwa so Aman

Sumber: https://archiindonesia.com


Terbang dari Jakarta ke Manado lanjut ke Minahasa Utara. Di sana ada sari safety yang diangkat dari kearifan lokal di mana nokturnal mirip monyet selalu turun bergerombol. Kebiasaan mereka jika melihat situasi tidak aman atas kehidupannya, maka akan segera memberikan informasi kepada sesama anggota agar kabur mengambil langkah aman. Itulah binatang Toka. Toka ini pula singkatan dari bahasa lokal "Torang Kwa so Aman," yang berarti kita sudah aman.

"Lingkungan kerja itu diciptakan. Sesungguhnya kita setelah dapat makan dan tempat tinggal yang baik selalu membutuhkan rasa aman. Safety need," ungkap KTT PT Meares Soputan Mining, Tejo.

"Manusia adalah sentral keselamatan operasi. Kondisi unsafe diawali tindakan tidak aman oleh si manusia itu sendiri," tambahnya. 

Insiden atau accident dapat terjadi di areal pertambangan karena salah satu mendominasi atau berat sebelah. Telah hilang keseimbangannya. 

Diakui setiap pengusaha tentu selalu ingin untung. Untuk itu kita dituntut produktif dan efisien. Tetapi jika terjadi kecelakaan, maka produktivitas dan keuntungan yang diimpikan  juga bakal sirna. Oleh karena itu PT Meares Soputan Mining menerapkan pola top down dan bottom up. Dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Lalu mengemas dengan baik dan terbaik kepada seluruh aspek kritis berupa critical middle management

"Kami saling ingat mengingatkan selalu. Seperti Toka. Torang kwa so aman. Kearifan lokal yang bersifat universal."

Toka Safe menjadi mudah diimplementasikan karena diangkat dari kearifan lokal dan mudah dipahami setiap orang se-Minahasa. Toka Safe merupakan brand sistem manajemen keselamatan, kesehatan kerja (K3) yang diimplementasikan di proyek emas Toka Tindung-Sulawesi Utara dan mewarnai safety tambang nasional. 

"Mitigasi diatur dalam Toka Safe sehingga nihil kecelakaan yang sanggup merenggut kerugian harta benda dan jiwa. Sebaliknya peningkatan produktivitas yang asri dengan masyarakat dan lingkungan yang tetap hijau bestari bisa diimplementasi atau diraih."


Zero Accident dan Go Green di Hamparan 8 Ribu Hektar

Kepala Teknik Tambang PT Silo, Lambas M Tobing


Hamparan lahan tambang PT Silo yang berada di Kalimantan Selatan mempekerjakan 1.010 karyawan. Semboyan mereka adalah, "Safety first work safely!"

Diakui Kepala Teknik Tambang Lambas M Tobing, bahwa risiko tertinggi pada perusahaannya berada di hauling. Yakni jalur jalan dari transportasi orang maupun barang di seluruh lokasi tambang. 

"Kami tidak sebesar PT. Freeport dan J Resources dengan alat-alat berat sebesar gedung. Alat berat kami kecil-kecil saja sehingga pengawasan masih utama di hauling," tanggap Lambas. 

Soal safety PT Silo tetap konsisten memperhatikan kecepatan kendaraan operasional, penggunaan alat pelindung diri bagi seluruh pekerja tanpa pandang bulu, baik karyawan lapangan, maupun para manajer. PT Silo menekankan aspek implementasi tanpa basa-basi. Juga tak ingin non action and talk only alias NATO. 

Lokasi kegiatan tambang PT Silo berada di Pulau Sebuku. Ia bisa dijangkau dengan speedboat dari Kota Baru. Kota Baru adalah kota transit setelah kita beranjak dari ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin mengarah ke Pulau Sebuku. 

PT Silo menambang bijih besi untuk industri baja terpadu yang bertanggungjawab pada keselamatan lingkungan hidup dan keselamatan kerja. "Bekerja di delapan ribu hektar, target kami zero accident. Nol kecelakaan," tuturnya.

Sistem safety dibangun PT Silo bersinergi dengan SMKP. "Kebijakan kami K3, Lingkungan Hidup, dan Go Green," tambahnya sambil mengaitkan semua standar kepada SNI dan ISO. "Turunannya ada seribuan lebih standar operasional prosedur atau SOP," lanjutnya.

Semua tanggungjawab keselamatan kerja di PT Silo dipikul bersama. Seluruh karyawan juga menerapkan sikap religius, di mana setelah upaya keras dilakukan selalu disempurnakan dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar selalu diberkahi keselamatan dalam bekerja.

Kiat Selamat Perusahaan Seumur Jagung

Sumber: http://www.jresources.com/

Dibandingkan PTFI yang telah memulai operasi di Papua sejak masa Orde Lama yang dipimpin Soekarno dan eksploitasi di masa Orde Baru pimpinan Soeharto, maka perusahaan tambang emas dan perak J Resources mengaku masih seumur jagung. Mereka belajar dari pengalaman para pendahulu soal safety.

"Tahun 2012 kami masih berada dalam tahun konsolidasi, studi kelayakan dan lain sebagainya. Di tahun 2013 kami mulai mendevelop site, dan di tahun 2014 baru masuk tahap produksi," ungkap Agus Kusnadi, ST selaku KTT PT Sago Prima Pratama yang bernaung di bawah panji grup J Resources. 

Alumni Pertambangan dari Kampus Universitas Islam Bandung ini mengajak kita terbang ke lokasi tambangnya yang juga di remote area. Yakni tiga jam jalur darat dari posisi Bandara Sam Ratulangi, ibukota Sulawesi Utara, Manado. Site lainnya berada di Seruyung, Tarakan, Kaltim. 

"Kami punya empat site tambang, salah satunya ada di Penjong, Negeri Pahang, Malaysia. Ya kira-kira dua atau tiga jam dari kota dagang paling sibuk Negeri Jiran, yakni Kuala Lumpur."

"J Resources sejak awal perencanaan tambangnya sudah menitik-tekankan safety sebagai sesuatu yang sangat penting." Tercatat sejak 2015 kelangsungan usaha tambang yang aman atawa sustainibility di seluruh site sehingga dapat dinikmati seluruh karyawan maupun lingkungannya hingga sekarang. 

Visi J Resources adalah untuk menjalankan tambang yang inovatif, sustainable, senantiasa penuh semangat dan respek. "Safety atau keselamatan bagi J Resources bukan lagi untuk legal complience,  untuk mencapai target produksi, mendukung sertifikasi, atau permintaan buyer maupun stakeholder, tapi bassic need. Kebutuhan dasar setiap orang tambang. Bagaimanapun caranya. Berapapun biayanya. Macam manapun effortnya harus kami lakukan," tutur Agus Kusnadi penuh semangat. 

Tak heran jika trofi bergengsi Adhitama 2015 dan 2017 berupa penghargaan tertinggi nihil kecelakaan berhasil diraih J Resources. Sebuah pengakuan adiluhung yang dipersembahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di mana J Resources melangsungkan usaha tambang dengan Good Mining Practice (GMP).

"Safety adalah license to operate mining!" tambah Agus seraya menimpali aspek responsibility atau tanggung jawab dan acountability alias nilai kepercayaan menempati tempat teratas di tempat usahanya.

J Resources melaksanakan program tanggung jawab perusahaan dengan lingkungan berupa "CSR Program - The Environment - Occupational Health and Safety". 

Mereka dengan penuh tanggung jawab menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Keselamatan Operasional Tambang (KOP) dan Sistem Manajemen Keselamatan Tambang (SMKP). 

15 Tahun Terakhir! 13 Juta Perpindahan Orang Per Tahun Nihil Kecelakaan

Sumber: ptfi.co.id


PT Freeport Indonesia yang akrab disapa PTFI memiliki 28 ribu karyawan. Jika ada kecelakaan atau accident, maka akan sangat mengganggu produktivitas kerja selain kerugian harta benda maupun jiwa. 

Oleh karena jalur kerja yang relatif curam dan potensial mengancam keselamatan, maka seluruh jalur harus dijamin aman. Jangan sampai terganggu kecelakaan sekecil apapun. 

"Jangan sampai terjadi kecelakaan orang, barang dan perangkat equipment. Safety harus berjalan sehingga produktivitas terjamin," ungkap Executive Vice President Site Operation sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PTFI Ir H Zulkifli Lambali.  

Segenap aturan pun diterapkan, bukannya sebagai kewajiban dari sudut pandang aturan, melainkan kebutuhan setiap insan miners itu sendiri. Oleh karena itu Zulkifli Lambali selaku senior di PTFI menegaskan bahwa pekerjaan tambang itu syarat dengan dukungan logistik. Freeport sendiri sejak awal operasi tambangnya selalu mengamankan jalur supply tersebut. 

"Kami dengan sekuat tenaga sangat ketat mengontrol fatigue atau aspek kelelahan dari setiap karyawan. Ini memang tidak mudah, karena ada hubungannya dengan pendapatan," akunya. 

Kiat PTFI adalah menanam alat sensor paling canggih di dalam kabin setiap pekerja yang membawa kendaraan operasi. Sensor itu menyorot mata para sopir yang lelah sehingga bisa langsung disikapi pihak pengawas untuk memberhentikannya. Begitupula alat sensor juga dapat merekam suara kuap kantuk dan getar-getar tertentu dari anggota tubuh sehingga segenap ancaman atas kecelakaan dapat segera dipungkasi sejak dini. "Peringatan pun dilancarkan pula melalui sistem radio." 

PTFI menyiasati safety di sudut-sudut kritis tambang dengan realtime. Sepenuh waktu. Perangkat juga dipasang pada bus angkut karyawan maupun truck yang mengatur pergerakan 28 ribu karyawan setiap hari. Atau 13 juta kali pergerakan angkutan kendaraan operasional dalam setahun!

Alat canggih itu dapat mengetahui kecepatan kendaraan operasi. Apakah dia dioperasikan terlalu cepat atau sebaliknya, terlalu lambat, sehingga berisiko fatal. 

Zulkifli Lambali juga menimpali, bahwa PTFI menerapkan sistem keselamatan laksana pesawat terbang yang memiliki kotak hitam alias black box. "Ya. Kami menggunakan black box. Sistem pencatatan semua aktivitas sopir seperti pilot pesawat terbang. Semua penggunaan rem, gigi transmisi, dan komunikasi sopir terekam dengan sempurna." 

Jika rezeki tak dapat diraih, maut tak dapat dihadang, black box tersebut sangat berguna menjawab aktivitas investigasi buat bahan pengambilan keputusan perusahaan. Sebegitu tinggi tingkat safety di PTFI. 

Akhirnya, Zulkifli Lambali membuka kartu sebagai resep utama keselamatan kerja di perusahaannya. Yakni program khusus bernama Electronic Fatal Risk Management. Adalah bagaimana tidak hanya item-item kecil seperti penggunaan sabuk pengaman atau alat pelindung diri yang dimonitoring ekstra ketat, tapi hal-hal paling fatal terlebih dahulu. 

"Orang malas membaca manual book safety yang tebal-tebal, baik karyawan lulusan SD hingga S3, sehingga dengan visual gambar lebih mudah dilihat, sebab 1 gambar lebih efektif daripada ribuan kata. Kita di PTFI banyak menggunakan ikon-ikon," jelasnya seraya menyebutkan risiko kecelakaan fatal dapat dieliminir PTFI selama 15 tahun terakhir ini. 

***


Safe Walau Bekerja dari Sudut Paling Kritis

Sumber: ptfi.co.id

Anda bayangkan ada 1 juta karyawan tambang yang bergerak setiap hari di Indonesia. Mereka bekerja di lokasi yang tak biasa sebagaimana pekerja kebanyakan seperti pedagang di pasar atau aparat sipil negara di kantor pemerintahan. Mereka adalah miners merah-putih. Berjibaku hidup dan mati di wilayah tambang seluruh Nusantara. 

Tambang umumnya berada di daerah terdalam, terluar dan terpencil. Remote area. Tak sedikit pula yang harus bekerja dari sudut-sudut kritis open pit karena sangat curam. Terlebih lagi menambang di kedalaman tanah alias underground. Mereka harus keluar masuk terowongan seperti kereta api atau bahkan cacing di dalam bongkah dan celah bebatuan keras dan cadas.

Sebutlah PT Freeport Indonesia secara wilayah berada di Papua. Selain bertopografi pegunungan, maka tak sedikit bentangan wilayah tambangnya yang berlembah curam. Apalagi Tembagapura lokasi utama PTFI juga memiliki curah hujan yang sangat tinggi sehingga mudah terjadi longsor, termasuk sambaran petir dan halilintar.

Pertanyaannya adalah bagaimana para miners Indonesia bisa tetap safe atau selamat walau bekerja di sudut-sudut kritis tambang tersebut? Mine Safety menghadirkan laporan khusus dari sejumlah lokasi tambang antarpulau untuk Anda diolah dari webinar 5 APKPI. Selain menelusuri lekuk keselamatan kerja tambang di PTFI, juga kita dibawa melanglang buana ke sejumlah pertambangan besar Indonesia lainnya seperti J Resources, PT Silo, PT Vale Indonesia dan PT Meares Soputan Mining.

Baca juga laporan terkait: 

15 Tahun Terakhir! 13 Juta Perpindahan Orang Per Tahun Nihil Kecelakaan

Kiat Selamat Perusahaan Seumur Jagung

Zero Accident dan Go Green di Hamparan 8 Ribu Hektar

Titik Balik Kegagalan Geoteknik Brazil, Petik Hikmah Pandemic

Sari Safety dari Kearifan Lokal Torang Kwa so Aman

Antisipasi Kecanggihan Teknologi, Pasrahkan diri kepada Tuhan

17 Hari Buku 100 Anak Tambang Indonesia Terjual 17.845 Copy

Mahasiswi dan seorang pengusaha membawa buku 100 ATI dengan gembira. Photo Cepi

JAKARTA-Di tengah-tengah lesunya bursa buku di Indonesia akibat krisis akibat Pandemi Covid-19, ternyata Buku 100 Anak Tambang Indonesia malah cukup diminati. Bahkan hanya dalam 17 hari pemesanan Pre-Order (PO) tembus angka 17.845 eksemplar.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Allsysmedia sekaligus editor buku 100 Anak Tambang Indonesia (ATI), Alexander Mering usai Launching buku tersebut di Learnotel, Bogor, Kamis (17/8/2021).

“Tak disangka kalau pemesanan buku bisa tembus angka segitu. Sebab bukunya kan belum dicetak, ditambah situasi negara kita sedang pandemi Covid-19,” ujar Mering dengan wajah sumringah. 

Tim Allsysmedia memang getol mengiklankan buku 100 ATI sejak 3 minggu terakhir sebelum launching. Baik lewat media mainstream maupun sosial media. Namun demikian Mering mengakui bahwa pembeli terbesar saat ini masih dari kalangangan dunia pertambangan, meski ada juga yang dari kalangan kampus yang terkait dengan dunia pertambangan. Pemesanan terutama dilakukan para pembeli lewat e-commerce.

Sementara itu inisiator buku tersebut, Alwahono mengatakan bahwa pasca launching pada 17 Agustus 2021 pihaknya akan melanjutkan promosi buku tersebut dengan target penjualan 45.000 copy.  Angka tersebut sekaligus sebagai simbol tahun kelahiran negara Republik Indonesia, yaitu 1945.

"Meski belum tercapai, tapi alhamdulillah pemesanan pra launching tempo hari kita tutup pada angka 17.945  eksemplar. Agar persis seperti HUT ke 76 Republik Indonesia," kata Alwahono yang juga ketua Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI).

Setelah launching kata Alwahono, penjualan buku 100 ATI dibuka semula. Namun harganya tentu sudah berubah. Sebelum launching harga buku adalah Rp 180.000,- namun setelah launching menjadi Rp 210.000,-.  

Buku 100 ATI selain penampilannya yang menarik, hard cover dengan tebal 712 halaman, juga berhasil meraih 2 rekor Musium Record Dunia-Indonesia sekaligus, yang piagamnya diserahkan langsung pada saat launching buku pada 17 Agustus 2021 di Learnotel, Bogor.


 

100 Pemimpin Perusahaan Tambang Menulis Buku untuk Indonesia


JAKARTA- Pertama kalinya di dunia, yaitu 100 pemimpin perusahaan tambang dari Aceh hingga Papua, bersama-sama dan bergotong-royong di masa Pandemi covid-19 menulis dan menerbitkan sebuah buku inspiratif berjudul 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI). Buku ini akan diluncurkan pada 17 Agustus 2021, dalam rangka memperingati HUT ke 76 Republik Indonesia.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kita memang perlu bergotong-royong, dan membutuhkan spirit yang kuat untuk bisa keluar dari krisis yang terjadi,” kata Suryo Eko Hardianto, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk yang juga salah satu penulis buku 100 Anak Tambang Indonesia tersebut.

Sebab kata dia tak hanya sumbangan berupa uang dan barang yang dibutuhkan rakyat saat ini untuk mampu bangkit dari keterpurukan, tetapi juga semangat juang tinggi seperti yang diwariskan para pendiri bangsa Indonesia saat memproklamasikan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 silam.

Meski ide ini muncul dari sektor pertambangan, khususnya subsektor pertambangan mineral dan batubara (Minerba), tapi ia juga menggelorakan semangat juang tersebut.

“Kelahiran buku 100 ATI ini membawa spirit yang sama, yaitu sebuah keinginan untuk membebaskan diri dari krisis akibat dijajah oleh Covid-19,” kata Alwahono, Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI), salah satu inisiator buku.

Menurut dia, sektor pertambangan berkontribusi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yaitu sekitar 7,37 persen pada tahun 2019  namun turun menjadi 6,6 persen di tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19.

“Setidaknya hingga 2021 ini, masih terdapat sekitar 1,3 juta lebih rakyat Indonesia yang bekerja di sektor pertambangan dan pengalian,“ kata Alwahono mengutip Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan edisi 3 tahun 2021.

Dengan pengalamannya yang lebih dari 20 tahun menjadi konsultan di berbagai perusahaan tambang, Alwahono berkesimpulan dunia tambang tak ubahnya ‘puncak gunung es’. Bagian atasnya yang tersembul sedikit ke permukaan, itu yang kita nikmati saat ini. Sementara dunia bagian bawahnya tak kita ketahui. Karena itu hampir tak ada yang tahu kisah para anak negeri yang berjuang di sektor pertambangan dan turut membangun bangsanya dengan bersimbah keringat dan air mata.

“Padahal hampir semua tools yang memudahkan hidup manusia di dunia ini bahan bakunya dari hasil tambang,” terangnya.

Di tempat inilah menurutnya peristiwa-peristiwa kemanusian jarang sekali dipotret, dan diperbincangkan. Kalau pun ada, biasanya langsung tertimbun berita-berita mengenai pertumbuhan ekonomi, atau terkubur oleh angka-angka statistik rugi laba dan investasi. Cerita-cerita tersebut akhirnya tetap terpendam, dan ketika sesuatu yang buruk (negatif) terjadi barulah mata publik mengarah kepada mereka.

Inisiator yang juga editor buku 100 ATI, Alexander Mering mengatakan, bahwa meskipun yang menulis buku ini adalah para pemimpin perusahaan tambang, namun isi buku justru bercerita tentang peristiwa-peristiwa kemanusiaan di dunia pertambangan.

“Mulai dari kisah perjuangan hidup yang sangat personal, rasa nasionalisme, kesetiakawanan, cinta, keuletan dan suka duka 100 anak tambang, yang memang ‘berdarah-darah’ di lapangan,” kata Mering.

 

Menurut dia buku ini istimewa justru karena ditulis langsung oleh para pelaku sejarah pertambangan di Indonesia, khususnya sub sektor tambang Minerba. Mengisahkan 100 cerita inspiratif putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di 67 lebih perusahaan besar maupun kecil yang dipilih secara acak.

 

Mereka adalah orang-orang yang berjuang dari titik nol hingga ke puncak karir, dari seorang anak nakal hingga berhasil menjadi profesional, dari hanya seorang operator bisa menjadi direktur. Mereka yang mengira dirinya perkasa tapi tumbang juga dihantam malaria. Bahkan cerita penuh emosi, yaitu menantang bule berkelahi karena tak terima nama Indonesia dihina dan dilecehkan. 

 

Kata Mering, Allsysmedia memfasilitasi proses kreatif dan mempertemukan karya 100 orang ini dalam buku 100 ATI. Menghubungi mereka secara online tanpa kontak fisik. Buahnya adalah 100 orang berhasil membagi dan menyumbangkan semangat lewat kisah hidup mereka menjadi tulisan yang diolah menjadi buku ini.  Setiap penulis menyumbang 5-7 halaman.

Mering dan timnya di Allsysmedia mulai melakukan riset, menghubungi calon penulis, sejak April 2021. Kemudian pengumpulan tulisan pada periode Mei-juni 2021, Juli 2021 proses editing hingga proses percetakan. 

Sementara itu Eko Gunarto, matan Kasubdit Pengawasan Teknik Pertambangan dan Kasubdit Keselamatan Pertambangan Minerba Kementerian ESDM, mengatakan selama ia bertugas di pemerintahan, belum pernah terjadi orang tambang bersatu hanya untuk menulis sebuah buku, seperti buku ini, kecuali saat diundang untuk membahas sebuah rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pertambangan.

“Menyatukan dan mengumpulkan 100 pimpinan perusahaan tambang bersatu dalam sebuah karya buku, bukanlah perkara mudah. Apalagi proses penyelesaiannya hanya 3 bulan saja dan di dalam masa pandemi pula,” ujar Eko yang juga tercatat sebagai satu dari 4 editor buku. Dimana selain Eko, Alwahono, dan Alexander Mering, juga terlibat sebagai editor buku setebal 714 halaman ini Nur Iskandar, penulis buku Wakapolri Jusuf Manggabarani, yang meraih Rekor Muri tahun 2011 silam. 

Belum terbit saja buku 100 ATI telah mendapat sambutan luar biasa dari kalangan birokrat, Akademisi, perusahaan tambang, organisasi profesi tambang, politisi, wartawan, dan profesional dan generasi muda.

Sebutlahlah di antaranya Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dr. Ridwan Djamaluddin, M.Sc), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI (Ir. Maman Abdurahman), Rektor Universitas Trisakti (Prof., Dr., Ir., Kadarsah Suryadi, DEA), sejumlah dekan termasuk Dekan Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta (Dr., Ir., Sutarto Hartosuwarno, M.T.),  Konsultan Politik peraih sejumlah penghargaan dan pendiri Lembaga Survei Indonesia (Denny JA), Kolumnis dan tokoh wartawan Malaysia (James Ritchie), Alumni PPRA LXI Lemhannas RI, Enderiman Butar Butar, S.P., M.Si, dan masih banyak lagi. “Total endorsement yang kita lampirkan di buku sekitar 33 orang,” kata Eko.

Jurnalis yang juga Dewas LKBN Antara, Mayong Suryo Laksono mengatakan bahwa Baru kali ini terjadi, wajah dunia pertambangan Indonesia tidak digambarkan lewat laporan tahunan, statistik produksi, grafik dan neraca pembukuan, atau aktivitas sosial sebagai buah kewajiban sosial perusahaan. Wajah itu ditampilkan lewat kisah manusia, para pelaku dan pekerja yang sehari-hari terlibat di dalamnya. Masing masing dengan gayanya, lewat sudut pandang berbeda, meliputi bidang dan pilihan tema yang membentang luas.

“Sungguh unik dan otentik karena datang dari tangan pertama. Benar-benar sebuah cara berbeda untuk memahami dunia pertambangan Indonesia,” pungkas Mayong
© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI