Showing posts with label Iptek. Show all posts
Showing posts with label Iptek. Show all posts

Kowa Tech Perkenalkan Robot Pengemudi Anti Awak Kepada APKPI


 

Direktur APKPI Alwahono dan Yoshio Asama Executive Vice President Kowa Tech Co. Ltd, usai pertemuan diskusi perkenalan active robot SAM. Foto: APKPI

Penulis: Yanuarius Viodeogo Seno

MINESAFETY -- Kowa Tech Co. Ltd, perusahaan perakitan transportasi asal Jepang temu diskusi bersama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) untuk memperkenalkan robot pengendali eskavator tanpa awak manusia yang dapat diaplikasikan di site pertambangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur APKPI Alwahono didampingi Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto, Sekjen APKPI Ade Kurdiman dan Bendahara Umum APKPI Rahmad Subagyo, berlangsung di Jakarta, pada Rabu (10 Agustus 2022).

Jajaran petinggi Kowa Tech yang memperkenalkan teknologi bernama Active Robot SAM itu seperti, Yoshio Asama selaku Executive Vice President, Hajime Watanuki sebagai Deputy General Manager Design Departement, dan Kubo Masahiro sebagai Global Navigator International Business Section. 

Dari kiri kanan, Eko Gunarto, Alwahono, Yoshio Asama, Hajime Watanuki, Kubo Masahiro, Rahmad Subagyo, dan Ade Kurdiman

Ade Kurdiman mengatakan asosiasi sangat mengapresiasi Kowa Tech yang memperkenalkan sekaligus berdiskusi tentang robot pengendali ekskavator kepada APKPI supaya dapat diterapkan di wilayah-wilayah tambang di Indonesia. 

"Kami mengapresiasi Kowa Tech yang memperkenalkan teknologi tersebut karena sangat terkait dengan keselamatan pertambangan. Kowa Tech minta masukan supaya Active Robot SAM dapat diaplikasikan di Indonesia. Kami menyambut baik dan positif karena teknologi itu sangat bermanfaat sekali, seperti misalnya beroperasional di wilayah tambang terbuka," kata Ade kepada Minesafety, Kamis (11 Agustus 2022).

Dari informasi laman website kowatecht.co.jp, robot SAM cukup diletakkan di ekskavator untuk mengoperasikan mesin operator di kursi pengemudia. Sementara pengemudi orang mengoperasikan robot SAM dari jarak jauh dengan remote menggunakan layar monitor.

Fitur dari robot SAM, terbuat dari karet tahan terhadap goncangan, getaran, debu, dengan berat mencapai 50 Kilogram (Kg). Pengoperasian robot SAM dangat mudah dan menggunakan daya baterai sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. Menurut Ade, dengan fitur-fitur unggul tersebut memang robot SAM mampu memperkecil potensi kecelakaan tambang para pekerja.
Active Robot SAM. Foto: Kowa Tech.

"Robot SAM ini di Jepang sendiri, sudah digunakan saat penanganan gempa dan tsunami di sana. Mereka juga menggunakannya untuk pertahanan militer, konstruksi pabrik baja dan penggalian bahan yang terkontaminasi limbah," kata Ade.

Sementara itu, lanjutnya, nanti di Indonesia khusus di wilayah pertambangan yang cocok untuk lahan terbuka untuk penggalian dekat instalasi listri, penggalian yang dekat dengan radioaktif, kawasan rawan longsor. "Sehingga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak ada orang yang diekskavator karena sudah terganti robot SAM," ujarnya.

Namun demikian, menurut Ade, memang perlu bertahap untuk mengaplikasikan robot SAM di Indonesia karena perlu dilakukan tahap pengujian secara empiris dengan mengambil sample di perusahaan pertambangan di Indonesia. Pihak Kowa Tech, jelasnya, harus membawa robot SAM dan mempraktikkan langsung di Indonesia.

"Dari segi bisnis harus dipertimbakan juga, makanya harus ada uji empiris. Mulai dari aspek penggunaan baterai, pembelian robot, dan lainnya sehingga robot SAM itu layak menggantikan peran manusia sebagai pengemudi ekskavator di area tambang," ucap Ade.

ANTAM dan CNGR Jalin Kesepakatan Pengolahan Bijih Nikel Jadi Baterai

Deng Wiuming Chairman & President CNGR dan Nico Kanter Direktur ANTAM usai penandatangan nota kesepakatan bersama. Foto: ANTAM
MINESAFETY -- PT Aneka Tambang Tbk menjalin kesepakatan bersama CNGR Co. Ltd produsen prekusor dan daur ulang energi untuk pengembangan proyek kawasan industri bersama mendukung proses bijih nikel laterit berteknologi tinggi.

Kedua belah pihak akan menggunakan teknologi terbaru pembangunan lini produksi nikel sebagai upaya pengurangan karbon pembangunan hijau yaitu Oxygen Enriched Side Blown Furnace (OESBF).

Lini produksi pertambangan dan pelebuhan yang direncanakan dalam kesepakatan itu untuk mendukung produksi kapasistas nikel sebanyak 80.000 ton dalam matte sehingga bisa menghasilkan bahan baku baterai untuk kendaraan listrik atau energi lain.

Direktur ANTAM Nico Kanter mengatakan kerjasama dengan CNGR tersebut supaya ANTAM dapat lebih fokus mengembangkan bisnis EV Battery Ecosystem berteknologi canggih dalam pengolahan nikel.

"Terkait proyek hilirisasi nikel, ANTAM tengah fokus bisnis EV Battery Ecosystem. CNGR adalah mitra strategis potensial ANTAM karena memiliki pengalaman teknologi canggih pengolahan nikel dan memiliki kinerja bisnis perusahaan yang baik," kata Nico Kanter dikutip Minesafety, Senin (8 Agustus 2022).

Hal itu disampaikannya di sela-sela penandatangan kerjasama dengan Deng Wiuming selaku Chairman & President CNGR Co., Ltd, Fu Peiwen selaku Vice Presiden CNGR International Headquater. Kesepakatan itu dihadiri Dana Widjaja selaku Vice Presiden CNGR International Headquarter dan pimpinan perusahaan lainnya.

Sementara itu, Deng Weining mengatakan kerjasama keduanya sejalan dengan visi CNGR untuk pengembangan sumber daya nikel hijau dan berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial regional, serta mendorong pertukaran ekonomi dan sosial antara China dan Indonesia.

Deng melihat ANTAM memiliki sejarah panjang sebagai BUMN yang memiliki integrasi bisnis vertikal bidang pertambangan dan logam terdiversifikasi berorientasi ekspor sebagai bisnis utamanya.

"ANTAMA berkomitmen menyediakan produk berkualitas tinggi, diakui sebagai praktik industri terbaik dan kinerja operasional kompetitif. Pencapaian kerjasama ini merupakan pendalaman visi CNGR secara komprehensif," kata Deng.

Sebagai informasi, Pemerintah China pernah memberikan penghargaan kepada CNGR sebagai pusat teknologi perusahaan nasional dan perusahaan teknologi tinggi nasional dan mendapatkan anugerah perusahaan manufaktur cerdas nasional dan pabrik manufaktur hijau.

Perusahaan ini memproduksi juga teknologi daya energi, dan penyimpanan energi. Rantai pasok produk dari CNGR untuk konsumen kelas kakap seperti Tesla, Samsung, CATL LG dan Panasonic. 

PLN dan Hyundai Kefico Siap Produksi 1.000 Unit Motor Listrik Tahap Awal

Perwakilan dari Hyundai Kefico and Consortiums di pameran PLN E-Mobility Day: Driving The Future yang digelar pada 18 – 24 Juli 2022 di Denpasar, Bali. Foto: PLN

MINESAFETY -- PT PLN semakin serius memperkuat pondasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai khususnya roda dua kali ini dengan Hyundai Kefico and Consortiums dengan kesepakatan memproduksi 100 unit sepeda motor listrik dan 1.000 motor listrik hasil konversi dari motor BBM.

Selain itu, kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan tersebut seperti pembangunan infrastruktur dan operasi stasiun penukaran baterai motor listrik di Indonesia. Tahap awal, keduanya sedang merancang model bisnis untuk mengakselerasi ketersediaan infrastruktur dan komponen kendaraan listrik roda dua. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak pada acara Kick Off Ceremony and Showcase Exhibition di Auditorium Kantor Pusat PLN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kerjasama melputi penyediaan aspek-aspek penting kendaraan listrik seperti mesin penggerak, komponen, baterai dan manajemen servisnya. Dia memastikan keduanya segera melaksanakan kerjasama tersebut dan akses motor listrik lebih mudah.

"Presiden sudah mengamanatkan kepada kami untuk beralih dari tadinya impor kendaraan berbasis listrik. Produksi 100 unit sepeda motor listrik dan 1.000 motor konversi rencananya pengerjaan proyek itu berlangsung selama 14 bulan ke depan," Darmawan dikutip Minesafety, Rabu (20 Juli 2022).

Vice President and CTO Hyundai Kefico, Park Seong Min mengatakan pihaknya akan menyediakan suku cadang terbaik dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia sehingga dapat menyediakan kendaraan listrik berkualitas tinggi.

"Kami telah mengembangkan mesin penggerak kendaraan listrik yang berkualitas tinggi untuk mendukung program konversi motor berbahan bakar fosil ke listrik," ujar Park Seong Min.

Sementara itu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Tae Sung mengatakan dengan kerjasama itu maka Indonesia bisa menjadi pusat produksi motor listrik di ASEAN bahkan pengekspor motor listrik dunia.

"Indonesia memiliki nikel yang menjadi bahan utama dalam sektro e-mobility dan memiliki pasar yang besar. Sedangkan Korea memiliki teknologi dan pengalaman terkait industrialisasi e-mobility.

MIND ID dan Arrival Ltd Inggris Jajaki Kerjasama Bikin Kendaraan Listrik

 

MIND ID di markas Arrival Ldt, pabrikan kendaraan listrik berdomisili di London, Inggris. Foto: MIND ID

MINESAFETY -- BUMN grup industri pertambangan MIND ID, Mining Industry Indonesia mengunjungi Arrival Ltd, pabrikan kendaraan listrik asal untuk menjajaki pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

Manajemen MIND ID yang mengunjungi Arrival Ltd langsung Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris HE. Desra Percaya. Dari pihak Arrival Ltd, langsung disambut oleh CEO Denis Sverdlov.

Arrival Ltd, produsen kendaraan listrik berpusat di London berdiri pada 2015 lalu telah membuat mobil EV pertama yang harganya sama dengan kendaraan berbahan bakar bensin dan solar. Perusahaan tersebut juga telah membuat bus penumpang listrik pada 2020 lalu.

Hendi Prio Santoso mengatakan pertemuan antara MIND ID dengan Arrival Ltd selain pengembangan kendaraan listrik juga untuk mengeksplorasi solusi pasokan potensial termasuk baterai dan alumunium dan juga membahas desain.

"Pertemuan itu merupakan bagian dari upaya MIND ID dalam menjajaki pengembangan pabrik mikro baterai listrik komersial di Indonesia dan Asia Tenggara. Sebagai pemegang saham Indonesia Battery Corporation (IBC), MIND ID terus mencari peluang baru untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik," kata Hendi dari siaran pers dikutip Minesafety, Rabu (6 Juli 2022).

Menurutnya, MIND ID ke Inggris juga bagian mandat dari pemerintah kepada MIND ID untuk mengelola cadangan dan sumber daya strategis, hilirisasi dan memiliki kepemimpinan pasar yang diwujudkan melalui optimalisasi komoditas mineral dan ekspansi bisnis.

"Kerjasama ini akan diperluas potensi pengembangan portofolio baru perusahaan dalam jangka panjang, khususnya di bidang pengembangan eksosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujar Hendi.

Arrival Ltd dalam pertemuan tersebut memastikan untuk meningkatkan rantai pasokan dan mengembangkan inisiatif strategis mengamankan bahan baku yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan global akan kendaraan listrik.

"Dengan potensi kerjasama ini, diharapkan MIND ID dan Inalum Operating akan memiliki peran di masa depan dalam rantai pasokan alumunium Arrival. MIND ID bersama dengan IBC yang merupakan global supply chain for battery, akan melakukan penelitian dan membahas potensi pengembangan bersama komersial produk kendaraan listrik untuk negara berkembang yang dapat dilakukan di Indonesia," kata Hendi.  

Arrival Ltd, berdasarkan informasi dari wikipedia mengumumkan pada Januari 2020 mendapatkan modal segar dari Hyundai Motor Group dan KIA Motors senilai 100 juta Poundsterling untuk membuat kendaraan listrik secara global. Dengan menciptakan kendaraan listrik tanpa emisi tersebut, akan membuat harga jual seperti bus lebih murah dan terjangkau pada masa mendatang.

Urus IUJP Tambang Timah di Babel, Yuk Jangan Ragu

Pemaparan proses pengurusan IUJP pertambangan timah melalui OSS-RBA oleh Pemprov Kepulauan Bangka Belitung. Foto: Dinas Kominfo Babel.

MINESAFETY -- Pemprov Bangka Belitung mewajibkan pengurusan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) sektor pertambangan timah melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) untuk melindungi pertambangan timah secara ilegal.

Selain itu, dengan OSS-RBA yang layanan perizininan secara terintegrasi dan dapat diakses melalui www.oss.go.id itu untuk menghentikan pertambangan ilegal karena telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,5 triliun per tahun.  

Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin bahkan kaget mendapatkan informasi dari PT Timah Tbk bahwa kontribusi Babel dari industri pertambangan hanya 0,54% padahal potensi kontribusi timah sangat besar dari Babel.

"Kami dari Pemprov Babel berusahan keras untuk menata kegiatan pertambangan timah sebaik-baiknya, sehingga kami akan berusaha menghentikan kegiatan pertambangan timah ilegal karena bertentangan dengan undang-undang dan berpotensi merusak lingkungan dalam jangka panjang," kata Ridwan dari siaran pers pemprov dikutip Minesafety, Senin (4 Juli 2022),

Ridwan yang juga Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) ini dengan OSS-RBA maka pelaku usaha harus mengurus izin usaha tersebut sehingga perusahaan tidak ilegal atau terdaftar resmi di bawah pemerintah.

Dengan perangkat teknologi, lanjut dia, kegiatan berusahan pertambangan minerba bertransformasi menuju era digitalisasi termasuk untuk mengefektifkan proses perizinan seperti IUJP di Kepulauan Babel.

Kehadiran proses perizinan dengan teknologi digitalisasi itu, bukan berarti pihaknya sebagai pemerintah tidak ada sama sekali untuk melarang masyarakat mencari penghasilan tetapi agar kegiatan pertambangan timah sesuai aturan yang berlaku dan bertanggung jawab.

"Jangan lupa, bumi ini adalah hak anak cucu kita juga bukan hanya untuk kita saat ini. Saya mengimbau kepada masyarakat yang masih menambang secara ilegal untuk menghentikan aktivitasnya," kata Ridwan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Babel, Darlan mengutarakan pelaku usaha yang mendaftarkan IUJP menjelaskan langkah-langkah pendaftaran.

Pertama, kata dia, untuk melakukan pendaftaran harus mendapatkan akses dengan membuat nama pengguna dan kata sandi. Selanjutnya, semua data dilengkapi dan sistem mengeluarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pemberitahuan akan diberikan kepada tiap lembaga pemerintah yang berwenang sebagai penerbit izin usaha.

"Jika verifikasi diperlukan, lembaga pemerintah yang berwenang akan melakukan verifikasi kesesuaian usaha. Kemudian sistem OSS-RBB akan melakukan verifikasi pengajuan dengan status disetujui, kurang lengkap atau ditolak," kata Darlan.

Apabila, persyaratan kurang lengkap dengan status kurang lengkap makan pendaftar akan mendapatkan kiriman permintaan untuk melengkapi persyaratan.

"OSS-RBA merupakan sistem satu pintu karena itu, pelaku usaha tidak perlu mengunjungi banyak tempat untuk mengurus izin," kata Darlan.

Supaya Eksplorasi Optimal, MIND ID Uji Coba Aplikasi Kecerdasan Buatan

Pekerja sedang memantau kegiatan operasional ANTAM Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat. Sumber foto: PT ANTAM Tbk

MINESAFETY -- MIND ID, gabungan perusahaan industri pertambangan sukses menguji coba penggunaan aplikasi digital data capturing berbasis Artificial Intelligence (AI) dan machine learing untuk kegiatan eksplorasi geologging agar bisa menyelesaikan masalah pertambangan lebih efisien dan optimal.

Uji coba aplikasi yang berlangsung di ekplorasi milik PT ANTAM Tbk, unit bisnis pertambangan emas di Jawa Barat itu berfungsi untuk mempercepat dan mengkalkulasi sampel batuan hasil pemboran (core) seperti rock qualitif designation, core recovery dan lainnya.

Sebagaimana diketahui, aplikasi geologging itu dikembangkan oleh tim Safepedia, salah satu pemenang kompetisi inovasi MIND ID Goes Digital pada 2021 lalu. Safepedia beranggotakan 5 orang berpengalaman di bidang digital sektor health, safety, environment, dan database eksplorasi tambang.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan penggunaan aplikasi tersebut merupakan bagian grup dalam mendorong smart mining agar proses bisnis dan operasional perusahaan berlangsung optimal.

"Perusahaan terus mendorong lahirnya ide dan inovasi yang membuat proses bisnis industri tambang menjadi efisien, efektif, ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Hendi dalam MIND ID dikutip Minesafety, Selasa (28 Juni 2022).

Penggunaan aplikasi untuk geologging itu memiliki tiga fitur seperti safety inspection, proses pengeboran dan foto core yang dilengkapi dengan artificial intellegence.

Sementara itu, implementasi ujicoba program yang dilakukan di wilayah operasi ANTAM itu berfokus pada tiga hal, yaitu pertama penyesuaian field dalam aplikasi geologging sesuai dengan kebutuhan dari petugas di lapangan.

Kedua, kolaborasi fitur AI pada geologging untuk kolaborasi  aplikasi digital yang telah ada sebelumnya milik ANTAM yaitu Rinda Emas. Terakhir fokus uji coba program AI untuk menerapkan trial and error pada core logging atau proses bisnis eksplorasi yang masih sangat minim.

Dengan kolaborasi antara Rinda Emas dan geologging bisa membantu meminimalisir kesalahan input, meningkatkan efisiensi dengan cara mempersingkat proses data collecting dan meningkatkan kualitas serta standarisasi data geologi dan aktivitas pengeboran.

Saat ini ANTAM melalui Unit Geonim & Technology Development sedang ekplorasi mineral yang terintegrasi meliputi aktivitas survei area, eksplorasi geologi, eksplorasi geofisik, survei geodesi, pengeboran, pengujian analisa fisik dan kimia, penghitungan cadangan dan sumber daya mineral yang didukung dengan Sistem Informasi Geografi (GIS-Geographic Information System) yang terintegrasi.

Dari hasil eksplorasi, ANTAM menemukan cadangan terbukti dan terkira komoditas seperti bijih nikel, sebanyak 376 juta wmt pada 2020, bijih bauksit sebanyak 106 juta mwt dan bijih emas sebanyak 3,70 juta dmw pada tahun yang sama.

PLN Sebar 400 Motor Listrik Operasional, Siap-Siap Beralih ke Kendaraan Listrik

Kementerian ESDM, PLN dan Pertamina menyepakati kerjasama program konversi motor listrik sebagai bagian program transisi energi, Jumat (24 Juni 2022). Sumber foto: PLN

MINESAFETY -- PLN menyiapkan 400 unit motor listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan listrik sebagai bagian korporasi mendukung konversi motor listrik Tanah Air.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan PLN dalam mendukung program konversi motor BBM ke motor listrik untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"PLN tahun ini sudah menyiapkan 400 unit motor listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional. Dengan menggunakan kendaraan listrik bisa mengurangi emisi karbon. Emisi 1 liter BBM daripada listrik, emisi karbonnya lebih rendah listrik," kata Darmawan usai penandatangan kerjasama dengan Kementerian ESDM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari siaran pers ESDM dikutip Minesafety, Minggu (26 Juni 2022).

Tidak cukup sampai di situ saja, lanjut dia, PLN memastikan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kendaraan listrik di Indonesia sudah tersedia.

"Hingga Mei 2022, PLN telah menyediakan 90 unit SPBKLU untuk mempermudah para pemilik motor listrik mengisi daya. Sementara untuk SPKLU, PLN telah menghadirkan 129 unit SPKLU terdiri dari SPKLU Fast charging dan ultra fast charging tersebar di 98 titik," ujarnya.

Dia menambahkan, PLN mengalokasikan lagi dana untuk menambah 40 unit SPKLU supaya mempermudah masyarakat mengisi kendaraan listriknya. Dengan adanya program yang sudah terjalin kerjasama tersebut, Kementerian ESDM, Pertamina, PLN dan sejumlah pihak maka memberikan manfaat peningkatan keterampilan baru bagi generasi muda, membuka lapangan kerja baru dengan adanya bengkel konversi dan meningkatkan produksi komponen lokal.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani nota kesepahaman antara PT Pertamina dan PT PLN untuk program konversi motor listrik sebagai bagian program transisi energi, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan kerjasama itu upaya meningkatkan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) serta pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Upaya menciptakan ekosistem KBLBB dengan target 6 juta unit motor listrik pada 2025. [Sehingga] implementasi program ini akan mampu menghemat BBM sekitar 13 juta barel/tahun atau senilai Rp16 triliun/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 4 juta ton/tahun dan peningkatan konsumsi listrik sebesaar 2,4 terawatt hour (TWh)/tahun," kata Ego.   

Penandatanganan lain antara PLN, Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana mendapat perhatian dari Edo. Kerjasama lintas instansi korporasi, pemerintah dan perguruan tinggi itu dalam rangka pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu untuk memproduksi biomasa memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

"Diharapkan melalui program ini dapat dilaksanakan pemberdayaan masyarakat, BUMD, UMKM dengan melibatkan perguruan tinggi. [Dengan begitu], dapat menyediakan bahan baku biomassa secara berkelanjutan," kata Ego.

PAMA Pantau Kualitas Tidur Pekerja dengan Smartwatch


Ilustrasi: Jam tangan pintar memiliki fitur-fitur canggih memantau kebugaran penggunanya. Sumber: Pixabay.

MINESAFETY -- Dunia pertambangan membutuhkan dukungan teknologi digital untuk memperkuat sistem keselamatan pertambangan. Digitalisasi dalam pertambangan dapat diaplikasikan dalam setiap lini, mulai dari tahap eksplorasi, produksi, hingga bisnisnya.

Sebagai perusahaan yang memprioritaskan aspek keselamatan pekerjanya, PT Pamapersada Nusantara memandang penting digitalisasi. Kecanggihan digitalisasi mampu menyentuh bagian-bagian penting dari yang besar sampai yang terkecil dalam rangka mendukung keselamatan pertambangan. Termasuk memantau kualitas tidur para pekerjanya.

Direktur Engineering and Information System Pamapersada, Hendra Hutahaean mengatakan, pendeteksian kualitas tidur operator diperoleh dengan menggunakan jam tangan pintar atau smartwatch. Dalam hal ini, operator wajib mengenakannya setiap saat.

Hasil deteksi smartwatch akan mendeteksi kelayakan operator bekerja di lapangan. Apabila memenuhi standar yang ditentukan, maka operator dinyatakan siap bekerja atau fit to work. Namun sebaliknya, apabila tidak memenuhi penilaian, maka operator dilarang bekerja di area tambang.

“Kita menggunakan smartwatch untuk mendeteksi kecukupan tidur operator atau driver. Ini sudah dijalankan PAMA dan terus dalam pengembangan,” ungkap Hendra dalam Webinar APKPI Mine Safety Campaign, dalam rangka Bulan K3 Nasional 2022 yang digelar secara virtual, belum lama ini.

Inisiatif dalam penggunaan smartwatch tersebut dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan kerja yang disebabkan kelalaian atau human error. Kondisi operator yang tidak sehat, tentu akan memunculkan risiko terjadinya kecelakaan kerja.

Tiap operator akan melalui tahap screening sebelum masuk ke dalam kabin alat berat dan kendaraan tambang, atau sebelum bekerja di tambang. Pada tahap ini, hasil deteksi pada smartwatch dikawinkan dengan aplikasi sleep monitoring system yang sudah disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi tentang standar keselamatan kerja.

“Kita jadi tahu berapa jam dia tidur setiap harinya. Apakah tidurnya cukup untuk dia siap bekerja di tambang. Ini kita lakukan semata-mata agar pertambangan menjadi lebih aman,” paparnya.

Selain smartwatch, perusahaan juga memasang perangkat kamera di dalam kabin kendaraan dan di area pertambangan. Tujuannya untuk memantau secara langsung aktivitas operator.

“Ini bisa mendeteksi apakah dia mengantuk, atau melakukan aktivitas lain sambil mengemudi. Kamera di luar untuk memantau soal kepatuhan rambu lalu lintas,” kata Hendra.


Proyek CCS/CCUS Indonesia Siap Mengurangi Emisi CO2

Ilustrasi: Pembangkit listrik. 

MINESAFETY -- Indonesia tengah menyiapkan pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS) untuk memenuhi target Net Zero Emission (NZE) atau mengurangi emisi global termasuk dari komoditas batubara Indonesia. 

Kesiapan Indonesia mengembangkan proyek dan studi teknologi CCS/CCUS yang sudah mulai berjalan baik di sejumlah wilayah kerja Minyak dan Gas (Migas). Lokasi proyek itu seperti CCS memproduksi blue amonia di Sulawesi Tengah, studi CCS/CCUS Kalimantan Timur, studi CCUS batubara ke Dimethyl Ether (DME), dan sejumlah calon proyek yang sedang tahap studi atau persiapan. 

"Studi maupun proyek CCS/CCUS di Indonesia yang tengah berjalan memiliki potensi simpanan CO2 total sekitar 41 juta ton CO2. Sesuai peta jalan International Energy Agency (IEA), teknologi CCS/CCUS berkontribusi mengurangi emisi kumulatif secara global lebih dari 10% dpada 2050," kata Tutuka Ariadji sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian (ESDM) dari rilis dikutip minesafety, Jumat (15 April 2022). 

Hal itu disampaikan oleh Tutuka pada event series: Making CCS/CCUS Affordable: Enabling CCUS Deployment in G20 and Beyond di Jakarta, pada Rabu (13 April 2022). Dalam kegiatan itu, dia mengatakan CCS/CCUS bagi indonesia memiliki peran ganda yakni selain mendukung target penurunan emisi Indonesia juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi migas melalui CO2-Enhanced Oil Recovery (EOR) atau Enhanced Gas Recovery (EGR). 

"Dari hasil kajian Puslitbang migas, Indonesia memiliki potensi penyimpanan sekitar 2 giga ton CO2 yang tersebar di beberapa wilayah, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Papua. Potensi saline aquifer 9,68 giga ton CO2 dari cekungan Sumatra Selatan dan Barat," kata Tutuka. 

Dia mengatakan bahwa pengembangan CCS/CCUS membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah, menurutnya, akan selalu mendukung semua pemangku kepentingan yang mempromosikan teknologi CCS/CCUS untuk diterapkan di Indonesia. 

Sebagai informasi, kesepakatan pengembangan CCS/CCUS saat digelar dalam Conference of Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia pada 31 October - 13 November 2021 lalu. Selanjutnya, istu itu menjadi bagian dari bahasan utama pada Energy Transitions Working Group (ETWG) G20 di Indonesia pada Maret 2022, baru-baru ini. 

Saat itu, Chair of ETWG G20 2022 Yudo Dwinanda Priadi mengatakan skenario CCUS di kawasan regional ASEAN saja akan membutuhkan investasi jumbo sebesar US$ 1 miliar/tahun mulai 2030. 

"Tantangannya dalam pengembangan teknologi CCS/CCUS membuat harga lebih terjangkau. Biaya untuk menangkap [teknologi] CO2 menyumbang porsi terbesar sekitar 70-75% dari total biaya CCUS. Ini bervariasi tergantung pada struktur geoglogi lokal, kedekatan dengan kawasan industri, dan dukungan peraturan pada proyek percontohan CCUS," ujar Yudo.   

Swiss-Indonesia Kerjasama Peningkatan Kompetensi SDM EBT

Ilustrasi: Pembangkit listrik di sekitar sungai. Foto: Pixabay 

MINESAFETY -- Pemerintah Swiss dan Indonesia menjalin kerjasama kompetensi dosen dan pranata laboratorium di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna mendorong target bauran energi terbarukan tercapai. 

Pemerintah menilai pembangkit listrik berbasis EBT akan terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang seiring penambahan kapasitas pembangkit listrik sekitar 40.000 Megawatt (MW) dan meningkatnya permintaan terhadap energi kelistrikan. 

Kerjasama dengan Swiss itu melalui proyek hibah pembangunan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) untuk lima politeknik negeri bidang PLTA di tanah air. Adapun kampus yang menerima hibah pelatihan tersebut adalah Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. 

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kerjasama itu diharapkan dapat membantu percepatan penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan (EBT). 

"Kerjasama diharapkan dapat mendukung peningkatan kilowatt hour (kWh) per kapita. Selain itu mendorong, tercapatinya target bauran energi EBT sebesar 23% pada 2025 dan menjadi bagian konkrit dari langkah-langkah transisi energi menuju net zero emission pada 2060 atau lebih cepat," kata Laode dari keterangan pers dikutip Minesafety, Senin (28 Maret 2022). 

Pelatihan yang digelar selama 2 minggu dari 21 Maret hingga 2 APril 2022 itu berlangsung di ASEAN Centre for Hydropower Competence (HYCOM) notabene pusat pelatihan kompetensi yang dikelola PT Entec dan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Penditikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) di Bandung, Jawa Barat. 

Penguatan kompetensi itu didampingi tenaga ahli industri mencakup materi pelatihan seperti teknis desain, perencanaan, pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan, dan supervisi PLTA. Para peserta juga mengunjungi lokasi PLTMH di kebun teh Dewata Cikahuripan, CV Protel Multi Energy dan PT Heksa Prakarsa Teknik, Bandung. 

Rangkaian pelatihan tersebut merupakan bagian dari Renewable Energy Skills Development (RESD) sebagai bagian proyek selama 5 tahun bekerjasama antara SECO dan 3 lembaga kementerian Indonesia yakni Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Kementerian Ketenagakerjaan. 

Tidak cukup sampai pada pelatihan saja, Pemerintah Swiss dan RI juga turut memberikan dukungan peralatan laboratorium energi solar dan hidro bagi masing-masing politeknik yang terlibat serta memperkuat kerjasama dengan industri EBT melalui program magang industri. 

KEBUTUHAN LISTRIK
Kebutuhan energi, dari data Kementerian ESDM, masih didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 47% atau sekitar 34.856 Mw, disusul Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTGA) mencapai 20,938 Mw atau sebesar (28%), selanjutnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6.255 Mw atau sebesar 9%, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 4.932 Mw atau 7%, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 2.174 Mw atau 3%, PLTU Minyak atau Gas sebesar 2.060 Mw atau 3% dan PLT EBT lainnya sebesar 2.215 Mw atau 3%. 

Produksi listrik volume PLTU sendiri realisasinya saat ini masih membutuhkan pasokan batubara sebesar 32,76 juta ton. Setelah itu, sisanya dipasok dari gas 17%, air sebesar 7,05%, panas bumi sebesar 5,61%, bahan bakar minyak 3,04%, Bahan Bakar Nabati (BBN) sebesar 0,31%, biomassa 0,18%, surya 0,04% dan EBT lainnya 0,14%. 

Presdir Pamapersada: Insan Pertambangan Mengoptimalkan Teknologi Cegah Kecelakaan Kerja

Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara, Frans Kesuma.

MINESAFETY -- Seminar dan workshop Mine Safety Campaign kali ini begitu spesial karena langsung dihadiri Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara, Frans Kesuma. Sosok salah satu penulis dari 100 tokoh buku Anak Tambang Indonesia (ATI) berjudul 'The Last Man Standing'.  

Dalam seminar itu, Frans terlihat penuh antusias memberikan kata sambutan dengan topik terkait tema Mine Safety Campaign yaitu pemanfaatan teknologi dan digital dalam mencegah kecelakaan kerja. 

Frans meyakini pemanfaatan teknologi mampu mencegah kecelakaan kerja khususnya di industri pertambangan sehingga harus dioptimalkan supaya kecelakaan kerja pada titik angka nol. 

"Teknologi sekarang berkembang pesat, di mana industri sudah masuk dari 4.0 dan menuju 5.0. Kita [insan pertambangan] harus terus melakukan pengembangan baik research dan development terkait teknologi dan digital sehingga bisa diimplementasikan untuk pengembangan produktivitas dan kinerja keselamatan pertambangan," kata Frans, pada seminar yang dihadiri sebanyak 1.133 peserta yang berlangsung pada 16 Februari 2022. 

Frans mengutarakan teknologi adalah alat untuk mencapai zero accident yang efektif apabila semua pihak sepenuh hati menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Dengan catatan, kata dia, tentu perilaku dari pekerja menerapkan SOP itu dengan baik.    

Senada disampaikan oleh Hendra Hutahean sebagai Enggineering & Information System Director Pamapersada Nusantara bahwa teknologi dan digitalisasi memiliki peluang besar di industri pertambangan. 

Dia menyebutkan rangkaian proses penambangan batubara sangat membutuhkan data untuk perekaman, dan pencatatan sebagai dasar seperti misalnya pengajuan proposal atau pengambilan keputusan. 

"Jika selama ini dengan catatan manual sehingga hasilnya tidak efektif. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi sebagai kebutuhan cakupan luas areal pertambangan dan pengembangan [aspek kerja di bidang-bidang pertambangan] lebih baik," kata Hendra. 

Berita Terkait: Pamapersada Ajak Insan Pertambangan Terbiasa Dengan Digitalisasi

Pamapersada Nusantara sudah menerapkan sejumlah teknologi-teknologi maju, seperti diutarakan oleh Hendra Hutahean. Mulai dari Slope Stability Monitoring, kata Hendra, misalnya berfungsi membaca pergerakan lereng sekitar tambang atau jika terjadi longsor baik pekerja dan peralatan operasional bisa segera dievakuasi sesecepat mungkin. 

Selanjutnya, penggunaan drone inspection dan patrol. Dengan menggunakan pesawat tanpa awak itu, menurutnya, manajemen di Jakarta juga bisa melihat langsung aktivitas di wilayah konsesi di Kalimantan, Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Teknologi lain digunakan Pamapersada Nusantara, papar Hendra, yaitu High Risk Supervision misalnya melihat ada atau tidak pengawas lokasi pertambangan. Fungsinya juga ada, kamera itu untuk membaca ada atau tidak operator yang mematuhi prosedur kerja sehingga alat itu sekaligus alarm atau panduan perbaikan kerja. 

Terakhir adalah greencard dan high risiko inspection yakni teknologi melalui aplikasi yang tersedia di android atau iOS untuk menginput data dan mencatat data dari hasil inspeksi area pengawasan. 

"Namun digital behavior (perilaku digital) sangat dituntut di sini, jangan sampai ini sebuah gagahan saja maka kita harus memahami peralatan teknologinya," kata Hendra.  

Sementara itu, Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto mengatakan APKPI begitu serius mengkampanyekan keselamatan pertambangan bahkan mendatangani titik nol kilometer barat Indonesia di Sabang pada 12 Januari 2022 dan titik nol kilometer Timur di Merauke, pada 12 Februari 2022.

Dewan Pengawas APKPI, Eko Gunarto

Tujuannya, kata Eko, supaya gaung tema keselamatan pertambangan yang tangguh dalam menghadapi era digitalisasi menyentuh insan pertambangan Indonesia. 

"Kami ingin menyamakan persepsi tentang KP yang didalamnya ada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO). Fakta di lapangan masih saja menjadi sorotan hanya K3 saja tetapi KO kurang mendapatkan perhatian. Padahal kalau terjadi kecelakaan operasional maka nilai kerugiannya sangat besar," kata dia.   

Eko ingin segenap insan pertambangan bersinergi bergandengan tangan membangun keselamatan pertambangan dan juga keselamatan pertambangan Indonesia mampu berkiprah di tingkat internasional. 

"Kita mampu dengan cita-cita itu karena kita bangsa yang hebat dan pasti bisa," tegas Eko. 

Direktur APKPI Alwahono sebagai pembicara mengutarakan manusia adalah pencipta teknologi dan jika manusia tidak dapat beradaptasi dengan teknologi maka sebagai gagahan saja. 

"Era kompetensi digitalisasi sudah bertransformasi dari 4.0 ke 5.0 jadi yang mampu menghadapi digitalisasi adalah orang yang tangguh (resilient)," tuturnya. 

Pembicara seminar Hendra Hutahea dan Alwahono dimoderatori oleh Khrisna Protecta

Alwahono juga menjelaskan bahwa untuk menciptakan keselamatan yang tangguh maka perlu manusia yang tangguh (human resilient), pemimpin yang tangguh (resilient leadership), proses dan teknologi yang tangguh (proses resilient) dan organisasi dan sistem yang tangguh (resilient management).

Dari aspek perilaku walaupun perkembangan era digitalisasi tetap mememiliki peran kunci dalam suksesnya keselamatan. Perilaku, menurut Alwahono, adalah terbentuk karena faktor-faktor internal-eksternal, atau nature-nurture atau person-environment.

Selanjut alwahono menjelaskan untuk penerapan keselamatan berbasis perilaku dapat di terapkan 7 langkah penerapannya yang dikenal dengan 7 steps BBS (behavior base safety) implementation (implementasi).

Adapun 7 langkah membangun BBS yaitu identifikasi perilaku kritis (critical risk behavior), membangun model perilaku (sistem, standar dan indikator), penerapan BBS (BBS Implementation), behavior (perilaku) intervensi dan observasi teknik, analisa dan audit asessement, reward dan punishment (penghargaan dan hukuman), dan review dan tindakan berkelanjutan. 

Majalah Mine Safety Edisi Perdana Terbit di Titik Nol Kilometer Barat Indonesia

Direktur APKPI Alwahono memperlihatkan majalah Mine Safety edisi perdana yang terbit di titik nol kilometer barat Indonesia. Foto: Mine Safety

MINESAFETY -- Majalah agregasi informasi keselamatan pertambangan, Mine Safety terbit di Provinsi Aceh tepatnya titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh), pada Rabu 12 Januari 2022. Ini menjadi kabar gembira untuk para pembaca khususnya tentang keselamatan pertambangan.

Sekarang segala informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan keselamatan operasional (KO) dapat anda baca dalam bentuk majalah baik digital dan fisik. 

Majalah Mine Safety edisi perdana volume 01 dan Nomor 01 periode Oktober-Desember 2021 ini mengangkat laporan utama mengenai sejarah lahirnya APKPI dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). 

Dalam edisi laporan khusus, kami mengangkat artikel dengan judul Safe Walau bekerja Dari Sudut Paling Kritis. Selain itu, kami memiliki artikel untuk rubrik corporate social responsibility (CSR) dari Grup Adaro dan PT Mifa Bersaudara. 

Ketua Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto dan Direktur APKPI Alwahono menggenggam majalah Mine Safety edisi perdana dan buku Resilient Safety Leadership (RSL). 

Kami juga menyajikan hiburan berupa humor tambang sebagai menu ringan untuk dibaca dari Mine Safety yang tidak dimiliki oleh media sekelasnya. 

Dengan pengelolaan dua kanal yang dilahirkan ini sebagai realisasi visi dan misi serta program kerja organisasi. 

Segenap awak redaksi mengucapkan selamat menikmati seluruh sajian majalah Mine Safety (e-magazine). 



Ayo! Bersiap Hadapi Bulan K3 2022

 

Pekerja konstruksi. Foto: Pixabay





MINESAFETY - Menteri Ketenagakerjaan baru saja merilis petunjuk pelaksanaan bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) nasional 2022 sebagai momentum bagi keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja atau buruh saat pencegahan dan penanggulangan Covid-19 dengan mendepankan pemanfaatan teknologi digital. 

Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 202/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional 2022 itu mengambil tema Penerapan Budaya 3 Pada Setiap Kegiatan Usaha Guna Mendukunga Perlindungan Tenaga Kerja di Era Digitalisasi. 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan pelaksanaan bulan K3 nasional yang dimulai pada 12 Januari 2022 sampai dengan 12 Februari 2022 mendatang bisa berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan supaya sasaran jumlah perusahaan menerapkan SMK3 berbasis teknologi informasi mengalami peningkatan. 

Sasaran berikutnya, jumlah perusahaan nihil kecelakaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi di semua sektor usaha yang berbudaya K3 dan meningkatnya produktivitas kerja secara nasional. 

Dalam keputusan itu disosialisasikan program-program strategis supaya dijalankan oleh pihak-pihak terkait seperti penghargaan K3, pembentukan komite investigasi kecelakaan kerja, pembentukan forum, komunitas dan jejaring K3, dan kegiatan strategis lainnya sesuai dengan kondisi. 

Selan itu ada kegiatan bersifat promotif seperti iklan layanan K3, promosi K3 pada kegiatan e-commerce, pameran K3, edukasi K3 secara interaktif, seminar, lokakarya, semiloka K3, lomba K3, aksi sosial Ke, kampanye gerakan pekerja sehat (GPS). 

Kementerian mengingatkan supaya melaksanakan kegiatan audit SMK3, pembinaan dan pengujian lisensi K3, pemeriksaan atau objek K3, pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, pengukuran dan pengujian lingkungan kerja, operasi tertib, penanganan kasus-kasus kecelakaan kerja dan akibat kerja, inovasi digitalisasi.   

Perkembangan teknologi dan informasi menjadi esensi dalam keputusan itu agar saling mengisi satu sama lain untuk menekan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melalui pelaksanaan K3. 

Menteri mengharapkan seluruh lapisan masyarakat umum, industri, para cendekiawan, organisasi profesi, asosiasi dan pihak terkait lainnya dapat memberikan motivasi dan berperan aktif mensosialisasi K3 di semua sektor usaha. 

Teknologi 4.0 Menghadapi Tantangan Keselamatan Pertambangan

Acara Pengukuhan DPP APKPI 2020-2024


MINE SAFETY - Istilah menambang mineral atau batubara sekarang mulai bergeser semenjak era revolusi industri 4.0 muncul. Kaum muda terutama sangat familiar dengan istilah menambang data yaitu cara artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang berasal dari gabungan teknologi robot dengan komputer atau perangkat lunak dalam menggali berbagai macam data. 


Menambang data atau data mining itu memanfaatkan statistik, matematika dan perangkat lunak untuk mengeruk informasi dari berbagai macam sumber. Dahulu orang pertambangan mungkin tidak peduli matematika dengan pertambangan. Belum lagi cuek saja dengan statistik sekitar izin usaha pertambangan karena tidak mempunyai dasar teori tambang di bangku kuliah. 


Namun, pada era kini jangan pernah meremehkan sama sekali mereka yang mendalami ilmu AI tersebut. Orang-orang tersebut bisa membuat robot hanya dengan digerakan melalui tombol-tombol minimalis atau di laptop anda muncul apa pun yang ingin anda inginkan dalam jangka waktu yang cepat. Perusahaan-perusahaan jaman sekarang berlomba-lomba memiliki AI terbaik agar dapat menguasai data. 


Saat pengukuhan Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan indonesia (APKPI) periode 2020-2024 tema revolusi industri 4.0 menjadi topik utama pembuka acara. Direktur Teknik dan Mineral Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengutarakan sudah waktunya optimal menggunakan teknologi berbasis industri 4.0 di sektor perusahaan pertambangan.


Lana menjelaskan banyak manfaat penggunaan teknologi 4.0 seperti memecahkan permasalahan bisnis yang kompleks, meningkatkan produktivitas kinerja perusahaan termasuk keselamatan (safety) dan meningkatkan margin nilai mata rantai usaha supaya mempunyai pondasi keberlanjutan usaha yang kokoh. 

"Era industri 4.0 dimotori inovasi, otomatisasi, supercomputer, robot, artificial intelligent (AI), machine learning, internet of things (IoT), cloud computing, dan digitalisasi yang membuat pergeseran landscape sosial dan bisnis tak terkecuali industri pertambangan," kata Lana saat memberikan sambutan pengukuhan 

APKPI, 9 Januari 2021. 


Khusus keselamatan pertambangan, Lana Satria mengharapkan sektor pertambangan saling berdiskusi dan bertukar informasi mempersiapkan diri serta mempelajari peluang-peluang penerapan industri 4.0 seluruh sektor pertambangan khususnya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO).


"Apalagi masa pandemi Covid-19 dengan industri 4.0 bagaimana dalam kondisi ketidakpastian dapat menangkap peluang keberhasilan dengan memanfaatkan teknologi yang membantu operasional pertambangan bergerak efisien dan efektif. Dengan adopsi teknologi tepat guna juga solusi mengelola keselamatan pertambangan," terangnya. 


Direktur APKPI Alwahono mengatakan kehadiran teknologi berbasis 4.0 sesungguhnya tantangan baru sektor pertambangan yang harus dijawab dengan semangat kompetisi tinggi. 


"Kita berharap APKPI dapat berperan serta mengelola pertambangan yang baik terutama keselamatan pertambangan. Era industri 4.0 merupakan tantangan baru sehingga pengukuhan APKPI periode 2020-2024 dan seminarnya mengangkat tema industri 4.0," harap Alwahono dalam sambutannya sebagai Direktur APKPI Periode 2020-2024. 


Dia ingin APKPI menjadi wadah komunikasi tiga pilar pemerintah, swasta dan masyarakat yang berkesinambungan dalam pengelolaan pertambangan terbaik terutama terkait dengan keselamatan pertambangan.


Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan


Untuk menjadi resilient maka kita tentunya perlu memiliki kemampuan untuk mengelola risiko. Ini merupakan kompetensi mutlak untuk dapat menghadapi semua situasi yang mungkin akan terjadi. Dalam pendekatan modern, pengelolaan kemampuan organisasi dalam mengelola keselamatan perlu dikelola dalam sistem manajemen yang terintegrasi dengan sistem lainnya. 

Sistem manajemen keselamatan untuk pertambangan di Indonesia dikenal dengan Sistem Manajemen keselamatan pertambangan (SMKP) Minerba. Pengelolaan keselamatan terbaik adalah dikelola dalam sistem manajemen.

Di Indonesia keselamatan pertambangan diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 38 Tahun 2014 tentang Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan (SMKP). Permen yang disahkan pada 30 Desember 2014 tersebut mewajibkan setiap perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral dan batubara baik IUP/IUPK (Izin Usaha Pertambangan/Khusus) maupun IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan) menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan. 

Lahirnya Permen ESDM No. 38 Tahun 2014 ini dilatarbelakangi karena adanya regulasi-regulasi pemerintah sebelumnya yang mewajibkan pengawasan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO).  Selain itu, UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) pada pasal 96 menyatakan Pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan ketentuan K3 Pertambangan dan KO Pertambangan.

Pernyataan di atas diperkuat dengan adanya PP No. 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral Batubara (pasal 16, 26, dan 27), bahwa Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha pertambangan yang memegang ijin, pengawasan tersebut meliputi K3 Pertambangan dan KO Pertambangan. 

Di samping itu, PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3 pada pasal 4 ayat 2 menyatakan bahwa Instansi Pembina sektor usaha dapat mengembangkan Pedoman Penerapan SMK3 sesuai dengan kebutuhan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan beberapa regulasi tersebut maka beberapa orang yang berasal dari praktisi keselamatan pertambangan seperti KTT dan HSE Manager, akademisi, konsultan, dan Inspektur Tambang mengembangkan suatu sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Setelah beberapa kali pertemuan yang dimulai sejak 13 Desember 2012 sampai Oktober 2014, akhirnya lahirlah Permen ESDM No. 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Pada tahun 2018 sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia perihal deregulasi maka peraturan-peraturan di Kementrian ESDM mengalami perubahan-perubahan. Dasar hukum SMKP yang kala itu adalah Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 Pasal 18 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara, Keputusan Menteri ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 Lampiran IV tentang Pedoman Pelaksaan Kaidah Teknik Pertambangan yang baik, serta Keputusan Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM No.185.K/37.04/DJB/2019 Lampiran II tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, maka semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan wajib untuk membuat dan memiliki sebuah sistem sebagai pedoman dan panduan yang mengatur serta menjamin keselamatan pada karyawan maupun mengawal jalannya proses pertambangan itu sendiri mulai dari hulu sampai ke hilir tanpa terkecuali.

Peran Kecanggihan Teknologi dalam Pertambangan Modern



Perkembangan kecanggihan teknologi dalam pembuatan kendaraan otomatis dan drone kini semakin menjadi bagian tak terpisahkan pada kehidupan sehari-hari. Namun sebelum banyak digunakan pada sektor tersebut, kecanggihan teknologi ini terlebih dahulu diterapkan pada sektor pertambangan.

Pesatnya perkembangan teknologi pada pengolahan dan pengiriman data pada awalnya lebih banyak digunakan pada kegiatan pertambangan. Membuat operasional tambang menjadi dua kali lipat lebih efisien. Operasional kerja pada setiap proses kegiatan tambang menjadi dasar sebuah inovasi manufaktur untuk menciptakan kehidupan yang lebih aman secara berkelanjutan.

Pada setiap proses kegiatan pertambangan, perusahaan tambang selalu berusaha menggunakan teknologi terkini untuk bisa menjangkau aset-aset vital, meningkatkan efisiensi dan produksi dan tentunya menekan serendah mungkin dampak buruk terhadap lingkungan.

Sesuatu di Tambang


 

Dummy....Hengky Rumbino, salah satu vice presiden termuda PT Freeport Indonesia yang merupakan putra asli Papua sangat mencintai dunia pertambangan. Kesuksesannya berawal dari kesadaran bahwa tanah kelahirannya kaya akan produk tambang. Baca selengkapnya


Pentingnya Keselamatan di Industri Pertambangan dan Minyak Bumi

 


Siapa sih yang ingin celaka? Tentu saja tidak ada seorang pun yang ingin celaka. Tapi risiko kecelakaan dapat berlangsung setiap saat serta dimanapun termasuk di linkungan tempat kerja. Nah, Keselamatan serta Kesehatan Kerja yg seringkali dipersingkat K3 salah satu ketentuan pemerintah yang menjamin keselamatan serta kesehatan kita dalam bekerja. Jadi, tidak ada salahnya kita pelajari lebih jauh tentang K3.

Keselamatan serta Kesehatan Kerja ialah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat serta aman baik itu bagi kerjaannya, perusahaan atau bagi masyarakat serta lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja itu. Keselamatan serta kesehatan kerja adalah suatu usaha untuk mencegah tiap tindakan atau kondisi tidak selamat, yang bisa menyebabkan kecelakaan

Apa di Indonesia, ada Undang-Undang yang mengendalikan tentang K3? Jawabannya ada. Undang-Undang yang mengendalikan K3 ialah seperti berikut :

Undang-undang No. 1 Tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja

Undang-Undang ini mengendalikan dengan jelas mengenai kewajiban pimpinan tempat kerja serta pekerja dalam melakukan keselamatan kerja.

Undang-undang nomor 23 tahun 1992 mengenai Kesehatan.

Undang- Undang ini mengatakan jika dengan khusus perusahaan berkewajiban periksakan kesehatan badan, kondisi mental serta potensi fisik pekerja yang baru atau yang akan dipindahkan ke tempat kerja baru, sesuai sifat-sifat pekerjaan yang diserahkan kepada pekerja, dan kontrol kesehatan dengan berkala. Sebaliknya para pekerja berkewajiban menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan tepat serta benar dan mematuhi semua ketentuan keselamatan serta kesehatan kerja yang diwajibkan. Undang-undang nomor 23 tahun 1992, pasal 23 Mengenai Kesehatan Kerja mengutamakan pentingnya kesehatan kerja agar tiap pekerja bisa bekerja dengan sehat tanpa membahayakan diri kita serta masyarakat sekelilingnya sampai diperoleh produktifitas kerja yang maksimal. Karenanya, kesehatan kerja mencakup pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit karena kerja serta ketentuan kesehatan kerja.

Kuliah Umum Bersama Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI)

 


Pada hari Selasa, 31 Mei 2016 telah terlaksana kegiatan kuliah umum K3 dengan tema “Membentuk generasi berbudaya K3” bersama APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia). Seminar ini diadakan di Gedung Serbaguna ULM Banjarbaru dengan total kurang lebih 300 peserta dari berbagai program studi.

Kegiatan kuliah umum tersebut dibuka oleh Wakil Dekan III Bapak Nurhakim, MT. Narasumber seminar ini yaitu Bapak Sapari (Direktur PJK3) dan Bapak Masyhur (Manager HSE PT. THIESS Indonesia). Bapak Sapari selaku direktur PJK3 Memberikan materi System Management Keselamatan Petambangan dan Bapak Mashur Selaku Manager HSE PT. THIESS Indonesia memberikan materi tentang Safety Leadership. Kegiatan Seminar ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan APKPI Jakarta, APKPI Kalimantan Timur, APKPI Kalimantan Selatan, dan PT. Adaro Indonesia.

Materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Sapari tentang “System Management Keselamatan Pertambangan.” Peraturan tentang system manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara telah disusun berdasarkan PERMEN ESDM No. 38 Tahun 2014. Adana peraturan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan tentang system manajemen keselamatan pertambangan dan memberikan kiat/ motivasi penerapan system manajemen keselamatan pertambangan minerba dalam berkarya dan keseharian untuk menjadi bagian masyarakat berbudaya K3. Diakhir materi yang disampaikan belaiu berpesan “dalam engelola system manajemen Keselamatan Petambangan kita harus membulatkan tekad hati, pikiran jiwa, dan raga semoga tetap sehat, selamat, sejahtera, dan sukses selalu”.

Setelah menerima materi tentang system manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara. Kemudian, dilanjutkan dengan materi kedua dari Bapak Mashur tentang “Safety Leadership.” Beliau berpengalaman selama 24 tahun di industri pertambangan dan konstruksi, meliputi Mining engineering, Mining operasi, Safety management, audit dan training. Menurut Bapak Mashur Safety leadership adalah kwalitas personal yang harus ditunjukkan oleh seorang leader dan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang leader. Bacaselengkapnya

APKPI Periode 2020-2024 Siap Hadapi Revolusi Industrri 4.0


Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) secara resmi mengukuhkan kepengurusan DPP APKPI Periode 2020-2024 secara virtual dengan dihadiri lebih kurang 1.000 orang, Sabtu (9/1/2021). Baca juga: Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km, Tinggi Kolong 500 Meter

Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan kegiatan seminar bertema “Strategi Menghadapi Tantangan Perkembangan Teknologi 4.0 di Pertambangan Mineral dan Batubara” menghadirkan nara sumber Dr Lana Saria, S.Si, M.Si, Frans Kesuma dan Ridwan Z. Syaaf, Drs (Psi), MPH.

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001.K/APKPI/XII/2020, Struktur Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) APKPI terdiri dari Pelindung: Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Pembina: Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Pengawas: Eko Gunarto, Dewan Penasehat: MS Marpaung, Bambang Susigit, Candra Satrya, Dwi Pudjiarso, Dewan Pendiri: seluruh pendiri APKPI, Direktur APKPI: Alwahono, Sekretaris Jenderal: Ade Kurdiman, Bendahara Umum: Rahmad Subagyo.

Acara ini juga terselenggara atas dukungan Kementerian ESDM Dirjen Minerba dan Direktorat Teknik Lingkungan dan Minerba, PT Lana Harita Indonesia, PT Pama Persada Nusantara, PT Prodia Husada, PT Kalimantan Prima Persada, PT Putra Perkasa Abadi, PT Kideko Jaya Agung, PT Agen Co Resources, PT Gagas Evirotex Indonesia, PT Mitra Usaha Katiga, PT Sapta Indra Sejati, CV Optik Juara, PT IndoShe, PT Allsys Solutions, PT Petrosea Tbk, dan Lembaga Sertifikasi Profesi GBPP.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur APKPI, Alwahono mengatakan, melimpahnya kekayaan mineral maupun batubara yang diciptakan oleh Allah SWT mampu menghidupi bangsa Indonesia yang besar ini jika dikelola dengan bijaksana. Kekayaan mineral dan batubara bukan sesuatu yang patut dibanggakan karena itu adalah pemberian Sang Pencipta, namun harus kita syukuri. Kita akan bangga apabila dapat mengelolanya dengan baik. Untuk itu, melalui APKPI kita berharap dapat berperan serta dalam pengelolaan pertambangan terbaik, terutama yang berkaitan dengan keselamatan pertambangan. Baca selengkapnya




© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI