Showing posts with label CSR. Show all posts
Showing posts with label CSR. Show all posts

Adaro Energi Tanami Bibit Pohon di Atas lahan 15 Ha, Atasi Lahan Kritis

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya bersama Garibadi Thohir usai nota kesepahaman pembangunan pusat persemaian di Kalimantan Selatan. Foto: KLHK

MINESAFETY -- PT Adaro Energy Indonesia Tbk, berharap pusat persemaian seluas kurang lebih 15 Hektare (Ha) di Liang Angga, di Kalimantan Selatan (Kalsel) dapat mendukung keberhasilan rehabilitasi lahan dan hutan sekitarnya.

Presiden Direktur Adaro Grup, Garibaldi Thohir mengatakan pusat persemaian tersebut tempat memproduksi bibit tanaman dengan fungsi konservasi dan serbaguna yang akan didistribusikan untuk pemulihan lahan kritis di Provinsi Kalsel. Ada sebanyak 10 hingga 12 juta bibit per tahun yang akan di tanami.

"Kami berharap berbekal pengalaman kami dalam melakukan rehabilitasi serta pengelolaan persemaian ini nantinya dapat memberikan manfaat secara ekologi, ekonomi dan sosial," kata Garibaldi Thohir dari siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dikutip Minesafety, Jumat (5 Agustus 2022).

Di lokasi tersebut, bibit yang akan diproduksi meliputi jenis tanaman endemik (kasturi, kapul, ramania, meranti, ulin, gahar. Ada pula tanaman estetika seperti ketapang kencana, pucuk merah, tabebuya, tanjung. dan tanaman penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu/HHBK meliputi durian, petai, jengkol, alpukat, sawo, kemiri, sirsak.  

Upaya Adaro Energy peduli terhadap lahan juga termasuk memulihkan kembali lahan bekas tambang di Kalimantan Selatan. Di provinsi itu, Adaro Energy membangun 1.500 hektare sebagai kolam budidaya ikan dan sisanya sebagai model hutan konservasi tempat habitat bekantan dan berbagai macam burung.

Lahan bekas tambang yang ada di kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan itu dengan ditanami sejumlah pohon sejak 2018 itu supaya aktifitas pertambangan sebelumnya tidak meninggalkan masalah pada kemudian hari.

Selain burung terdapat pula berbagai jenis pohon seperti sengon, pinus, eucalyptus, acasia crassicarpa, pulai, alaban, sungkai, ketapang, lamtoro, trembesi, kaliandra merah, kaliandra putih, cassia.

Ada juga sejumlah pohon yang sudah ditanami seperti kalangkala, sawo, taraf, kapul, jengkol, langsat, pampakin, durian, ketapi, kuini, manggis, kasturi, rambai dan ramania.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, skema kolaborasi kerja public private partnership itu sangat penting untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalsel.

"Dunia usaha dapat mendukung pembangunan persemaian skala besar di berbagai provinsi di Indonesia, perintah itu sudah ditegaskan sejak 2019 dan secara bertahap terus dilaksanakan," kata Siti. 

Adaro Indonesia Tanam 252.000 Bibit Pohon di Sumedang, Cianjur, dan Kuningan

Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi (tengah), bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Rhuzanul Ulum (rompi) dan Dirjen PDASRH, Dyah Murtiningsih, saat kick off tanam perdana di DAS Sumedang, Cianjur, Kuningan, Kamis (28 Juli 2022). Foto: Adaro Indonesia. 


MINESAFETY -- PT Adaro Indonesia Indonesia segera menanam lebih kurang sebanyak 252.000 bibit pohon di atas lahan seluas 630 Hektare (Ha) di wilayah Sumedang, Cianjur, dan Kuningan yang ketiganya berada di Jawa Barat.

Penanaman pohon direncanakan akan dimulai pada September atau Oktober 2022 itu merupakan bagian dari  salah satu kewajiban Adaro Indonesia dalam hal pengunaan Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) yaitu wajib melakukan Rehabilitasi lahan kritis di wilayah Daerah Aliran sungai (DAS)

Kick off tanam perdana telah dilakukan korporasi yang dihadiri langsung Priyadi sebagai Presiden Direktur PT Adaro Indonesia dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Rhuzanul Ulum.

Hadir pula Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dyah Murtiningsih pada kick off penanaman pohon rehabilitasi DAS Jawa Barat, Kamis (28 Juli 2022) kemarin.

Dihubungi terpisah, Mine Rehabilitation & Reclamation Departmen Head Adaro Indonesia, Adetya Bayu Nasution mengatakan penanaman pohon di DAS Jawa Barat itu merupakan komitmen Adaro dalam hal perbaikan Lingkungan dengan memperbaiki kondisi  ekosistem sekitar DAS di Jawa Barat tetap terjaga dan lestari. Dia mengutarakan bibit pohon yang ditanam nanti akan tumbuh besar dan rimbun menghijaukan kawasan pada 3 dan 4 tahun ke depan.

"Target kami mulai menanam di atas lahan seluas 630 Ha itu pada September atau Oktober. Semoga, bibit pohon-pohon tidak dicabut/dirusak ya dan nanti bisa kita rasakan manfaatnya kehadiran pohon itu 3 tahun mendatang," kata Bayu kepada Minesafety, Jumat (29 Juli 2022).

Kehadiran pohon-pohon itu, menurut Bayu, juga untuk menjaga konservasi sumber daya air sehingga masyarakat Jawa Barat yang berada di sekitar kawasan hingga hilir DAS tidak kekurangan kebutuhan air. Ketersediaan air, kata Bayu, sangat penting karena merupakan sumber kehidupan utama umat manusia.  

"Sumedang dan Kuningan terdapat lahan kritis yang harus dipulihkan dengan salah satunya menanam pohon. Di sini kami menerapkan metode pola tanam agroforestry, ujar Bayu.

Begitu pula, lanjut dia, untuk wilayah Cianjur khususnya sepadan pantai Cianjur Selatan membutuhkan pemulihan kawasan melalui mekanisme penghijauan.

Wanatani atau agroforestry merupakan bentuk pengelolaan sumber daya memadukan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan didampingi komoditas tanaman jangka pendek dan jangka panjang seperti durian,alpukat dan sejenisnya.

Sebagai informasi, tidak hanya Adaro Indonesia yang terlibat menanam pohon di DAS tiga wilayah itu. Ada juga dari PT Vale Indonesia, yang menanam pohon di atas lahan kritis di Jawa Barat dengan kewajiban seluas 435 Ha.

PLN Sukses Bangun 3 Unit Rumah Dengan 65 Abu Sisa Batu Bara

Peresmian rumah di Desa Suok Puntong (Aceh) yang bahan material bangunannya dengan fly ash and bottom ash (FABA). Foto: PLN

MINESAFETY -- Pemanfaatan batu bara tidak hanya sebagai sumber energi saja. Seperti PLN yang membangun 3 unit rumah menggunakan sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau fly ash and bottom ash (FABA) total sebanyak 65 ton bagi masyarakat Desa Suok Puntong, Aceh.

General Manager Unit Induk Pembangkitan Sumatra Bagian Utara (UIK SBU) PLN, Purnomo mengatakan sisa pembakaran batu bara untuk konstruksi rumah itu untuk bahan baku batako, paving block dan material lainnya .

"Pembangunan rumah menggunakan fly ash and bootom ash ini merupakan wujud kepedulian kami untuk membantu masyarakat dan kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar PLTU Nagan Raya," kata Purnono dikutip Minesafety, Selasa (26 Juli 2022).

PLTU Nagan Raya adalah pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai energi pembangkit bagi kabupaten Nagan Raya. Pengembangan sisa pembakaran batu bara tidak hanya di wilayah Aceh saja, PLN mengembangkan FABA hampir di seluruh wilayah Sumatra untuk bahan baku produk konstruksi bangunan hingga jalan.

Seperti di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat menggunakan FABA sebanyak 205 ton untuk pembuatan kanstin jalan protokol. Pemasangan kanstin untuk jalan Ir. H Amran Nur depan Kantor Pengadilan Negeri Sawahlunto. Bahan baku material FABA tersebut dari PLTU Ombilin.   

General Manajer PLN UIK Sumatra Bagian Selatan, Djoko Mulyono mengatakan FABA untuk material kanstin itu sudah diuji laboratorium sehingga kuat untuk dilewati oleh kendaraan truk bermuatan besar.

Penggunaan FABA memberikan manfaat besar bagi material konstruksi dan jalan seperti juga untuk masyarakat Clasik, di Kelurahan Tapian Nauli II, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Bahkan PLN pernah melakukan proyek besar untuk membangun gedung pusat pengembangan UMKM, WINStore di Manado, Sulawesi Utara menggunakan lebih kurang 364 ton sebagai bahan baku konstruksinya. FABA tersebut berasal dari PLTU Amurang.

Eks Lahan Timah, Kampong Wisata Selinsing Destinasi Favorit Belitung Timur

 

Pengunjung bermain wahana air di kawasan Kampong Reklamasi Selinsing, Belitung Timur. Foto: PT Timah Tbk
MINESAFETY -- Pemanfaatan reklamasi bekas lahan tambang timah di Desa Selinsing, Belitung Timur telah memberikan manfaat besar bagi BUMDes Selinsing. Reklamasi yang diubah menjadi kawasan wisata atau agro edu tourism itu menjadi tujuan wisata favorit masyarakat setempat.

Ketua BUMDES Selinsing, Diki Apriansyah mengatakan animo masyarakat ke kawasan wisata mencapai puncak kunjungan pada akhir pekan hingga 500 orang. Sementara, pada hari biasa kunjungan pelancong lokal berkisar 50-100 orang ke kawasan wisata bernama Kampong Reklamasi Selinsing itu.

"Kunjungan masyarakat tinggi terbukti dengan banyak tiket masuk terjual. Kawasan Kampong Reklamasi Selinsing dibuka pada pukul 13.00 Wib hingga menjelang magrib. Banyak masyarakat yang datang ke kawasan ini untuk berekreasi maupun berswa foto," kata Diki dikutip Minesafety, Selasa (12 Juli 2022).

Bahkan pengunjung dari luar Belitung Timur sering menghabiskan waktu ke Kampong Reklamasi Selinsing. "Pernah dalam satu waktu ada yang langsung menggunakan empat bus sekaligus dari Tanjungpandan," kata Diki.

Dengan harga tiket yang terjangkau sebesar Rp3.000/pengunjung, wisatawan dapat mengunjungi kawasan pertanian, peternakan, perkebunan dan wisata air. Di sana juga terdapat tanaman cabai, jagung dan peternakan sapi juga bermanfaat untuk pemasukan desa.

Di sana juga tersedia fasilitas kantin. Kehadiran Kampong Reklamasi Selinsing menjadi pemasukan untuk pemeliharaan dan BUMDes berencana untuk menambah spot baru yang menarik bagi wisatawan. Reklamasi juga tersedia kolam untuk pemancingan ikan.

Sebagai informasi Kampong Reklamasi Selinsing diresmikan langsung oleh Dirjen Mineral Batubara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin pada 11 Desember 2020 lalu. Reklamasi tersebut, seperti diutarakan Wakil Bupati Belitung, Timur Burhanudin mengatakan Kampong Reklamasi Selinsing ternyata bisa disulap dari lahan bekas tambang menjadi lahan produktif.

Timur Burhanudin meminta kepada masyarakat untuk menjaga lahan wisata itu dirawat dan dimanfaat dengan baik sehingga menjadi tempat yang aman, nyaman dan menjadi destinasi wisata baru di Belitung Timur.

"Reklamasi ini sesuai kebutuhan ini contohnya kawasan reklamasi Selinsing nanti menjadi wisata dan ini harus memberikan multiflier effect ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Sebelum sebagai kawasan wisata, wilayah itu merupakan kondisi rona awal eks tambang berupa tailing, kolong, rawa dan vegetasi dengan topografi lahan yang belum stabil.

PT Bukit Asam Tbk Reklamasi Lahan Tambang 2,5 Hektare Jadi Tambak, Ada Ikan Patin hingga Koi

Seorang warga sedang memberikan makan untuk ikan di tambak Tambang Air Laya bekas reklamasi lahan tambang PT Bukit Asam Tbk. Foto: PTBA

MINESAFETY -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA), produsen batubara berdomisili di Muara Enim (Sumatra Selatan) baru saja mereklamasi lahan bekas tambang seluas 2,5 hektare (Ha) menjadi waduk dan tambak ikan di Tambang Air Laya.

Corporate Secretary PTBA, Apollonius Andwie mengatakan reklamasi bekas penambangan batubara itu sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan membantu ekonomi warga sekitar reklamasi.

"Kami memberikan kontribusi mengurangi dampak negatif bagi lingkungan hidup dalam setiap operasional. Program itu wujud nyata komitmen perusahaan secara konsisten dan berkesinambungan tidak semata-mata merealisasikan target-target finansial," kata Apollunius dikutip Minesafety, Jumat (1 Juli 2022).

Ada sebanyak 30 orang warga setempat memanfaatkan tambak ikan tersebut hasil reklamasi tersebut. Tidak hanya mereklamasi lahan bekas tambang saja, menurut Apollonius, masyarakat juga mendapat bantuan dari PT BA untuk mengembangkan tambak tersebut, seperti izin pengelolaan lahan, pelatihan usaha budi daya ikan air tawar, pembuatan sarana gudang, penampungan benih ikan, dan pembinaan manajemen kelompok.

"Ada jenis-jenis ikan diusahakan di sana seperti lele, nilai, gurame, patin, gabus, dan ikan koi. Lebih kurang hampir ada 200.000 benih ikan di dalam tambak itu," ujarnya.

Pengembangan tambak ikan tersebut, kata Apollonius, merupakan bagian dari tanggung jawab PTBA dalam pengembangan sosial kemasyarakatan yang tersebar di wilayah kerja perusahaan seperti Tanjung Enim, Ombilin, Pelabuhan Tarahan, dan Dermaga Kertapati.

KONSERVASI TERUMBU KARANG
Perhatian PTBA terhadap pelestarian lingkungan tidak hanya dengan reklamasi saja, tetapi konservasi terumbu karang. Perusahaan pada Februari 2022 lalu melaksanakan penanaman dan perawatan kembali konservasi terumbu karang di Pulau Pahawang menggunakan bibit hasil penanaman terumbu karang.

Di dalam terumbu karang tersebut ditanami sejumlah jenis karang seperti montipora danae, acropora acuminata, dan acropora micropthalma.

Penanaman bibit terumbu karang dengan memotong bibit terumbu karang sesuai media atau rak yang telah disiapkan sebelum memulai konservasi. Bibit selanjutnya ditanam dan diikat agar tidak hanya tergulung ombak. Konservasi juga dengan mengecek perkembangan terumbu karang dari program penanaman di Pulau Mahitam dan titik penyelaman Cukuh Bedil.

General Manager Bukit Asam Pelabuhan Tarahan Dadar Wismoko mengatakan konservasi terumbu karang tersebut sebagai komitmen perusahaan menjaga ekosistem laut.

"Terumbu karang menunjukan perkembangan yang baik dan kami akan terus mengecek secara berkala," kata Dadar. 

Penyelam sedang melakukan penanam dan perawatan terumbu karang pada program konservasi terumbu karang PT Bukit Asam Tbk. Foto: PTBA

Wih, Agincourt Lepas 15.000 Bibit Ikan Jurung dan Nila ke Sungai Batuhoring

Manajemen Agincourt Resources, Pemerintah Kecamatan Batangtoru, Koramil dan Polsek Batangtoru dan masyarakat Desa Batu Horing usai pelepasan ikan lokal di Sungai Lubuk Larangan. Foto: Agincourt Resources.

MINESAFETY -- PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas di Martabe melepas 15.000 bibit ikan sungai ke Sungai Batuhoring bersama masyarakat Lubuk Larangan, Desa Batuhoring, Batangtoru, Tapanulis Selatan yang mendiami sepanjang aliran sungai.

Pelepasan bibit ikan tersebut adalah niat baik perusahaan untuk melestarikan jenis ikan lokal yang kian jarang dijumpai di sungai, terutama spesies ikan jurung.

Dari 15.000 bibit ikan sungai itu, terdiri dari 10.000 bibit ikan nila dan 5.000 bibit ikan jurung yang merupakan ikan spesies endemik lokal. 

Kehadiran bibit ikan tersebut diharapkan dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar karena ikan jurung siap dipanen dan dijual mencapai Rp60.000 per kilogram.

Oleh karena itu, Manager Community Relations Agincourt Resources, Masdar Muda mengatakan pelepasan bibit ikan tersebut untuk melestarikan lingkungan terutama kelestarian sungai dari pencemaran, pengrusakan atau eksploitasi berlebihan.

"Kami berharap muncul keterlibatan dan rasa memiliki Lubuk Larang yang saat ini langka ada di Batangtoru. Kami berharap kegiatan ini berdampka besar bagi masyarakat desa," kata Masdar dari siaran pers dikutip Minesafety, Rabu (29 Juni 2022).

Pelepasan bibit ikan yang berlangsung pada awal Juni 2022 itu dihadiri Senior Manager Community Agincourt Resources Christine Pepah, Danramil Batangtoru, Kapolsek Batangtoru AKP Tona Simanjuntak, Muspika Batangtoru, dan masyarakat Desa Batuhoring. Termasuk hadir Camat Batangtoru, Maratinggi Siregar.

Kendati ada pelepasan bibit ikan, masyarakat dilarang untuk memancing atau mengambil ikan sebelum ukuran ideal ikan tersebut siap panen.

Pihak desa memastikan akan melarang masyarakat mengambil ikan tersebut selama batas waktu yang ditentukan. Denda berlaku untuk siapapun tanpa pandang bulu kepada masyarakat dan panitia.

"Sanksi perlu dibuat agar manfaat Lubuk Larangan dirasakan oleh masyarakat semua dan dapat memanen ikan bersama-sama akan didenda Rp1 juta per orang," kata Kades Batuhoring, Derikson Tua Pandiangan.

PT Timah Tbk Modali Pelaku UMKM di Bangka Belitung Rp1,2 Miliar, Untuk Apa saja?

Pelaku usaha UMKM di Bangka Belitung sedang mendengarkan informasi dari PT Timah Tbk dalam rangka pengembangan usaha. Foto: PT Timah Tbk

MINESAFETY -- Aksi peduli PT Timah Tbk terhadap pengembangan pedagang mikro dan kecil terus berlanjut kali ini menyalurkan pendanaan usaha senilai total Rp1,2 miliar kepada 27 pelaku UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu penerima bantuan Friskila Mardiana mengharapkan modal usaha dari PT Timah Tbk itu dapat mengembangkan pemasaran produknya tidak hanya di Kabupaten Belitung Timur saja.

"Kami bersyukur menjadi binaan PT Timah Tbk, dan saya ingin menjadi mitra binaan perusahaan sudah lama. Saya mempunyai produk madu trigona Friskila, minuman sari rempah Friskila dan perawatan khusus wanita dengan bahan rempah-rempah," kata Friskila dari siaran pers dikutip Minesafety pada Selasa (29 Juni 2022).

Penerima modal usaha lain, Hairul mengatakan modal dari PT Timah Tbk untuk menambah peralatan usaha budidaya kepiting yang telah digelutinya sejak 8 tahun lalu.

"Usaha saya bubu kepiting, bantuan ini untuk beli alat-alat itulah," kata Hairul.

Adapun penyaluran pendanaan usaha tersebut mencakup di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meliputi, 3 mitra binaan di Pangkal Pinang senilai Rp240 juta, 2 mitra binaan di Bangka Induk senilai Rp70 juta, di wilayah Bangka Barat sebanyak 1 mitra binaan senilai Rp60 juta, wilayah Bangka Tengah sebanyak 10 mitra binaan senilai Rp270 juta, di Belitung sebanyak 2 mitra binaan senilai Rp225 juta dan di Belitung Timur sebanyak 9 mitra binaan senilai Rp335 juta.  

Bupati Belitung Timur Burhanudin mengucapkan terimakasih atas upaya PT Timah Tbk yang mempunyai komitmen membantu pelaku usaha mikro dan kecil di Belitung Timur untuk berkembang ekonominya.

"Semua proses bisnis UMKM dari hulu dan hilir UMKM dapat dibantu, difasilitasi, didukung dan dibina agar bisa berkembang dengan baik dan layak sebagai UMKM sehingga modal itu bisa betul-betul berproduksi dan membangkitkan ekonomi masyarakat," kata Burhanudin.

Tidak hanya sekadar memberikan modal usaha saja, PT Timah Tbk juga membantu pelaku usaha dengan memberikan promosi gratis di instagram perusahaan.

Promosi di laman media sosial PT Timah Tbk seperti di instagram @officialtimah yang telah diikuti 44.800 pengguna sosial. Promosi secara gratis tersebut berakhir sebelumnya sampai 30 April 2022.

Kepala Bidang Komunikasi PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan promosi di media sosial karena pengguna banyak menggunakan aplikasi media sosial tersebut.

"PT Timah Tbk membantu UMKM untuk mempromosikan produk-produk melalui media sosial perusahaan dan itu gratis. Kami berharap program promosi bisa memberikan dampak peningkatan permintaan pada produk UMKM," kata Anggi.

Produktivitas Kerja Optimal, Ini Rahasianya

Webinar APKPI Safety Sharing Session Batch XIX dihadiri Direktur APKPI Alwahono, moderator Sekjen APKPI Ade Kurdiman, M. Azhari Wakil KTT PT Kideco Jaya Agung, Rabu (22 Juni 2022)

MINESAFETY -- Dengan sehat, manusia bisa melakukan banyak pekerjaan dan sebaliknya kesehatan yang buruk mengganggu produktivitas kerja. Pilihan itu kembali kepada manusia, mau mulai dari sekarang atau tidak sama sekali. Apalagi kesehatan kerja di dunia kerja tambang maka pekerja tidak boleh mengabaikan potensi penyakit kerja sama sekali.

Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Kerja (APKPI) Alwahono mengatakan, penyebab masalah penyakit kerja sering timbul karena mayoritas manajemen perusahaan belum sepenuhnya menaruh perhatian khusus kepada kesehatan kerja karyawan.

"Data dari ILO (International Labour Organization atau organisasi perburuhan internasional) menyebutkan ternyata pengelolaan kesehatan yang buruk berpengaruh terhadap produktivitas yang berakibat timbulnya sebagian besar kecelakaan kerja," kata Alwahono dalam APKPI Safety Sharing Session Batch XIX, Rabu (22 Juni 2022) malam.

Alwahono mengharapkan ada pemahaman yang terintegrasi dalam suatu perusahaan atau organisasi agar manajemen peduli dengan kesehatan pekerja sehingga produktivitas mereka dan perusahaan lancar.

Dengan narasumber yang handal dan ahli di bidang kesehatan kerja pada Safety Sharing Session itu, Alwahono ingin para peserta APKPI menyerap penjelasan dari narasumber pada sesi diskusi bertajuk 'Program Wellness dalam Peningkatan Produktivitas SDM di Tempat Kerja'  sehingga tercipta pekerja tambang yang sehat, selamat dan operasional pertambangan yang efektif dan efisien.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Business and Marketing Prodia/Expertise Wellness, Indriyanti mengatakan para pekerja tambang dan manajemen jangan menunggu untuk sehat tetapi tidak peduli terhadap potensi penyakit yang setiap saat mengancam pekerja.  

Direktur Business and Marketing Prodia/Expertise Wellness, Dr. Indriyanti RS, M.Si

"Sangat disayangkan ketika penyakit timbul saat usia produktif. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan kualitas produktivitas dengan baik salah satu upayanya mulai memprediksi risiko penyakit," kata Indriyanti.  

Untuk mengetahui penyakit pekerja, lanjutnya, Prodia mempunyai program wellness dalam mendeteksi pemeriksaan awal potensi persoalan kesehatan manusia dan langkah selanjutnya dengan mengatasi penyakit tersebut supaya usia produktivitas pekerja tidak terganggu karena penyakit kerja.

Indriyanti mengatakan perlu dukungan yang penuh dari manajemen level atas sebuah perusahaan secara maksimal supaya program wellness tidak sia-sia. "Kita mengeluarkan uang di depan [jumlah banyak] tetapi hemat di kemudian hari," terang Indriyanti.

SHE Departmen Head PT Putra Perkasa Abadi (PPA), dr. Dini Sabila, MKK

SHE Departmen Head PT Putra Perkasa Abadi (PPA) dr. Dini Sabila mengatakan penyakit tidak menular menyumbang kematian terbesar yakni mencapai 41 juta orang atau 71% pada 2020 menurut World Health Organization (WHO).

Dalam penyakit tidak menular, lanjut dokter lulusan Universitas Gajah Mada ini,  sering dialami para pekerja bahkan pekerja tambang seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan saluran pernapasan kronis.

"Penyakit tidak menular ini terapinya agak panjang, beban finansial yang besar. Tetapi, anda bisa mencegah dan mengatasinya contoh penyakitnya seperti obesitas atau kegemukan, gaya hidup tidak sehat, peningkatan kadar gula dalam darah, peningkatan tekanan darah, peningkatan kolesterol dan penyakit timbul karena merokok," ujar Dini.

Apabila penyakit tidak menular tersebut dapat diatasi, kata dia, maka karyawan lebih produktif, biaya pengobatan karyawan menurun, angka absensi sakit turun, zero Akibat Penyakit Tenaga Kerja (APTK).

HC Director Prodia, Ida Zuraida, MM

Harapan besar terhadap kepedulian kesehatan kerja juga disampaikan HC Director Prodia, Ida Zuraida. Dia menekankan kepada manajemen perusahaan agar para karyawan punya resolusi rencana tentang kesehatan tubuhnya. Perusahaan mesti memberikan edukasi kepada karyawan tentang program wellness.

"Sehingga yang menjadi prioritas pertama safety karyawan, serta operasional keberlanjutan bisnis dan kelebihan biaya [beban pengeluaran perusahaan] dapat mendeteksi karyawannya," tegas dia.


PT Pasha Jaya Aceh Menang Hino Telematic Safety Driving Competition, Ini Rahasianya

 

Masato Uchida, President Director HMSI memberikan sambutan saat pengumuman pemenang Hino Telematic Safety Driving Competition 2022. Foto: HMSI

MINESAFETY -- PT Pasha Jaya, perusahaan air mineral dari Aceh meraih penghargaan Hino Telematic Safety Driving Competition kategori tractor head series 2022. Penghargaan itu diberikan oleh Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kepada perusahaan yang gencar mengkampanyekan keselamatan berkendara.

Sebagai informasi PT Pasha Jaya, dari berbagai sumber menyebutkan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perusahaan air mineral berdomisili di Desa Lambung Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Perusahaan tersebut terus bergerak tumbuh mengembangkan sayap bisnisnya. Manajemen yang baik membuat kepercayaan masyarakat membeli produk-produk Pasha Jaya. Tidak hanya di bisnis air mineral kemasan, perusahaan mempunyai bisnis agen bahan bakar dan pernah dinobatkan oleh PT Pertamina sebagai agen BBM terbaik regional Sumatra.

Hino Telematics Safety Driving Competition yang menyelenggarakan event tersebut sejak 2017 sebagai bentuk total support dari Hino kepada konsumen setia dalam memperkenalkan kegunaan atau manfaat yang besar bagi bisnis penggunaan fitur Hino Connect Telematics.

PT Tam Cargo dari Jakarta Menangkan Kategori FL Series Hino Telematic Safety Driving Competition 2022. Foto: HMSI

Total ada 209 kendaraan dari 68 perusahaan yang ikut serta dalam kegiatan yang mulai digelar pada 27 Januari 2022 lalu tersebut dalam empat kategori seperti FL Series, FG Series, Tractor Head (TH) Series, dan JD/JM Series.

Presiden Direktur HMSI, Masato Uchida mengutarakan pemenang kompetisi meraih penilaian sebesar 100 poin jika peserta mengemudi dengan baik dan aman maka skor poin bagus.

Sebaliknya, jika para peserta mengemudi dengan ugal-ugalan melewati batas kecepatan, mengerem mendadak, melaju secara tiba-tiba dan menikung dengan kecepatan tinggi maka mendapatkan pinalti dan nilai poin berkurang.

"Tujuan utama kompetisi meningkatkan keamanan dan keselamatan di jalan. Selain itu dari sisi perusahaan untuk melindungi operasional angkutan pengiriman barangnya lebih aman dan jauh dari kendala di jalan atau biaya tak terduga merugikan perusahaan," kata Masato kepada Minesafety, Selasa (24 Mei 2022) malam.

Pemenang posisi kedua di bawah Pasha Jaya kategori TH Series disematkan untuk PT Ghiffari Jaya Abadi dari Kubu Raya Kalimantan Barat, dan ketiga adalah PT GAP Logistics dari Jakarta.

Kategori FL Series peringkat pertama yakni PT Tam Cargo dari Jakarta, kedua dan ketiga adalah PT Puninar Jaya dari Jakarta dan PT Sentana GIri Nusa Bali. Kategori FG Series pemenang pertama adalah PT Makmur Putra Banua dari Kalimantan Selatan, posisi kedua PT Karya Indah Multiguna dari Jakarta dan ketiga PT Narwada Awet Muda dari Nusa Tenggara Barat.

Kategori berikutnya JD/JM Series pemenang pertama, kedua dan ketiga yaitu PT Sahabat Membangun dari Kalimantan Selatan, PT Andalan Trans Nusantara dari Riau dan PT Kendari Kota Citra dari Sulawesi Tenggara.

Owner PT Pasha Jaya dari Aceh, Nahrawi Noerdin Pemenang kategori Tractor Head (TH) Hino Safety Driving Competition. Foto: HMSI

Manajemen Waktu, Kunci Mahasiswa K3 UNS Siap Kerja di Industri K3

Isna Qadrijati saat menjadi narasumber dalam talkshow APKPI, Rabu (30 Maret 2022). 

MINESAFETY -- Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Universitas Sebelas Maret (UNS) membekali lima kunci keahlian kepada mahasiswanya agar siap kerja di industri pertambangan, salah satunya mampu menerapkan manajemen waktu dengan baik.

Hal itu disampaikan oleh Isna Qadrijati, pengajar Prodi D4K3 UNS di hadapan sejumlah direksi dan manajemen perusahaan pertambangan, pelaku bisnis, dan akademisi, dalam talkshow Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI), pada Rabu (30 Maret 2022).

"Kami melihat (saat ini dan masa depan) keselamatan pertambangan harus tangguh dalam era digitalisasi. Mahasiswa kami nanti lulus di bidang K3 bisa bekerja di pertambangan. Kami mendidik mahasiswa untuk jadi pekerja unggul, maka kami membekali lima kunci mendidik mahasiswa menjadi pekerja unggul dan tangguh di pertambangan," kata Isna.

Baca: APKPI Raih Penghargaan MURI

Pertama, lanjut Isna, mahasiswa mempunyai kesadaran wajib mengasah hard skill digitalisasi selama kuliah atau mengambil pelatihan mengasah keahlian digital di pendidikan non formal. Sebab itu, kata Kaprodi K3 UNS ini, mahasiswa wajib setiap tugas perkuliahan diberikan pilihan untuk mengerjakan proyek berhubungan dengan digitalisasi dan K3.

Kedua, mahasiswa Prodi K3 UNS wajib mengasah bidang soft skill terutama manajemen waktu, kerja tim, dan cara memecahkan masalah di industri kerja. Dia menjelaskan kemampuan soft skill yang baik sangat berguna bagi alumni mahasiswa nanti saat bekerja supaya alumni K3 UNS tampak lebih unggul.

Kunci ketiga adalah, menurutnya, mahasiswa prodi K3 menjadikan almamaternya sebagai tempat belajar tepat menguasai keahlian dan bisa dibuktikan saat bekerja di industri bidang apapun yang membutuhkan keterampilan K3.

"Kami memberikan uji sertifikasi kompetensi minimal dasar AK3U (Ahli K3 Umum), atau sertifikasi bidang higiene. Apabila ada mahasiswa yang ingin spesilisasi di minyak gas atau pertambangan, kami menyediakan kompetensi spesifikasi ilmunya (uji sertifikasi)."

"Keempat kunci berikutnya, mahasiswa kami menguasai bahasa asing. Di UNS ada bahasa Mandarin, Jepang dan tentu bahasa Inggris. Misalnya di bahasa Inggris, kami memberikan materi penyuluhan K3 dalam bahasa Inggris," tambahnya.

Kunci kelima terakhir yakni, mahasiswa K3 UNS pada semester 4 sudah harus magang di perusahaan (industri) yang terdapat bidang K3 selama 3 semester. "Setelah itu mahasiswa kembali ke kampus mengerjakan skripsinya," kata Isna.

Angkat Potensi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi Tinggi : Komitmen Mifa Bersaudara Bidang CSR

Sumber: mifacoal.co.id

Korporasi batubara tidak melulu berorientasi bisnis saja menghitung laba dan produksi komoditas berkesinambungan. Produsen berskala internasional PT Mifa Bersaudara menjalankan misi CSR untuk pemberdayaan masyarakat sekitar tambang terutama di area operasional Meurabo, di Kabupaten Aceh Barat.

PT Mifa Bersaudara yang memiliki luasan wilayah konsensi seluas 3.134 hektare (Ha) ini di Aceh Barat telah terkenal mengembangkan pupuk organik dan pupuk batubara yang dikembangkan masyarakat sekitar operasi tambang guna berkontribusi bagi lahan pertanian dalam negeri bahkan luar negeri.

Program pemberdayaan masyarakat Mifa Bersaudara dilaksanan secara terpadu dengan rancangan untuk kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang melalui kegiatan community relation (hubungan masyarakat), community services (pelayanan kepada masyarakat) dan community empowerment (pemberdayaan masyarakat).

Mifa Bersaudara punya dua program unggulan dalam pengembangan pupuk organik yaitu pupuk kompos hasil dari kotoran ternak sapi dan pupuk batubara dari kalori rendah komoditas emas hitam tersebut. Keduanya sudah terkenal dan membuat Mifa Bersaudara meraih penghargaan di bidang CSR bergengsi dalam negeri karena memiliki komitmen tinggi memberdayakan masyarakat sekitar tambang.

Pupuk kompos dikembangkan melalui pendekatan community development (CD) dengan nama pembinaan usaha dan kelembagaan kelompok usaha organik di Desa Gampong Sumber Batu dan Gampong Tumpok Ladang melibatkan sebanyak 67 warga.

Program ini dilirik sejumlah media massa online karena sejak diproduksi pada 2017 hingga 2020 lalu mengalami peningkatan jumlah produksi. Pada 2017 saat pertama kali produksi mencapai 30 ton pupuk, dan pada 2018-2019 naik lagi sebanyak 100 ton dan 130 ton.

Ada cerita menarik dibalik pembinaan usaha kelompok pupuk kompos ini karena melibatkan warga dulunya anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berkat pendekatan yang baik terhadap eks anggota GAM, mereka berhasil membudidaya ternak-ternak sapi dan mengelola kotoran sapi hingga menjadi pupuk kompos.

Tentu, Mifa Bersaudara mempunyai misi jangka panjang. Setelah produksi pupuk jadi maka harus ada rantai bisnis yang berkesinambungan. Oleh karena itu, pupuk kompos dari kelompok tani Desa Gampong Sumber Batu dan Gamong Tumpok Ladang untuk perkebunan kelapa sawit dan reklamasi lahan lahan bekas tambang yang dipesan oleh sejumlah perusahaan di Indonesia.

Sementara itu, pupuk batubara sudah dikembangkan Mifa Bersaudara bekerjasama dengan Saputra Global Harvest. Korporasi membudidayakan bahan baku dasar batubara berkalori rendah untuk dijadikan pupuk batubara di lahan pertanian.

Jenis pupuk ini dinilai sangat ramah lingkungan dan setelah diterapkan di sejumlah tanah mampu memperbaiki kondisi tanah lebih baik dan mempercepat perkembangan tanaman pertanian. Pupuk batubara ini bahkan dari sisi ekonomi lebih efisien ketimbang penggunaan pupuk kimia.

Di Aceh, potensi batubara berkalori rendah sangat besar sehingga peluang menggarap pupuk berbahan baku batubara tepat. Penguasaan teknologi menjadi bidikan korporasi untuk mengelola pupuk batubara tersebut supaya produksi pupuk batubara dapat optimal dan upaya mendorong ketahanan pangan dari sektor pertanian Indonesia terwujud. 

Kisah tentang CSR Mifa Bersaudara tidak bisa dilepaskan dari sosok Slamet Haryadi, Komisaris PT Mifa Bersaudara. Usai pasca tsunami dan konflik berkepanjangan di Aceh, Slamet bergerilya bertemu dengan para tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga ke para keuchik di kampung-kampung untuk pelepasan lahan masyarakat sekaligus pendekatan kepada mereka. 

Dalam buku 100 Anak Tambang Indonesia (ATI), para pemegang saham Mifa Bersaudara secara serius ingin berinvestasi di Aceh pada 2012. Slamet bercerita ketika perusahaan hendak menjalankan visi dan misi perusahaan yakni mewujudkan pertumbuhan wilayah yang berkesinambungan. 

Dia mengatakan membuat lokakarya seluruh stakeholder daerah di Meulaboh dan mendiskusikan 7 pilar CSR Mifa, membangun Islamic Centre melalui dana CSR multiyears. Berkat dedikasi Slamet Riyadi di bidang CSR, Mifa Bersaudara mendapatkan beragam penghargaan dari Bappenas RI dan forum majalah CSR Indonesia.  

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

CSR Adaro Nyalakan Ekonomi Masyarakat

Sumber: adaro.com

Grup Adaro, korporasi batubara mengucurkan dana Rp103 miliar untuk menjalankan program corporate social responsibility (CSR) untuk tujuan memberdayakan masyarakat yang inklusif, produktif, mengembangkan diri mereka sendiri, agen perubahan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial budaya sepanjang 2020. Laporan tahunan Adaro menjelaskan pemberian dana CSR itu disalurkan ke-5 anak perusahaan terdiri dari Adaro Nyalakan Lestari senilai Rp0,7 miliar, Adaro Nyalakan Ilmu senilai Rp64,6 miliar, Adaro Nyalakan Sejahtera senilai Rp6,6 miliar, Adaro Nyalakan Raga senilai Rp25,6 miliar, dan Adaro Nyalakan Budaya Rp5,7 miliar. Dunia tambang tidak bisa dilepaskan dengan faktor lingkungan. Adaro menyatakan secara konsisten mengelola dan memantau lingkungan hidup salah satunya optimalisasi fungsi kawasan konservasi Pulau Bakut yang merupakan taman wisata alam di bawah kerja sama dengan BKSDA Kalimantan Selatan. Keduanya sepakat mengembangan TWA Pulau Bakut sebagai role model pengembangan wisata alam dan sanctuary bekantan berbasis masyarakat. Lahan TW Pualu Bakut seluas 15,58 hektare itu dipoles sejak 2018 untuk pembangunan titian ulin dan shelter, pembangunan menara pantau, gerbang dan loket masuk, pemasangan papan informasi, pemasangan paving blok, pembangunan dermaga, pembangunan kandang habitasi, rehabilitasi dan klinik hewan dan terakhir mini water treatment plant. Adaro memiliki kepedulian terhadap pendidikan melalui Adaro Nyalakan Ilmu ini fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memadukan pengetahuan, keterampilan serta pendidikan karakter. Dengan dana sebanyak Rp64,6 miliar ini, Adaro menyalurkan ke program Beasiswa Indonesia Bright Future Leaders ke jenjang lebih tinggi. Pada 2020 lalu sebanyak 236 mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, 37 mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, dan 14 mahasiswa di UPN "Veteran" Yogyakarta yang sudah mendapatkan bantuan beasiswa program Adaro Nyalakan Ilmu tersebut. Dalam progam Adaro Nyalakan Sejahtera, korporasi membantu Rp6,6 miliar untuk meningkatkan pendapatan UMKM binaan Grup Adaro yang turun turun teruma di Desa Paringin Kota dan Desa Maburai akibat pandemi Covid-19. Adaro membina dengan berbagai solusi supaya pelaku UMKM dapat bertahan dan senantiasa menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya seperti Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) Sahabat dan Sasirangan Bunda Maburai. Pandemi Covid-19 membuat hampir sebagian besar sektor terpukul. Grup Adaro berkomitmen memberikan dukungan upaya mitigasi dan penangana Covid-19 di Indonesia. Melalui program Adaro Nyalakan Raga, Adaro mendonasikan total Rp20 miliar kepada Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) sebagai koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Termasuk di dalamnya ketersediaan mobil ambulans, pemberian masker dan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan pasien Covid-19. Selain itu, Adaro bekerjasama dengan Universitas Indonesia dan produsen peralatan medis lokal untuk membuat portable ventilator sebanyak 100 unit ventilator senilai Rp2,6 miliar. Adaro juga memikirkan pelestarian budaya Indonesia melalui Adaro Nyalakan Budaya yang fokus pada pendampingan dan pengembangan keterampilan masyarakat lokal untuk mempromosikan potensi budaya dan kearifan lokal agar nilai-nilai leluhur kepercayaan tradisional tetap terjaga. Sebanyak 235 pelaku UMKM terlibat dalam program ini yang mendapatkan pembinaan dan pengembangan budaya salah satunya adalah Pasar Budaya Racah Mampulang.

Taremang dari Kecambah Jengkol


 

Kecambah yang berasal dari biji jengkol yang sudah jatuh ke tanah, dan dipungut untuk diolah menjadi makanan. Bagi warga Desa Sungai Bening, Kalimantan Barat dan sekitarnya Taremang merupakan salah satu sumber makanan yang lezat, terutama ketika berada di ladang atau pondok kebun.

100 Pemimpin Perusahaan Tambang Menulis Buku untuk Indonesia


JAKARTA- Pertama kalinya di dunia, yaitu 100 pemimpin perusahaan tambang dari Aceh hingga Papua, bersama-sama dan bergotong-royong di masa Pandemi covid-19 menulis dan menerbitkan sebuah buku inspiratif berjudul 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI). Buku ini akan diluncurkan pada 17 Agustus 2021, dalam rangka memperingati HUT ke 76 Republik Indonesia.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kita memang perlu bergotong-royong, dan membutuhkan spirit yang kuat untuk bisa keluar dari krisis yang terjadi,” kata Suryo Eko Hardianto, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk yang juga salah satu penulis buku 100 Anak Tambang Indonesia tersebut.

Sebab kata dia tak hanya sumbangan berupa uang dan barang yang dibutuhkan rakyat saat ini untuk mampu bangkit dari keterpurukan, tetapi juga semangat juang tinggi seperti yang diwariskan para pendiri bangsa Indonesia saat memproklamasikan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 silam.

Meski ide ini muncul dari sektor pertambangan, khususnya subsektor pertambangan mineral dan batubara (Minerba), tapi ia juga menggelorakan semangat juang tersebut.

“Kelahiran buku 100 ATI ini membawa spirit yang sama, yaitu sebuah keinginan untuk membebaskan diri dari krisis akibat dijajah oleh Covid-19,” kata Alwahono, Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI), salah satu inisiator buku.

Menurut dia, sektor pertambangan berkontribusi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yaitu sekitar 7,37 persen pada tahun 2019  namun turun menjadi 6,6 persen di tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19.

“Setidaknya hingga 2021 ini, masih terdapat sekitar 1,3 juta lebih rakyat Indonesia yang bekerja di sektor pertambangan dan pengalian,“ kata Alwahono mengutip Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan edisi 3 tahun 2021.

Dengan pengalamannya yang lebih dari 20 tahun menjadi konsultan di berbagai perusahaan tambang, Alwahono berkesimpulan dunia tambang tak ubahnya ‘puncak gunung es’. Bagian atasnya yang tersembul sedikit ke permukaan, itu yang kita nikmati saat ini. Sementara dunia bagian bawahnya tak kita ketahui. Karena itu hampir tak ada yang tahu kisah para anak negeri yang berjuang di sektor pertambangan dan turut membangun bangsanya dengan bersimbah keringat dan air mata.

“Padahal hampir semua tools yang memudahkan hidup manusia di dunia ini bahan bakunya dari hasil tambang,” terangnya.

Di tempat inilah menurutnya peristiwa-peristiwa kemanusian jarang sekali dipotret, dan diperbincangkan. Kalau pun ada, biasanya langsung tertimbun berita-berita mengenai pertumbuhan ekonomi, atau terkubur oleh angka-angka statistik rugi laba dan investasi. Cerita-cerita tersebut akhirnya tetap terpendam, dan ketika sesuatu yang buruk (negatif) terjadi barulah mata publik mengarah kepada mereka.

Inisiator yang juga editor buku 100 ATI, Alexander Mering mengatakan, bahwa meskipun yang menulis buku ini adalah para pemimpin perusahaan tambang, namun isi buku justru bercerita tentang peristiwa-peristiwa kemanusiaan di dunia pertambangan.

“Mulai dari kisah perjuangan hidup yang sangat personal, rasa nasionalisme, kesetiakawanan, cinta, keuletan dan suka duka 100 anak tambang, yang memang ‘berdarah-darah’ di lapangan,” kata Mering.

 

Menurut dia buku ini istimewa justru karena ditulis langsung oleh para pelaku sejarah pertambangan di Indonesia, khususnya sub sektor tambang Minerba. Mengisahkan 100 cerita inspiratif putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di 67 lebih perusahaan besar maupun kecil yang dipilih secara acak.

 

Mereka adalah orang-orang yang berjuang dari titik nol hingga ke puncak karir, dari seorang anak nakal hingga berhasil menjadi profesional, dari hanya seorang operator bisa menjadi direktur. Mereka yang mengira dirinya perkasa tapi tumbang juga dihantam malaria. Bahkan cerita penuh emosi, yaitu menantang bule berkelahi karena tak terima nama Indonesia dihina dan dilecehkan. 

 

Kata Mering, Allsysmedia memfasilitasi proses kreatif dan mempertemukan karya 100 orang ini dalam buku 100 ATI. Menghubungi mereka secara online tanpa kontak fisik. Buahnya adalah 100 orang berhasil membagi dan menyumbangkan semangat lewat kisah hidup mereka menjadi tulisan yang diolah menjadi buku ini.  Setiap penulis menyumbang 5-7 halaman.

Mering dan timnya di Allsysmedia mulai melakukan riset, menghubungi calon penulis, sejak April 2021. Kemudian pengumpulan tulisan pada periode Mei-juni 2021, Juli 2021 proses editing hingga proses percetakan. 

Sementara itu Eko Gunarto, matan Kasubdit Pengawasan Teknik Pertambangan dan Kasubdit Keselamatan Pertambangan Minerba Kementerian ESDM, mengatakan selama ia bertugas di pemerintahan, belum pernah terjadi orang tambang bersatu hanya untuk menulis sebuah buku, seperti buku ini, kecuali saat diundang untuk membahas sebuah rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pertambangan.

“Menyatukan dan mengumpulkan 100 pimpinan perusahaan tambang bersatu dalam sebuah karya buku, bukanlah perkara mudah. Apalagi proses penyelesaiannya hanya 3 bulan saja dan di dalam masa pandemi pula,” ujar Eko yang juga tercatat sebagai satu dari 4 editor buku. Dimana selain Eko, Alwahono, dan Alexander Mering, juga terlibat sebagai editor buku setebal 714 halaman ini Nur Iskandar, penulis buku Wakapolri Jusuf Manggabarani, yang meraih Rekor Muri tahun 2011 silam. 

Belum terbit saja buku 100 ATI telah mendapat sambutan luar biasa dari kalangan birokrat, Akademisi, perusahaan tambang, organisasi profesi tambang, politisi, wartawan, dan profesional dan generasi muda.

Sebutlahlah di antaranya Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dr. Ridwan Djamaluddin, M.Sc), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI (Ir. Maman Abdurahman), Rektor Universitas Trisakti (Prof., Dr., Ir., Kadarsah Suryadi, DEA), sejumlah dekan termasuk Dekan Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta (Dr., Ir., Sutarto Hartosuwarno, M.T.),  Konsultan Politik peraih sejumlah penghargaan dan pendiri Lembaga Survei Indonesia (Denny JA), Kolumnis dan tokoh wartawan Malaysia (James Ritchie), Alumni PPRA LXI Lemhannas RI, Enderiman Butar Butar, S.P., M.Si, dan masih banyak lagi. “Total endorsement yang kita lampirkan di buku sekitar 33 orang,” kata Eko.

Jurnalis yang juga Dewas LKBN Antara, Mayong Suryo Laksono mengatakan bahwa Baru kali ini terjadi, wajah dunia pertambangan Indonesia tidak digambarkan lewat laporan tahunan, statistik produksi, grafik dan neraca pembukuan, atau aktivitas sosial sebagai buah kewajiban sosial perusahaan. Wajah itu ditampilkan lewat kisah manusia, para pelaku dan pekerja yang sehari-hari terlibat di dalamnya. Masing masing dengan gayanya, lewat sudut pandang berbeda, meliputi bidang dan pilihan tema yang membentang luas.

“Sungguh unik dan otentik karena datang dari tangan pertama. Benar-benar sebuah cara berbeda untuk memahami dunia pertambangan Indonesia,” pungkas Mayong

Sesuatu di Tambang


 

Dummy....Hengky Rumbino, salah satu vice presiden termuda PT Freeport Indonesia yang merupakan putra asli Papua sangat mencintai dunia pertambangan. Kesuksesannya berawal dari kesadaran bahwa tanah kelahirannya kaya akan produk tambang. Baca selengkapnya


Potensi Bahaya Bekerja di Tambang Bawah Tanah

 



Bekerja di perusahaan pertambangan merupakan mimpi bagi banyak orang. Bekerja di pertambangan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Namun sejumlah tindakan telah dilakukan untuk meningkatkan keselamatan para penambang dan memperbaiki lingkungan tempat mereka bekerja. Tetapi, kecelakaan tidak bisa diprediksi dan bisa saja terjadi.

Pernah dengar kecelakaan tambang terburuk yang menewaskan 1.060 orang di salah satu tambang bawah tanah Prancis? Kejadian tersebut merupakan contoh nyata betapa tinggi nya potensi bahaya bagi seorang pekerja tambang bawah tanah. Kebakaran, banjir, runtuhan, kontaminasi atmosfer yang beracun, dan ledakan debu atau gas adalah bahaya paling kritis yang secara spesifik berkaitan dengan penambangan bawah tanah yang terbatas akan ruang.

Berikut lima bahaya yang terkait dengan tambang bawah tanah

1. Kebakaran

Kebakaran dan ledakan menjadi beberapa bahaya yang paling merusak dan berbahaya dalam industri pertambangan dan juga salah satu masalah keselamatan paling menantang yang dihadapi para penambang. Bahaya ini dapat terjadi kapan saja, baik itu di fasilitas yang aktif atau terbengkalai. Bahaya ini dapat bersumber dari pemanasan batubara secara spontan pada limbah atau batubara yang pecah di pinggir jalan pada lapisan yang berisiko tinggi, mesin dan peralatan listrik dan mekanik, bahan peledak dan detonator, dan pekerjaan panas seperti pembakaran, pengelasan, dan penggilingan.

2. Banjir 

Kecelakaan penambangan Gleision Colliery yang terjadi pada tanggal 15 September 2011, merupakan contoh kecelakaan akibat banjir. Yaitu ketika tujuh penambang meledakkan sebuah bahan peledak, tambang mulai terisi air yang menyebabkan empat pekerja meninggal di bawah tanah. Beberapa alasan terjadinya banjir adalah  ledakan yang disengaja, sehingga dapat menyebabkan masuknya air, dan juga infrastruktur pertambangan yang tidak layak sehingga mengakibatkan kebocoran.

3. Runtuhan

Badan bijih yang tidak stabil dapat mengakibatkan runtuhnya badan bijih pada area pertambangan. Hal ini dapat disebabkan oleh seismisitas/kegempaan yang diinduksi (misalnya penggunaan bahan peledak) sehingga menyebabkan terjadinya ketidakstabilan lereng. Hal ini terjadi pada 33 penambang yang terjebak di bawah tanah dari Agustus hingga Oktober 2010 di tambang Chili dekat kota Copiapo yang membanjiri tambang dan merusak struktur di permukaan.

4. Kontaminan atmosfer yang beracun

Keterbatasan ruang di bawah tanah menyebabkan kontaminan dari atmosfer yang beracun dapat saja terjadi, seperti debu, aerosol, asap diesel dan partikel dan asap dari peledakan, serta gas yang dilepaskan dari lapisan batuan itu sendiri.

5. Bahaya Terkait Peledakan

Dari kegiatan peledakan dapat menimbulkan beberapa potensi bahaya seperti batu terbang, debu dan gas beracun (NO2, NO, CO) yang berbahaya bagi sistem pernapasan, dan juga ledakan dini dari bahan peledak itu sendiri.

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI