Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Allsysmedia, WSO dan Prosafera Terbitkan Buku 100 Tokoh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia: 'The Real Hero' Indonesia!

Buku 100 Tokoh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia (TK3I) yang akan siap diluncurkan (grand launching) pada 17 Agustus 2022.

MINESAFETYAllsysmedia bekerjasama dengan World Safety Organisation (WSO) Indonesia dan Prosafera kembali menerbitkan buku terbaru dengan tema ‘the real hero’ Indonesia. Judulnya buku tersebut adalah 100 Tokoh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia (TK3I)

Disebut the real hero karena orang-orang dalam buku inilah yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan K3 di Indonesia dan menyelamatkan jutaan pekerja di Indonesia dari bahaya kecelakaan kerja.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Allsysmedia, Alexander Mering usai pelaksanaan soft launching buku 100 TK3I di Kantor Pusat Pertamina, di Jakarta Selasa 5 Juli 2022.

“Hitungan tersebut belum termasuk jumlah keluarga yang menggantungkan hidupnya kepada si pekerja yang mengisi berbagai sektor industri di Indonesia lo,” kata Mering yang juga alumni PPRA Lemhannas RI tahun 2020 itu.

Mering menambahkan, jika satu orang pekerja rata-rata punya 4 orang anggota keluarga saja, maka tinggal kalikan saja dengan jumlah pekerja Indonesia yang menurut data BPS (pebruari 2021), untuk sektor formal sekitar 52,92 juta orang. Oleh karena itulah Mering berani mengatakan bahwa orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk bidang K3 adalah the real hero.

Pahlawan kata Mering berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu "phala", artinya ‘hasil’ atau ‘buah’. Karena itu pahlawan adalah orang yang berpahala, yaitu yang perbuatannya berhasil dan berguna untuk kepentingan orang banyak.

“Maka orang-orang yang telah mendedikasikan hidupnya di bidang K3 selama ini juga adalah pahlawan, bukan?!” tegasnya.

Diterbitkannya buku 100 TK3I ini kata Mering bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para tokoh K3 Indonesia dan sekaligus untuk mendokumentasikan sejarah K3 di Indonesia. Jangan sampai para generasi muda melupakan sejarah dan siapa yang layak disebut pahlawan di sekitar kita.

Dia sangat yakin sudah banyak individu maupun kelompok orang dari berbagai latar belakang dan profesi yang berjasa di bidang K3. Namun sayangnya karena berbagai keterbatasan, Allsysmedia dan team editor buku baru mampu mengumpulkan 100 orang tokoh saja yang jejak dan sejarahnya berhasil dilacak dan bukukan.

Buku 100 TK3I ini kata Mering merupakan hasil kerjasama Allsysmedia dengan World Safety Organisation (WSO) Indonesia dan Prosafera. Grand launching buku direncanakan pada 17 Agustus 2022, sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke 77 Bangsa Indonesia.  Dengan demikian ini Kali kedua Allsysmedia melakukan grand launching buku terbitannya, dimana  pada peringatan 17 Agustus 2021 lalu Allsysmedia juga meluncurkan buku 100 Anak Tambang Indonesia yang cukup fenomenal dan mencatatkan 2 Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). 

Pada kesempatan yang sama Mering mengucapkan terimakasih kepada Chairman WSO Indonesia yang juga inisiator penulisan buku ini, yaitu Soehatman Ramli, DIPL. SM, SKM. MBA yang telah bekerja keras bersama timnya selama hampir 9 bulan sehingga akhirnya buku ini rampung dikerjakan. 

Harga Pre-Order (PO) sebelum launching 17 Agustus 2022 dibanrol seharga Rp 180.000.

“Buku ini kami persembahkan secara khusus kepada mereka yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran mereka untuk kemajuan K3 Indonesia selama ini. Kalianlah the real hero of Indonesia!” pungkas Mering penuh semangat.

Secara terpisah, Editor utama buku 100 TK3I, Hasanuddin, mengatakan bahwa buku ini selain berisi sejarah K3 di Indonesia juga menyajikan kisah dan pengalaman 100 orang tokoh K3 yang terlibat menulis buku tersebut.

Salah seorang tokoh dalam buku setebal xxxi + 716 halaman  itu,  yaitu Dr. dr. H. Suma'mur Prawira Kusumah, Msc, SpOK menceritakan pengalamannya yang lebih dari 60 tahun mengurus K3 Indonesia. Suma'mur memilih kesehatan kerja sebagai spesialisasinya, dan ia tidak mengikuti jejak rekan-rekannya yang kebanyakan memilih menjadi dokter spesialis.

Atas dedikasinya pada K3 Indonesia, Suma'mur mendapat gelar Bapak K3 Indonesia. Sayangnya dua hari menjelang soft launching buku dilaksanakan di Jakarta, Suma'mur wafat mendahului kita semua menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Ada juga kisah Ekie Keristiawan, sang pemadam kebakaran (fire fighter) dari Jakarta yang menulis tentang pengalamannya ketika menemukan dua jasad sedang berpelukan dalam sebuah rumah kontrakan yang terbakar di Jakarta.

Belakangan Ekie mengetahui dua orang korban tersebut ternyata adalah pemilik dan penyewa rumah kontrakan tersebut. Sebelum terjadi kebakaran, keduanya sempat bertengkar karena pemilik rumah menagih uang sewa. Pemilik membunuh si penyewa dan kemudian bunuh diri dengan cara membakar rumah kontrakannya itu.

Menurut Hasanuddin ada banyak kisah lain yang tak hanya mengharu birukan perasaan pembaca, tetapi juga kaya catatan sejarah tentang perkembangan K3 di Indonesia. Oleh karena itu kehadiran buku 100 TK3I ini juga diharapkan dapat memenuhi rasa dahaga para praktisi dan akademisi yang membutuhkan data-data dan sejarah K3 di Indonesia.

Dimana kata dia, sejak diundang-undangkannya UU No. 1/1970 tentang Keselamatan Kerja menjadi UU pada 12 Januari 1970, perkembangan K3 Indonesia sampai sekarang tumbuh cukup pesat. Ini terbukti dengan munculnya program-program studi K3 di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

“K3 hadir sebagai bagian yang sangat penting dalam sejarah di berbagai sektor industri di Indonesia. Karena itu terbitnya buku 100 TK3I ini juga sangat penting artinya dalam perkembangan sejarah K3 di Indonesia,” ujar Hasanuddin. 

K3 Indonesia saat ini kata Hasanuddin jauh lebih baik dibandingkan era 1970-an dan 1980-an. Dari tangan 100 tokoh dalam buku 100 TK3I ini,  K3 di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup signifikan. 

Hasanuddin yang juga adalah anggota World Safety Organisation (WSO) Indonesia dan seorang mantan jurnalis ini mengungkapkan karena persoalan kecelakaan kerja di Indonesia masih menjadi PR bersama, maka diterbitkannya buku 100 TK3I ini juga menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus mengingatkan semua pihak betapa pentingnya membangun budaya K3 di Indonesia.

Hasanuddin mengatakan angka kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Tahun 2020 kecelakaan dalam negeri sebesar 21,28% atau 221.740 kasus dan meningkat sekitar 5,65% atau 234.270 kejadian pada 2021.

"Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, mayoritas kecelakaan tersebut dialami di lokasi kerja dan terjadi pagi hari pukul 06.00 hingga 12.00. Selain mengakibatkan kecacatan, tak sedikit yang berakhir dengan kematian. Ini berimbas langsung pada perekonomian sebuah keluarga dan pada ujungnya mempengaruhi angka makro kemiskinan secara nasional di Indonesia,” papar Hasanuddin. 

Hasanuddin juga menambahkan bahwa 100 tokoh K3 Indonesia yang menulis buku tersebut berasal dari kalangan birokrasi, akademisi, praktisi, dan penggiat atau pendukung yang terlibat langsung dalam dunia K3 secara teori dan praktis.

"Mereka biasanya berasal dari kalangan pengusaha yang menyediakan berbagai peralatan K3, lembaga profesi dan asosiasi, media dan lainnya," tambah Hasanuddin. 

Setelah grand lounching tanggal 17 Agustus 2022, harga buku setebal 718 halaman ini bakal dibanrol Rp 200.000, namun bagi yang mesanan selama masa Pre-Oreder (PO)  dapat potongan lumayan murah, yaitu Rp 180.000 lewat pembelian link berikut: https://bit.ly/100TK3I


Majalah Mine Safety Edisi Perdana Terbit di Titik Nol Kilometer Barat Indonesia

Direktur APKPI Alwahono memperlihatkan majalah Mine Safety edisi perdana yang terbit di titik nol kilometer barat Indonesia. Foto: Mine Safety

MINESAFETY -- Majalah agregasi informasi keselamatan pertambangan, Mine Safety terbit di Provinsi Aceh tepatnya titik nol kilometer barat Indonesia (Pulau Weh), pada Rabu 12 Januari 2022. Ini menjadi kabar gembira untuk para pembaca khususnya tentang keselamatan pertambangan.

Sekarang segala informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan keselamatan operasional (KO) dapat anda baca dalam bentuk majalah baik digital dan fisik. 

Majalah Mine Safety edisi perdana volume 01 dan Nomor 01 periode Oktober-Desember 2021 ini mengangkat laporan utama mengenai sejarah lahirnya APKPI dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). 

Dalam edisi laporan khusus, kami mengangkat artikel dengan judul Safe Walau bekerja Dari Sudut Paling Kritis. Selain itu, kami memiliki artikel untuk rubrik corporate social responsibility (CSR) dari Grup Adaro dan PT Mifa Bersaudara. 

Ketua Dewan Pengawas APKPI Eko Gunarto dan Direktur APKPI Alwahono menggenggam majalah Mine Safety edisi perdana dan buku Resilient Safety Leadership (RSL). 

Kami juga menyajikan hiburan berupa humor tambang sebagai menu ringan untuk dibaca dari Mine Safety yang tidak dimiliki oleh media sekelasnya. 

Dengan pengelolaan dua kanal yang dilahirkan ini sebagai realisasi visi dan misi serta program kerja organisasi. 

Segenap awak redaksi mengucapkan selamat menikmati seluruh sajian majalah Mine Safety (e-magazine). 



Buku Humor Inspektur Tambang


Genre : Nonfiksi Humor

Penulis : Hasan Basri bin Tolha Daulay
Editor & Layout : Boneka Lilin
Design Cover : Mochamad Haririe
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-1200-14-8
Tebal : 67 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp23.000,-
CP Order : (Infokan judul, jumlah, alamat)

Sinopsis

Kerasnya dunia pertambangan tidak membuat orang-orang di dunianya kehilangan selera humor, dan selalu ada kejadian-kejadian lucu serta konyol dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan oleh seorang Inspektur Tambang dalam menerapkan kaidah pertambangan yang baik (Good Mining Practice) seperti seorang manusia super (baca: Suparman). Hal ini terbukti dengan ditemukannya hasil eksplorasi sebuah cadangan yang cukup potensial seperti bonanza dan layak dilanjutkan dalam tahap eksploritasi pada satu site yang bernama Tambang Humor.

Seberapa lucu dan konyol cerita Tambang Humor yang terangkum dalam Mati Ketawa ala Inspektur Tambang, silahkan dicoba...

Kata Mereka Buku 100 ATI (Part 1)


 

Buku 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI) ini hadir ke tangan Anda dan seluruh pembaca yang budiman, berisi kisah-kisah kemanusiaan di dunia pertambangan, langsung dari dan oleh para pelaku sejarah pertambangan di Indonesia.

100 Pemimpin Perusahaan Tambang Menulis Buku untuk Indonesia


JAKARTA- Pertama kalinya di dunia, yaitu 100 pemimpin perusahaan tambang dari Aceh hingga Papua, bersama-sama dan bergotong-royong di masa Pandemi covid-19 menulis dan menerbitkan sebuah buku inspiratif berjudul 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI). Buku ini akan diluncurkan pada 17 Agustus 2021, dalam rangka memperingati HUT ke 76 Republik Indonesia.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kita memang perlu bergotong-royong, dan membutuhkan spirit yang kuat untuk bisa keluar dari krisis yang terjadi,” kata Suryo Eko Hardianto, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk yang juga salah satu penulis buku 100 Anak Tambang Indonesia tersebut.

Sebab kata dia tak hanya sumbangan berupa uang dan barang yang dibutuhkan rakyat saat ini untuk mampu bangkit dari keterpurukan, tetapi juga semangat juang tinggi seperti yang diwariskan para pendiri bangsa Indonesia saat memproklamasikan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 silam.

Meski ide ini muncul dari sektor pertambangan, khususnya subsektor pertambangan mineral dan batubara (Minerba), tapi ia juga menggelorakan semangat juang tersebut.

“Kelahiran buku 100 ATI ini membawa spirit yang sama, yaitu sebuah keinginan untuk membebaskan diri dari krisis akibat dijajah oleh Covid-19,” kata Alwahono, Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI), salah satu inisiator buku.

Menurut dia, sektor pertambangan berkontribusi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yaitu sekitar 7,37 persen pada tahun 2019  namun turun menjadi 6,6 persen di tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19.

“Setidaknya hingga 2021 ini, masih terdapat sekitar 1,3 juta lebih rakyat Indonesia yang bekerja di sektor pertambangan dan pengalian,“ kata Alwahono mengutip Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan edisi 3 tahun 2021.

Dengan pengalamannya yang lebih dari 20 tahun menjadi konsultan di berbagai perusahaan tambang, Alwahono berkesimpulan dunia tambang tak ubahnya ‘puncak gunung es’. Bagian atasnya yang tersembul sedikit ke permukaan, itu yang kita nikmati saat ini. Sementara dunia bagian bawahnya tak kita ketahui. Karena itu hampir tak ada yang tahu kisah para anak negeri yang berjuang di sektor pertambangan dan turut membangun bangsanya dengan bersimbah keringat dan air mata.

“Padahal hampir semua tools yang memudahkan hidup manusia di dunia ini bahan bakunya dari hasil tambang,” terangnya.

Di tempat inilah menurutnya peristiwa-peristiwa kemanusian jarang sekali dipotret, dan diperbincangkan. Kalau pun ada, biasanya langsung tertimbun berita-berita mengenai pertumbuhan ekonomi, atau terkubur oleh angka-angka statistik rugi laba dan investasi. Cerita-cerita tersebut akhirnya tetap terpendam, dan ketika sesuatu yang buruk (negatif) terjadi barulah mata publik mengarah kepada mereka.

Inisiator yang juga editor buku 100 ATI, Alexander Mering mengatakan, bahwa meskipun yang menulis buku ini adalah para pemimpin perusahaan tambang, namun isi buku justru bercerita tentang peristiwa-peristiwa kemanusiaan di dunia pertambangan.

“Mulai dari kisah perjuangan hidup yang sangat personal, rasa nasionalisme, kesetiakawanan, cinta, keuletan dan suka duka 100 anak tambang, yang memang ‘berdarah-darah’ di lapangan,” kata Mering.

 

Menurut dia buku ini istimewa justru karena ditulis langsung oleh para pelaku sejarah pertambangan di Indonesia, khususnya sub sektor tambang Minerba. Mengisahkan 100 cerita inspiratif putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di 67 lebih perusahaan besar maupun kecil yang dipilih secara acak.

 

Mereka adalah orang-orang yang berjuang dari titik nol hingga ke puncak karir, dari seorang anak nakal hingga berhasil menjadi profesional, dari hanya seorang operator bisa menjadi direktur. Mereka yang mengira dirinya perkasa tapi tumbang juga dihantam malaria. Bahkan cerita penuh emosi, yaitu menantang bule berkelahi karena tak terima nama Indonesia dihina dan dilecehkan. 

 

Kata Mering, Allsysmedia memfasilitasi proses kreatif dan mempertemukan karya 100 orang ini dalam buku 100 ATI. Menghubungi mereka secara online tanpa kontak fisik. Buahnya adalah 100 orang berhasil membagi dan menyumbangkan semangat lewat kisah hidup mereka menjadi tulisan yang diolah menjadi buku ini.  Setiap penulis menyumbang 5-7 halaman.

Mering dan timnya di Allsysmedia mulai melakukan riset, menghubungi calon penulis, sejak April 2021. Kemudian pengumpulan tulisan pada periode Mei-juni 2021, Juli 2021 proses editing hingga proses percetakan. 

Sementara itu Eko Gunarto, matan Kasubdit Pengawasan Teknik Pertambangan dan Kasubdit Keselamatan Pertambangan Minerba Kementerian ESDM, mengatakan selama ia bertugas di pemerintahan, belum pernah terjadi orang tambang bersatu hanya untuk menulis sebuah buku, seperti buku ini, kecuali saat diundang untuk membahas sebuah rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pertambangan.

“Menyatukan dan mengumpulkan 100 pimpinan perusahaan tambang bersatu dalam sebuah karya buku, bukanlah perkara mudah. Apalagi proses penyelesaiannya hanya 3 bulan saja dan di dalam masa pandemi pula,” ujar Eko yang juga tercatat sebagai satu dari 4 editor buku. Dimana selain Eko, Alwahono, dan Alexander Mering, juga terlibat sebagai editor buku setebal 714 halaman ini Nur Iskandar, penulis buku Wakapolri Jusuf Manggabarani, yang meraih Rekor Muri tahun 2011 silam. 

Belum terbit saja buku 100 ATI telah mendapat sambutan luar biasa dari kalangan birokrat, Akademisi, perusahaan tambang, organisasi profesi tambang, politisi, wartawan, dan profesional dan generasi muda.

Sebutlahlah di antaranya Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dr. Ridwan Djamaluddin, M.Sc), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI (Ir. Maman Abdurahman), Rektor Universitas Trisakti (Prof., Dr., Ir., Kadarsah Suryadi, DEA), sejumlah dekan termasuk Dekan Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta (Dr., Ir., Sutarto Hartosuwarno, M.T.),  Konsultan Politik peraih sejumlah penghargaan dan pendiri Lembaga Survei Indonesia (Denny JA), Kolumnis dan tokoh wartawan Malaysia (James Ritchie), Alumni PPRA LXI Lemhannas RI, Enderiman Butar Butar, S.P., M.Si, dan masih banyak lagi. “Total endorsement yang kita lampirkan di buku sekitar 33 orang,” kata Eko.

Jurnalis yang juga Dewas LKBN Antara, Mayong Suryo Laksono mengatakan bahwa Baru kali ini terjadi, wajah dunia pertambangan Indonesia tidak digambarkan lewat laporan tahunan, statistik produksi, grafik dan neraca pembukuan, atau aktivitas sosial sebagai buah kewajiban sosial perusahaan. Wajah itu ditampilkan lewat kisah manusia, para pelaku dan pekerja yang sehari-hari terlibat di dalamnya. Masing masing dengan gayanya, lewat sudut pandang berbeda, meliputi bidang dan pilihan tema yang membentang luas.

“Sungguh unik dan otentik karena datang dari tangan pertama. Benar-benar sebuah cara berbeda untuk memahami dunia pertambangan Indonesia,” pungkas Mayong

Buku 100 Anak Tambang Indonesia Catatkan 2 Rekor MURI

Direktur Utama Allsysmedia Alexander Mering memamerkan piagam MURI dan buku 100 ATI saat launching pada 17 Agusutus 2021

JAKARTA-Ketika pasar buku Indonesia anjlok hingga 80% akibat hantaman pandemi Covid-19, buku 100 Anak Tambang Indonesia (ATI) yang diterbitkan oleh Allsys Media malah berhasil menyabet dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus. 

Demikian diungkapkan oleh salah satu dari 4 Editor dan Inisiator buku ATI, Alwahono, usai melakukan talkshow di sebuah media nasional, 16 Agustus 2021.  Alwahono juga adalah Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI).

“Yang pertama adalah untuk rekor (MURI) sebagai buku yang ditulis pimpinan perusahaan terbanyak, dan kedua rekor untuk perusahaan tambang pembeli buku terbanyak. Pengumuman resminya akan dilaksanakan oleh pihak MURI pada peluncuran buku 17 Agustus 2021 besok,” kata Alwahono. 

Dia mengatakan bahwa baru kali inilah terjadi 100 para pemimpin perusahaan tambang di Indonesia, bahkan Dunia bersedia bergotong-royong menui satu buku yang inspiratif, menceritakan perjalanan hidup mereka masing-masing, dan rahasia mencapai sukses di dunia pertambangan. Tak hanya itu, lanjut Alwahono, 100 penulis buku ini juga adalah orang-orang yang sudah terbukti tahan uji mampu melewati berbagai krisis, termasuk ketika menghadapi ‘badai’ Covid-19. 

“Buku ini juga merupakan kado dan persembahan ke 100 orang anak tambang untuk bangsa,” ujar Alwahono, yang juga adalah ketua Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI). 

Sementara itu, Direktur Utama Allsys Media, Alexander Mering, mengatakan bahwa sejak pre-order (PO) dibuka sejak dua minggu lalu sampai H-1 launching , buku yang sudah dipesan berjumlah lebih dari 17.000 eksemplar.  

“Dengan demikian buku 100 ATI adalah buku terlaris sepanjang bulan Agustus 2021, meski pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat naiknya kasus Covid-19,” klaim Mering yang juga adalah Editor utama buku 100 ATI tersebut.  Mering  dan Alwahono tidak sendirian, dua editor lain yang terlibat dalam penulisan buku ini adalah Eko Gunarto dan Nur Iskandar. Eko adalah salah seorang mantan birokrat di lingkungan Kementerian ESDM, sedangkan Nur Iskandar adalah penulis biografi Waka Polri, Yusuf Manggabarani yang meraih rekor MURI tahun 2011.

Salah satu kekuatan buku 100 ATI ini, selain pada kekuatan konten, idea dan selling point juga pada teknik penyajian ceritanya. Dimana 100 kisah anak tambang itu disajikan dengan teknik narrative reporting, seperti bertutur membuat para pembaca seakan diajak berpetualang ke masa lalu yang penuh emosi dan bertemu hampir semua tokoh sejarah di dunia pertambangan di Indonesia. 

Buku ini tak  hanya mendapat sambutan luas dari praktisi pertambangan, akademisi, generasi milenial,  birokrat, institusi bisnis dan politisi nasional, tetapi juga mendapat apresiasi dari kolumnis, dan jurnalis senior Malaysia, James Ritchie. 

“Untuk berpetualang ke dunia tambang di seluruh pelosok Indonesia, Anda tak harus membeli tiket pesawat, meninggalkan anak-istri berbulan-bulan lamanya seperti jaman dulu. Baca saja buku ini, maka jantung anda langsung berpacu kencang, mengikuti petualangan 100 orang dalam buku ini,” ujar James yang pada tahun 2020 lalu dinobatkan negaranya sebagai Tokoh wartawan Sarawak. 


Narahubung:

  1.  Maharani Mega HP/WA 089622268275

  2. Alexander Mering HP (WA) 087878622789

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI