Showing posts with label Alert. Show all posts
Showing posts with label Alert. Show all posts

Bumame Punya Medical Check Up di Mall Hublife Jakarta Nih, Yuk Deteksi Kesehatan Anda

Apotek Bumame berlokasi di Mall Hublife, LG Floor Jakarta Barat. Di sini juga tersedia layanan medical check up. Foto: Bumame.


Penulis: Yanuarius Viodeogo Seno

MINESAFETY -- Bumame, penyedia layanan kesehatan berstandar internasional dan terbesar di Indonesia meluncurkan Bumame Health di Mall Hublife, LG Floor Jakarta Barat untuk mendekatkan akses kebutuhan medis keseharian masyarakat di pusat perbelanjaan tersebut.

Dalam satu lokasi di Mall Hublife itu terdapat tiga layanan sekaligus yaitu Bumame Apotek, Bumame Medical Check Up dan covid tes. Tiga layanan kesehatan sekaligus di satu lokasi itu merupakan bagian tren positif masyarakat dalam menjalani gaya hidup modern.

Kebutuhan medical check up sangat penting pula untuk para karyawan baik bekerja di kantoran dan di lapangan seperti pekerja tambang. Pemeriksaan kesehatan ini untuk mendeteksi kesehatan akibat aktivitas pekerjaan yang mempengaruhi produktivitas kerja.

Direktur Utama Bumame, James Wihardja mengatakan peluncuran Bumame Health sebagai komitmen Bumame memudahkan masyarakat dalam akses layanan kesehatan lengkap dan inovasi peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus mengembangkan teknologi kesehatan terkini.

"Layanan Bumame Medical Checkup kini hadir dengan beragam pilihan paket pengecekan kesehatan, mulai dari paket lengkap hingga pengecekan satuan yang dapat  dipilih sesuai kebutuhan. Bumame Medical Checkup juga menawarkan layanan Home Care yang memudahkan pelanggan untuk melakukan tes kesehatan tanpa perlu keluar rumah  dengan gratis biaya transportasi tenaga kesehatan dan gratis konsultasi dengan dokter," kata James dikutip Minesafety, Jumat (29 Juli 2022).

Sementara itu, Bumame Apotek menyediakan beragam produk unggulan mulai dari obat OTC (over the counter), tebus resep obat, vitamin, suplemen, paket vitamin  Covid-19, hingga produk beauty, personal care, dan wellness.

Salah satu pelayanan kesehatan suntik di Bumame Mall Hublife. Foto: Bumame
"Selaras dengan komitmen Bumame untuk membawa kesehatan lebih dekat dengan masyarakat, pemesanan bisa  dilakukan secara online melalui WhatsApp dan tersedia layanan Pick Up Point dan Delivery Service yang memberikan kemudahan, tanpa perlu khawatir akan jarak. Bumame juga menyediakan layanan konsultasi dengan apoteker untuk rekomendasi terbaik bagi setiap  pelanggan. Semuanya dapat dilakukan dari mana pun dengan akses WhatsApp Bumame Apotek di 0811-1908-8818," ujar James.  

Kehadiran layanan medis tersebut, lanjut James, juga bagian penyegaran branding logo font dan logo gram teranyar dari Bumame yang merepresentasikan sisi modern dan dinamis, mengedepankan layanan kesehatan bebas hambatan yang visioner, inovatif, dan solutif.

Perbankan Nasional Diminta Dukung Hilirisasi Timah di Babel

Foto: PT Timah Tbk

MINESAFETY -- Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin minta kepada Bank Indonesia mendorong institusi perbankan berpartisipasi mendukung hilirisasi industri timah di provinsi tersebut.

Sementara dari Pemprov Babel, menurut Ridwan, sudah mulai melaksanakan kemudahan bagi pelaku usaha yang bergerak di tambang timah untuk mengajukan proses izin usaha, izin lingkungan dan ketersediaan lahan dan lain-lain.

Ridwan mengutarakan hilirisasi sektor tambang bagi Babel merupakan kesempatan peringatan potensi bagus untuk menggerakan ekonomi Babel karena memberikan kontribusi besar terhadap nilai tambah komoditas dan penyediaan lapangan kerja.

"Dengan kehadiran BI sangat penting mengingat investasi dalam program hilirisasi ini tidak kecil. Beberapa bank nasional sudah berpartisipasi dalam pembangunan smelter, khususnya nikel nasional pada 2-3 bulan lalu. Ini sebuah kemajuan," ujar Ridwan dalam forum Babel Economic Forum dikutip Minesafety, Kamis (28 Juli 2022).

Saat Ridwan mengatakan hal tersebut di forum yang berlangsung pada Selasa (26 Juli 2022) lalu itu, hilirisasi timah sangat perlu untuk menghasilkan produk-produk yang lebih dekat ke industri hilir sehingga menyerap tenaga kerja lebih banyak.  

"Indonesia adalah penghasil timah kedua di dunia, sebanyak 91% timah berasal dari Kepulauan Babel. Sejauh ini pemurnian mencapai 99,9% dan saya maknai kebijakan hilirisasi dari Presiden Joko Widodo mampu menyerap tenaga kerja. Penyediaan lapangan kerja sangat penting karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan pengurangan tenaga honorer secara perlahan di pemerintah pusat maupun daerah," kata dia.

Kepala Kantor BI Perwakilan Babel Budi Widihartanto mengatakan pihaknya akan ikut berpartisipasi mendorong program hilirisasi di Babel akar memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Cadangan timah Indonesia dari beberapa sumber akan habis 10-24 tahun lagi, dan saat ini 98% timah di Babel diekspor keluar negeri hanya 2% yang diolah atau dihilirisasi di Indonesia," ujar Budi seraya mengutarakan hilirisasi di Babel masih terbatas pada produk tin plat, tin sorder, dan tin chemical.

Laporan Bank Indonesia menyebutkan harga timah yang tengah naik membuat tenaga kerja menambang timah semakin bertambah. Terutama dari kehadiran para petani karet yang beralih sementara profesi sebagai penambang timah. 

Pj Gubernur Babel Terjun Langsung Temui Penambang Ilegal Timah Teluk Kelabat Dini Hari

Pj Gubernur Kepulauan Babel di lokasi perairan Teluk Kelabat melihat aktivitas tambang ilegal timah, Minggu (24 Juli 2022) dini hari. Foto: Pemprov Babel.

MINESAFETY -- Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin berpatroli langsung ke wilayah perairan Teluk Kelabat untuk sosialisasi dan edukasi kepada pelaku tambang ilegal timah, pada dini hari, Minggu (24 Juli 2022).

Ridwan yang juga pelindung Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) itu menggunakan sea rider KN Damaru P. 214 dan tim Pengawasan Keselamatan, Keamanan Wilayah laut Kepulauan Babel mendatangi puluhan ponton selam dan tower yang masih beroperasi di perairan Teluk Kelabat.

Dia mengutarakan langsung kepada penambang ilegal itu untuk mengurus izin agar resmi sekaligus meminta kepada mereka untuk menghentikan aktivitasnya karena merupakan tindakan ilegal.

"Kalau bapak kesulitan mengurus izin, kami membantu silahkan temui pak Camat, urus badan usahanya, setelah punya izin nanti bekerjasama dengan pemilik IUP yaitu PT Timah dan swasta (lainnya)," kata Ridwan dikutip Minesafety, Senin (25 Juli 2022).

Ridwan mengatakan dia tidak ingin penambang ilegal itu melakukan penambangan ilegal bahkan di lokasi tersebut karena mengganggu aktivitas nelayan yang mencari ikan. "Lokasi ini juga ada keluhan mencari ikan akibat penambangan ilegal, kita harus memikirkan mereka juga," katanya.

Ridwan mengutarakan dia bersama tim satgas tidak akan segan-segan menindak tegas aktivitas penambangan ilegal itu jika masih mengulangi tindakanya. Selain itu, Ridwan mengucapkan terimakasih kepada tim satgas yang turut mensosialisasikan, mengedukasi, dan memberi peringatan kepada penambang ilegal tersebut.

DAFTAR IUJP TAMBANG ILEGAL
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Babel, Darlan mengutarakan pelaku usaha yang mendaftarkan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) menjelaskan langkah-langkah pendaftaran.

Pertama, kata dia, untuk melakukan pendaftaran harus mendapatkan akses dengan membuat nama pengguna dan kata sandi. Selanjutnya, semua data dilengkapi dan sistem mengeluarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pemberitahuan akan diberikan kepada tiap lembaga pemerintah yang berwenang sebagai penerbit izin usaha.

"Jika verifikasi diperlukan, lembaga pemerintah yang berwenang akan melakukan verifikasi kesesuaian usaha. Kemudian sistem OSS-RBB akan melakukan verifikasi pengajuan dengan status disetujui, kurang lengkap atau ditolak," kata Darlan.

Apabila, persyaratan kurang lengkap dengan status kurang lengkap makan pendaftar akan mendapatkan kiriman permintaan untuk melengkapi persyaratan.

"OSS-RBA merupakan sistem satu pintu karena itu, pelaku usaha tidak perlu mengunjungi banyak tempat untuk mengurus izin," kata Darlan.

Mau Terbang atau Naik Kereta, Wajib Vaksin Booster Sebelum 17 Juli 2022 Ya

Sebaran data vaksinasi Covid-19 per 12 Juli 2022. Foto: Satuan Tugas Penanganan COVID-19

MINESAFETY -- Masyarakat Indonesia dan asing yang baru mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen sebelum melakukan perjalanan dalam negeri menggunakan moda transportasi udara, laut dan darat.

Kebijakan yang berlaku mulai 17 Juli 2022 itu berdasarkan Surat Edaran No. 21/2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) ditandatangani oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku Ketua Satuan Tugas Penangangan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto, pada 8 Juli 2022.

Sampel itu diambil dalam kurun waktu 1x24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site saat keberangkatan.

Bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Begitu pula yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Bagi yang kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah terkait belum atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, bagi yang berusia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid tes antigen. Bagi usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid tes antigen.

Protokol lain wajib dengan menerapkan penggunaan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidup, mulut, dan dagu selama berada di dalam ruangan atau ketika berada dalam kondisi kerumunan. Wajib menggunakan air sabun atau hand sanitizer, dan tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau tidak langsung.

Pemerintah Segera Tindak Tegas 2.700 PETI Karena Abai K3

Dirjen Minerba dan Kementerian ESDM bersama sejumlah gubernur dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, April 2022 lalu. Foto: Pemprov Kalimantan Timur.
 

MINESAFETY -- Pemerintah RI di bawah komando Kementerian ESDM ingin Penambangan Tanpa Izin (PETI) diberantas selain merusak lingkungan hidup juga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sunindyo Suryo Herdadi selaku Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM menegaskan pelaksanaan PETI banyak pelanggaran dari aspek K3 seperti tidak menggunakan peralatan yang tidak standar, tidak menggunakan alat pengaman diri (APD).

"Pelaksanaan PETI umumnya mengabaikan K3, tidak adanya juga ventilasi udara pada tambang bawah tanah, dan tidak terdapat penyanggaan pada tambang bawah tanah. PETI juga berdampak bagi perekonomian negara karena berpotensi menurunkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan penerimaan pajak," kata Sunindyo dikutip Minesafety, Selasa (12 Juli 2022).

Pemerintah mendata berdasarkan catatan Kementerian ESDM kuartal III/2021, ada 2.700 lokasi PETI tersebar di Indonesia dengan rincian sebanyak 96 lokasi PETI tambang batubara dan 2.645 lokasi PETI tambang mineral. Lokasi terbanyak berada di Provinsi Sumatra Selatan.

Pengertian PETI merupakan kegiatan memproduksi mineral dan batubara yang dilakukan masyarakat atau perusahaan tanpa memiliki izin, tidak menggunakan prinsip pertambangan yang baik, serta memiliki dampak negatif bagi lingkungan hidup, ekonomi dan sosial. Bahkan, Sunindyo mengutarakan PETI memicu terjadinya konflik horisontal di masyarakat.

"Karena mereka tidak berizin akan mengabiakna kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawab penambang. Mereka tidak tunduk kepada kewajiban sebagaimana pemegang IUP dan IUPK untuk menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk juga pengalokasian dananya," kata Sunindyo.

Dia menegaskan, pemerintah sudah mulai bergerak bersama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Polhukam, Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Kementerian Dalam Negeri, dan Kepolisian R untuk mengatasi PETI.

Pemerintah menginventarisasi lokasi PETI, penataan wilayah pertambangan dan dukungan regulasi guna mendukung pertambangan berbasis rakyat, pendataan dan pemantauan oleh Inspektur Tambang, usulan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sesuai usulan pemerintah daerah hingga upaya penegakan hukum.

"Pada umumnya lahan bekas PETI dengan metode tambang terbuka sudah tidak beroperasi meninggalkan void dan genangan air sehingga lahan tersebut tidak dapat lagi dimanfaatkan dengan baik," kata Sunindyo.

Dia juga mengutarakan seluruh kegiatan PETI tidak memiliki fasilitas pengolahan air asam tambang sehingga genangan-genangan air serta air yang mengalir di sekitar PETI bersifat asam yang berpotensi mencemari air sungai.

"Bahaya lain PETI adalah batubara yang terekspos langsung ke permukaan berpotensi menyebabkan swabkara, sehingga dalam skala besar berpotensi menyebabkan kebakaran hutan," ujarnya.

Pada April 2022 lalu, sejumlah Gubernur memenuhi panggilan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, seperti dari Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara. Mereka bersama Dirjen Minerba Kementerian ESDM menyampaikan keluh kesah dan kegelisahan akibatnya marak tambang ilegal.

"Tambang ilegal telah menyebabkan rusaknya lingkungan dan infrastruktur, dana bagi hasil kembali ke daerah tidak cukup memperbaiki kerusakan-kerusakan itu. Pertambangan ilegal marak karena adanya peraturan perundang-undangan," kata Gubernur Kaltim Isran Noor.

Peraturan tersebut yakni UU No. 3/2020 tentang perubahan atas UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. "Belum ada izin saja sudah ditambang, pertanyaan saja, kenapa UU ini dibuat?" kata Isran Noor.

Dia mengatakan setiap mengawasi penambangan tanpa izin, para penambang membalas bahwa aktivitas mereka urusan pusat sehingga pemerintah provinsi tidak bisa berbuat banyak atau kondisi tersebut.

Netizen Pun Bereaksi, Polisi Imbau Pengendara Sepeda Motor Stop Pakai Sandal Jepit

Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi. Foto: NTMC Polri

MINESAFETY -- Kabar langsung dari Kakorlantas Polri meminta kepada pengguna sepeda motor agar tidak mengenakan sandal jepit menjadikan informasi itu viral beberapa hari belakangan ini. Walau hanya merupakan imbauan saja dari kepolisian tetap membuat warganet bereaksi atas pengumuman penegak hukum tersebut.

Sebagaimana informasi langsung dari NTMC Polri, Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi menilai saat pengendara sepeda motor mengandalkan perlindungan tapak kaki dengan sendal jepit maka keselamatan pengendara tidak optimal karena masih bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi anda, itulah fatalitas," kata Firman dikutip Minesafety, Rabu (15 Juni 2022).

Sehingga mesti menggunakan sepatu, menurut Firman, pengendara terlindungi ancaman kecelakaan lalu lintas. Imbauan kakorlantas itu demi keselamatan pengendara agar mengutamakan nyawa.

"Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga saat keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada, helm standar, pakai sepatu. Kesdaran masyarakat berkendara secara aman terbangun dan menjadi kebiasaan masyarakat bukan karena diawasi petugas," kata Firman.

Imbauan dari Kakorlantas Polri itu memicu reaksi beragam dari warganet Tanah Air. Ada yang memberikan komentar positif dan nyinyir menyatakan tidak suka atas kebijakan kakorlantas polri itu.




Mudik Aman dan Selamat Sampai Tujuan

 

Foto: Salah satu bus melewati jalur menurun. Pemerintah meminta agar pengemudi memperhatikan kelayakan kendaraan agar penumpang mudik lancar sampai tujuan.

MINESAFETY -- Bagi pengendara yang hendak melakukan perjalanan keluar kota selalu waspada agar terhindar dari kecelakaan apalagi saat anda melakukan mudik ke kampung halaman dan kembali usai liburan. Tentu anda ingin bertemu dengan keluarga dalam keadaan baik-baik saja dan tanpa kekurangan segala apapun juga.

Kecelakaan di jalan yag menyebabkan kematian masih menjadi momok menakutkan di Indonesia. Data Kepolisian Negara Republik Indonesia menyebutkan jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan pada 2020 lalu mencapai 23.529 jiwa atau rerata 3 jiwa meninggal dunia per jam. 

Foto: Perilaku buruk mengemudi sembari beraktivitas dengan telepon genggam.

Dari jumlah korban kecelakaan jalan itu, tertinggi kecelakaan sebanyak 73% melibatkan sepeda motor menyusul kecelakaan menimpa pengendara angkutan barang sebanyak 12%. Kecelakaan juga sering menimpa kendaraan pribadi dan angkutan bus yang mengangkut banyak penumpang.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, penyebab kecelakan yang sering terjadi karena sarana prasarana tidak layak jalan seperti rem blong, pecah ban, hilang kendali. Selalu sebelum berangkat perjalanan jauh untuk mengecek kembali kendaraan anda aman dan layak pakai.  Kecelakaan lain infrastruktur jalan buruk, dan pengemudi mengantuk.

Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan memperhatikan keselamatan berlalu lintas di jalan raya umum. Anda juga harus selalu membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) ke mana saja anda berkendara. Kenakan sabuk pengaman, jumlah penumpang sesuai dengan jumlah sabuk pengaman yang ada.

Patuhi selalu rambu-rambu lalu lintas, patuhi batas kecepatan maksimum yang diizinkan, kemudikan kendaraan sesuai kondisi jalan, dilarang mengemudi dalam pengaruh alkohol dan hormati pejalan kaki.

Jangan lupa saat anda berada di area umum agar senantiasa menyimpan nomor-nomor emergensi untuk mengantisipasi pertolongan pertama anda. Selanjutnya, apabila anda berhadapan dengan suatu hal yang membahayakan anda maka pikirkan keselamatan paling utama, dan pikirkan akibat terburuk yang terjadi ke depan.

Selamat mudik dan berkumpul bersama keluarga.

Resep Kelola Lingkungan Kerja Atas Risiko Kecelakaan Kerja


Ilustrasi: Pekerja pabrik kayu menggunakan perlengkapan pelindung diri untuk mencegah kecelakaan kerja. Foto: Pixabay

MINESAFETY -- Perusahaan pertambangan mineral dan batubara di tanah air sebagian telah menjalankan komitmen dalam pengelolaan lingkungan kerja untuk mencegah kecelakaan dan keselamatan kerja. 

Korporasi atau perusahaan menilai korban yang timbul dari lingkungan kerja di industri pertambangan masih sebagai penyumbang angka kecelakaan kerja yang tinggi karena rentan terhadap bahaya risiko  dan penyakit kerja.

Ketua DPW Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Kalimantan Selatan Rischa Lavinia mengatakan tempat dia bekerja yaitu Adaro Energy, bahaya dari lingkungan kerja dapat dikendalikan atau dikelola dengan tujuan agar bekerja dengan aman dan sehat. 

"Kami saling support (mendukung) dan dukungan komitmen dari manajemen top level supaya keberhasilan program pengelolaan keselamatan pertambangan berhasil. Sejumlah hal kami perhatikan, seperti bujet penting supaya program tepat sasaran. Kalau program dengan bujet berlebihan sia-sia," kata Rischa dalam diskusi Safety Sharing Session (S3) diselenggarakan APKPI, Rabu (8/12/2021). 

Aspek strategi lain menekan penyakit di lingkungan kerja yang dialami karyawan Adaro Energy, menurutnya, perusahaan selalu berinovasi, peningkatan dan evaluasi program berjalan dan program sebelumnya. 

Selain itu, kata Rischa dengan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, perusahaan mitra kerja, dan institusi pendidikan. Alasannya, perusahaan memiliki keterbatasan praktik dan teori sehingga membutuhkan masukan dari pihak eksternal dengan tujuan nol kecelakaan kerja.  

"Penderita penyakit kerja berasal dari lingkungan kerja disebabkan oleh bahaya fisika, getaran suhu tubuh, kelebihan atau kekurangan pencahayaan, kebisingan, radiasi, debu batubara, debu asbes, debu silika dan lainnya," kata Rischa. 

Supriyanto, anggota APKPI Bidang Teknologi dan Keselamatan Pertambangan menyebutkan dalam pengelolaan lingkungan kerja menjadi perhatian utama mereka. Supriyanto yang mewakili PT Harita Grup ini mengatakan perusahaan bergerak dengan cepat dan sigap memperhatikan Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3). 

"Kami mempunyai lab sendiri medical check up, lab PCR, dan kami rencana memiliki laboratorium gigi sendiri. Kami mempunyai fasilitas lengkap," ujarnya. 

Namun demikian, papar Supriyanto, untuk mengelola risiko kerja pihaknya berpedoman dengan health risk assessment (HRA). Dalam prinsip HRA itu, perusahaannya menaruh perhatian besar kepada sumber daya yang optimal agar lingkungan kerja berlangsung aman dan lancar. 

Adapun sumber daya itu mencakup jumlah karyawan, tenaga kesehatan, tingkat pendidikan, budaya masyarakat, fasilitas peralatan, kemampuan operasional, akses terhadap alat dan peralatan baik itu sewa atau beli, suply chain peralatan kesehatan, peraturan daerah atau adat, kebijakan perusahaan atau panduan kerja lainnya. 

"Misalnya, ada pekerja pendengarannya kurang, apakah dipindah ke divisi lain, atau pengobatan. Memang tidak gampang, ada pendengaran bermasalah kami bingung mau taruh di mana yang pasti kami kontrol. Dengan HRA maka penanganannya seperti apa," ujar dia. 

Sementara itu, Ruby Hatmoko pengurus APKPI Bidang Advokasi mengutarakan fasilitas kesehatan menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk mengendalikan dan melindungi para pekerja dari cedera dan penyakit.  

"Kami Desember ini akan mengoperasikan CT Scan untuk mengatasi bahaya radiasi. Ada penurunan fungsi pendengaran, misalnya melalui pengurangan noise (kebisingan) di tempat kerja yang disesuaikan dengan KPI (Key Performance Indicator)," ujar Ruby yang bekerja di PT Vale Indonesia Tbk.   

Alwahono: Sayangi Diri Sendiri Bagian K3

Alwahono sedang memberikan nasehat K3 kepada para pekerja PT ANTAM Tbk, di Tayan (Kalimantan Barat)

MINE SAFETY - Dalam tema safety alert ini, kami redaksi menulis tentang kunjungan Direktur APKPI Alwahono ke site PT ANTAM Tbk di Tayan, Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat) saat menemui para pekerja tambang di sana belum lama ini. 

Menarik ketika Alwahono langsung memberikan pesan kepada pekerja ANTAM agar peduli terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dia tidak bosan-bosan memberitahu kepada para pekerja tambang agar menyanyangi diri sendiri. 

"Kenapa kita perlu keselamatan, sebenarnya untuk menyayangi diri kita sendiri. Orang yang pertama kali menikmati keselamatan dan kesehatan, ya kita sendiri," begitu kata Alwahono. 

Menurutnya, orang atau pekerja di mana pun berada tahu bahwa dia tidak mau celaka dan sakit di tempat kerja tetapi mengabaikan peraturan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai contoh kecil. Pekerja cenderung cuek merasa bahwa memakai APD meribetkan atau merepotkan dirinya. Padahal, APD merupakan salah satu bentuk pekerja terhindar dari kecelakaan. 

"Mohon sadarlah, bahwa itu sebenarnya untuk kepentingan diri kita sendiri," ujarnya. 

Alwahono mengingatkan saat berangkat kerja dengan keadaan sehat, tentu pulang sehat. Tentu itu bisa terjadi jika cara bekerja selama di lapangan dipatuhi. Alwahono menyebutkan pesan yang dipatuhi dalam K3. 

Pertama, pekerja tahu bahaya risiko kerja kita, kalau hari hujan risikonya tahu jalan licin dan mudah tergelincir. Saat kondisi jalan menanjak dan menurun, pekerja mengetahui kondisinya. 

Kedua, pekerja tahu cara mengendalikannya misalnya kendaraan sebagai fasilitas operasional. Alwahono mengingatkan agar pekerja tidak nekat begitu mengetahui kondisi cuaca berkabut dan tidak melewati jalan kondisi licin. 


Dia meminta kepada pekerja untuk mengikuti prosedur yang berlaku karena sebagai benteng menyelamatakan pekerja dari kecelakaan. (Feeling itu penting, tetapi tetap ikuti prosedur standar ya," ujarnya. 

Ketiga, Alwahono menasehatkan jika pekerja dalam keadaan kantuk, tidak enak badan atau sakit yang semestinya membutuhkan jam istirahat justru memaksa tetap bekerja berpotensi mencelakakan dirinya. 

Dia mengajak pekerja untuk menyampaikan kondisi tersebut kepada pengawasnya dan meminta supaya tidak bekerja terlebih dahulu hingga kondisi tubuh fit. 

"Keempat adalah memastikan alat peralatan kerja layak digunakan. Jangan menilai kemarin aman, bagus saja tetapi alat kita itu bekerja terus maka harus dicek," pintanya. 

Kelima, tidak kalah penting adalah pekerja sudah bisa memitigasi kondisi darurat atau tidak normal dengan macam-macam kondisi di lapangan. "tiba-tiba di tengah jalan lagi hujan, tidak normal itu harus disadari. Itu ada dalam peraturan. Jadi peraturan perusahaan bukan mengada-ada tetapi itu untuk menyelamatkan diri sendiri," paparnya. 

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Tips Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman


 

Dummy....Bukan rahasia lagi, industri pertambangan adalah salah satu bisnis yang memiliki risiko tinggi terkait keselamatan kerja. Terlebih, awal tahun ini, kecelakaan terjadi di area kerja salah satu perusahaan tambang terbesar yang kegiatan operasi produksinya di bagian Timur Indonesia.

Ingat 6 Tips Ini untuk Menjaga Keselamatan Kerja di Areal Pertambangan

 


 

Tidak dapat dipungkiri, bila bekerja di area pertambangan memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi.Bukan hanya dari alat-alat berat yang tersedia di lapangan, akan tetapi juga adanya bencana alam yang sewaktu-waktu dapat datang atau lantaran kondisi lingkungan yang kurang baik. Agar terhindar dari segala risiko yang dapat membahayakan, para pekerja tambang perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja sebelum mulai untuk menambang dengan mempraktikkan 6 tips berikut:


Kecelakaan Kerja di Tambang PT LJS, 1 Pekerja Tewas

 


Polres Lumajang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja di area pertambangan galian C (pasir dan batu) milik PT. Lumajang Jaya Sejahtera (LJS).

Satu orang pekerja tewas akibat kecelakaan kerja di lokasi tambang yang ada di Dusun Kampung Baru, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/7/2019).

Korban tewas diketahui bernama Sukor (51) yang juga merupakan warga Dusun Kampung Baru. Rumahnya berada di dekat kawasan penambangan.

Kronologis kejadian kecelakaan kerja ini, menurut Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, korban yang bekerja meratakan pasir di areal pertambangan tertimpa sebuah batu berukuran besar. Baca selengkapnya

Tambang Batu Bara Meledak, 8 Pekerja China Hilang

 


Tambang batu bara di Provinsi Shaanxi, China, Rabu (4/11/2020) siang waktu setempat, meledak sehingga menyebabkan delapan pekerja tidak diketahui nasibnya.

Pada saat peristiwa tersebut terjadi di areal pertambangan batu bara di Distrik Yintai, Kota Tongchuan, pada pukul 13.00 waktu setempat (Rabu pukul 12.00 WIB) terdapat 42 pekerja yang sedang melakukan aktivitas di bawah tanah.

Tim SAR setempat berhasil mengevakuasi 34 pekerja lainnya dalam keadaan selamat.

Sampai saat ini pencarian korban dan pemindahan puing-puing akibat ledakan masih terus dilakukan, demikian media China.

Menurut catatan, kecelakaan tambang di provinsi barat laut China itu yang kedua kalinya dalam 13 bulan terakhir.

Pada 27 Oktober 2019 sebanyak lima orang tewas dan tiga lainnya hilang setelah satu unit kendaraan penguji meledak di lokasi tambang minyak di Provinsi Shaanxi, tepatnya di Distrik Qilicun, Kota Yan'an, yang kaya kandungan minyak dan gas. Baca selengkapnya

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI