Inalum dan EGA Uni Emirat Arab Teken MoU Pengembangan Smelter

 Inalum dan EGA Uni Emirat Arab Teken MoU Pengembangan Smelter

MINESAFETY -- PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan Emirates Global Aluminium (EGA), perusahaan industri terbesar di luar migas dari Uni Emirat Arab, teken kesepakatan studi kelayakan pengembangan perluasan browfield Inalum di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Pihak EGA sendiri telah mengembangkan teknologi peleburannya di UEA selama lebih dari 30 tahun, dan merupakan perusahaan industri UEA pertama yang melisensikan teknologi proses intinya secara internasional dalam kesepakatan dengan Aluminium Bahrain pada 2016.

Dari keterangan pers MIND ID, perjanjian ditandatangani oleh Direktur Utama INALUM Hendi Prio Santoso dan Chief Executive Officer EGA, Abdulnasser Bin Kalban, pada KTT G20 di Bali, Senin (14/11/2022).

Perjanjian ini memberikan EGA hak eksklusif untuk melisensikan teknologi yang dikembangkan UEA kepada INALUM untuk ekspansi smelter aluminium brownfield, perusahaan Indonesia yang memiliki potensi di smelter aluminium yang berada di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Hak eksklusifnya teknologi peleburan DX+ Ultra kepada INALUM yang merupakan teknologi industri terbaru perusahaan internasional tersebut.

Persyaratan EGA untuk investasi atau pengambilan logam adalah bahwa proyek yang diprioritaskan menggunakan energi terbarukan. Pabrik peleburan aluminium Kuala Tanjung yang ada saat ini menggunakan listrik yang dibangkitkan dengan tenaga air.

Proyek perluasan ini diharapkan memiliki kapasitas lebih dari 400 ribu ton aluminium per tahun, tergantung dari hasil studi kelayakan bankable yang kini akan dibiayai bersama oleh EGA dan INALUM.

Direktur Utama INALUM Hendi Prio Santoso, mengatakan, perjanjian ini diharapkan dapat menegaskan bahwa EGA adalah mitra pilihan INALUM untuk ekspansi brownfield Kuala Tanjung.

Berdasarkan efisiensi teknologi peleburan EGA dan pengalaman mentransfernya secara internasional, dan potensi kemitraan perusahaan sebagai investor dan atau offtaker logam.

Post a Comment

Post a Comment