Turki Berduka, Ledakan Tambang Batubara Bawah Tanah 41 Meninggal


MINESAFETY -- Industri pertambangan di Turki kembali mengalami peristiwa terburuk nan menyedihkan sebab sebanyak 41 orang mayoritas pekerjanya mengalami kejadian fatal atau meninggal dunia.

Tambang milik TKK Amasra Taskomuru Isletme Muessesesi dari grup Turkish Coal Enterprises (TKK) di Turki Utara meledak pada Jumat malam (14 Oktober 2022) di area tambang bawah tanah.

Laporan resmi pemerintah menyebutkan jumlah korban yang meninggal semakin bertambang sebelumnya tercatat 28 jiwa, kini sudah mencapai 41 orang dari total pekerja yang masih terjebak di dalam area tambang sebanyak 110 orang. Sisanya sebanyak 58 penambang berhasil menyelamatkan diri dan dibantu oleh tim evakuasi.    

Pemerintah Turki menyatakan pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan para penambang dan berhasil mengeluarkan para penambang yang terjebak di lokasi saat api masih dalam kondisi menyala.  

Pemerintah masih belum mau memberikan keterangan terjadi ledakan tambang batubara saat ada pendapat dari serikat pekerja menduga pemicu ledakan karena ada penumpukan gas metana.

Usai mengevakuasi para penambang dan korban meninggal dunia, pemerintah menyelidiki penyebab meledaknya tambang milik badan usaha negara itu.

Kejadian tambang batubara meledak Jumat malam itu mengingatkan kembali peristiwa serupa pada 2014, saat terjadi ledakan batubara di Soma Turki yang menewaskan lebih 300 orang.

Investigasi kecelakaan menemukan penyebab ledakan akibat instalasi listrik di terowongan bawah tanah. Para pekerja yang tewas karena banyak menghirup asap tidak dapat keluar dari dalam lokasi tambang.

Post a Comment

Post a Comment