Artificial Reef PT Timah Tbk, Bikin Wisata Laut Kian Indah



MINESAFETY -- PT Timah Tbk, perusahaan pertambangan timah baru-baru ini mereklamasi laut dengan penenggelaman artificial reef dan restocking cumi di Pulau Bangka dan penanaman mangrove, pembuatan penahan abrasi, dan restocking kepiting di Kundur dan Karimun.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan penenggelaman artificial reef yang dilakukan PT Timah Tbk di perairan Pulau Bangka telah menjadi potensi wisata bawah laut yang menarik, karena ditempeli karang, menjadi rumah bagi ikan.

"Realisasi reklamasi laut PT Timah Tbk untuk penenggelaman artificial reef dan restocking cumi sudah terealisasi 100%dari target yang ditetapkan," kata Anggi dari siaran pers dikutip Minesafety, Minggu (2 Oktober 2022).

Hingga saat ini selama 2022, PT Timah Tbk telah menenggelamkan 1.920 unit artificial reef di 11 lokasi di Pulau Bangka. Selain itu, PT Timah Tbk juga telah melakukan restocking cumi sebanyak 20.091 ekor.

Adapun penenggelaman artificial reef telah dilakukan sejak tahun 2016 silam. Dalam kurun 2016-2022, PT Timah Tbk telah menenggelamkan sebanyak 3.105 fish shelter, 1.475 unit transplantasi karang dan 3.840 unit artificial reef.

Dosen Ilmu Kelauatan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika Syari mengatakan kawasan reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk yang telah menjadi destinasi wisata bawah laut diantaranya di Pulau Putri yang terletak di Kabupaten Bangka.

Pengunjung bisa snorkeling melihat artificial reef yang telah ditempeli karang dan menjadi tempat bermain ikan. Di Pulau Putri bahkan sudah terbentuk kebun karang dan sudah dikunjungi wisatawan untuk foto bawah laut.

"Artificial reef yang ditenggelamkan rata-rata sudah ditempeli karang dan menjadi rumah ikan. Ini ada peluang yang bisa dikembangkan misalnya dijadikan spot wisata mancing. Nelayan setempat bisa menyediakan sewa perahu, wisatawan bisa mancing di lokasi artificial reef, ini tinggal dikreasikan saja," saran Indra.

Post a Comment

Post a Comment