Sosialisasi SMKP, PT Timah Tbk Harap Prestasi Zero Fatality Terulang Lagi

Zero Fatality, SMKP, K3, Sosialisasi, Timah, Darat Bangka

Sosialisasi Impelementasi dan Audit Internal SMKP mitra usaha di Unit Produksi Laut Bangka dan Unit Produksi Darat Bangka. Foto: PT Timah Tbk

MINESAFETY -- PT Timah mengundang mitra usahanya di Unit Produksi Laut Bangka dan Unit Produksi Darat Bangka dalam mensosialisasikan implementasi dan audit internal Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) agar dapat mempertahankan zero fatality pada masa-masa mendatang.

General Manager Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Ahmad Syamhadi mengatakan keselamatan pertambangan merupakan hal yang sangat penting yang harus diimplementasikan semua pihak dan berharap dapat mempertahankan prestasi pada tahun sebelumnya.

"Kita semua punya kewajiban tentang keselamatan kerja, kita syukuri tahun lalu tercapai target zero Fatality. Usaha mencapai keselamatan kerja hanya bisa dicapai dengan tata kelola dan manajemen yang baik," kata Ahmad Syamhadi dalam sosialisasi SMKP, dikutip Minesafety Sabtu (3 September 2022).

Hadir dalam sosialisasi itu, Sub Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral, Direktorat Teknik dan Lingkungan, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dwinanto Herlambang, Kepala Unit Penambangan Laut Tonggo P. Situmorang dan Kepala Unit Penambangan Darat Bangka PT Timah Tbk, Erwin Suheri, Kepala Teknik Tambang dan mitra usaha PT Timah Tbk.

Dia mengatakan sosialisasi Impelementasi dan Audit Internal SMKP sebagai upaya perusahaan untuk menerapkan sistem penambangan yang baik dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses penambangan.

"Keselamatan Pertambangan merupakan prioritas PT Timah, untuk itu PT Timah Tbk rutin mengingatkan tentang K3 bagi Insan Timah maupun mitra usaha perusahaan," kata Ahmad Syamhadi.

Pada 2019 lalu dilaksanakan kegiatan serupa, Direktur Operasi Alwin Albar membuka kegiatan Pengarahan Teknis Keselematan Pertambangan dan Bimbingan Teknis Konservasi Mineral bagi mitra di Unit Produksi Darat Bangka, di Graha Timah.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Teknik Tambang, Pengawas Tambang dan mitra usaha ini bertujuan untuk menekankan aspek keselamatan dalam proses penambangan untuk mencegah berbagai potensi fatality.

PT Timah Tbk mencatatkan hingga memasuki paruh kedua tahun 2019, angka fatality pertambangan di Indonesia mencapai 17 kejadian, di mana 6 atau 30 persen di antaranya terjadi dalam kegiatan pertambangan timah.

"Setiap mitra harus segera memiliki Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). Pengawasan harus dilakukan secara maksimal, sehingga berbagai fatality harus segera dihindari," tegas Alwin Albar.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org