Perusahaan Hary Tanoesoedibjo Genggam Penjualan Batu Bara US$108 Juta

MNC Energy Investments, IATA, Batu Bara, Hary Tanoesoedibjo,

Proses pengangkutan batubara. Foto: Pixabay.

MINESAFETY -- PT MNC Energy Investmens Tbk (IATA) melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara, PT Bhakti Coal Resources (BCR) meraih kontrak penjualan batu bara dari tiga perusahaan pembeli total senilai US$108,42 juta.

Adapun ketiga pembeli batu bara dari PT Bhakti Coal Resources itu adalah SAII Resources Pte Ltd sebanyak 500.000 dengan rentang waktu kapal pemilik kapal mendatangkan kapalnya di pelabuhan muat atau loading port laycan antara September 2022-January 2023. Dengan nilai beli US$27,10 juta.

Pembeli berikutnya Visa Resources Pte Ltd sebanyak 500.000 MT dengan loading port laycan antara Oktober 2022 hingga Maret 2023 senilai sama dengan pembelian dari SAII Resources Pte Ltd.

Terakhir adalah CPTL Pte Ltd, membeli sebanyak 1.000.000 MT senilai US$54,21 juta dengan loading port laycan Oktober 2022-Maret 2023.

CPTL Pte Ltd juga bakal berinvestasi dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) salah satu anak perusahaan BCR, untuk mendorong efisiensi produksi dan transportasi, dengan perkiraan investasi senilai USD 10 juta.

Dengan adanya kontrak pembelian jangka panjang itu, Head of Investor Relations IATA, Natassah Yunita mengatakan menunjukkan kepercayaan pembeli atas operasional tambang IATA.

"IATA turut memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali terhubung dengan para pemain kunci dari seluruh rantai pasokan batu bara dan menegosiasikan berbagai kesepakatan bisnis strategis, baik yang berkaitan dengan pengembangan usaha Perseroan maupun untuk kemajuan industri menuju dekarbonisasi," kata Natassha dari rilis dikutip Minesafety, Rabu (21 September 2022).

Hal itu disampaikannya disela penandatangan dengan pembeli batu bara saat konferensi batubara terbesar di Asia berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC) di Westin Resort Nusa Dua, Bali pada 18 hingga 20 September 2022.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org