Penjualan Feronikel ANTAM Sumbang Rp3,12 Triliun Semester I/2022

Nikel, Feronikel, ANTAM, Hilirasasi, Baterai, Listrik,

Bijih nikel yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk. Foto: ANTAM

MINESAFETY -- PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua penjualan ANTAM dengan kontribusi sebesar Rp3,12 triliun atau 17% dari total penjualan konsolidasian korporasi emiten ANTM itu pada kuartal semester I/2022.

Volume produksi dan penjualan feronikel ANTAM pada 1H22 tercatat masing-masing sebesar 11.982 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan 9.622 TNi. Untuk komoditas bijih nikel, produksi bijih nikel pada 1H22 mencapai sebesar 4,39 juta wet metric ton (wmt) dengan tingkat penjualan bijih nikel di pasar domestik yang mencapai 3,04 juta wmt.

Kinerja capaian produksi dan penjualan segmen nikel ANTAM sepanjang semester I/2022 turut dipengaruhi dinamika pasar global, terutama kondisi lockdown COVID-19 di beberapa destinasi penjualan produk feronikel di Asia Timur pada 2Q22 sehingga berdampak pada pembatasan aktivitas perdagangan ekspor.

Selain itu, tren kenaikan harga bijih nikel yang tinggi pada kuartal II/2022 tetapi tidak diikuti dengan signifikansi serupa pada harga produk turunan bijih nikel (stainless steel) turut mempengaruhi tingkat penyerapan atas produk segmen nikel ANTAM.

Kendati demikian, terlepas dari sejumlah tantangan yang dihadapi sepanjang periode semester I/2022, profitabilitas segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) ANTAM terjaga tetap solid.

Kontribusi penjualan Segmen Nikel pada semester I/2022 mencapai Rp5,45 triliun, tumbuh 18% year on year dari penjualan semester pada tahun sebelumnya sebesar Rp4,64 triliun.

Tercatat laba bersih periode berjalan segmen nikel semester I/2022 mencapai Rp2,35 triliun, tumbuh 23% dibandingkan capaian periode semester I/2021 sebesar Rp1,91 triliun. Perusahaan meyakini bahwa, performa segmen nikel ANTAM akan konsis bertumbuh seiring dengan penguatan kondisi ekonomi global dan outlook positif penyerapan komoditas nikel.

Sementara itu, inisiatif pengembangan hilirisasi nikel untuk baterai kendaraan listrik, pada April 2022, ANTAM bersama-sama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation (IBC)), dan PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd (CBL) telah melakukan penandatanganan Framework Agreement terkait insiatif pengembangan untuk inisiatif proyek baterai kendaraan listrik (EV Battery) terintegrasi. ANTAM dan IBC juga menandatangani perjanjian serupa dengan LG Energy Solution.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org