Bukit Asam Hemat Rp58,48 Miliar per Tahun Melalui Elektrifikasi dan Digitalisasi

Bukit Asam, Elektrefikasi, Digitalisasi, Net Zero Emission, Bahan Bakar Minyak, Listrik,

PT Bukit Asam Tbk, berkomitmen program elektrifikasi dan digitalisasi pertambangan. Foto: Bukit Asam

MINESAFETY -- PT Bukit Asam Tbk mampu menghemat sebnayak Rp58,48 miliar per tahun setelah menjalankan program elektrifikasi dan digitalisasi pertambangan sebagai upaya korporasi mencapai target net zero emission pada 2060. 

Corporate Secretary Bukit Asam Apollonius Andwie mengatakan Sejumlah program dilakukan untuk mencapai visi tersebut, di antaranya adalah Eco-Mechanized Mining (e-MM) dan E-Mining Reporting System.

Eco-Mechanized Mining (e-MM) adalah program konversi alat-alat pertambangan berbahan bakar minyak menjadi berbasis listrik. Alat-alat pertambangan tersebut mulai dari untuk proses penggalian, transportasi, dan peralatan pendukung lainnya. 

"PTBA dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel hingga 7 juta liter per tahun berkat program ini dan mereduksi emisi sebesar 19.777 tCO2e. Program ini menciptakan penghematan sebesar Rp47,7 miliar per tahun," kata Corporate Secretary PTBA, Apollonius Andwie dikutip Minesafety, Minggu (4 September 2022).

Sedangkan E-Mining Reporting System adalah program yang berkaitan dengan pelaporan online dan real time untuk operasional pertambangan. Sistem berbasis online ini bisa diakses melalui aplikasi Corporate Information System and Enterprise Application (CISEA), menggantikan sistem pelaporan manual.

Berkat program ini, PTBA dapat menghemat konsumsi BBM (diesel) sebanyak 1,2 juta liter per tahun dan menekan emisi karbon hingga 1.677 tCO2e per tahun. Program ini mampu menciptakan penghematan hingga Rp 10,78 miliar per tahun. 

Program-program PTBA lainnya untuk menekan emisi karbon adalah beralih ke kendaraan berbasis listrik untuk operasional pertambangan, melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang, hingga mengganti bahan perusak ozon dengan bahan lain yang ramah lingkungan, kerja sama dengan lembaga internasional CDP (Climate Disclosure Project) dalam bentuk pendampingan laporan CDP Climate Change PTBA.

PTBA pun terus meningkatkan portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 241 kWp di Bandara Soekarno Hatta dan PLTS berkapasitas 400 kWp di Jalan Tol Bali Mandara.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org