Tanjung Enim Punya Museum Batubara, Bukit Asam Pamer Tambang Era Kolonial

Tanjung Enim, Museum Batubara, Bukit Asam, PTBA, Wisata, Muara Enim

Museum Batubara Bukit Asam di Tanjung Enim. Foto: PT Bukit Asam Tbk

MINESAFETY -- PT Bukit Asam Tbk resmi membuka Museum Batubara Bukit Asam pada 17 Agustus 2022 lalu dengan tujuan agar Tanjung Enim menjadi destinasi  wisata dan mandiri ketika nanti kandungan batubara sudah habis.

Dalam museum ini, para pengunjung dapat mengetahui sejarah pertambangan batu bara dari era kolonial sampai saat ini. Selain itu, kereta akan membawa pengunjung serasa di dalam tambang bawah tanah.
Di kompleks seluas 4,5 hektar ini pun nantinya akan dibangun beberapa venue destinasi wisata yang ditujukan bukan hanya untuk masyarakat lokal sekitar Tanjung Enim.

Venue-venue yang berpotensi menarik turis dari luar Tanjung Enim tersebut antara lain Goa Coal Park, Kolam Wisata, Gedung Seni, Gedung Pusat Kuliner, Plaza Air Mancur, dan beberapa miniatur ciri khas daerah Sumsel seperti Miniatur Benteng Kuto Besak, Pagoda Pulo Kemaro, Masjid Agung Palembang, Monpera, dan sebagainya. Kawasan ini telah didesain untuk mampu menampung wisatawan sekitar 200-300 orang per hari.

Pj Bupati Muara Enim Kurniawan mengatakan, Pemkab Muara Enim dan Bukit Asam sudah mencanangkan program Tanjung Enim sebagai Kota Wisata sejak 2016 lalu dan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-77, salah satunya mewujudkan museum batubara.

"Berbahagia sekali, kami masyarakat Muara Enim mendapatkan kado spesial dari PT Bukit Asam sebuah komplek Museum Tambang Batubara yang insyallah menjadi ikon kota wisata Tanjung Enim, kata Kurniawan dikutip Minesafety, Minggu (21 Agustus 2022).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri soft launching museum bersama jajaran Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) dan jajaran Direktsi PT Bukit Asam Tbk. Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi menyatakan bahwa peresmian ini merupakan wujud komitmen PTBA dalam hal visi sustainability, khususnya pengelolaan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.

Museum Batubara diharapkan dapat menjadi landscape sekaligus objek wisata pendidikan bagi masyarakat Sumatera Selatan. Terdapat banyak edukasi dan informasi di dalamnya, seperti jenis-jenis batu bara, ruang kereta bawah tanah, alat-alat tambang yang digunakan pada masa lalu, ruang teater audio visual, hingga sejarah pimpinan Bukit Asam dari masa ke masa.

“Kami berharap nantinya akan memberikan manfaat yang besar melalui pengelolaan yang baik dengan melibatkan unsur masyarakat," kata Suhedi.

Tak hanya museum, PTBA pun sebelumnya telah membangun berbagai infrastruktur untuk mewujudkan cita-cita Tanjung Enim Kota Wisata. Di antaranya adalah Mini Zoo dan Jogging Track Tanjung Enim, hingga Taman Love. PTBA juga akan membangun Botanical Garden atau Taman Koleksi seluas 17 hektar untuk meningkatkan nilai tambah pada lahan pasca tambang.

"Kami perlu mengingatkan bahwa kompleks destinasi wisata ini agar sama-sama kita jaga dan kami kembangkan dalam mendukung program Tanjung Enim Kota Wisata. Kemudian juga perlu dilakukan pembinaan dalam hal peningkatan skill dan kompetensi dari sisi sumber daya manusia agar apa yang telah kita buat saat ini, dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat yang besar dalam jangka panjang serta melahirkan Tanjung Enim yang unggul dan berdaya saing," tegas Suhedi.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org