Tak Cuma Tangguh, Truk Listrik Vale Indonesia Unggul Aspek Safety

Truk Listrik, Vale Indonesia, Budiawansyah, Tambang Nikel, Sorowako, Energi Bersih, Blok Sorowako,

PT Vale Indonesia Tbk memperkenalkan truk listrik CXMG tipe XDR-80-TE. Vale Indonesia.

MINESAFETY -- Perkenalan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terhadap truk listriknya sebagai transportasi angkut sarana operasional di site tambang Blok Sorowako, viral di dunia maya. Sejumlah media online nasional dan lokal turut memberitakan truk CXMG tipe XDR-80-TE buatan Cina tersebut.

Tidak hanya viral karena Vale Indonesia mendatangkan kendaraan monster berenergi listrik pertama di area tambangnya. Namun, kehadiran truk itu bagian komitmen Vale Indonesia berkontribusi terhadap penggunaan energi bersih di area tambang nikelnya.  

Terobosan dari Vale Indonesia menghadirkan truk itu tidak hanya energi yang dipakai 100% listrik, tetapi truk dengan kapasitas angkut 70 ton itu memiliki keunggulan pada aspek keselamatannya.   

Dibalik kegagagahannya, mantan Kepala Teknik Tambang (KTT)/HS and Risk Vale Indonesia, Budiawansyah mengatakan truk ini memiliki sistem penuh elektrik baterai dengan kelebihan safety yang terjamin untuk keselamatan operasional tambang dibandingkan truk konvensional lain saat mengangkut material tambang berbahan bakar lainnya.

Budiawansyah mengutarakan truk dengan bahan bakar minyak (BBM) rentan resiko kebakaran (safety) dan oil spill (lingkungan) saat dioperasikan di kegiatan per tambangan. Sebab dari sejumlah fakta di lapangan, menurutnya, kejadian kebakaran pada truk bersumber dari liquid fuel dan gas panas sisa pembakaran truk.

"Sumber bahan bakar truk konvensional yang keluar dari hasil pembakaran sangat berbahaya sementara kalau menggunakan baterai listrik terstandard di truk ini tidak. Kebakaran kendaraan juga datang dari sistem pembakaran sisa gas hasil pembakaran, nah truk yang ini tidak ada gas flamable jadi dengan sistem kelistrikan yang tersertifikasi dapat mengeliminir potensi tersebut," kata Budiawansyah kepada Minesafety, Sabtu (6 Agustus 2022).

Kelebihan lain dari truk ini, lanjut Budiawansyah, operasionalnya seperti penggunaan pengisian bahan bakar laptop. Dengan pengisian antara 1,5 jam hingga 2 jam mampu beroperasi selama 12 jam. Driver truk, kata dia, tidak kesulitan mencari pengisian stasiun pengisian listriknya karena dilengkapi stasiun portabel (bisa dibawa).

Perusahaan juga tidak perlu khawatir kehabisan listrik, kata  Budiawansyah, karena perusahaan sedang membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di hilir site tambang dari energi bersih PLTA.

Selain itu, Budiawansyah menjamin truk ini waterproof yang membuat driver alias pengemudi tidak akan khawatir truk tersebut mengalami gangguan kelistrikan terkena hujan atau siraman air sehingga aman selama beroperasional sepanjang waktu di site pertambangan.
CEO Vale Indonesia Febriany Eddy

Sebagaimana diketahui, Vale Indonesia memperkenalkan truk listrik pertamanya untuk mendukung operasi pertambangan di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 4 Agustus 2022. Peluncuran itu dihadiri CEO Febriany Eddy dan Wakil Presiden Direktur Adriansyah Chaniago.

Febriany Eddy mengatakan penggunaan truk itu merupakan bagian komitmen perusahaan mencapai target menurunkan karbon termasuk di area operasional.

"Penggunaan truk listrik ini komitmen kami menerapkan operasi rendah karbon di area operasional sekaligus upaya cepat efisiensi karena biaya terbesar operasional perusahaan untuk konsumsi energi," kata Febriany di sela peluncuran truk listrik itu.

Dia menjelaskan baru satu unit ini penggunaan truk di Sorowako sebagai kendaraan operasional dan Vale Indonesia menggunakannya sebagai uji coba sembari membangun infrastruktur SPKLU.

© hak terpelihara
supported by borneoglobe.org