Tfz9BSAlTfr7TSGlTUM5TfAlGA==

Pj Gubernur Ridwan Puji Bangka Asindo Agri Produksi Sagu di Lahan Eks Tambang

Ridwan Djamaluddin bersama Business Development Director PT BAA Harry Pujiansyah Bahri saat melihat proses pengolahan pohon rumbia menjadi sagu. Foto: Pemprov Babel. 

MINESAFETY -- Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin puji PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang memproduksi tepung sagu dari pohon rumbia di bekas lahan tambang.

Ridwan yang juga Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) itu bangkah melihat secara langsung proses pembuatan sagu di pabrik  di Desa Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Di sela kunjungannya, Ridwan mengapresiasi inovasi PT BAA dalam penanaman rumbia di atas eks lahan tambang, yang berbuah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, penanaman rumbia dapat dilakukan secara terus-menerus guna pelestarian lingkungan, yang sesuai dengan program Pemprov Babel, yaitu "Hijau Biru Babelku" sekaligus agar bahan baku sagu tetap tersedia.

Saat mengunjungi pabrik pada Ridwan tertarik dengan produk-produk yang dihasilkan PT BAA. Perusahaan tersebut telah memproduksi mie instan merek 'Sago Mee dan 'Kare' kare ayam akan dilaunching bertepatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Provinsi Kepulauan Babel.

"Untuk menyemangati masyarakat Babel makan (mie instan) Sago Mee ini, kita lakukan pada HUT provinsi di bulan November mendatang. Kita jadikan gerakan makan mie ya," kata Ridwan dikutip Minesafety.  

Business Development Director PT BAA Harry Pujiansyah Bahri mengatakan  hadirnya perusahaan mereka di Babel menjadi salah satu penyumbang peningkatan ekonomi terbesar bagi masyarakat sekitar. Sebab, pihaknya melibatkan masyarakat dalam memanfaat lahan eks tambang, dan lahan tidur untuk menanam singkong, dan membudidaya pohon rumbia, sekaligus untuk penghijauan.  

"Pabrik kami ini pak memproduksi dua prodak, yaitu tepung sagu dari tapioka, dan sagu dari rumbia. PT BBA satu-satunya pabrik di dunia yang dapat memproduksi dua jenis sagu sekaligus. Kami juga sudah memproduksi dua jenis prodak turunan dari sagu, berupa mie instan 'Sago Mee dan 'Kare' kare ayam," kata Harry.

Mereka selain itu, memiliki peternakan sapi untuk memanfaatkan limba dari sagu tapioka untuk pakan ternak sapi. Limbahnya dimanfaatkan menjadi bio gas, sehingga menghasilkan tenaga listrik.

Type above and press Enter to search.