Vale Laporkan Tidak Ada Kecelakaan Lost Time Injury, Berkat Kepemimpinan Solid di Lapangan

Keselamatan, Kecelakaan, Kepemimpinan, Vale Indonesia, Febriany Eddy, Tanur 4, Nikel

Karyawan Vale Indonesia sedang memantau infrastruktur bekerja dengan baik atau tidak. Foto: Vale

MINESAFETY -- PT Vale Indonesia Tbk akan fokus mengintensifkan kepemimpinan di lapangan dan pengawasan keselamatan pada kinerja korporasi agar perusahaan dapat terus menurunkan angka kecelakaan kerja pada sisa kuartal 2022 ini.

Hal itu disampaikan oleh CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy dalam penyampaian kinerja keuangan kuartal kedua 2022, baru-baru ini. Dia menyebutkan tidak ada kecelakaan meninggal dunia dari karyawan pada kuartal pertama dan kedua 2022. Keselamatan jiwa, kata Febriany merupakan hal terpenting dan nilai utama perusahaan.

"Terkait dengan keselamatan, tidak ada kecelakaan lost time injury selama 2T22 (dua kuartal 2022) dan jumlah cedera yang tercatat menurun seiring dengan selesai pembangunan kembali tanur (furnace) 4. Agenda rutin manajemen akan terus kami lakukan seperti mengintesifkan leadership in the field, meningkatkan keselamatan dan housekeeping di tempat kerja," kata Febriany dikutip Minesafety, Sabtu (30 Juli 2022).

Sebelumnya, PT Vale sudah memiliki tiga unit tanur atau furnace pengering. Bijih nikel diproses di tanur pereduksi di tanur bersuhu 1.500 derajat celcius dan di tanur pemurni (converter) untuk meningkatkan kadar nikel dalam matte menjadi 78%.

Pada tahap akhir, packaging (pengepakan), nikel dalam matte dimasukan ke dalam kantong-kantong berbobot 3 ton. Setelah itu, nikel pun siap diangkut ke pelabuhan Balantang dan dikespor ke sejumlah negara. Dengan selesainya pembangunan tanur 4 maka produksi nikel Vale kian bertambang.

Seiring dengan catatan kecelakaan pada kuartal II/2022, Vale juga mengumumkan kinerja keuangan yang senilai US$82,8 juta atau lebih tinggi 22% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021. “Laba kami tetap positif dalam siklus komoditas yang sulit ini karena kami fokus pada upaya kami untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Selain itu, Perseroan telah diuntungkan oleh kondisi harga nikel yang baik pada triwulan ini,” kata Febriany Eddy.

Dia melanjutkan grup merealisasikan harga jual rerata sebesar 40% lebih tinggi pada kuartal ini yang menghasilkan pendapatan 40% juga. Adapun beban pokok pendapatan grup meningkat US$142,3 juta pada kuartal I/2022 menjadi US$213,9 juta pada kuartal II/2022 karena didorong oleh harga komoditas dan royalti yang lebih tinggi.

Sementara itu, belanjar modal Vale Indonesia senilai US$44,8 juta atau lebih tinggi 6% dibandingkan dengan belanja modal yang dikeluarkan kuartal I/2022.

"Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas. Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas, dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing perseoran dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya yaitu keselamatna jiwa hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita," ujar Febriany.

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI