Menteri Arifin Puas Progres Pembangunan Smelter Freeport Indonesia di Gresik

Menteri ESDM Arifin Tasrif bersamaPresiden Direktur PTFI Tony Wenas saat melihat proses pembangunan smelter di Gresik, Sabtu (29 Juli 2022). Foto: Kementerian ESDM

MINESAFETY -- Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku puas dengan pembangunan proyek fasilitas pemurnian (smelter) tembaga baru PT Freeport Indonesia (PT FI) berkapasitas 1,7 juta dry metric ton (dmt) per tahun di Kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

Apabila smelter tersebut selesai dibangunan dapat memproduksi katoda tembaga, emas dan perak murni batangan, PGM (Platinum Group Metals). Komoditas lain asam sulfat, terak, gipsum, timbal sebagai produk sampingan smelter PT FI.

"Secara keseluruhan saya puas, progresnya cukup bagus dan sangat berbeda dengan kunjungan pertama kali lalu," kata Arifin Tasrif di sela-sela mengunjungi smelter tersebut pada Jumat (29 Juli 2022) dikutip Minesafety.

Menurutnya, progres pembangunan smelter lebih cepat dari yang ditargetkan saat ini sudah mencapai 34,9% hingga akhir Juni 2022 dengan biaya sebanyak US$1,15 miliar. Pembangunan total senilai US$3 miliar belanja modal pembangunan smelter itu, sudah tertancap 10.500 titik tiang pancang serta pengecoran (concrete pouring) untuk fondasi struktur.

"Target akhir 2022 ini mencapai 50%, kami mengharapkan kuartal II/2023 konstruksi sudah selesai terutama proyek smelting eksisting yang ekspansi dengan mengerahkan pekerja konstruksi sebanyak 3.500 orang," kata Arifin.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan progres pekerjaan seperti pailing atau pondasi tiang pancang telah terpasang terkini mencapai 11.000 dari total 16.000 pailing atau 65%. Adapun konkret pouting mencapai 20.000 meter kubik dari rencana total sekitar 220.00 meter kubik.

"Progres pembangunan saat ini sudah cukup bagus, dan melebihi dari yang telah ditargetkan awal. AKtivitas pembangunan hingga kini ters dilakukan secara intensif dengan perusahaan kontraktor PT Ciyoda International Indonesia (CII) yang fokus pemadatan lahan, serta dibantu Adhi Karya dan beberapa kontraktor lokal," kata Tony.

Nantinya, ekspansi kapasitas smelter eksisting sebanyak 0,3 juta dmt/tahun, serta pengolahan logam berharga (precious metal refinery) yang mencapai 6.000 ton/tahun.

Post a Comment

Post a Comment