Adaro Indonesia Tanam 252.000 Bibit Pohon di Sumedang, Cianjur, dan Kuningan

Adaro, Pohon, DAS, Sumedang, Cianjur, Kuningan, Jawa Barat, Rhuzanul Ulum, Dyah Murtiningsih, KLHK,

Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi (tengah), bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Rhuzanul Ulum (rompi) dan Dirjen PDASRH, Dyah Murtiningsih, saat kick off tanam perdana di DAS Sumedang, Cianjur, Kuningan, Kamis (28 Juli 2022). Foto: Adaro Indonesia. 


MINESAFETY -- PT Adaro Indonesia Indonesia segera menanam lebih kurang sebanyak 252.000 bibit pohon di atas lahan seluas 630 Hektare (Ha) di wilayah Sumedang, Cianjur, dan Kuningan yang ketiganya berada di Jawa Barat.

Penanaman pohon direncanakan akan dimulai pada September atau Oktober 2022 itu merupakan bagian dari  salah satu kewajiban Adaro Indonesia dalam hal pengunaan Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) yaitu wajib melakukan Rehabilitasi lahan kritis di wilayah Daerah Aliran sungai (DAS)

Kick off tanam perdana telah dilakukan korporasi yang dihadiri langsung Priyadi sebagai Presiden Direktur PT Adaro Indonesia dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Rhuzanul Ulum.

Hadir pula Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dyah Murtiningsih pada kick off penanaman pohon rehabilitasi DAS Jawa Barat, Kamis (28 Juli 2022) kemarin.

Dihubungi terpisah, Mine Rehabilitation & Reclamation Departmen Head Adaro Indonesia, Adetya Bayu Nasution mengatakan penanaman pohon di DAS Jawa Barat itu merupakan komitmen Adaro dalam hal perbaikan Lingkungan dengan memperbaiki kondisi  ekosistem sekitar DAS di Jawa Barat tetap terjaga dan lestari. Dia mengutarakan bibit pohon yang ditanam nanti akan tumbuh besar dan rimbun menghijaukan kawasan pada 3 dan 4 tahun ke depan.

"Target kami mulai menanam di atas lahan seluas 630 Ha itu pada September atau Oktober. Semoga, bibit pohon-pohon tidak dicabut/dirusak ya dan nanti bisa kita rasakan manfaatnya kehadiran pohon itu 3 tahun mendatang," kata Bayu kepada Minesafety, Jumat (29 Juli 2022).

Kehadiran pohon-pohon itu, menurut Bayu, juga untuk menjaga konservasi sumber daya air sehingga masyarakat Jawa Barat yang berada di sekitar kawasan hingga hilir DAS tidak kekurangan kebutuhan air. Ketersediaan air, kata Bayu, sangat penting karena merupakan sumber kehidupan utama umat manusia.  

"Sumedang dan Kuningan terdapat lahan kritis yang harus dipulihkan dengan salah satunya menanam pohon. Di sini kami menerapkan metode pola tanam agroforestry, ujar Bayu.

Begitu pula, lanjut dia, untuk wilayah Cianjur khususnya sepadan pantai Cianjur Selatan membutuhkan pemulihan kawasan melalui mekanisme penghijauan.

Wanatani atau agroforestry merupakan bentuk pengelolaan sumber daya memadukan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan didampingi komoditas tanaman jangka pendek dan jangka panjang seperti durian,alpukat dan sejenisnya.

Sebagai informasi, tidak hanya Adaro Indonesia yang terlibat menanam pohon di DAS tiga wilayah itu. Ada juga dari PT Vale Indonesia, yang menanam pohon di atas lahan kritis di Jawa Barat dengan kewajiban seluas 435 Ha.

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI