Ini Jurus Vale Indonesia Konsisten Menerapkan GMP

Seorang karyawan PT Vale Indonesia berada di antara bibit pohon untuk program rehabilitasi hutan. Sumber foto: Vale Indonesia

MINESAFETY -- PT Vale Indonesia (Tbk), perusahaan tambang mineral terkemuka multinasional begitu serius menerapkan Good Mining Practice (GMP) untuk dalam mendukung nilai tambah komoditas nikel pada masa depan. 

Vale Indonesia menyatakan komitmen itu dibuktikan dengan tata kelola dan praktik operasional yang baik agar tujuan perusahaan net Zero emission dari scope 1 dan scope 2 pada 2050 bahkan lebih awal yang selaras dengan Paris Agreement terwujud. 

"Komitmen perusahaan terhadap enviromental, social dan governance (ESG) juga ditunjukkan dengan pemenuhan prinsip International Council on Mining and Metals (ICMM)," kata Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy dari rilis MIND ID yang dikutip Minesafety, Selasa (14 Juni 2022). 

Sejumlah langkah sudah dimulai Vale Indonesia dalam mewujudkan GMP mulai dari meliputi menginisiasi proyek pengembangan hilirisasi nikel di Bahodopi dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. 

Dengan proyek hilirisasi nikel termasuk di Sorowako (Sulawesi Selatan), Vale Indonesia mampu menyerap tenag kerja lokal sebagai nilai tambah perusahaan untuk masyarakat sekitar wilayah operasional. 

Vale Indonesia sudah mempekerjakan 2.966 karyawan yang 86,6% merupakan penduduk Luwu Timur. Perhatian besar terhadap masyarakat juga Vale Indonesia prioritaskan dalam bentuk Pembangunan Kawasan Pedesaan Mandiri (PKPM) seperti penguatan 10 kawasan dengan target terciptanya 6 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan 4 pusat pertanian serta fasilitas produksi pertanian. Sisanya adalah pembentukan 2 desa wisata dan konservasi pesisir laut. 

Tidak cukup sampai di situ saja pembangunan pemberdayaan masyarakat, Vale Indonesia dan pemerintah daerah setempat menjalin kesepakatan industri agro bisnis dan pariwisata yang sudah dibuktikan dengan hibah bandara Sorowako sebagai komitmen pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi lokal khususnya pariwisata. 

Pada aspek lingkungan, Vale Indonesia turut aktif menjaga kualitas air danau komplek Danau Malili (Kabupaten Luwu Timur) yang jaraknya dekat dengan areal tambang. Ada tiga danau di komplek tersebut yaitu Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti.

Masih dalam perhatian sisi lingkungan dengan reklamasi lahan bekas tambang targetnya 70% reklamasi sampai 2025. Vale Indonesia sedang fokus pula menanam pohon bagian rehabilitasi kawasan pasca tambang dan sudah menanam sebanyak 3,7 juta pohon jenis ebony, dengen, kaloju, mata kucing dan jenis unggulan lokal lain. 

Adapun total lahan rehabilitasi Vale Indonesia sebanyak 10.280 Hektare (Ha) mencakup 10.000 Ha di luar operasional dan 280 Ha dalam wilayah operasional. 

Post a Comment

Post a Comment