APKPI Sukses Gelar Penutupan Kampanye Keselamatan Pertambangan di Sota Merauke

Oleh: Yanuarius Viodeogo Seno

Pengibaran bendera merah putih bersama APKPI dan K3

MINE SAFETY -- Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) sukses menuntaskan misinya menyelenggarakan kampanye keselamatan pertambangan (mine safety campaign) di titik nol kilometer timur Indonesia, dalam rangka penutupan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional, pada 12 Februari 2022.  

Tim APKPI tampak bersemangat saat berada di titik nol kilometer di Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. 

Meskipun harus berjuang di bawah terik panas matahari yang sangat menyengat, tim APKPI mampu mengibarkan bendera APKPI dan K3 mendampingi bendera merah putih pada tulisan ‘0 KM, Merauke-Sabang’.  

Tim APKPI di titik nol kilometer Merauke.

Baca: Presdir Pamapersada: Insan Pertambangan Mengoptimalkan Teknologi Cegah Kecelakaan Kerja

Dewan Pengawas APKPI, Eko Gunarto nampak matanya berkaca-kaca, terharu saat ketiga bendera tersebut berhasil berkibar. 

Mengingat sebulan sebelumnya, Eko melakukan hal yang sama di KM 0, Sabang, Aceh pada pembukaan bulan K3 nasional (BK3N) 12 Januari 2022 lalu dalam rangka mine safety campaign APKPI. 

Pelaksanaan penutupan mine safety campaign APKPI menjadi spesial karena bersamaan dengan kehadiran Abdullah Yusuf (Kasi Pemasaran, Dinas Energi Sumber Daya Mineral) Provinsi Papua beserta rombongan keluarga dan menjadi lebih spesial lagi dengan kehadiran rombongan pekerja konstruksi jalan dari Merauke. 

APKPI bersama dengan Abdullah Yusuf (ESDM Papua) beserta rombongan keluarganya

Di sela-sela penutupan mine safety campaign, Eko menegaskan bahwa kampanye ini adalah untuk membangun semangat bersama para Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) beserta jajarannya, praktisi keselamatan pertambangan, akademisi dan pemerhati untuk  berupaya mewujudkan keselamatan pertambangan yang tangguh (resilient) dalam menghadapi era digitalisasi dan mampu beradaptasi sesuai zamannya. 

"Selama 1 bulan menyelenggarakan mine safety campaign dari Sabang hingga Merauke adalah untuk membangun spirit (semangat) bersama-sama atau bersinergi mewujudkan keselamatan pertambangan di sub sektor pertambangan mineral dan batubara," kata Eko. 

Di sisi lain, Eko menambahkan apabila keselamatan pertambangan terpenuhi, berarti K3 yang menjamin seluruh pekerja sehat dan selamat dan keselamatan operasional yang menjamin operasional tambang aman, efisien, dan produktif menjadi terwujud. 

Namun demikian, kata Eko, untuk mewujudkan KP lebih baik atau resilient, banyak tantangan yang harus dihadapi dari sisi aspek manusia (pekerja dan pemimpinnya), teknologi atau proses, dan organisasi atau sistem. Ketiga aspek tersebut menjadi fundamental dalam mengelola keselamatan pertambangan.

"KTT maupun PJO beserta struktur di bawahnya sampai pelaksana akan bisa lebih baik dalam mengelola keselamatan pertambangan dan tentunya akan menjadi lebih baik lagi dengan dukungan dari BOD (Board of Director) atau dewan direksi serta pemilik perusahaan pertambangan maupun jasa pertambangan," jelas Eko. 

APKPI bersama pekerja konstruksi jalan dari Merauke.

Dihubungi terpisah, Direktur APKPI Alwahono mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang telah mendukung rangkaian program APKPI mulai dari pembukaan hingga penutupan mine safety campaign APKPI dalam BK3N.

"Kami sangat berterimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung ataupun yang menjadi sponsor pelaksanaan program mine safety campaign APKPI selama satu bulan penuh. Ini sangat penting untuk membangun dan meningkatkan kesadaran khusus pemahaman tentang pentingnya keselamatan pertambangan supaya bisa dipahami dan menjadi persepsi yang sama di seluruh perusahaan pertambangan di Indonesia," kata Alwahono. 

Dia mengingatkan bahwa keselamatan pertambangan sebagaimana diamanahkan dalam regulasi tidak hanya K3 saja tetapi juga ada keselamatan operasi (KO). Oleh karena itu, Alwahono menegaskan bahwa seluruh perusahaan pertambangan harus menjadi lebih serius lagi bersama-sama bergandengan tangan dengan persepsi yang sama terhadap keselamatan pertambangan.

"APKPI sangat serius, kami memulai dari titik nol kilometer barat (Sabang) sampai titik nol kilometer timur (Merauke). Kami juga menyelenggarakan seminar dan workshop supaya bisa mensyiarkan keselamatan pertambangan dan keselamatan operasional di seluruh tanah air Indonesia," kata Alwahono.

Foto: Eko sedang memberikan pemahaman tentang K3 kepada pekerja konstruksi jalan. 

Dalam kampanye tersebut digelar pula seminar secara offline (tatap muka) dan online (secara daring). Seminar offline berlangsung di PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari – perusahaan tambang paling barat di Indonesia. Sementara itu, dalam seminar online pada PT Agincourt Resources dan PT Pamapersada Nusantara (Pama) masing-masing sebanyak 2 sesi seminar, PT Berau Coal, PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma).   

Alwahono juga menyampaikan bahwa APKPI lahir terbentuk atas kehendak para KTT melalui keputusan atau kesepakatan dalam pertemuan teknis tahunan di hotel Bidakara, Jakarta pada 27 November 2012. Perlu diingat, tegas Alwahono, dewan pendiri APKPI dapat diibaratkan hanya sebagai bidan, dokter bedah, maupun perawat yang membantu lahirnya bayi yang dikenal APKPI. 

Sudah tentu tumbuh kembangnya bayi yang lahir tersebut tidak hanya tergantung kepada bidan, dokter bedah, dan perawat itu tetapi juga kepada yang menghendaki lahirnya sang bayi yakni para KTT. 

APKPI sangat berharap kegiatan kampanye keselamatan pertambangan harus tetap berlanjut dalam kondisi apapun, mengingat keselamatan pertambangan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam operasional pertambangan.

Baca: Resep Merayakan Bulan K3 Nasional Ala Agincourt Resources Martabe

Post a Comment

Post a Comment