Alwahono: Sayangi Diri Sendiri Bagian K3

Alwahono sedang memberikan nasehat K3 kepada para pekerja PT ANTAM Tbk, di Tayan (Kalimantan Barat)

MINE SAFETY - Dalam tema safety alert ini, kami redaksi menulis tentang kunjungan Direktur APKPI Alwahono ke site PT ANTAM Tbk di Tayan, Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat) saat menemui para pekerja tambang di sana belum lama ini. 

Menarik ketika Alwahono langsung memberikan pesan kepada pekerja ANTAM agar peduli terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dia tidak bosan-bosan memberitahu kepada para pekerja tambang agar menyanyangi diri sendiri. 

"Kenapa kita perlu keselamatan, sebenarnya untuk menyayangi diri kita sendiri. Orang yang pertama kali menikmati keselamatan dan kesehatan, ya kita sendiri," begitu kata Alwahono. 

Menurutnya, orang atau pekerja di mana pun berada tahu bahwa dia tidak mau celaka dan sakit di tempat kerja tetapi mengabaikan peraturan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai contoh kecil. Pekerja cenderung cuek merasa bahwa memakai APD meribetkan atau merepotkan dirinya. Padahal, APD merupakan salah satu bentuk pekerja terhindar dari kecelakaan. 

"Mohon sadarlah, bahwa itu sebenarnya untuk kepentingan diri kita sendiri," ujarnya. 

Alwahono mengingatkan saat berangkat kerja dengan keadaan sehat, tentu pulang sehat. Tentu itu bisa terjadi jika cara bekerja selama di lapangan dipatuhi. Alwahono menyebutkan pesan yang dipatuhi dalam K3. 

Pertama, pekerja tahu bahaya risiko kerja kita, kalau hari hujan risikonya tahu jalan licin dan mudah tergelincir. Saat kondisi jalan menanjak dan menurun, pekerja mengetahui kondisinya. 

Kedua, pekerja tahu cara mengendalikannya misalnya kendaraan sebagai fasilitas operasional. Alwahono mengingatkan agar pekerja tidak nekat begitu mengetahui kondisi cuaca berkabut dan tidak melewati jalan kondisi licin. 


Dia meminta kepada pekerja untuk mengikuti prosedur yang berlaku karena sebagai benteng menyelamatakan pekerja dari kecelakaan. (Feeling itu penting, tetapi tetap ikuti prosedur standar ya," ujarnya. 

Ketiga, Alwahono menasehatkan jika pekerja dalam keadaan kantuk, tidak enak badan atau sakit yang semestinya membutuhkan jam istirahat justru memaksa tetap bekerja berpotensi mencelakakan dirinya. 

Dia mengajak pekerja untuk menyampaikan kondisi tersebut kepada pengawasnya dan meminta supaya tidak bekerja terlebih dahulu hingga kondisi tubuh fit. 

"Keempat adalah memastikan alat peralatan kerja layak digunakan. Jangan menilai kemarin aman, bagus saja tetapi alat kita itu bekerja terus maka harus dicek," pintanya. 

Kelima, tidak kalah penting adalah pekerja sudah bisa memitigasi kondisi darurat atau tidak normal dengan macam-macam kondisi di lapangan. "tiba-tiba di tengah jalan lagi hujan, tidak normal itu harus disadari. Itu ada dalam peraturan. Jadi peraturan perusahaan bukan mengada-ada tetapi itu untuk menyelamatkan diri sendiri," paparnya. 

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Post a Comment

Post a Comment