CSR Adaro Nyalakan Ekonomi Masyarakat

CSR Adaro, Mine Safety Indonesia
Sumber: adaro.com

Grup Adaro, korporasi batubara mengucurkan dana Rp103 miliar untuk menjalankan program corporate social responsibility (CSR) untuk tujuan memberdayakan masyarakat yang inklusif, produktif, mengembangkan diri mereka sendiri, agen perubahan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial budaya sepanjang 2020. Laporan tahunan Adaro menjelaskan pemberian dana CSR itu disalurkan ke-5 anak perusahaan terdiri dari Adaro Nyalakan Lestari senilai Rp0,7 miliar, Adaro Nyalakan Ilmu senilai Rp64,6 miliar, Adaro Nyalakan Sejahtera senilai Rp6,6 miliar, Adaro Nyalakan Raga senilai Rp25,6 miliar, dan Adaro Nyalakan Budaya Rp5,7 miliar. Dunia tambang tidak bisa dilepaskan dengan faktor lingkungan. Adaro menyatakan secara konsisten mengelola dan memantau lingkungan hidup salah satunya optimalisasi fungsi kawasan konservasi Pulau Bakut yang merupakan taman wisata alam di bawah kerja sama dengan BKSDA Kalimantan Selatan. Keduanya sepakat mengembangan TWA Pulau Bakut sebagai role model pengembangan wisata alam dan sanctuary bekantan berbasis masyarakat. Lahan TW Pualu Bakut seluas 15,58 hektare itu dipoles sejak 2018 untuk pembangunan titian ulin dan shelter, pembangunan menara pantau, gerbang dan loket masuk, pemasangan papan informasi, pemasangan paving blok, pembangunan dermaga, pembangunan kandang habitasi, rehabilitasi dan klinik hewan dan terakhir mini water treatment plant. Adaro memiliki kepedulian terhadap pendidikan melalui Adaro Nyalakan Ilmu ini fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memadukan pengetahuan, keterampilan serta pendidikan karakter. Dengan dana sebanyak Rp64,6 miliar ini, Adaro menyalurkan ke program Beasiswa Indonesia Bright Future Leaders ke jenjang lebih tinggi. Pada 2020 lalu sebanyak 236 mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, 37 mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, dan 14 mahasiswa di UPN "Veteran" Yogyakarta yang sudah mendapatkan bantuan beasiswa program Adaro Nyalakan Ilmu tersebut. Dalam progam Adaro Nyalakan Sejahtera, korporasi membantu Rp6,6 miliar untuk meningkatkan pendapatan UMKM binaan Grup Adaro yang turun turun teruma di Desa Paringin Kota dan Desa Maburai akibat pandemi Covid-19. Adaro membina dengan berbagai solusi supaya pelaku UMKM dapat bertahan dan senantiasa menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya seperti Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) Sahabat dan Sasirangan Bunda Maburai. Pandemi Covid-19 membuat hampir sebagian besar sektor terpukul. Grup Adaro berkomitmen memberikan dukungan upaya mitigasi dan penangana Covid-19 di Indonesia. Melalui program Adaro Nyalakan Raga, Adaro mendonasikan total Rp20 miliar kepada Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) sebagai koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Termasuk di dalamnya ketersediaan mobil ambulans, pemberian masker dan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan pasien Covid-19. Selain itu, Adaro bekerjasama dengan Universitas Indonesia dan produsen peralatan medis lokal untuk membuat portable ventilator sebanyak 100 unit ventilator senilai Rp2,6 miliar. Adaro juga memikirkan pelestarian budaya Indonesia melalui Adaro Nyalakan Budaya yang fokus pada pendampingan dan pengembangan keterampilan masyarakat lokal untuk mempromosikan potensi budaya dan kearifan lokal agar nilai-nilai leluhur kepercayaan tradisional tetap terjaga. Sebanyak 235 pelaku UMKM terlibat dalam program ini yang mendapatkan pembinaan dan pengembangan budaya salah satunya adalah Pasar Budaya Racah Mampulang.

© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI