Berdamai Dengan Covid-19 di Arena Tambang


Penulis: Irfan Fradilla, S.Tr.Kes

Kehadiran Covid-19 yang menginfeksi dan menyebabkan kematian banyak orang membuat sejumlah negara membatasi jarak atau lockdown termasuk pemerintah Indonesia dibawah komando Presiden Joko Widodo menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah zona merah. 

PSBB membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat luas, baik dampak yang bersifat materi maupun non materi. Kegiatan bersosial dibatasi, kendaraan umum dibatasi, sekolah-sekolah ditutup dan diganti pembelajaran daring, pusat perbelanjaan dilarang buka, pasar-pasar tidak beroperasi, banyak perusahaan yang meliburkan karyawannya. 

Tetapi ada juga sebagian perusahaan yang menerapkan kerja di rumah atau Work From Home (WFH), agar perusahaan tetap berjalan atau beroperasi. Pun seperti perusahaan di sektor pertambangan dimana tempat saya bekerja, operasional harus tetap berjalan walaupun serangan virus Covid-19 tak kunjung reda. 

Peraturan internal perusahaan berkaitan dengan penanganan dan pencegahan Covid-19 telah dibentuk walaupun mengalami perubahan beberapa kali karena menyesuaikan kondisi dan situasi. 

Segala bentuk protokol kesehatan telah disampaikan dan telah dilaksanakan karyawan seperti: 

  • Selalu menggunakan masker, baik saat berada di area kerja maupun di luar area kerja.
  • Rajin mencuci tangan baik sesudah maupun sebelum makan ataupun setelah memegang benda apapun.
  • Serta menghindari berkerumun di saat jam istirahat kerja.
Namun sepatuh apapun karyawan menerapkan protokol kesehatan tersebut, yang namanya virus tetaplah virus. Beberapa karyawan terkonfirmasi positif Covid-19, operator berkurang unit tidak ada yang mengoperasikan.

Pengawas harus memutar otak bagaimana operasional harus tetap jalan dengan keterbatasan. Segala daya upaya telah diusahakan oleh perusahaan, agar yang sehat tetap sehat dan yang sakit kembali dapat beraktifitas, seperti;

  • Pemberian vitamin secara rutin.
  • Pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  • Pemberian cairan desinfektan disetiap unit hauler, loader maupun sarana lainnya.
  • Penambahan sarana penjemputan dan pengantaran agar dapat melaksanakan protokol kesehatan physical distancing.
  • Pemberian fasilitas karantina yang sesuai bagi karyawan yang terkonfirmasi.

Serta usaha lain yang telah semaksimal mungkin diupayakan oleh perusahaan agar mencegah laju penyebaran virus Covid-19 ini. Namun pada akhirnya, Covid-19, kesehatan dan pekerjaan, adalah hal yang sekarang menjadi satu kesatuan yang mungkin sulit dipisahkan untuk saat ini.

Seolah kita dipaksa berdamai dengan Covid-19 dan hidup berdampingan, karena kita tidak mungkin hanya diam di rumah, kita tetap harus beraktivitas, menjalankan roda kehidupan, melakukan pekerjaan, terus belajar, meneruskan cita-cita dan harapan. Sangat beruntung bagi orang-orang yang tidak kehilangan pekerjaan, karena sebagian perusahaan di seluruh dunia merumahkan karyawannya.

Bagi kita semua, harus siap menjalani kondisi seperti ini. Yang masih bekerja harus kembali melakukan pekerjaan, yang kehilangan pekerjaan harus berani mengambil tindakan untuk mencari solusi lain. *

Penulis: berkarir di bidang Health, Safety, and Environment (HSE) PT Harmoni Panca Utama, perusahaan tambang.

*Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari penulis
Post a Comment

Post a Comment