Antisipasi Kecanggihan Teknologi, Pasrahkan Diri Kepada Tuhan

Antisipasi Kecanggihan Teknologi, Pasrahkan diri kepada Tuhan

Sumber: ptfi.co.id

Sejauh upaya menihilkan kecelakaan kerja di setiap sudut kritis lokasi tambang, baik yang terbuka (open pit) maupun di bawah tanah (underground) pada batubara maupun mineral tetap dibutuhkan antisipasi dini dari kelemahan-kelemahan teknologi secanggih apapun itu.

Direktur PT Freeport Indonesia, Zulkifli Lambali mengakui bahwa siapapun harus selalu belajar dari apa yang didapat. Begitu pula para Kepala Teknik Tambang (KTT) mengakui bahwa setelah usaha dengan penanaman alat-alat canggih maupun sistem manajemen professional yang bisa mengontrol area tambang agar selalu aman, juga dibutuhkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bahwa selain plan (rencana) A harus selalu ada plan B. Dan Tuhan Yang Maha Kuasa merupakan penentu di mana jika hasil ikhtiar keras manusia memberikan keberhasilan diterima dengan kesyukuran yang tiada tara, tetapi jika tetap terjadi kecelakaan fatal di tambang, di sanalah titik lemah manusia yang terus harus meng-update kecanggihan teknologi sebagai cara menjawab masalah keamanan kerja tambang.

"Takdir memang harus diterima dengan sabar dan tabah sekaligus melakukan evakuasi seprofesional mungkin di lapangan bila terjadi fatal," ujarnya.

Persis seperti peristiwa jebolnya dam atau bendungan di Brazil yang dirasakan perusahaan multinasional Vale Brazil. Recovery (pemulihan) dan investigasi dilakukan, lalu dipetik hikmahnya untuk memperkuat sistem safety sehingga perusahaan maupun insan tambang senantiasa tampil sebagai pemenang. Selalu resilient.*





© all rights reserved allsysmedia.com
APKPI